Home » Cerita Seks Mama Anak » Wanita Pemijat Itu Ibuku 3

Wanita Pemijat Itu Ibuku 3

Cerita Sebelumnya : Wanita Pemijat Itu.. Ibuku 2

Side story: Amat

Setelah memakai bajuku kembali, keberikan 3 lembar uang seratus ribuan kepada wanita itu. Dia tersenyum sambil mencium pipiku dan berkata

ÔÇ£Datang lagi ya mas.ÔÇØ
ÔÇ£Iya mbakÔÇØ jawabku sambil keluar dari kamar dan langsung meninggalkan panti pijat itu.

Ahhh… aku baru saja berhubungan intim dengan ibu temanku sendiri, ibunya aryo.
———————————————————————————————————————————————–
Sudah beberapa bulan ini aku sering membaca sebuah situs forum dewasa di Internet yang membahas sebuah panti pijat plus-plus yang kebetulan aku lewati setiap aku pulang kuliah. Disana diceritakan bahwa panti pijat ini banyak diisi dengan wanita paruh baya yang bisa memberikan pelayanan ekstra kepada para pelanggannya setelah dipijat. Sedari dulu aku memang punya ketertarikan secara seksual terhadap wanita yang sudah lebih dewasa. Milf Lovers, Oedipus Complex, apapun itu lah sebutannya. Walaupun sekarang aku sudah punya pacar yang sering aku ajak untuk berhubungan seks, tapi keinginanku untuk melakukannya dengan wanita yang jauh lebih tua tetap saja menggebu-gebu.

Akhirnya setelah dana ada ditangan, sore ini aku putuskan akan kesana. Sekitar pukul 7 malam, aku sudah meluncur kesana. Sesampainya disana, kuparkirkan motorku. Parkirannya cukup ramai, pasti banyak laki-laki yang mampir kesini setelah pulang kerja. Ini kali pertamaku datang ketempat seperti ini, rasanya agak malu dan deg-degan. Akhirnya dengan cepat kulepaskan helmku, ku kunci motorku lalu menuju ke pintu masuk tempat tersebut. Pintunya berlapis kaca berwarna gelap tapi aku bisa melihat bayangan ada beberapa orang di dalam. Akhirnya akupun masuk.

Didalam, aura mesum sudah begitu terasa. Didekatku terdapat sofa yang sudah diisi dengan seorang om-om ditemain dengan dua orang perempuan sambil minum dan merokok. Disebelah lainnya ada juga pria yang sedang mengobrol dengan wanita yang memakai dandanan sangat seksi. Dibandingkan tempat pijat, tempat ini lebih terasa seperti sebuar mini bar dengan alunan musik pelan dan suasana yang temaram. Terlihat didepan sana terdapat beberapa wanita yang asik ngobrol, mungkin itulah para wanita pemijatnya. Lalu ada seorang wanita yang menghampiriku. Memakai kaos putih ketat dan dilapisi jaket jeans dengan dandanan yang cukup mengundang.

ÔÇ£Baru pertama mas?ÔÇØ
ÔÇ£Eh.. enggak mbak. Udah pernahÔÇØ Jawabku bohong, malu juga terlihat polos ditempat seperti ini.
ÔÇ£Mau langsung apa minum dulu?ÔÇØ
ÔÇ£Langsung aja mbak.ÔÇØ
ÔÇ£Mau sama siapa?ÔÇØ

Sebenarnya aku sudah mengetahui banyak nama pemijat disini dari forum yang aku baca. Tapi ada satu nama yang ingin aku coba karena menurut cerita dari para penghuni forum sana, wanita paruh baya yang satu ini sangat baik servicenya dan tidak hitung-hitungan.

