Home » Cerita Seks Ayah Anak » Kisah Devi

Kisah Devi

ini merupakan suatu kisah yang menyedihkan sekaligus yang mengenakkan bagiku. Perkenalkan namaku Devi. Aku merupakan salah satu siswa yang masih duduk di bangku kelas 2 di salah satu SMU di kotaku. Aku merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Adikku yang pertama dan kedua adalah seorang laki-laki dan saat ini sedang duduk di bangku kelas 3 SMP dan 1 SMP. Keluargaku sangat rukun dan sejahtera. Sebagai anak pertama, aku harus memberikan contoh yang baik terhadap kedua adikku dan aku selalu berusaha menjadi yang terbaik agar dapat membanggakan kedua orang tuaku. Papaku adalah seorang kepala cabang di salah satu bank swasta sedangkan mamaku adalah seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di kotaku. Walaupun keluarga kami adalah keluarga yang sejahtera, namun kedua orangtuaku mendidikku dengan disiplin yang tinggi. Dalam hal keuangan, kami anak2 nya tidak dibiasakan untuk mempergunakan uang dengan seenaknya atau untuk berfoya-foya. Karena mereka menganggap, jika dibiarkan untuk terbiasa menggunakan uang tanpa tujuan yang jelas kami akan menjadi orang yang malas karena dapat dengan mudah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Sebagai seorang remaja perempuan, tentunya aku selalu memperhatikan penampilanku. Aku selalu ingin tampil cantik dan mempesona dihadapan pacar dan teman-temanku. Aku sengaja berhemat untuk menggunakan uang saku yang diberikan orangtuaku agar aku dapat menabung sehingga aku bisa membeli pernak-pernik maupun alat rias agar dapat mempercantik diriku. Diusiaku yang saat ini sudah 17 th, aku memiliki tinggi badan 160cm dan berat badan 49kg. Dengan proporsi tubuh seperti itu, teman-temanku mengatakan aku terlihat montok dan mengundang mata para lelaki untuk melihatku apalagi ditunjang dengan bentuk badan seperti gitar spanyol dimana pinggulku terlihat sangat sempurna dan payudaraku yang membusung sangat indah yang menggunakan bra dengan ukuran 36B. Kulit tubuhku yang kuning langsat dan wajah yang ayu (menurut teman-temanku) menjadikan diriku sebagai primadona di sekolahku. Tak heran banyak para gadis di sekolahku yang iri terhadap diriku karena aku banyak diidolakan para lelaki di sekolahku. Banyak teman-temanku yang berusaha mengajakku jalan-jalan atau pulang bareng sebagai usaha untuk melakukan PDKT terhadapku, namun aku tidak meng-iya kan karena aku hanya menganggap mereka sebagai teman. Hanya satu lelaki yang berhasil menaklukan cintaku, yaitu Denny. Denny adalah kakak kelas di sekolahku. Dia seorang atlet basket yang selalu tampil dalam setiap pertandingan basket yang sekolah kami ikuti. Kami resmi berpacaran saat aku mulai menginjakkan kakiku di kelas 2 ini.
Sebagai kakak kelas dia selalu membantuku dalam mengerjakan tugas-tugas sekolahku. Walaupun dia aktif dalam basket, namun untuk masalah pelajaran dia tidak pernah ketinggalan. Terbukti dia selalu mendapatkan peringkat 1 dikelasnya setiap akhir semester. Sebagai pacarnya, aku juga termotivasi agar bisa menjadi pintar seperti dirinya. Apalagi cita-citaku yang ingin menjadi seorang dosen, aku harus rajin belajar dan menjadi pintar. Terkadang Denny membantu diriku belajar dirumahku dan kadang-kadang dirumahnya. Hal tersebut kami lakukan sambil berpacaran. Jadi, tambah pinter juga dan dapat pacaran. Heheheheee..
Suatu waktu saat Denny datang kerumahku untuk membantuku mengerjakan tugas kimia dari guru. Dia sangat sabar mengajarkan dan membantuku dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Setelah selesai mengerjakan tugas, kami menonton acara tv diruang keluarga sambil berbagi cerita satu sama lain. Kami duduk berdekatan dan aku sangat nyaman berada didekatnya. Bau aroma parfumnya membuatku sangat tenang berada di pelukannya. Lalu dia mencium keningku. Akupun tersenyum menandakan diriku senang diciumnya. Sambil bercerita dia mengusap-usap punggungku yang membuatku mulai merinding. Lalu kami pun berciuman. Dia menciumku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Sambil berciuman tangannya tak tinggal diam dan selalu mengelus leherku yang membuatku tambah merinding dan mulai naik hasratku. Makin lama ciuman kami makin dalam dan tangannya mulai mengelus pahaku. Saat itu, pakaian yang aku kenakan baju tanktop dan celana hot pants.
