Home » Cerita Seks Mama Anak » Emak dan Tante Warsih

Emak dan Tante Warsih

Setelah kematian suaminya dua tahun yang lalu Arfan lah teman hidup bagi Leha. Oleh karena kemiskinan, mereka berdua anak beranak terpaksa menggantungkan hidupnya dengan mengambil upah mengerjakan kebun getah kepunyaan Pak Latif seorang yang berada di kampung tersebut. Kehidupan mereka ibarat cari pagi makan pagi, cari petang makan petang. Dengan sebidang tanah yang tidak terlalu luas yang diwarisi dari almarhum suaminya, disitulah berdiri sebuah pondok usang yang dibuat dari kayu hutan, anyaman bambu serta hanya berlantaikan batang pinang yang dibelah dan diraut untuk dijadikan lantai. Rumah kampung yang dibuat tinggi bertangga kayu hutan itu hanya mempunyai ruang barenda, sebuah kamar dan dapur yang masih menggunakan dapur kayu bertungkukan batu cegar yang diambil dari sungai di ujung kampung.

Setelah selesai membantu Arfan di kebun getah, maka saat sorenya Leha juga terpaksa membantu Arfan untuk mengerjakan sawah yang ditanami padi. Selain dari itu kerjanya ialah memasak untuk mereka dua beranak. Dengan ikan keli atau puyu yang dipanccing oleh Arfan disungai, Leha mengutip kangkung liar yang tumbuh dipinggir sungai untuk menambah lauk hidangan mereka tengah hari ini.

Setelah selesai menyadap getah diladang Pak Latif, Arfan istirahat sejenak didepan pondoknya sambil menghisap rokok daun nipah yang baru dibelinya semalam. Dengan tembakau cap kerengga yang digulung rapi bersama daun nipah, Arfan mengisap asap rokok itu dengan kepuasan sambil memejamkan matanya. Perutnya bergelodak kelaparan setelah seharian bekerja sambil menunggu emaknya memanggilnya untuk makan.

Setelah perutnya kenyang seperti ular sawah baru makan seekor kambing, Arfan berbaring sebentar tidur-tidur ayam sambil menunggu hari sore untuk turun kesawah. Pikirannya melayang memikirkan hidup dan masa depannya yang tidak menentu itu. Memikirkan nasib emaknya yang terpaksa bekerja keras untuk meneruskan hidup mereka. Arfan kasihan dengan emaknya yang hidup dalam serba kekurangan jika dibandingkan dengan tante Warsih adik emaknya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya yang terpencil ini. Hanya dua buah rumah ini saja yang terpisah dengan rumah-rumah lain di kampung itu.

tante Warsih juga sudah tidak mempunyai suami. Tetapi hidupnya tidaklah sesusah emaknya. tante Warsih masih terlihat cantik diusianya yg mengijak 43 tahun, lebih muda dari umur emaknya yang sudah 46 tahun, tapi soal kecantikan sebenarnya mereka tidak jauh beda.
Hampir setiap hari saat Arfan pulang dari kebun Pak Latif, melihat tante Warsih yang sedang mandi berkemban di sumur yang dibagi bersama keluarganya dan keluarga tante Warsih. Sumur itu terletak didekat jalan yg biasa dialalui Arfan ke kebun Pak Latif. Hanya dia dan emaknya saja yang menggunakan jalan itu. Biasanya tante Warsih memakai kain kemban yang nipis dan tidak bercorak. Saat air sumur yang dingin itu membasahi kain yang dipakai oleh tante Warsih, jelas terlihat tubuh tante Warsih yang sungguh menggiurkan. tante Warsih walau sudah bisa dibilang ÔÇÿberumurÔÇÖ, namun kulit dan badannya masih montok jelas berbayang dibalik kain kembannya. Buah dada tante Warsih juga yang masih terelihat indah dibalik kain kembannya. Puting buah dada tante Warsih juga jelas kelihatan dibalik kain kembannya yang basah itu.