ÔÇ£Sama Isma aja mbak, ada gak?.ÔÇØ Jawabku.
ÔÇ£Ada. Bentar ya.ÔÇØ Wanita itu langsung menuju kemeja tempat beberapa wanita yang sedang berkumpul tadi. Lalu berjalan kembali kearahku sambil diikuti seorang wanita yang menggunakan dress batik coklat pendek tanpa lengan.
ÔÇ£Ini Isma.ÔÇØ Lalu wanita itu meninggalkan kami.

Kupandangi wanita didepanku ini. Dress selututnya sangat ketat sehingga bagian dadanya terlihat sangat menonjol. Pantatnya juga terlihat besar, dengan purit yang sedikit sudah agak buncit. Lalu kupandangi wajahnya, riasanya cukup tebal. Wajahnya memang sudah menujukan wanita ini sudah paruh baya, mungkin sudah memasuki usia 40 tahunan, tapi walau begitu lumayan cantik menurutku. Hanya saja.. sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita ini.

ÔÇ£Kenapa mas? Kok bengong?ÔÇØ
ÔÇ£Eh enggak mbak.ÔÇØ
ÔÇ£Yuk keatas.ÔÇØ

Wanita itu lalu berjalan menuju tangga dan aku mengikutinya. Diatas ternyata terdapat banyak kamar-kamar. Lalu kamu menuju kamar yang agak ujung. Kami lalu masuk kekamar tersebut. Kamarnya cukup besar dengan kasur springbed, ber-AC dan ada shower juga didalam.

ÔÇ£Mau mandi dulu atau langsung pijat mas?ÔÇØ ujar wanita itu.
ÔÇ£Eng.. langsung pijat aja mbak, mandinya nanti aja.ÔÇØ
ÔÇ£Ya udah masnya buka aja bajunya terus tiduran dikasur. Aku mau siap-siap dulu.ÔÇØ

Dengan ragu-ragu karena masih merasa canggung, aku membuka baju dan celanaku hingga hanya menyisakan celana dalam saja, lalu aku langsung duduk diatas kasur. Wanita itu mengeluarkan semacam botol cream pijat dari tas kecil yang dibawanya. Lalu wanita tersebut tanpa malu melepas dress batiknya hingga hanya mengenakan BH dan CD berwarna cream kemudian mengambil handuk dan melilitkan handuk itu untuk menutupi badannya.

ÔÇ£Biar gak kena krim mas baju aku.ÔÇØ Seperinya wanita itu menyadari aku memperhatikannya dari tadi.
Wanita tersebut lalu berjalan ke arah kasur. Aku rasanya jadi deg-degan tapi juga makin penasaran.

ÔÇ£Telungkup aja mas.ÔÇØ

Aku lalu berbaring telungkup di kasur. Wanita tersebut kemudian mulai menuangkan minyak ke kedua tangannya dan mulai memijat dibagian punggungku. Pijatannya lumayan enak, tidak terlalu keras tapi juga tetap terasa. Setelah 10 menitan memijat dibagian punggung,

ÔÇ£Mas buka aja ya CD-nya, nanti kotor kalau kena cream.ÔÇØ Ujar wanita itu sambil menyelipkan tangannya di CD bagian pinggangku dan perlahan menurunkan CD ku kebagian kaki. Aku menaikan pantatku sedikit agar lebih mudah tapi agak canggung juga karena penisku sudah agak ereksi sehingga jadi agak tertahan saat berbaring kembali. Setelah CD ku terlepas, wanita itu melanjutkan pijatannya mulai dari telapak kakiku.

ÔÇ£Aduh mbak jangan ditelapak kaki, geliÔÇØ
ÔÇ£Owalah masnya gelian toh. Nanti kalau jadi suami pasti sayang istri dongÔÇØ Canda wanita tersebut.

Pijatannya kemudian perlahan naik ke bagian betis dan paha, lalu sampai juga pijatannya dibagian pantatku. Perlahan pijatannya mengarah ke belahan pantatku dan jari-jarinya menelusup masuk ke bagian pangkal pahaku dan sesekali menyenggol-nyenggol kantong kemaluanku. Aku hanya diam saja tapi semakin penasaran pijatan ini akan mengarah kemana.

