Home » Cerita Seks Umum » Sensasi Wanita Hamil

Sensasi Wanita Hamil

Seorang pria tentu punya selera yang berbeda-beda, baik itu dalam berpakaian, makanan, bahkan wanita yang menjadi obyek fantasi seksualnya. Hal yang sama juga kurasakan pada diriku, dimana aku memiliki selera seksual yang berbeda. Selera berbeda yang kumaksud adalah, aku lebih terangsang untuk berhubungan seksual dengan wanita hamil.
Sebenarnya pada awalnya aku normal-normal saja, tetapi sejak kehamilan istriku aku mulai ada yang berubah pada nafsu seksualku. Perubahan yang paling kurasa adalah ketika aku dekat istriku batangku menjadi keras seakan tidak sabar untuk segera masuk kedalam lubang. Selain itu kalau dulu perlu waktu sekitar setengah jam agar aku bisa memulai permainan lagi, sekarang hanya perlu waktu lima menit saja. Bahkan sejak kehamilan istriku tidak ada hari yang tidak terisi dengan hubungan seks.
Pada awalnya aku sempat berpikir apa ini bawaan bayi ya, sehingga tiap hari selalu kuisi dengan hubungan seks. Tapi setelah kelahiran bayiku aku mulai merasa ada yang aneh pada diriku, dimana ketika aku berdekatan dengan wanita hamil yang bukan istriku aku dengan mudahnya terangsang.
Semenjak itulah kehidupan seksualku mulai berubah, pasalnya ketika aku sedang bermersaan dengan sang istri tidaklah mudah bagiku untuk bisa terangsang. Akibatnya istriku sering marah padaku karena dia merasa aku sudah tidak menyayanginya lagi.
Sebenarnya aku ingin mengatakan yang sebenarnya pada istriku, tetapi aku takut dianggap tidak normal olehnya. Karena itu kuputuskan aku simpan saja rahasia ini,sambil mencari cara agar diriku bisa normal kembali.
Seiring berjalannya waktu aku mulai merasa tidak tahan untuk merasakan kembali sensasi yang dulu pernah kurasakan. Tetapi aku sempat bingung mau kepada siapa aku harus melepaskan hasrat ini, sebab aku merasa tidak enak hati kalau aku harus berhubungan dengan istri orang. Dan tidak mungkin aku meminta istriku untuk hamil lagi, sebab setelah kelahiran anakku rahim istriku harus diangkat karena terkena kangker.
Pernah kucoba mencari wanita panggilan yang sedang dalam keadaan hamil, tapi aku malah dikatain gila oleh mami yang jadi germo mereka. Dia bilang banyak wanita cantik kok maunya sama yang lagi gendut. Aku sendiri sempat hampir stress ketika aku tidak tahu kemana lagi agar aku bisa merasakan hubungan dengan wanita hamil. Beruntung ada salah satu germo yang mengenalkanku dengan perantara yang katanya bisa mencarikan wanita hamil yang bisa diajak berhubungan seks.
Sebut saja nama orang itu Kang Ujang. Dia bilang padaku kalau dia bisa membantu memenuhi keingginanku, tentu saja dengan sejumlah uang. Kubilang padanya kalau soal uang tak jadi masalah yang penting aku bisa segera melampiaskan hasratku ini.
ÔÇ£Kalau uang tak jadi masalah buat aden, tentu mudah bagi akang untuk memenuhi keinginan aden. Biar aden tahu didaerah akang banyak wanita hamil yang butuh uang untuk biaya kelahiran ama buat beli susu kalo udah lahir nanti den. Jadi kalau aden minat akang bisa kenalin salah satunya pada aden tinggal aden cocok tidak ama pilihan akang.ÔÇØ
Sambil berkata ia segera melihatkan foto wanita hamil yang akan aku pilih. Cukup banyak juga foto yang dia bawa ada sekitar sepuluh orang wanita. Tiap wanita yang dia perlihatkan kepadaku ia jelaskan asal usulnya, berapa usia kandungannya dan alasan kenapa ia mau melakukan hal ini. Seluruh wanita yang ia bawa padaku itu bekas tkw, dimana mereka pulang kekampung dalam keadaan hamil setelah dihamili oleh majikan mereka. Tapi aku merasa kurang sreg dengan wanita yang disodorkan padaku, walaupun mereka cantik aku tidak merasa perasaan yang sempat kurasa ketika istriku hamil dulu. Perasaan seorang ibu, itu adalah perasaan yang kucari sebab dari foto yang kulihat mereka banyak yang seakan terpaksa dengan keadaan yang sedang mereka alami. Aku sempat putus asa karena tidak ada yang sesuai dengan keinginnanku.