Disela-sela ciuman kami aku berbicara “enak banget ciumannya yang. aku sayang kamu”.
Diapun tersenyum lalu berkata “aku juga sayang kamu dan cinta kamu bidadariku”.
Lalu kami kembali berciuman dan semakin panas. Ditambah lagi suasana saat itu sedang hujan deras semakin menambah suasana romantisme. Badanku bergetar saat tangannya menyentuh payudaraku. Namun aku tidak menghentikannya. Aku malah menikmatinya. Aku sudah tidak ingat lagi aku sedang berada dirumah sendiri dimana sewaktu-waktu ada anggota keluarga yang lain yang bisa saja datang kapan saja. Yang aku rasakan saat itu hanyalah nafsu. Nafasku semakin memburu dan di kemaluanku semakin terasa lembab. Tak sadar bahwa sekarang aku hanya mengenakan celana dalam saja. Entah kapan Denny berhasil melepaskan baju, celana dan bra ku. Dia sangat lihai membuatku melayang. Kulihat diapun saat ini hanya celana dalamnya saja yang masih menempel di tubuhnya. Celana dalam itu terlihat menggunung menandakan sesuatu dibaliknya sedang semangat 45. Semua tubuh mulusku diciumnya dan kedua payudaraku menjadi sasaran empuk dari mulutnya. Tak hentinya dia memainkan puting susuku yang berwarna merah muda. Dia melakukan jilatan lalu menyedotnya. Kurasakan saat itu payudaraku terasa nikmat dan makin kencang dan membesar.
“uuuhhmm.. nikmat yank..” hanya itu eranganku menikmati sedotannya.
Denny semakin membuatku melayang. Dia mulai turun menciumi perut datarku, lalu turun lagi ke pusarku. Lidahnya menggelitik pusarku sehingga membuatku semakin melayang. Lalu dia menurunkan celana dalamku dan celana dalamnya sehingga kami sama-sama telanjang. Tubuh telanjangku semakin membuatnya menjadi seperti serigala lapar. Seluruh tubuhku lagi dicium dan dijilatnya. Lalu dia kembali mencium mesra bibirku.
Lalu dia meminta ijinku untuk melakukan lebih jauh. Akupun mengangguk sambil tersenyum padanya yang menandakan bahwa akupun setuju dia melakukannya.
Dia mulai memasukkan kontolnya ke memekku. Walaupun memekku sudah basah namun terasa sulit untuk dimasuki kontolnya. Lalu diulanginya lagi melakukan penetrasi. Setelah pas lalu didorongnya pelan-pelan untuk memasuki liang kenikmatan milikku. Terasa besar sekali benda lunak yang mulai memasuki tubuhku itu.
“eeenngghhh..” erangku. Lalu di bertanya, “sakit yank?”
“ga yank, cuma punyamu terasa besar sekali menusuk memekku” kataku.
“tahan ya yank” jawabnya. Lalu kujawab dengan anggukan.
Makin dalam terasa benda itu menusukku.
Lalu, “eeeaaaahhh..” terasa ada yang robek dari memekku dan aku tau itu adalah selaput daraku yang telah ditembus oleh kontol pacarku. Perih sekali rasanya. Ada perasaan sedih karena kini aku sadar bahwa diriku sudah tidak perawan. Namun rasa sedih itu sedikit demi sedikit sirna dan berubah menjadi rasa nikmat di tubuhku. Dan makin lama tusukan-tusukan itu terasa menjadi sangat nikmat..
“ehhmm.. enak yank.. kamu apain memekku koq jadi enak gini rasanya.. eenngghhh..” racauku.
“memek kamu legit banget rasanya yank.. aku nikmat banget inih..ahh..” katanya sambil tetap menyodok kemaluanku.
Setelah 15 menit tanpa henti dia menggenjotku, lalu di mengatakan agar merubah posisi. Lalu dia duduk bersandar di tembok dan memintaku untuk duduk dipangkuannya. Aku duduk perlahan sambil dia memposisikan kemaluannya agar pas masuk ke dalam memekku.
blessss.. masuklah lagi kemaluannya ke dalam tubuhku. Lalu aku disuruhnya mulai menaik turunkan pinggulku. Nikmat rasanya. Lalu dia juga mulai menyusu padaku. Seperti bayi yang kehausan dia menyedot payudaraku seolah-olah akan keluar susu. Dengan semakin bernafsu aku makin cepat menaik turunkan pinggulku.