Setiap kali Arfan lewat dekat sumur itu, tante Warsih pasti menegurnya. Biasanya hanya masalah sepele yang ditanya oleh tante Warsih. Arfan selalu mengambil kesempatan ini untuk melihat bagian-bagian tubuh tante Warsih yang menggairahkan itu. tante Warsih tau Arfan selalu melihat tubuhnya. Dia sengaja menyibak rambutnya yang basah dengan kedua tangannya. Ketiaknya yang putih itu juga ikut terlihat. Arfan tak dapat menahan matanya saat melihat tubuh tante Warsih yang mengghairahkan itu. Dia pun sengaja berlama lama saat berbicara dengan tante Warsih sampai selesai mandi supaya dapat melihat tubuh tante Warsih sepuas-sepuasnya. Setelah tante Warsih selesai mandi barulah dia bergegas pergi. Itulah pekerjaan rutin Arfan setiap hari. Kegiatan inilah yang menyebabkan tubuh tante Warsih selalu menjadi khayalannya.

Seketika kontolnya mengeras saat dia memikirkan apa yang dilihatnya siang hari tadi. saat dia melewati sumur yang biasa digunakan tante Warsih, terlihat sedang menabur sampo di kepalanya. Dengan tiba-tiba air sabun masuk ke matanya. Ketika tante Warsih meraba-raba mencari timba, tiba-tiba kain kembannya melorot ke bawah. Maka terbukalah seluruh badan tante Warsih yang bahenol itu. Arfan tertegun melihat tubuh tante Warsih yang tidak dibaluti seutas benang pun. Tubuh tante Warsih memang masih menggiurkan. Arfan mengambil kesempatan ini untuk menatap tubuh tante Warsih yang selama ini dalam khayalannya. Mata Arfan tertumpu pada celah paha tante Warsih. Kemaluan tante Warsih yang lumaya lebat bulunya kelihatan begitu menggairahkan, kemaluan tante Warsih masih tertutup rapat seperti belum pernah terusik dan terpakai.

Ar! Tolong tante! Inilah kata-kata yang menyebabkan Arfan sadar kembali. Dengan segera dia menimba air dari sumur itu dan menyiramkannya ke muka tante Warsih dengan hati-hati.

Ar kamu melihat ya..? Tanya tante Warsih sambil menutup tubuhnya kembali setelah hilang perih di matanya.

Arfan hanya tersenyum mengingat peristiwa itu. Tangannya menjalar masuk kedalam celananya dan mulai mengurut-urut kontolnya. Tak disadari perbuatannya diperhatikan oleh emaknya. Leha yang sudah dua tahun menjanda seperti terangsang juga saat melihat kelakuan anaknya. Sebenarnya ia sudah sering kali melihat kontol anaknya itu mengeras terutama waktu pagi hari ketika ia mau menyuruh Arfan untuk ke kebun. Arfan yang biasa tidur hanya dengan kains sarung tanpa baju itu selalu saja kainnya bergulung hingga ke pusat. kontolnya yang sudah berdiri keras lebih besar dan panjang daripada milik suaminya. Leha terpaksa menahan nafsunya. Kadang-kadang terfikir juga dihatinya untuk mengusap-usap dan membelai kontol milik anaknya itu. Tapi dia berasa malu dan takut terhadap Arfan akan perbuatannya.