Untung saja Kang Ujang itu tidak putus asa, setelah mendengar alasan penolakanku. Dia bilang kalau dia masih punya satu stock lagi, dan dia yakin ini mah sesuai dengan pilihanku. Tetapi dia juga bilang kalau yang ini agak susah, soalnya kalaupun aku bersedia belum tentu juga dia mau.
ÔÇ£Soalnya yang satu ini susah den, ia mau kerja ginian juga buat bantu keluarganya. Maklum sejak suaminya kecelakaan ia harus banting tulang buat cari makan keluarganya. Nah sejak dia hamil dia udah bilang ngak mau lagi kerja kaya gini lagi den. Tapi aden tenang aja nanti akang bantu bujukin dia kok.ÔÇØ Ucapnya sambil memperlihatkan foto wanita yang dia bilang bernama Ranti.
Setelah kulihat fotonya aku merasa tertarik padanya, selain cantik aura seorang ibu terlihat jelas di wajahnya. Kubilang padanya kalau aku mau mencoba dengan wanita ini.
ÔÇ£Oke kalau aden sudah setuju, besok akang bawa aden nemuin nih awawe. Tetapi aden jangan merasa kecewa ya kalau dia menolak.ÔÇØ
Begitulah kejadiannya dengan mobilku aku bersama Kang Ujang menemui wanita bernama Ranti ini. Dan benar apa perkataannya kalau dia bakal menolak mentah-mentah. Untung saja nasib baik berpihak padaku ketika aku sampai disana suami Ranti sedang dalam keadaan sakit, bahkan ketika kami berada disana tak henti-hentinya ia mengeluh sakit.
Kang Ujang segera memanfaatkan keadaan ini dengan bilang kalau Ranti mau dia bisa mengunakan uang yang nanti didapatnya untuk biaya berobat suaminya. Dibujuk seperti itu akhirnya dia mulai goyah juga tetapi dia minta waktu berdua untuk berbicara berdua denganku.
ÔÇ£Maaf Mas apa situ ndak masalah, saya ini sudah punya suami dan saya lagi hamil tapi situ mau berhubungan badan dengan saya.ÔÇØ
Kubilang padanya aku tak punya masalah, angap saja kita sama dengan dengan penjual dan pembeli di pasar. Dimana kamu menjual tubuh kamu dan aku yang membelinya. Toh kita juga sama-sama butuh sesuatu dari diri kita masing-masing.
Dan akhirnya dapat ditebak Ranti bersedia untuk aku tiduri. Tapi tentu saja tidak dirumah tempat dia tinggal,soalnya rumahnya itu sederhana banget dan gue rada kurang sreg ama kebersihan tuh rumah. Akhirnya biar gampang Ranti kubawa kehotel setelah aku memasukkan suaminya itu kerumah sakit.
Sesampai di hotel aku tidak mau langsung tancap gas, kuminta pada Ranti untuk mandi dulu. Jujur sepanjang perjalanan ke hotel gue udah konak, tapi rasanya masih ada yang kurang sreg saat kulihat wajahnya yang seperti masih tidak rela. Jadi ketika sampai di kamar aku langsung memintanya mandi dulu, alasanku sih biar dia kelihatan lebih segar gitu.
Ranti pun menuruti permintaanku, dengan berjalan perlahan dia masuk kekamar mandi hotel. Tetapi aku mulai aneh ketika sampai lima menit kok belum ada suara air mengalir. Aku sempat khawatir terjadi sesuatu padanya, jadi kuputuskan saja untuk masuk ke dalam.
Ketika aku masuk kulihat pemandangan yang sudah lama kunanti seorang wanita hamil tanpa busana sama sekali. Ternyata pilihanku tidak salah, sebagai ibu hamil Ranti benar- benar terlihat sangat menawan. Payudara yang bulat dengan lingkaran aerola yang membesar, serta perut yang membucit menjadi ciri dari seorang wanita yang tengah hamil tua.
Saat aku masuk Ranti tanpa sadar menjerit, aku sempat kaget ketika dia menjerit. Tapi keadaan cepat kembali normal ketika kutanya kenapa dia menjerit.
ÔÇ£Maaf pak, saya kaget soalnya bapak tiba-tiba aja masuk. Mana bapak masuk tanpa pakaian lagi jadi Ranti kaget.ÔÇØ
Duh polos amat nih jawaban ibu ini. Jujur aku memang sudah tidak tahan ingin memulai hubungan seks ketika aku sampai di kamar hotel. Makanya ketika dia kusuruh mandi, cepat-cepat kubuka semua pakaianku. Tetapi ketika aku khawatir tidak ada suara dari dalam kamar mandi cepat saja aku masuk tanpa sadar kalau aku sudah bugil.
