Home » Cerita Seks Mama Anak » Sinar Mentari Dan Mama 2

Sinar Mentari Dan Mama 2

Sinar Mentari dan Mama 1

“ebii… Bangunn!” teriak mamah membangunkanku.
“5 menit lagi deh mah” jawabku malas.
“lupa yah.. Semalem kan udah janji bakal rajin sekolahnya.. Ntar ngga mamah kocokin tititnya lagi lhoo” ucapnya sembari mengancam.

Mendengar ancaman mamah akupun lekas bangun dengan semangatnya.

“udah bangun mah! Udah bangun! Hehe” ucapku yang langsung setengah bangun.
“nahh gitu donk.. Udah sekarang mandi sanah” suruh mamah.
“engg tapi ebi minta di gituin dulu dong mah.hehe”
“di gituan gimana sih bi?”
“ishh pura-pura ngga tau lagi.. Ituloh mah.. Titit ebi dikocokin pake tangan mamah yang halus itu.hehe” pintaku nakal.
“hihihi iyadeh iyah.. Dasar anak mesum” ucap mamah sembari mencubitku.

Seperti hari kemarin, pagi itupun aku di onani-kan mamah* dan mungkin akan setiap hari aku bakal meminta seperti itu ke mamah. So, asal tegang ya tinggal sodorin aja ke mamah.hehe.

Sepulangnya dari sekolah aku agak heran karna ngga ngeliet sosok gadis yang selalu nodong minta di anterin pulang itu, humm mungkin lagi banyak duit dia jadi langsung pulang duluan, yaudahlah bodo amat, lagian kan aku jadi langsung pulang ke rumah dan berduaan sama mamah. *yeyyy

Saat dalam perjalanan pulang yang jaraknya lumayan jauh tiba-tiba aku baru nyadar kalo hp yang biasa aku bawa ngga ada, “aahh kamfreet!” ucapku kesal. Pasti ketinggalan di laci meja kelasku, padahal dikit lagi mau nyampe rumah -_- dengan terpaksa aku memutar balik arah motor yang aku bawa dan kembali kesekolah.

Setibanya di sekolah yang suasana sudah sangat sepi, aku liat gerbangnya udah ditutup tapi belum terkunci, mungkin masih ada orang di dalam, untunglah. Akupun langsung memarkirkan motor di depan gerbang dan bergegas masuk, di halaman sekolah aku liat hanya ada satu motor saja di situ dan sepertinya itu motor pak jarwo, yaitu guru lanjut usia yang mengajar mata pelajaran IPA, walaupun udah tua tapi beliau juga di kenal sebagai guru killer di sekolahku, sikapnya juga ngga segan-segan kalo sedang menghukum murid yang salah, pokoknya mengerikann!.
Sepertinya hari ini pak jarwo lagi banyak kerjaan sampai dia belum pulang juga, tapi bodo amat lah -_-

Akupun segara menuju ke kelasku yang terletak di ujung gedung lantai 3. saat mulai mendekati kelasku, tiba-tiba aku mendadak berhenti dan mendengar suara rintihan disertai desahan seperti orang yang sedang disiksa, dan suara itu sepertinya berasal dari kelasku. “Jangan-jangan itu hantu lagi, tapi siang bolong gini masa ada hantu si” pikirku.
Dengan rasa penasaran yang tinggi aku mulai mengintip isi ruangan kelasku dari balik ujung jendela, dan..
“ya ampunn itu kan pak jarwo!” ucapku dalam hati.

Aku di kagetkan dengan aksi pak jarwo yang sudah tidak bercelana dan sedang menyetubuhi salah satu siswi yang tubuhnya bertumpu pada meja guru mirip gaya anjing kawin, serta masih menggunakan seragam putih biru khas anak SMP dengan rok yang tersibak ke atas dan masih berkerudung. dan jantungku berdetak kencang manakala melihat siswi yang disetubuhi pak jarwo adalah Farah!, seorang gadis yang dikenal alim dan sopan itu. Sungguh pemandangan yang sangat bejat, melihat seorang guru tua yang seharusnya memberikan bimbingan yang baik pada muridnya, malah dengan tega menyutubuhi muridnya yang masih dibawah umur, apalagi mereka melakukannya di sekolah, tempat yang di gunakan untuk menuntut ilmu agar menjadi orang yang berguna di masa depan.