ÔÇ£Dinaikin sedikit pantatnya mas.ÔÇØ

Aku lalu menaikan pantatku dan bertumpu pada kedua tanganku hingga posisi tubuhku sekarang seperti orang yang akan sujud. Wanita itu lalu memijat kantong kemaluanku dan berlanjut menggenggam batang kemaluanku dan perlahan mulai memijatnya. Tangannya yang satunya mulai memijat-mijat dibagian lubang duburku. Urutan tangannya yang mulai naik turun dibatang kemaluanku tak tertahankan enaknya hingga kini burungku sudah tegang maksimal.

ÔÇ£Duh tegang banget ini mas burungnya, gede lagi, mau sekalian dikeluarin?ÔÇØ
ÔÇ£Nanti dulu deh mbak. Pijat yang depan dulu.ÔÇØ Walau rasanya sangat nikmat dipijat pada posisi ÔÇ£petik manggaÔÇØ seperti ini, tapi aku masih ingin pergumulan ini berlangsung lebih lama.
ÔÇ£Ya udah mas balik badannya.ÔÇØ

Akupun membalikan badannku sehingga kini posisiku terlentang. Wanita itu kembali memijat kembali mulai dari tanganku. Di posisi ini aku bisa dengan lebih jelas melihat paras wanita itu, tubuhnya sudah mulai berkeringat. Terlihat keringatnya menetes dari bagian leher kebagian belahan dadanya. Sayangnya masih tertutup dengan handuk dan BH-nya. Semakin kuperhatikan wajahnya, aku semakin yakin pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya.

Ah dia ini kan ibunya Aryo! Teman kecilku dulu.

Aku sangat kaget dengan hal ini. Kenapa baru sekarang aku ingat, meski wajah wanita itu sudah terlihat tua tapi aku sangat yakin dia ini adalah ibunya Aryo. Aku tidak mungkin lupa, waktu kecil aku sering main dirumahnya dan bertemu dengan ibunya Aryo ini. Perasaanku jadi campur aduk. Antara sudah kebawa nafsu tapi juga sungkan.

ÔÇ£Kenapa mas? Kok bengong gitu sih?ÔÇØ Ujar wanita itu memecah lamunanku.
ÔÇ£Eh enggak kok mbak, gapapa.ÔÇØ

Wanita itu kini melanjutkan pijatannya ke bagian dadaku. Dengan perlahan tangannya meraba-raba dadaku dan juga memain-mainkan putingku. Keringatnya juga sesekali menetes ke dadaku.

ÔÇ£Aku buka aja ya mas handuk aku, gerah banget nih.ÔÇØ
ÔÇ£I..iya mbak silahkan.ÔÇØ

Wanita itu lalu melepaskan handuk yang menutupi dadanya dan kini hanya mengenakan BH dan CD saja. Pijatannya semakin turun kearah perut dan kini memijat bagian pangkal pahaku. Tangannya yang licin dengan cream pijit terasa hangat saat bergerak-gerak dibagian pangkal kemaluanku. Walaupun perasaanku sangat canggung dipijat seperti ini oleh ibu temanku sendiri, tapi laki-laki mana yang sanggup menahan nafsunya jika sudah berada dikondisi seperti ini.

ÔÇ£Jadi mau dikeluarin gak nih mas? Atau mau sekalian main?ÔÇØ
ÔÇ£Eh.. kalau sekalian main berapa mbak?ÔÇØ
ÔÇ£400 ribu mas.ÔÇØ
ÔÇ£Duh mbak Cuma bawa pas nih 300. Gimana mbak?ÔÇØ
ÔÇ£Hmm ya udah deh gapapa abis masnya ganteng, tapi kalau kesini lagi pijatnya sama aku terus ya.ÔÇØ Rayu wanita itu.
ÔÇ£Iya mbak.ÔÇØ

Wanita itupun langsung membuka Bhnya hingga payudaranya yang besar itu langsung terlihat tumpah lepas dari tempatnya. Walaunpun sudah kendor tapi ukurannya yang besar membuatnya masih terlihat menggiurkan. Bagian areolanya yang lebar dan berwarna coklat tua serta putingnya yang sangat menonjol keluar seperti biji kacang jambu monyet membuatku sangat bernafsu.