Ketika semua sudah tenang kutanya kepada Ranti kenapa dia belum mandi juga. Dan jawaban yang kudapat kalau dia bingung gimana cara mandinya. Aku sempat tertawa dalam hati ketika mendengar jawabannya, aku paham kalau dia itu cuma orang desa jadi Ranti pasti belum tahu cara mengunakan segala perlengkapan yang ada di kamar mandi hotel. Kamar yang kupesan sendiri adalah presidential suite, jadi wajar kalau segala fasilitasnya serba mewah, dan bagi Ranti yang baru pertama kali masuk ke kamar hotel seperti ini tentu wajar kalau di buat bingung.
Akhirnya biar gampang kuajak saja dia mandi bareng denganku. Awalnya sih dia malu, tapi kubilang buat apa malu toh nanti kita juga bakal ngelakuin itu kok. Dengan gaya kebapakan kubimbing Ranti untuk duduk dipinggir bathtup, sambil kunyalakan air hangat untuk mengisinya.
Kekita berdekatan, kubelai rambutnya yang panjang sepinggang sambil kuoles sampho kerambutnya. Aku dapat merasakan kalau tubuh Ranti bergetar kekita kuelus, kubilang jangan grogi santai saja. Saat tangan kiriku tengah membelai rambutnya, tangan kananku tidak tinggal diam dengan semangat kusentil pelan dan kuputar-putar pentil payudara Ranti. Mulutku juga tidak diam, secara perlahan kudekatkan mulutku ke lehernya sambil kutiup belakang telinganya. Hasilnya cukup sukses, Ranti mulai terbakar nafsunya, tapi aku tidak mau asal tancap aku ingin menikmati ini lebih lama lagi.
Aku bangkit dari dudukku, lalu kubilas rambut Ranti dengan shower. Setelahnya kuposisikan diri jongkok didepannya. Dihadapanku kini telihat dua buah payudara dan perut buncit milik Ranti. Kedua tanganku segera mengenggam masing-masing payudaranya, sementara bibirku mulai mengecup perut buncitnya. Ketika payudaranya kuremas aku dapat mendengar suara desahan yang keluar dari mulutnya, tidak hanya itu aku dapat melihat kalau asi mulai keluar dari kedua pentil miliknya saat kuremas payudaranya. Akupun berdiri lalu segera saja bibirku mencium bibirnya, dia sempat kaget tapi segera membalas ciuman yang kuberi padanya.
Ketika kulihat air di bathtub mulai penuh aku segera berhenti dan kuminta dia untuk berdiri. Selanjutnya aku mulai masuk kedalam bathup, kuminta pada Ranti untuk segera masuk kedalamnya dalam posisi dia kupangku. Dalam posisi ini batang kejatananku berada di belahan pahanya,kuminta dia untuk mengocok batang milikku dengan kedua tangannya sementara tanganku sibuk meremas payudara miliknya. Suara desahan berulang kali terdengar entah dari diriku ataupun Ranti. Tak cukup dengan meremas payudara miliknya aku segera memasukkan jariku kedalam memeknya dan mulai mengocoknya. Tidak usah menunggu lama akhirnya aku dan dia mencapai orgasme pada saat hampir bersamaan.
Acara mandi pun akhirnya jadi babak pembuka, tetapi aku masih belum puas karena kulihat batang milikku masih cukup keras. Tak mau menunggu lama aku segera keluar dari dalam bathup dan memposisikan batangku tepat didepan mulutnya. Ranti sepertinya paham dengan apa yang kumau, tak usah menunggu bibir mungilnya mulai mencium batang milikku dan tangannya mulai memainkan kedua biji milikku. Aku jadi semakin terangsang apalagi saat ia mulai menelan milikku ke dalam mulutnya lalu mengocok keluar masuk mulutnya. Uh sialan rasanya mulut Ranti itu seperti vacuum yang mau menyedot habis seluruh batangku, rasanya aku ngak bakalan bisa bertahan lama kalau diserang seperti ini, dan tepat seperti dugaanku tidak sampai lima menit aku sudah memuntahkan pejuhku ke dalam mulutnya.
Sesaat setelah aku keluar Ranti memperlihatkan padaku mulutnya yang penuh dengan pejuhku, entah kenapa aku melihat Ranti seperti sedang bermain. Dimana ia memuntahkan pejuhku ke kedua tangannya lalu meminumnya kembali semuanya. Aku dapat melihat dari kedua matanya kalau dia masih belum dipuaskan nafsunya. Aku sempat bertanya pada diri sendiri jangan-jangan aku sudah membuka kotak terlarang, jangan-jangan pada dasarnya Ranti itu termasuk cewek hiper. Ah perduli setan dengan hal itu toh kalaupun benar ngak masalah buatku, toh aku jadi bermain lebih puas.