Keadaan yang sama sebenarnya juga berlaku pada Arfan. Dia juga selalu melihat memek emaknya ketika emaknya tidur terlentang dengan kaki mengangkang luas dengan kain batik yang dipakai tersingkap hingga ke pangkal pahanya, mungkin karena keletihan setelah seharian bekerja disawah. memek emaknya masih montok dan besar . Tidak banyak bulu. Tembam dan bibirnya memek emaknya masih bertutup rapat seperti memek tante Warsih. Kedua wanita ini mempunyai paras rupa yang jelita juga dengan tubuh yang menggiurkan. Kerja keras di kebun dan sawah tidak mengurangi kemolekan dua wanita ini. Dua wanita ini menjadi sumber khayalannya ketika dia onani. Pada suatu hari saat dia tengah mengurut-urut kontolnya hingga menimbulkan keenakan dan dia memancutkan air maninya buat pertama kali. Setelah kejadian itu dia menjadi ketagihan untuk melakukannya saat dia merasakan emaknya tidak dirumah atau emaknya bertandang ke rumah tante Warsih.

Pada sore itu dia berkhayal lagi sambil membayangkan tubuh tante Warsih yang dilihatnya ketika menukar kain basahan selepas mandi. Dia dapat melihat dengan jelas tubuh tante yang tidak dibaluti kain itu. Tubuh tante memang menggiurkan. Kulitnya yang cerah dan bentuk yang menarik makin menambahkan lagi kecantikan tubuh tante Warsih. Pikirannya juga terbayang memek emaknya yang sering dilihatnya. Dia mulai mengurut-urut kontolnya yang sudah mengeras. Sambil memejamkan matanya, tangannya bergerak pada kontolnya sambil merasakan sesnsai nikmat.

Tanpa disadarinya, ternyata emaknya Leha telah pulang ke rumah. Leha sengaja pulang dengan secara diam diam karena ia mau melihat apa yang sedang dibuat oleh Arfan. Arfan yang sedang berbaring di atas tilam yang telah lusuh meneruskan aksinya. Kain sarung yang dipakainya telah bergulung hingga ke pusat. Dia terhenti sebentar saat terdengar kaki emaknya masuk menuju kekamar. Dia terkejut dan tak sempat untuk menutup kontolnya yang sedang mengembang keras dan berdiri tegak itu. Leha yang terlihat bernafsu melihat kelakuan Arfan dari tadi, langsung memegang kontolnya.

“Ar, tolong mak yaÔǪ!” pinta emaknya dengan suara yang menghiba. ÔÇ£Mak sudah lama gak megang ini. Mak sudah tak tahanÔǪ.ÔÇØ
Anaknya terdiam tidak menjawab, tapi Leha terus mengusap-usap dan mengurut-urut kontol Arfan. kontol Arfan yang tadinya sedikit mengendur terlihat mulai kembali mengeras merasakan tangan lembut emaknya membelai dan meremas kontolnya. Dia memejamkan matanya merasakan kenikmatan perlakuan emaknya.
ÔÇ£Ar belom ngerti.. Mak mau gimana?.ÔÇØ
ÔÇ£Nanti mak ajari.ÔÇØ Jawab Leha sambil melepaskan pakaian yang dipakainya. BH dan celana dalamnya juga ikut dilepaskan, sekarang Leha sudah bertelanjang bulat dihadapan anaknya. Rasa malu bugil depan anaknya sudah tiada.

Arfan terpegun melihat tubuh emaknya yang sudah terbuka itu. Tubuh emaknya memang masih menggairahkan. Lebih sexy dari tante Warsih. Tubuh emaknya bersih, padat berisi walau pun dia tidak gemuk. kontol Arfan semakin tegang dan keras melihat tubuhnya emaknya yang sangat menggiurkan itu.