Kami berdua semakin meracau tak karuan menikmati pergumulan kami. Lalu Denny meminta merubah kembali posisi ke posisi semula. Lalu dia menusukkan dengan cepat. Dia semakin buas menusukkan kontolnya. Payudara ku pun semakin berguncang dan tangannya tidak lupa untuk ikut meremas payudaraku.
Beberapa saat kemudian aku merasa seperti akan pipis.
“yank, aku udah mau pipis nih..” kataku.
“tahan bentar yank, aku juga uda mau nyampe nih..” katanya semakin mempercepat tusukannya.
Semakin nikmat rasanya dan rasanya semakin ingin keluar pipisku.
Lalu..
“eeeeaaaahhhhhh.. aahhh.. ahhh… akuh kehluar yangh.. eehhhh… enaakkk…” teriakku tidak karuan..
“aahhhh… akkhuhh juggaa yankhh. ehh.. ohh.. eehh..” racaunya.. sambil mengeluarkan spermanya di rahimku..
rasanya hangat sekali dan sungguh sangat nikmat.
sambil menikmati moment itu kami berciuman dengan buasnya. bagaikan melepas kerinduan dengan sang kekasih dan tak lupa melepas nafsu juga..
Selama 40 menit kami memacu melodi nafsu kami berdua di ruang keluarga ku. Untung saja keadaan diluar hujan dan dirumah lagi sepi.
Setelah menyerahkan seluruh sel sperma yang keluar dari kantung testis yang dimilikinya, denny pacarku secara perlahan mulai bangun dan mencabut senjatanya dari dalam tubuhku.
Plooopp.. begitu bunyinya kira-kira saat senjatanya di cabut dari memekku.
Saking banyaknya sperma dan sel telur kami sampai tidak muat di rahimku dan seperti meleleh keluar dari memekku.
Denny berkata “terima kasih sayang uda memberikan sesuatu yang berharga darimu. Aku sangat mencintaimu dan ga akan meninggalkanmu. Luv u sayang”. Katanya yang membuatku bahagia.
Lalu kujawab “aku juga sangat mencintaimu sayang, tolong jangan tinggalin aku dan aku mau kita bersama selamanya. Luv u too”.
Lalu kami berciuman lagi.
Setelah itu kami mulai membereskan tempat bertempur kami tadi lalu mandi bareng.

Setelah kejadian tersebut kami semakin dekat. Setidaknya seminggu sekali melakukan hal tersebut. Tentunya aku meminum obat supaya ga hamil. Hubungan kamipun semakin hot.
Namun, setelah sekian lama kami berpacaran ada satu sifatnya yang makin lama makin aku tidak sukai yaitu sikap posesifnya yang sangat berlebihan. Hal tersebutlah yang menyebabkan retaknya hubunganku bersama Denny.

Karena sifat Denny yang sangat posesif terhadap diriku menyebabkan diriku tidak kuat lagi untuk bersamanya. Lalu dengan berat hati aku putus dengannya. Kejadian tersebut merupakan suatu hal yang buruk bagiku namun bagi para lelaki di sekolahku hal tersebut merupakan suatu kabar gembira. Sangat cepat kabar tersebut menyebar yang menyebabkan semakin banyak teman-teman cowokku yang berusaha mendekatiku dan menaklukan cintaku. Namun, karena masih belum ingin membuat komitmen lagi, aku belum mau menerima mereka. Dengan makin banyaknya yang ingin berkenalan denganku dan ingin menjadikanku kekasihnya, aku ibaratnya seperti artis saja di sekolahku ini. Bahkan pernah suatu pagi ketika aku sampai di sekolah, dimejaku sudah ada sekuntum mawar merah dan satu buah cokelat yang ditujukan untukku. Namun, karena tidak ada nama dari siapa pengirimnya maka aku berikan ke temanku saja bunga dan cokelatnya. Heheheeee…
Untuk menghibur diri karena putus dari Denny, maka aku menyibukkan diriku dengan makin rajin belajar. Namun terkadang belajar saja membuatku menjadi bosan. Lalu aku menghubungi teman-temanku untuk jalan-jalan bareng. Lalu aku semakin sering saja berkongko-kongko ria bersama teman-temanku. Ada saja yang kami bicarakan. Hal itu menyebabkan aku mulai agak malas untuk belajar dan mulai sering bolos sekolah untuk kumpul-kumpul bareng temen-temen di cafe.