Akhirnya acara mandi seks inipun berakhir, kuangkat Ranti dari bathup lalu kulap semua bagian tubuhnya dengan handuk. Saat mengeringkan tubuhnya dengan handuk tanganku sempat meraba memeknya, dan aku bisa merasakan kalau memeknya mulai mengeluarkan cairan. Aku yakin kalau Ranti masih belum puas buktinya pun sudah bisa kulihat. Setelah semua bagian badanku dan badannya kering aku dan dia keluar dari kamar mandi.
Dengan bathrobe hotel menutupi tubuh masing dari kami, aku mengajak Ranti duduk dipinggir ranjang. Aku sebenarnya sudah tidak sabar memulai permainan lagi, tetapi kutahan dulu toh buat apa buru-buru aku masih punya banyak waktu. Untuk mengedurkan suasana aku mencoba berbincang dengannya, aku mencoba bertanya segala hal tentang dirinya mulai soal umur hingga soal kehidupan seks sebelumnya. Jawaban yang kuterima akhirnya menjawab pertanyaan yang tadi kurasakan, ternyata sebelum suami kecelakaan kehidupan seks Ranti dan suami boleh dibilang cukup aktif dimana tidak cukup satu ronde dalam setiap permainan mereka. Tetapi semua berubah setelah sang suami terkena kecelakaan yang membuatnya lumpuh. Sejak suaminya lumpuh Ranti terpaksa bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup dia, suaminya serta anak mereka yang masih kecil. Ranti juga berkata kalau pada awalnya tidak mau terlibat dengan kegiatan seperti ini, tetapi saat sang anak sakit dan butuh biaya mau kemana lagi dia harus mencari uang. Saat itulah Ujang datang dengan solusi yang sempat dia pikir untuk tolak, tetapi ketika itu dipikirannya hanya agar sang anak bisa selamat sehingga Ranti setuju untuk melacurkan diri. Seiring waktu suaminya tahu akan kegiatannya, tetapi Ranti bersyukur suaminya mau menerima dirinya walau ia sudah berkhianat padanya.
ÔÇ£Waktu itu saya sempat binggung soalnya saya hamil anak orang yang bukan dari suami saya. Untung saja suami saya bisa memaafkan saya, sejak itu aku putuskan untuk berhenti dari kerjaan ini, apalagi saya sudah hamil dengan anak yang bukan dari benih suami saya.ÔÇØ Ucap Ranti sambil penuh derai air mata.
Mendengar perkataannya aku jadi sempat bimbang apa sebaiknya kuhentikan saja kegiatan ini, rasanya tak enak hati kalau aku harus terus melukai perasaannya. Tetapi kata-kata yang diucapkan oleh Ranti mengubah semuanya.
ÔÇ£ Pak ayo kita lanjut lagi, saya tahu bapak masih belum puas. Bapak ngak usah khawatir dengan suami saya, saya yakin dia akan berterima kasih karena sudah menolong nyawanya. Pak yuk kita lanjut Ranti juga masih belum puas nih.ÔÇØ Ucapnya.
Mendengar jawaban seperti itu aku tidak ada perasaan bimbang lagi, tetapi aku tidak mau buru-buru. Kubilang padanya kita makan siang dulu, toh aku yakin kalau bukan hanya perutku saja yang keroncongan minta di isi aku yakin perut Ranti juga apalagi diakan sedang berbadan dua. Ranti hanya mengangguk saja saat kupesan makanan.
Tidak lama menunggu makanan yang kupesan sudah datang, setelah memberi tip pada pelayan hotel aku dan Ranti makan berdua sambil berhadapan. Setelah makan selesai kuajak dia ke ranjang, tetapi sebelumnya kuminta Ranti meminum ramuan arab yang kubawa. Dia sempat heran, tetapi kujawab ramuan ini punya efek baik buat wanita hamil. Padahal efek sebenarnya adalah penambah stamina dan nafsu seks pada seorang wanita. Jika diminum pada wanita hamil efeknya bisa menambah nafsu mereka, serta memperkuat jepitan memeknya.
Sambil berbaring diatasnya pelan-pelan kubuka bathrobe yang menutupi tubuhnya, kusampirkan kesamping kiri dan kanan jubah mandi itu. Aku mulai turun kebawah lalu kutekuk kedua kaki Ranti ke atas pundakku, dalam posisi ini aku dapat melihat bibir vagina yang mulai berkedut. Pelan-pelan kusibak rambut tebal yang menutupi memeknya, sambil menyibak kucari itilnya dan segera kupelintir saat kutemukan. Baru kumainkan bentar itilnya Ranti sudah mulai megelinjang tak karuan, kucoba menahannya dengan meremas payudara dengan tangan kiriku dan tangan kananku memaikan itilnya sambil mengocok memeknya.
Ah.. pak geli Ranti ngak tahan pak saya mau keluar pak, oh.. pak ranti keluar pak.