“ahh ahhh.. Sakit pak.. Pell.. Pelaann pelaan.. Ahh..” Rintih farah
“udahh diem ajahh shhh, yang* penting kan ahh enakk..” jawab pak jarwo yang justru malah menambah tempo gerakan pantatnya menjadi cepat.

“ahhh sakitt pakk ahh.. ahhh.. Aduhh pelann pelann.. Ahh..” rintih farah kesakitan, tapi sepertinya pak jarwo tidak terlalu merperdulikan dan terus menggenjot memek farah yang terlihat sempit itu.

Perasaanku campuraduk antara bingung dan cemburu melihat farah gadis yang dikenal alim, sopan, dan yang aku sukai itu sedang bersetubuh dengan pria tua yang mungkin jika di ibaratkan adalah seorang kakek. Tapi entah kenapa aku malah diam dan menikmatinya aksi dari mereka berdua, dan tanpa sadar aku sekarang malah mengelus-elus batang kontolku yang sudah tegang dari balik celanaku.

“ahhh.. Ahhh.. Aduhh.. pak ahh aku keluarr emmm..” desah farah.

Tiba-tiba pak jarwo mengeluarkan kontolnya yang sedari tadi terus-terusan menggenjot memek farah dan..
*sluurtt”
Tubuh farah bergetar kuat dengan di iringi Keluarnya air dari memeknya yang begitu deras, sepertinya farah baru saja mengalami orgasme.

“ahhh” desah farah ketika pak jarwo kembali memasukan kontolnya yang kisut tegang ke dalam memek farah yang kecil dan memerah itu, sontak farah pun membalikan kepalanya dan menengok ke arah pak jarwo dan tanpa tidak sengaja juga farah malah melihat keberadaan ku yang sedari tadi berada di balik pojok jendela, tapi anehnya farah malah tersenyum manis ke arahku. Kenapa dia tersenyum kepadaku? Apa dia sengaja memanas-manasi aku? Apa dia ngga punya rasa malu? Sialan, pikiranku jadi kacau sekarang. Farahpun kembali menghadap ke depan dan membiarkan tubuhnya di genjot oleh pak jarwo.

“ahhh.. Ahh.. Shhh.. Sempit banget memekmu farah.. Ahh.. Kontol bapak jadi kerasaa dijepitt shh..”

“ahhh.. Ahh.. Kontol bapak aja yang kegedean shh..”

“masa sih, tapi enak kann?”

“enak banget pakk ahhh, kontol bapaaak nusuuk banget mmm..”

“ahh ahhh.. bapak mauu keluar nih ahhh.. Shhh.. Yahh..”

Pak jarwo pun terlihat mempercepat gerakan pinggulnya dengan kerasnya hingga menciptakan bunyi peraduan alat kelamin mereka yang khas.

“plokk plook plokk..”
“ahh ahh pelan pelaann pak ahh” jerit farah.

Tiba-tiba pak jarwo pun kembali mengeluarkan penisnya dan kemudian menarik tubuh farah hingga jatuh kelantai, dengan cepat pak jarwo mengarahkan kontolnya ke wajah farah..

*crooott croottt croottt
Menyemburlah pejuh pak jarwo yang begitu banyaknya mengenai wajah serta kerudung farah.

Anggap aja abis dipejuhin yah gan

Melihat aksi mereka yang sepertinya sudah selesai, akupun bergegas keluar dari sekolah dengan sangat hati-hati dan langsung menggeber motorku menuju kerumah. Saat perjalan pulang aku masih terbayang-bayang dengan aksi yang dilakukan pak jarwo dengan farah, farah yang aku pikir adalah gadis yang sangat baik ternyata dia melakukan aksi yang sangat kotor di balik itu semua dan sepertinya dia melakukannya bukan kali ini saja. arggh sial! Pikiranku benar-benar kacau balau.

Sesampainya dirumah, akupun langsung bergegas masuk kerumah dan langsung membuka celana beserta celana dalamku hingga mengacunglah kontolku yang sedari tadi tegang karna mengintip aksi mesum di sekolah tadi.

“maaahh!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*