Aku langsung mengambil posisi duduk dan mulai meremas-remas payudara wanita tersebut. Wanita itu sesekali melenguh pelan sambil menutup matanya. Kini mulutku yang bermain dibagian putingnya. Ah payudara wanita memang tidak pernah kehabisan daya tariknya, mulai dari bayi hingga laki-laki dewasa pasti sangat menyukainya. Aku menyedot-nyedot putingnya secara kencang sambil sesekali menggigitnya perlahan.
ÔÇ£Ah mas..ÔÇØ terdengar suara wanita itu merintih perlahan.

Sudah hilang canggungku, Aku sudah tidak perduli yang aku cumbui sekarang ini adalah ibunya Aryo. Yang penting nafsuk harus puas, harus tertuntaskan. Lalu kuselipkan dua jariku masuk kedalam celana dalamnya. Aku menggesek-gesekan jariku perlahan. Terasa vagina wanita ini banyak bulunya. Lalu kumasukan satu jariku kedalam liang peranakannnya dan kucolok-colokan dengan perlahan. Terasa jariku dibasahi oleh lendir kewanitaannya. Dia sudah basah.

ÔÇ£Ah aku udah gak tahan nih mas. Langsung ya.ÔÇØ Bisik wanita itu.

Wanita itu lalu melepaskan pelukanku dan berjalan mengambil kondom dari tas kecilnya dan kembali ke atas kasur. Saat dia merobek bungkus kondomnya,

ÔÇ£Mbak.. diisepin dulu dong mbak burungku.ÔÇØ
ÔÇ£Oh mau diisepin dulu, bilang toh mas.ÔÇØ

Wanita itu lalu menggengam burungku dan mulai menjilatinya mulai dari bagian kantung kemaluanku. Lidahnya terasa sangat hangat dan juga basah berlendir. Jilatannya mulai menjalar ke bagian batang kemaluanku dan kearah kepala burungku. Kemudian dia memasukan seluruh burungku kemulutnya sambil memain-mainkan lidahnya. Ah terasa sangat enak, apalagi saat lidahnya terasa menjilati bagian urat antara batang dan kepala penisku. Wanita ini terlihat sangat menikmati mem-blowjob penisku. Matanya sampai terpejam sambil tetap memainkan burungku dengan lidahnya didalam mulutnya.

ÔÇ£Udah mbak. Aku mau masukin sekarangÔÇØ Ucapku. Takutnya juga kebobolan dengan lincahnya jilatan wanita ini.

Wanita itu lalu mengeluarkan batang zakarku dari mulutnya. Terlihat batang zakarku sangat basah terlumuri air liurnya. Kemudian dia mengambil kembali kondom yang tadi, lalu memakaikan ujungnya dipangkal kepala penisku lalu dengan mulutnya mengulum ujung kondom tersebut dan membuka gulungan kondom itu dengan mulutnya hingga kini batang zakarku sudah terlapisi kondom. Ah ibunya aryo ini pasti sudah sangat berpengalaman, dia bisa memakaikan kondom ke penisku hanyaa menggunakan mulutnya.