Ucapan itu dibarengi dengan semburan kencang yang keluar dari dalam memeknya hingga mengenai wajahku. Aku sendiri tak menyangka kalau dia bisa sampai squirting dengan dimainkan seperti ini. Kulihat ada rasa puas yang tampak diwajah Ranti setelah dia mencapai puncaknya tadi. Aku juga puas dan kubilang bahwa ini masih akan berlanjut.
Setelah dia mulai tenang aku pun melanjutkan aksiku, kudekatkan mulutku kememeknya lalu mulai kusedot dan kujilati bagian dalamnya.
ÔÇ£Pak jangan pak itu kan jorok, wong suami Ranti aja ngak pernah ngelakuin itu kok.ÔÇØ
Kubilang aku ngak perduli kamu mending nikmati saja apa yang akan terjadi. Selain mainin itu memek tangan juga iseng dengan masukin jari telunjukku kedalam lobang anusnya. Ranti tentu saja kaget dan berusaha menghindar tetapi aku sudah menahannya agar ia tidak bisa lari.
 Pak kok bool saya dicolok-colok. Ah.. pak, oh rasanya geli gimana gitu pak.
Aku merasa ini sudah waktunya untuk menikmati hindangan utama maka segera kehentikan semua kegiatanku. Lalu kuambil posisi di belahan pahanya, batang kejantanku tepat berada di bibir vagina. Kubilang pada Ranti kalau aku akan segera mulai, Ranti hanya menganguk sambil kedua tangannya memegang masing-masing sisi memeknya, seolah membuka jalan agar bisa aku tembus.
Perlahan dengan perlahan kutekan masuk batangku kedalam memeknya, uh baru masuk separuh jepitannya aja udah kencang gimana kalau udah masuk semua pikirku. Akhirnya dengan penuh kesabaran batangku berhasil terbenam semua dalam memeknya. Desah panjang itulah yang dikeluarkan oleh Ranti saat seluruh batangku berhasil masuk.
Aku mencoba diam dulu sambil menikmati remasan pada batangku, uh rasa ini rasanya yang sudah lama aku cari. Sensasi yang pernah kurasa saat istriku hamil dulu, aku merasa tidak tahan lagi segera kupompa maju mundur batangku dalam memek Ranti. Setiap kali kutarik aku merasa ada bagian memeknya yang ikut tetarik dan begitu juga sebaliknya. Setiap pompa yang kulakukan, aku lakukan dengan penuh kesabaran karena aku tidak mau kandungannya terluka. Mulut dan tanganku juga diam saja, kedua tanganku meremas payudaranya sementara mulut asik menghisap yang kiri dan kanan secara bergantian.
Ada lima belas menit lamanya kami berada dalam posisi itu, hingga tak terasa aku menyemprotkan sperma ke dalam rahimnya. Aku merasa puas sekali begitu juga dengan Ranti yang kurasa telah dua kali orgasme saat aku pompa dia dalam posisi itu.
Setelahnya kutarik batangku keluar, lalu kuminta Ranti berbaring menyamping. Dengan posisi ini aku ingin menyetubuhinya dari samping. Setelah aku berbaring di belakangnya kuarahkan batangku ke memeknya dan segera saja kupompa batangku keluar masuk memeknya.
Rasanya hari itu lebih dari lima ronde kuhabiskan dengan Ranti, beragam posisi seks kuterapkan padanya. Hingga akhirnya aku dan dia kelelahan, dan kami pun tidur berdua diatas ranjang dimana posisiku memeluknya dari belakang.

Pagi itu aku terbangun, rasanya aku puas sekali. Hasrat yang sudah lama kupendam bisa kulampiaskan, walau begitu aku merasa kok belum cukup ya. Kupikir-pikir apa perlu kutambah hubungan ini beberapa hari lagi, toh aku ngak masalah yang jadi masalah apa Ranti mau melanjutkan lagi hubungan seks ini. Kulihat Ranti masih terlelap tidur disampingku, aku jadi ngak tega untuk membangukannya. Daripada menganggu tidurnya kuputuskan untuk bangun dari ranjang dan membuat kopi.
Memang nikmat minum kopi di pagi hari, saat aku sedang minum sempat kulihat beberapa kali tubuh telanjang Ranti. Sambil minum kopi kutelepon sang istri, kubilang padanya kalau aku masih belum bisa pulang ada kerjaan yang harus kuurus. Selesai nelpon kulihat Ranti mulai terbangun dari tidurnya, saat dia sadar sepenuhnya kubilang padanya keinginanku untuk bisa berhubungan badan dengan dirinya selama beberapa hari kedepan. Ranti memang sempat akan menolak ajakanku tetapi aku juga punya cara tersendiri agar dia tidak bisa menolak. Kubilang bahwa aku akan memberinya uang yang banyak, selain itu kubilang bahwa dengan uang yang dia dapat saat ini kuyakinkan dia kalau jumlahnya tak akan cukup untuk membayar biaya berobat suaminya.