Kemudian Arfan merasakan tangannya ditarik dan diletakkan pada tetek emaknya. Tetek yang pernah dihisapnya dua puluh tahun yang lalu, terlihat masih merangsang. Ukurannya yang besar walau terlihat agak kendur. Tetek emaknya mulai diremas oleh tangannya yang kasar. Tindakan Arfan telah merangsang nafsu birahi Leha. Leha mengubah posisi duduknya. Tangan kanan Arfan ditarik dan diletakkan diatas memeknya yang sudah basah itu. Dia memandu jari Arfan menjelajahi isi memeknya yang sudah digenangi air birahi itu.
Walaupun pertama kali bagi Arfan melakukan perbuatan itu, dengan bantuan Leha jari-jarinya dapat menyentuhl biji klitoris milik emaknya dengan baik. Leha mulai mendengus dan mengerang keenakan. Keadaan itu juga menimbulkan birahi pada Arfan. Pertama kali dia mendengar perempuan mengerang keenakan. kontolnya betul-betul keras. Leha sudah tidak dapat menahan gelora nafsunya yang memuncak lalu dia bangun dan menposisikan memeknya di atas kontol Arfan. Dia mengarahkan kontol anaknya yang keras menegang itu ke memeknya. Leha menekan badannya ke bawah. kontol Arfan mulai memasuki lubang memek emaknya. Mata putihnya kelihatan. Arfan yang selama ini belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Dia merasa sangat nikmat pada kontolnya yang sudah sedag diurut oleh lubang memek emaknya yang masih sempit.

ÔÇ£AAhh mak enak sekali…!ÔÇØ Arfan bersuara sepontan.

Leha juga berkeadaan sama. kontol Arfan yang besar itu memenuhi seluruh lubang memeknya. Saat kontol anaknya bergerak-gerak di dalam lubangmemeknya Leha berasa nikmat yang tidak terhingga, rasa nikmat yang sudah dua tahun tidak dirasakannya. Namun rasa nikmat kali ini mengalahkan rasa nikamt yang pernah dirasakannya ketika bersama suaminya yang dulu. kontol anaknya bukan saja besar tapi juga keras dan panjang. Bagi Arfan inilah pertama kali dia mendengar suara rintihan perempuan yang disetubuhi.

ÔÇ£Ar.. Nikmatnya ahha a…ÔǪ kontol Ar ÔǪ Besar sekaliÔǪ..ÔÇØLeha merengek sambil mengayak-ayak punggungnya ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan sambil mengemut kemas kontol anaknya untukl merasai kenikmatan yang sudah lama tidak dirasainya. ÔÇ£Aduh.. aduu.. aduuu nikmatnya ArÔǪ Mak gak tahan ..aahhh nikmat niÔǪ nikmatnyaÔǪ. nikmatnyaaaaaÔǪ.ÔÇØLeha melajukan lagi gerakan dan mengemut bagi menambahkan kenikmatan Arfan.

Tiba-tiba tubuh Arfan mengejang dan terpacul suara Arfan antara kedengaran dan tidak.
“MakÔǪ.., Ar mau keluar niiiiiÔǪ”
keluar. keluar Keluarkan aja Ar. aaah.

Crrruuuttt… crruuuttt… ccrrruutt… crruuutttÔǪ.

Aaa aaaaa. Aaaaaa Enak sekali Ar nikmatnya Am. nikmatnyaaaa Leha menjerit sambil mendekap tubuh Arfan sekuat-kuatnya..
Ntah berapa kali tetesan air mani Arfan menyelinap masuk ke rahimnya. Saat yang sama tubuh Leha juga mengejang dan dia mencengkam kemas badan Arfan. Dia terkulai di atas badan anaknya. Dia membisikan sesuatu di telinga anaknya tanda kepuasan.
Emak puas Ar Kamu pintar main ya.
Leha dan Arfan terbaring kelelahan. Mereka berpelukan dalam keadaan bertelanjang bulat.
ÔÇ£Apa yang kamu rasa Ar?ÔÇØ Tanya Leha.
ÔÇ£nikmat mak..ÔÇØ
ÔÇ£Mau lagi..?ÔÇØ
ÔÇ£Mau..!!ÔÇØ
ÔÇ£Bikinlah Ar apa yang kamu mau. Bikin sampai kamu puas. Mak udah pasrah.ÔÇØ Kata Leha.
Mereka kembali bersetubuh untuk kedua kali keduanya. Kali ini Arfan yang menindih tubuh emaknya. Ia memacu diatas tubuh Leha. Kali ini lebih lama. Hari sudah menjelang sore, mereka terus bergumul memacu birahi, bukan hanya dua kali, malah berulang kali tanpa henti. Perbuatan itu sampai ke senja. Sampai kedua-duanya lemas tidak berdaya.