Semakin lama nilaiku semakin menurun. Sampai-sampai orangtuaku dipanggil oleh kepala sekolahku untuk menanyakan kenapa hal itu bisa terjadi. Dimarahilah aku oleh orangtuaku. Sebagai konsekuensinya jatah uang saku ku dipotong. Sebenarnya aku tidak bisa menerima hal tersebut, karena aku juga membutuhkan uang untuk hang-out bersama teman-temanku. Tetapi karena aku menghargai dan menghormati kedua orangtuaku maka dengan sangat berat aku menerimanya. Untuk awalnya aku mulai rajin lagi belajar. Namun, rasa bosan kembali datang dan temanku juga mengajakku untuk kumpul-kumpul bareng. Dengan sisa tabungan yang pas-pas an aku keluar menuju tempat temanku. Aku bilang kepada orangtuaku bahwa aku akan mengerjakan tugas kelompok dari sekolah. Maka berkumpulah aku bersama teman-temanku di sebuah cafe yang ada di kotaku. Kami bercerita dan tertawa dengan riang gembira. Untuk saat itu hilang rasanya semua masalahku. Namun diakhir pertemuan itu, aku kembali teringat dengan permasalahan yang menimpaku. Mungkin bagi sebagian orang, masalahku tidaklah seberapa tapi bagiku hal ini begitu serius. Diusiaku yang masih muda aku masih perlu bergaul dan memerlukan uang yang cukup. Dengan berkurangnya jatah uang sakuku, aku menjadi terbatas dalam hal keinginan untuk berbelanja maupun untuk hang-out bersama teman-temanku. Ya, mungkin ini salah satu akibat aku salah pergaulan. Aku bergaul dengan orang yang suka bermain dan jarang menghargai uang. Tapi entah kenapa malah aku menyukainya. Disiplin belajarku mulai berkurang. Namun aku tetap senang berkumpul dengan teman-temanku itu. Bersama mereka rasanya bebanku hilang.
Suatu saat, salah satu temanku yang bernama Nana melihat wajahku murung.
“Vi, kenapa murung gitu wajahmu? Tar cantiknya hilang loh. hehheeee..” katanya.
“iya nih na. Lagi ada masalah nih” jawabku.
“Ooohh. Masalah apa? Mungkin aku bisa bantu kamu”.
“Hmmm.. masalah sama keluarga sih.. Hmm.. Malu kalo diomongin.. Heheheee..”.
“ngapain malu?! kita ini kan temen. sapa tau aku bisa bantu”. katanya.
Lalu aku ceritakan apa yang menjadi masalah buatku. Nana tertawa setelah mendengarkan ceritaku.
Lalu dia menceritakan tentang dirinya. Aku sedikit kaget setelah mendengar cerita Nana tersebut. Ternyata Nana menjadi peliharaan Om-Om.. Tapi dia dengan tenang menceritakan tentang dirinya itu. Lalu dia menawarkan untuk menjadi seperti dirinya. Tapi aku menyampaikan untuk pikir-pikir dulu.
Sampainya dirumah aku berpikir tentang tawaran yang berikan Nana.
Pikirku “toh aku udah ga perawan, gapapa deh kayaknya. Lagian kan enak gituan. Hehehee..
Tapiii… Ahh.. Gapapalah.. Memang perlu pengorbanan untuk mendapatkan yang diinginkan.”
Setelah memantapkan diri untuk mencoba cara yang ditawarkan Nana, lalu aku menelponnya dan memberitahu bahwa aku mau mencoba caranya. Lalu Nana menyampaikan bahwa aku akan dikabari selanjutnya.
Tiga hari berselang lalu aku mendapat kabar dari Nana. Disuruhnya aku menuju ke sebuah penginapan. Setelah sampai, lalu aku mencari kamar yang disampaikan oleh Nana. Setelah ketemu, lalu aku mencoba mengetuk pintunya. Beberapa kali ku ketuk pintunya, lalu terdengar suara dari dalam yang menyuruhku untuk masuk saja. Dari suaranya, perkiraanku seorang om-om. Lalu dengan hati-hati aku memasuki kamar itu. Maklum saja ini adalah pengalamanku yang pertama. Aku menutup pintu kamar itu, lalu aku disuruh sekalian mengunci pintu itu dan akhirnya aku tutup. Aku melepaskan jaketku lalu duduk di kasur sambil menunggu orang itu keluar dari kamar mandi. Dari suara gemericik air, sepertinya orang itu sedang mandi. Dengan dada yang bergetar aku menunggu. Ini pengalaman pertamaku dalam hal seperti ini.