Benar saja dengan segala bujuk rayu yang kulakukan akhirnya dia luluh juga. Dia berkata kepadaku bahwa dia bersedia untuk berhubungan seks denganku lagi. Tetapi Ranti juga meminta seuatu padaku, dia memintaku mengatarnya membesuk suaminya yang sedang berada di rumah sakit, kubilang padanya kalau itu soal gampang.
Selesai urusan deal soal syahwat, langsung saja kuajak Ranti untuk turun ke bawah menikmati sarapan. Tetapi saat kuajak Ranti justru menolak dengan alasan dia malu kalau harus makan di tempat mewah dengan pakaian yang dia bawa.
Mendengar ucapannya aku segera melihat pakaian Ranti yang tergeletak di kursi, kulihat cukup banyak jahitan di sana-sini. Selain itu dapat kulihat pula bra dan celana dalam yang ia pakai, terlihat lusuh dan kusam. Melihat itu aku jadi kasihan padanya, langsung saja kubilang padanya kalau aku akan memberi dirinya baju baru. Mendengar ucapanku Ranti langsung saja berterima kasih padaku.
Dari pada perut keroncongan, segera saja kusuruh Ranti untuk berpakaian. Aku bilang kita bisa makan diluar kalau dia malu makan di resto hotel. Ranti segera saja melakukan apa yang kusuruh, begitu selesai kuajak dia turun ke lobi hotel langsung menuju parkiran tempat mobilku berada. Sesampainya dimobil kutanya padanya apa dia tahu warung makan yang enak didekat sini, dia bilang dia tahu.
Tidak sampai setengah jam aku sudah berada diwarung yang disebut oleh Ranti. Warung ini adalah rumah makan sunda dengan model prasmanan. Begitu duduk langsung saja kusuruh Ranti ambil makanan apa yang dia suka, tetapi aku lihat dia masih grogi lalu bertanya padaku.
ÔÇ£Pak boleh ngak Ranti ambil buat dibungkus, anak Ranti kasihan belum makan kayaknya sejak kemarin.ÔÇØ
Mendengar ucapannya aku baru sadar kalau sejak kemarin Ranti ninggalin anaknya yang masih kecil sama suaminya dirumah sakit. Langsung saja aku bilang ngak apa kalau dia mau bawa buat dibungkus kalau perlu dua bungkus juga ngak masalah buatku.
Setelah acara makan selesai, langsung saja kubawa mobilku ke rumah sakit. Disana Ranti turun untuk menengok keadaan suaminya, tetapi aku tidak. Aku lebih memilih duduk di dalam mobil daripada harus bertemu suaminya, malu aku kalau harus bertemu dengan suami Ranti. Gimana ngak wong baru tadi malam aku bermain mesra dengan istrinya dan itu juga dengan seijinnya. Akhirnya daripada repot kuputuskan saja untuk duduk dimobilku.
Sambil menunggu Ranti, otak kotorku tiba-tiba punya ide. Rasanya aku punya cara agar hubungan seks ini menjadi lebih seru. Langsung saja saat itu ketelepon nomor Kang Ujang dan segera saja kuberitahu sama dia apa yang menjadi keinginanku. Kang Ujang hanya bisa bilang oke-oke saja dan minta waktu buat nyiapin keinginanku.
Baru saja selesai teleponan, eh Ranti sudah berada didekatku. Begitu masuk mobil, aku tidak langsung kembali ke hotel melainkan pergi dengan dia ke salah satu mall yang ada dikota itu. Sesampainya disana Ranti langsung bertanya kenapa dia dibawa kesini, kubilang saja kalau aku mau menepati janjiku untuk membelikannya pakaian baru.
ÔÇ£Aduh Pak ngah usah repot-repot, barang disini kan semua mahal-mahal. Biar Ranti beli baju dipasar saja, Ranti ngak Bapak repot.ÔÇØ
Kubilang padanya aku ngak sama sekali direpotin kok, lagipula kalau aku belanja dipasar bisa keki aku. Langsung saja kuajak dia masuk, begitu masuk tujuanku adalah stan yang menjual pakaian buat ibu hamil. Saat tiba ditempat itu Ranti bingung mau pilih baju yang mana, daripada repot langsung saja kupilih baju yang kupikir paling cocok untuknya dan kusuruh dia untuk mencobanya. Ranti sempat ragu tetapi segera saja kudorong pelan tubuhnya ke ruang ganti, tidak lama kemudian Ranti keluar dengan memakai baju yang kupilih. Rasanya baju yang kupilih itu benar-benar cocok untuknya, model long dress dengan hiasan renda pada bagian dada sepertinya pas sekali dengan tubuh Ranti. Tak mau lama-lama langsung saja kupilih beberapa stel baju yang lain untuk dicoba.