ÔÇ£Ar masih pengen lagi ya?ÔÇØ Tanya Leha saat Arfan masih menghisap putting buah dadanya dan meraba-raba memeknya.
ÔÇ£Ar belum puas mak.ÔÇØ
ÔÇ£Sekali saja ya Ar. Mak sudah capek ni.ÔÇØ
ÔÇ£Iya mak. habis ni kita istirahat.ÔÇØ Jawab Arfan sambil kembali menindih tubuh emaknya buat yang kelima kali.
Walau pun sudah lelah dan tidak berdaya, Leha tetap melayani anaknya dengan bertenaga. Leha mengimbangi goyangan Arfan walau dengan perlahan saja. Leha tidak mau anaknya tersinggung. Dia mau Arfan menyetubuhinya bukan kerana terpaksa. Dia juga mau anaknya akan mengulangi perbuatan ini lagi.

Permainan yang kelima ini sungguh panjang. Ketika itu azan Maghrib sedang berkumandang. Mereka tidak hiraukan azan. Leha menggunakan segala kemampuan dan pengalamannya supaya Arfan cepat keluar. Rupa-rupanya Arfan sungguh hebat. Hampir sejam kontolnya menusuk memek emaknya barulah dia dapat membuat keluar air pekat dan hangat itu. Cuma kali ini tidak sebanyak yang pertama dan kedua tadi. Walau pun tidak banyak,semprotan sperma Arfan kali ini telah menyebabkan Leha terbeliak mata dan membuat jeritan yang sangat kuat. Arfan turun dari tubuh emaknya saat azan IsyaÔÇÖ sudah berkumandang.

Suasana dalam kamar tidur itu agak gelap. Rumah mereka tidak ada aliran listrik. Hanya berharap cahaya bulan. Jadi suasana dalam bilik itu tidaklah terlalu gelap.
ÔÇ£Pasang lampu teploknya Ar. Mak masih capek ni.ÔÇØ Kata Leha setelah Arfan turun dari tubuhnya.

Tanpa banyak bicara Arfan keluar kamar dan mencari lampu teplok. Setelah lampu teplok dipasang rumah mereka sekarang lumayan terang kembali. Arfan masuk balik ke dalam kamar tidur mereka. Dia melihat emaknya masih berbaring dalam keadaan telanjang bulat. Leha masih terlihat lelah. Arfan berbaring kembali di sebelah emaknya. Dia peluk emaknya. Kemudian mencium pipi emaknya. Leha membalas pelukan Arfan. Leha membalas pelukannya, Arfan memagut bibir emaknya dengan bibirnya. Mereka berciuman. Berdecit-decit bunyi kucupan mereka.

ÔÇ£Kenapa baru sekarang kita lakukan ini mak. Kenapa gak dari dulu dulu?ÔÇØ Tanya Arfan setelah puas mencium bibir dan lidah emaknya. Tangannya masih merayap meremas memek emaknya.

ÔÇ£Entahlah Ar. Mak pun gak tahu. Cuma dulu itu mak takut Ar marah. Mak takut Ar anggap mak ni gatal.ÔÇØ
Mak Arfan bersuara sambil mengusap memek Leha.
ÔÇ£Mmm..ÔÇØ Leha hanya berguman manja. Dia mulai terangsang lagi saat tangan Arfan mengusap memeknya.
ÔÇ£Ar pengen tiap hari ngentot sama emak boleh gak?ÔÇØ Tanya Arfan lagi. Jari-jari Arfan mulai menguis-nguis lubang kemaluan emaknya.
Boleh.Ar.. Mak juga pengen. Kalau bisa kita main empat kali sehari. Jawab sambil memegang kontol Arfan. kontol Ar ni besar, panjang. Keras pulak tu. Emak suka kontol Ar. Waktu masuk di memek emak, mak merasa sangat nikmat. Tak puas sekali dua. Cuma mak capek. Kalau tidak sepuluh kali pun mak mau. Jelas Leha.
ÔÇ£Jadi tiap hari kita main lagi ya mak?ÔÇØ Tanya Arfan sambil mengusap tetek emaknya.
ÔÇ£ya Ar.. boleh.ÔÇØ