Setelah beberapa saat, akhirnya orang itu keluar. Betapa kagetnya diriku, ternyata orang yang membookingku adalah papaku sendiri. Papaku pun kaget melihat diriku yang berada dalam kamar itu. Dengan wajah yang kaget akhirnya kami saling mengetahui rahasia satu sama lain. Aku mengetahui bahwa papaku senang booking cewek dan aku ketahuan sedang menjual tubuhku. Aku saat itu sedang melihat papaku hanya memakai kolor aja sedangkan saat itu aku mengenakan baju yang lumayan seksi. Yang aku tau saat itu papaku juga melihat celah payudaraku yang menonjol karena aku menggunakan bra yang agak kecil dan menggunakan tanktop dengan belahan rendah.
Papaku dengan wajah yang mulai tenang mulai mendekatiku, namun aku tak berani melihat wajahnya takut papaku marah. Namun yang terjadi diluar perkiraanku. Papaku dengan tenang menanyakan kenapa diriku sampai melakukan hal ini. Kujawab dengan terus terang alasanku sampai berbuat seperti ini. Sambil berbicara papaku mulai menyibakkan rambutku yang semula menutupi belahan payudaraku. Aku seolah-olah diinterogasi olehnya namun sepertinya matanya tak hentinya melihat belahan payudaraku. Memang payudaraku ini merupakan salah satu daya tarik. Ia bagaikan magnet yang sanggup menarik mata para pria untuk mengikutinya.
Baru kuketahui ternyata papaku ini senang dengan gadis-gadis yang berkisaran 17-19 th umurnya. Dia mengatakan bahwa sudah lama iya mengidamkan tubuh anak gadisnya ini. Namun iya masih mengingat hubungan nya sebagai orangtuanya. Dengan adanya kejadian ini, rupanya hal tersebut sudah dilupakannya. Terbukti papaku mulai berani mencium leherku. Dia mulai meraba tubuhku dan meremas.
“Pa, ini Devi pa. Anak papa” kataku, namun tak dihiraukannya.
malah papaku makin asik menciumi tubuhku. Tubuhku yang sudah lama tak dijamah merespon positif rangsangan dari papaku. Tanpa dapat ditahan libidoku mulai naik. Nafaskupun mulai semakin cepat. Hal itu disadari oleh papaku, tanpa dapat kucegah diturunkannya tanktop model kemben milikku. Saat ini payudaraku hanya ditopang oleh bra tanpa tali yang agak kekecilan itu. Dengan kondisi seperti itu makin menambah gairah papaku. Diciumnya pinggiran payudaraku. Hal itu membuatku jadi merinding. Aku mulai mengerang kenikmatan..
“eennggghh”
Lalu papa merebahkan tubuhku dikasur, tak lupa dilepaskannya bra dari payudaraku sehingga payudaraku menjadi mainan bagi papa. Dicium, dihisap dan dijilatnya payudaraku. Aku menggeliat menahan geli dan nikmat dari rangsangan papa.
“Pa, geli pa. Jangan ahh.. Devi malu pa..” kataku.
“Kenapa musti malu vi, tubuhmu bagus gini. Ga nyangka papa dapetin kamu disini..” kata papa.
Semakin bernafsu papa menjilati tubuhku dan akupun mulai terangsang hebat. Tanpa sadar saat ini aku sudah dalam keadaan telanjang bulat. Papa semakin bernafsu melihatku seperti itu. Gundukan dibawah perutnya semakin besar dan sedikit mengintip melalui celah kolornya.
“kayaknya besar dan panjang nih punya papa” pikirku yang membuatku semakin bernafsu.
makin lama aku makin mengikuti kenikmatan yang diberikan papa. Aku semakin mengikuti permainannya. Melihatku memberikan respon positif, papa lalu menurunkan kolornya sehingga kini ia sudah telanjang bulat. Ternyata dugaanku benar penis papa gemuk dan panjang.
Aku berfikir, “kira-kira muat ga ya”.
Lalu papa mengarahkan kontolnya ke mulutku.
“Besar banget pa?!” kataku setelah melihat kontol papa dari dekat.
“Iya nikmatin aja. Emut kayak permen gitu” suruh papa.
Akhirnya aku jilat kontol papa lalu aku hisap. Ini pertama kalinya aku mengemut penis.