Setengah jam kuhabiskan di area baju ibu hamil dan tidak kurang dari lima stel baju sudah kupilih dan kubeli. Merasa sudah cukup aku segera mengajak Ranti menuju Counter pakaian dalam wanita. Bisa ditebak Ranti malu saat aku memilihkannya sebuah bra.
ÔÇ£Ih Pak apa ngak malu masa laki milihin pakaian dalam buat wanita, udah ah Pak segini aja udah cukup.ÔÇØ
Memang sih seharusnya aku malu saat mendengar ucapannya, tetapi aku ngak perduli lagi pula aku punya alasan kenapa aku membelikannya pakaian dalam ini. Aku ingin dia memakainya nanti dihotel, karena itu sengaja kupilih model yang seksi-seksi biar telihat lebih cantik saat memakainya. Ada sekitar enam set pakaian dalam yang kubeli, modelnya pun macam-macam dari bikini hingga lingerie. Puas dengan belanjaan ini aku dan Ranti pun pergi meninggalkan mall.
Tujuan selanjutnya adalah menemui Kang Ujang untuk mengambil apa yang sudah kupesan. Tidak perlu waktu lama aku sudah sampai di tempat yang dibilang di telepon. Kulihat Kang Ujang sudah berada di tempat itu bersama seorang wanita, langsung saja aku turun menemui keduanya. Sambil basa-basi kutanya apa mereka sudah lama menunggu, Kang Ujang bilang belum juga lima menit.
Tidak mau berlama-lama aku segera berkenalan dengan wanita yang dia bawa. Wanita yang Kang Ujang bawa bernama Disti, Disti ini adalah salah satu wanita yang pernah diperlihatkan fotonya padaku. Aku punya alasan kenapa tiba-tiba aku meminta Kang Ujang membawa Disti menemuiku, aku ingin membuat permainan seks yang kulakukan nanti jadi lebih seru. Selain itu ada alasan lain, walaupun Ranti bisa memuaskanku tetapi gaya permainannya terlalu monoton. Memang sih dia agak sedikit binal kalau udah dirogol, tetapi rasanya masih perlu dilatih lagi biar mantap. Karena alasan itulah aku meminta Kang Ujang untuk membawa Disti menemuiku, Kang Ujang dari cewek yang disodorkannya padaku Disti ini paling mantap permainannya. Daripada menunggu lama langsung saja kuajak Disti masuk ke mobil, saat dimobil ku kenalkan dirinya pada Ranti. Tetapi ada yang membuat aku sedikit terkejut ternyata mereka berdua itu masih sepupu.
Tak mau membuang waktu lagi, langsung saja kupacu mobilku kembali ke hotel. Sesampai di hotel kugandeng keduanya menuju kamar, kalau kupikir-pikir aku ini udah kaya raja minyak deh. Bagaimana ngak disamping kiri dan kanan berdiri seorang wanita hamil, orang-orang pasti berpikir bahwa mereka berdua adalah istriku.
Sesampainya di kamar, aku baru sadar kalau aku belum mandi sejak pagi pantas saja aku merasa lengket dan bau badanku. Kupikir ada baiknya kalau aku mandi dulu, saat aku baru mau masuk ke kamar mandi Rant i bilang kalau dia juga mau ikut mandi denganku. Sebenarnya aku mau mandi sendiri saja saat itu, tetapi ajakan dari Ranti membuatku berpikir untuk mengajaknya apalagi kulihat Disti sudah membuka bajunya mungkin dia juga mau ikut mandi bareng kali. Akhirnya dari pada pusing kuajak saja keduanya untuk mandi bersama denganku.
Didalam kamar mandi aku jadi bingung mau mulai gimana, saat ini aku tengah bersama dua orang ibu hamil dan keadaan kita sudah telanjang semua. Untung saja kamar mandi ini cukup besar kalau ngak bisa sesak napas kita semua, entah ide darimana tiba-tiba Disti mengambil sabun dan mulai menyabuni diriku. Aku kaget dengan apa yang dilakukan oleh Disti, apalagi selain tangannya yang berkerja dia juga mengosok-gosok tubuhnya ke tubuhku. Aku dapat merasakan saat kedua payudara Disti digosokkan ke punggungku. Aku hanya bisa bilang fantastis, memang benar omongan kang Ujang kalau permainan Disti ini top banget.