ÔÇ£Aku diatas ya mas.ÔÇØ

Kemudian wanita itu perlahan naik ketas perutku sambil memegang batang zakarku dan mengarahkannya kelubang kemaluannya. Digesek-gesekannya dulu ujung penisku ke bibir kemaluannya yang dipenuhi bulu tersebut. Sesekali ujung kepala penisku dimasukannya sebentar ke dalam vaginanya lalu dikeluarkannya kembali. Dan.. sleb…. Batang zakarku kini dimasukannya full ke dalam vaginanya. Ah… kalau tidak tertahan, hampir saja tadi aku melenguh keenakan. Batang zakarku bisa gampang masuk karena selain vagina ibu aryo ini memang sudah agak longgar, juga kondisinya yang sudah sangat basah.

Meski begitu, disinilah kenikmatannya baru terasa dimulai. Didalam vagina ibunya aryo ini, penisku terasa dipijit-pijit dan diremas-remas oleh otot kemaluannya. Ah mungkin ini yang dinamakan sensasi empot ayam. Aku hanya bisa terbaring sambil merasakan goyangan pinggul ibunya aryo yang terus naik turun di kemaluanku.

ÔÇ£aaah.. ayo sayang.. ayo sayang…ÔÇØ terdengar ricauan ibunya aryo sambil terus menggoyang penisku. Mungkin dia juga merasakan keenakan karena batang zakarku ini bisa dibilang cukup tebal.

Tanganku pun tidak tinggal diam, sambil kini meremas-remas payudaranya ibunya aryo dan memainkan pentilnya dengan jariku. Laliu ibunya aryo memegang tanganku, lalu menjilati jariku dengan mulutnya. Ah pemandangan ini, seorang wanita paruh baya dengan posisi cowgirls sambil menigulum-ngulum jari telunjukku dimlutnya terasa sangat erotis. Tapi goyangan pinggulnya di penisku terasa begitu intens hingga aku agak lepas kontrol dan…

ÔÇ£Ahh… Crot… Croot..Crooot…ÔÇØ

Lahar putihku pun keluar didalam kondom. Tetapi ibunya aryo terus menggoyang penisku hingga pangkal penisku terasa ngilu. Beberapa menit kemudian barulah dikeluarkannya batang zakarku yang sudah mulai mengkerut kembali dari vaginanya. Terlihat banyak sekali cairan putih yang terperangkap diujung kondom tersebut. Lalu ibunya aryo dengan hati-hati melepaskan kondom tersebut dari penisku, dan mengikatnya agar sprema didalam tidak tumpah berceceran.

ÔÇ£Udah mas. Enak gak?ÔÇØ ujar ibunya aryo.
ÔÇ£Hehehe enak mbak. Kerasa dipijit-pijit didalem, jadi mau lagi.ÔÇØ Candaku
ÔÇ£Emang masih kuat?ÔÇØ
ÔÇ£Ya kalau gak nambah duit lagi sih, masih kuat mbak. HeheheÔÇØ jawabku cengengesan.
ÔÇ£Ya udah yuk. Gantian ya masnya yang diatas.ÔÇØ

Wah aku tidak menyangka ibunya Aryo mau melanjutkan pergumulan kami tanpa tambahan biaya. Kali ini akan aku buat dia yang keluar duluan.

ÔÇ£Duh mas.. kondomnya abis nih. Mau langsung aja? Aku bersih kok.ÔÇØ
ÔÇ£Ya udah mbak, gak usah pakai kondom.ÔÇØ Jawabku keburu nafsu.

Ibunya aryo lalu langsung berbaring dikasur. Dengan sigap langsung kucumbui bibirnya. Bibir kami berpagutan dan lidah kami saling melilit satu sama lain hingga basah oleh air liur masing masing. Ibunya aryo lalu menjilati pipiku dan berlanjut sampai menjilati kupingku. Akupun balas menjilati lehernya dan menurun sampai ke payudaranya dan kembali memainkan putingnya dengan mulutku.

ÔÇ£Ayo mas.. masukin.. Aku udah gak tahanÔÇØ bisik ibunya Aryo.