Papa menikmati kulumanku sambil mengelus-elus rambutku.
Lalu dibangunkan tubuhku, papa langsung menciumku. Kami berciuman sangat ganas menggambarkan betapa tingginya nafsu kami berdua seakan lupa status dari masing-masing.
Lalu ciuman papa menurut menuju payudaraku lagi, papa seperti bayi yang sangat haus. Disedotnya payudaraku membuatku semakin bernafsu. Jilatan papa turun menuju memekku. Dijilatnya sambil disodok-sodok klitorisku dengan lidahku membuat diriku semakin menggelinjang. Setelah memekku dibanjiri cairan cintaku papa mulai memposisikan dirinya untuk menusukkan senjatanya ke dalam tubuhku. Terasa besar ujung penis papa di mulut kemaluanku. Digesek-gesekkan kontolnya di pintu masuk liang surgaku membuat diriku melayang. Lalu pelan-pelan papa mendorong penisnya masuk.
“eehhmm pelan-pelan pa” bisikku ke papa.
“iya sayangku. Punya kamu sempit banget nih” jawabnya.
“iya pa.. maasssuukkiiinn pelllaann peellaaannhh aahh..” kataku merasakan kemaluanki mulai dijejali penis papa..
dan blessss.. akhirnya masuk semua penis papa ke kemaluanku.. penuh sekali, rasanya sampai ke rahim..
setelah beberapa saat papa mulai memaju mundurkan pinggulnya. Nikmat sekali rasanya. Penuh namun nikmat.. melayang rasanya..
Sambil menggenjotku, papa mencium bibir ku lalu berpindah ke payudaraku..
“eeenggghhh. aangghhhh.. uuuhhhh.. eeennnhhh..” erangan kami berdua menuju kenikmatan.
makin lama tusukan papa semakin cepat..
“ahh papaaa.. enak banget paaa.. papa nafsu banget yahhh sama devi.?” kataku menikmati persenggamaan ini..
papa ku tidak menjawab namun terasa makin cepat tusukannya..
Lalu kami berubah posisi. Papa menyuruhku posisi doggy.
“uuuhhhh” erangku ketika papa menusukku dari belakang. Kali ini penis papa lebih dalam masuk ke memekku..
Sambil meremas payudaraku, papa menggenjotku dengan semangat..
Lalu posisi kami berubah lagi, papa duduk di kasur bersandar ke tembok lalu aku duduk di pangkuannya..
Setelah masuk, aku menggerakkan naik turun pinggulku.. Sambil berciuman aku mengejar kenikmatan bersama papa..
“ehh.. paaaa.. enakkkhh paa… kontol papa enaakkk ahhh. uuhh..” racauku..
“iya nak.. nikmatin kontol papa.. eehhhmmmm..” jawab papa..
lalu kami berubah posisi ke semula. Papa dengan cepat menggenjotku.. semakin cepat..
“pa.. devi uda mau keluar nih.. eeehhh..” kataku
“iya sayang.. papa juga uda mau nyampe nih.. samaan ya sayang..” jawab papaku.
Semakin cepat papa menggenjotku..
“aaahhhhh…” erang papa seiring dengan menyemburnya sel sperma nya di dalam kemaluanku..
“nikmaattt paaahhh..” jeritku..
hampir bersamaan kami mengeluarkan sel reproduksi kami..
Lalu kami berciuman kembali..
Dengan kontolnya yang masih berada di kemaluanku papa menghisap lagi payudaraku. Sepertinya dia sangat suka dengan payudaraku..
Lalu di cabutnya kontol papa dan melelehlah cairan cinta kami dari dalam kemaluanku.. Papa terlihat sangat puas telah berhasil mengentotku.
Lalu papa memberikan kartu ATM nya untuk aku gunakan sebebasnya dengan satu syarat aku tidak boleh menjual diriku kepada orang lain.. Cukup dengan papa saja..

Setelah kejadian itu jadilah aku anak kesayangan papa. Kami sering melakukannya dirumah saat dirumah lagi sepi. Agar tidak hamil aku selalu meminum pil kb dan mengecek masa suburku. Pernah saat mama dan kedua adikku sedang keluar kota, kami melakukan hubungan suami istri seharian full.. Papa minum obat kuat sampai-sampai kemaluanku terasa sangat panas karena terlalu sering dientot papa.. Untuk menjaga bentuk tubuhku aku rajin mengikuti senam BL sehingga papa selalu bernafsu padaku..

Tamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*