Merasa belum cukup Disti pun meminta Ranti melakukan hal yang sama kepadaku. Diserang dari dua arah ini membuat batangku langsung tegak, apalagi saat tangan mereka berdua bergantian mengocok batangku secara bergantian rasanya aku bisa keluar kalau terus begini. Tak mau hanya diam aku membalas perlakuan mereka berdua , tangan kananku mulai bermain di memek Disti sedang tangan kiriku meremas susu Ranti. Selanjutnya posisi pun berganti, Ranti dan Disti mulai berlutut didepanku. Saat itu juga tangan Disti mulai memainkan bijiku sementara mulut Ranti dan Disti bergantian menjilati penisku. Tak hanya menjilati kedua saling bergantian menghisap batangku bergantian, tiba-tiba Disti mulai menaikan badannya. Aku bertanya apalagi yang akan dia perbuat, rupanya Disti hendak lakukan titjob dengan payudaranya. Rasanya jepitan kedua susu Disti sangat nikmat, tak lama kemudian aku mengeluarkan pejuhku. Sebagian pejuhku muncrat mengenai wajah Disti , sebagian lagi menempel di kedua susunya.
Kulihat kalau Ranti sedikit kecewa karena dia tak bisa melakukan hal yang sama, kubilang padanya jangan kecewa nanti masih ada waktu. Acara mandi ini pun berlanjut di bathup, Disti berkata padaku saat dia masuk kedalam bathup.
ÔÇ£Pak mari masuk biar saya bersihkan badan bapak, teh ayo ikut juga biar kita bikin Bapak puas dengan service kita.ÔÇØ
Aku tak menolak ajakan Disti, untung bathup ini cukup besar sehingga kita bertiga bisa muat. Saat aku masuk aku langsung di suruh rebahan, selanjutnya Disti dan Ranti melakukan hal yang tidak kuduga. Mereka berdua menjilati tubuhku dengan lidahnya, kok rasanya ini berubah menjadi mandi kucing. Tak hanya menjilati tangan mereka berdua juga memainkan penisku. Kendati penisku masih lemas mereka berdua seakan tidak perduli, dengan cekatan mereka berdua bergantian memainkan titik sensitif yang kupunya. Upaya mereka berhasil tak sampai lima menit batangku sudah menjadi keras kembali.
ÔÇ£Teh sekarang giliran teteh.ÔÇØ Ucap Disti sambil membuat tubuh Ranti berada di atasku, dimana memek Ranti tepat di atas batangku.
Secara perlahan Ranti mulai mendorong masuk penisku ke dalam memeknya, sementara di belakangnya Disti memeras kedua susunya. Suara desahan pun mulai terdengar, tidak hanya itu wajahku juga kena semprotan asi dari susu Ranti. Dalam posisi ini aku rasanya tidak bisa bertahan lama, kurasakan jepitan liang vagina Ranti yang makin lama menjadi lebih kencang. Benar juga tak butuh waktu lama aku sudah dibuat keluar lagi, rasanya bisa kering bijiku kalau aku terus diserang macam ini. Aku pikir ini saatnya aku membuat langkahku sendiri, saat itu juga kuputuskan keluar dari bathup dan duduk di kloset. Kuminta Disti untuk mendekatiku, Disti paham maksudku dan segera keluar dari bathup.
Disti duduk dipangkuanku, sementara penisku berada dibelahan memeknya. Aku mencoba memasukkan penisku kedalam memeknya, tetapi aku berubah pikiran penisku langsung kuarahkan pada lubang anus. Disti kaget saat anusnya kutusuk, tetapi tidak lama Disti sudah merasa nikmat saat anusnya kutusuk. Ranti yang masih berada di bathup kusuruh mendekat, saat di depanku kuminta dia menjilati memek Disti.
Sambil kutusuk anusnya tanganku juga memainkan memek Disti, di serang dengan jilatan dan kocokan jari tanganku Disti tak bisa bertahan lama. Sebentar saja Disti langsung keluar, tetapi aku masih belum mau keluar. Aku pikir karena sudah sering keluar jadi kali ini keluarnya agak lama , tak mau menyiksa Disti yang sudah keluar lagi aku putuskan untuk berhenti. Kuminta Disti untuk bangkit, lalu kuajak Ranti untuk main denganku.
Sebenarnya aku maunya nusuk anusnya sama seperti Disti, tetapi Ranti menolak jadi kutusuk saja memeknya. Belum lima menit memek Ranti sudah banjir, akhirnya kuputuskan sudah saja permainan ini. Aku ngak mau mereka telalu lelah nantinya, toh hari ini masih banyak waktu. Akhirnya setelah membersihkan semua bagian tubuh kita semua keluar dari kamar mandi.
Begitu keluar langsung saja kuminta mereka berdua untuk segera berpakaian karena aku ingin mengajak mereka makan di resto hotel. Kulihat Ranti langsung berpakaian, tetapi Disti masih terlihat malu. Aku yakin kalau Disti tidak enak dengan baju yang dia pakai, aku pun segera berkata pada Ranti untuk meminjamkannya salah satu baju yang tadi kubelikan untuknya. Tak lama aku dan kedua orang ibu itu sudah siap, kami pun segera pergi untuk makan di restoran yang ada di hotel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*