Lalu kuarahkan batang zakarku ke liang vaginanya. Kugesek-geseka dulu kepala penisku secara perlahan lalu kumasukan dulu ujung kepalanya. Lalu kutarik kembali. Kuulangi sampai beberapa kali. Dan kemudian, Slebb…. Kumajukan pinggulku secara kencang hingga penisku kini terbenam divaginanya. Ibunya aryo agak kaget hingga dia menjerit kecil.

Kenaikan salah satu kaki ibunya aryo kepundaku lalu kulanjutkan menggenjot vaginanya maju mundur. Dengan posisi begini penisku jadi bisa masuk lebih dalam ditambah lagi dengan tidak memakai kondom, pijatan ÔÇ£empot ayamÔÇØnya dibatang zakarku jadi makin terasa. Ku pompa terus penisku didalam vaginanya. Kadang kugenjot sangat kencang, lalu aku pelankan saat aku sudah mau hampi puncak.

ÔÇ£Aduh mas.. terus mas.. terus mas.. aku udah mau sampai.ÔÇØ Rintih ibunya Aryo. Kulanjutku menggenjot vaginanya.
ÔÇ£Boleh keluar didalem bu?ÔÇØ Tanyaku karena rasanya aku pun juga sudah mau keluar.
ÔÇ£Keluarin aja masÔÇØ jawabnya. Sepertinya dia pun sudah kepalang nafsu.

Kulanjutkan memaju-mundurkan batang zakarku lebih cepat sambil tanganku meremas-remas payudaranya. Ibunya aryo terus merintih keenakan sambil menutup matanya. Wajanya menjadi merah dan badannya berkeringat. Nafasnya memburu seperti orang yang sedang berlari. Setelah lebih kurang 15 menit, kurasakan tubuh ibunya aryo bergetar pelan seperti orang yang merinding, lalu kurasakan ada semprotan cairan dari dalam vaginanya.

ÔÇ£Aaaah.. aduh mas.. aku sampai mas.. enaak..ÔÇØ rintih ibunya aryo. Nafasnya terlihat ngos-ngosan dan dadanya terlihat naik turun.

Aku pun melanjutkan ayunan maju mundur penisku di vaginanya dan setelah beberapa menit…
ÔÇ£Crot.. Croot.. Crooot…ÔÇØ

Cairan spermaku tumpah didalam vaginanya. Kurasakan penisku terus berkedut sambil mengeluarkan sisa-sisa sperma yang ada, memang tidak sebanyak yang keluar pertama tapi masih lumayan banyak hingga saat kutarik penisku keluar dari vaginanya, cairan spremaku ikut mengalir keluar.

ÔÇ£Enak mas.. anget.ÔÇØ Ujar ibunya aryo sambil mengambil tisu dan mengelap cairan spermaku di vaginanya.

Akupun berjalan kearah shower kemudian membilas penis dan tubuhku yang lengket karena cream pijat dan keringat sehabis bergumul tadi.

ÔÇ£Nanti kalau masnya dateng lagi, aku mandiin sekalian deh.ÔÇØ Ujar ibunya aryo yang masih duduk dikasur
ÔÇ£Bener ya mbak.ÔÇØ Jawabku sambil mengeringkan tubuhku dengan handuk.
ÔÇ£Iya mas.ÔÇØ Jawabnya sambil mengambil handuknya yang tadi dan menutupi tubuhnya.

Setelah memakai bajuku kembali, keberikan 4 lembar uang seratus ribuan kepada wanita itu. Dia tersenyum sambil mencium pipiku dan berkata

ÔÇ£Datang lagi ya mas.ÔÇØ
ÔÇ£Iya mbakÔÇØ jawabku sambil keluar dari kamar dan langsung meninggalkan panti pijat itu.

Tak pernah terbayangkan bahwa obsesi ku dengan milf di panti pijat ini bisa berakhir dengan berhubungan intim dengan ibu temanku sendiri, ibunya Aryo. Aryo.. maafkan aku kawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*