ÔÇ£kalau sekarang..?ÔÇØ
Hmm.sekarang Mak sudah lapar Ar. Jawab Leha. Habis makan aja ya Ar.

Janji ya mak habis makan kita ngentot lagi.
ÔÇ£Mak janji. Sampai pagi pun boleh.ÔÇØ

Mereka lalu bangkit untuk makan malam. Katika Leha menarik kain batiknya, Arfan mencegah. ÔÇ£Gak usah pakai bajulahlah mak. Ar suka lihat mak telanjang.ÔÇØ

Leha patuh pada kemauan anaknya. Mereka berdua bergerak ke dapur untuk makan malam sambil berpeluk-peluk dalam keadaan telanjang bulat. Arfan begitu sayang pada emaknya. Dia tidak mau melepaskan tubuh emaknya. Saat Leha menyediakan makan malampun, Arfan masih memeluk tubuh emaknya dari belakang. Tangan kanannya mengusap memek emaknya. Tangan kirinya meramas buah dada ibunya bergantian. Hidung dan bibirnya tidak henti-henti mencium leher dan bahu Leha. Kontolnyapun ia gesek gesekkan ke pantat emaknya yang montok.

ÔÇ£Ala janganlah pegang itu dulu Ar. Emak geli.ÔÇØ Leha menggeliat lembut saat jari Arfan mencari biji kelentitnya. Nasi yang sedang disendoknya hampir tumpah.
Belum sempat Leha menyediakan lauk, Arfan sudah tidak dapat menahan nafsunya. Emak Ar gak tahan. Kata Arfan.
Kan mak udah bilang habis makan kita main lagi. Jawab Leha sambil meletakkan gulai ikan di atas tikar pandan tempat mereka akan makan. Tapi mak Ar sudah gak tahan ne. Melihat tingkah anaknya itu Leha membalikkan badannya lalu memeluk Arfan. Ya udah Cepat Ar. Mak pun jadi terangsang gara gara kamu gangguin.

Dengan hati-hati Arfan merebahkan tubuh emaknya di atas tikar bersebelahan dengan nasi dan gulai ikan . Setelah Leha berbaring telentang, Arfan langsung menindih tubuh emaknya. Saat Arfan menindih tubuhnya, Leha membuka lebar pahanya sambil mengangkang dan melebarkan memeknya. Arfan mulai mengarahkan kepala kontol pada lubang memek emaknya. Setelah pas kepala kontol mengenai sasarannya, Arfan mulai menusuk kontolnya ke dalam lubang memek emaknya. Walau pun kontolnya besar dan lubang memeknya ibunya sempit, kali ini Arfan lebih mudah menusuk lubang memek emaknya, karena lubang itu sudah sangat basah.

Kemudian dia mulai menggerak-gerakkan kontolnya dalam lubang memek Leha. Sempit tetapi licin. Sambil menggerakkan kontolnya dalam memek Leha, Arfan mencium leher dan bahu emaknya. Dia juga tidak lupa menghisap puting tetek emaknya.

Uuuuu. nikmatnya Ar. Emak suka ngentot sama kamu. Bisik Leha sambil mencengkram kepala anaknya kedadanya.
ÔÇ£Ar juga merasa nikmat mak. memek mak masih sempit….nikmatnya makÔǪ.ÔÇØ Bisik Arfan sambil menggoyang kontolnya di lubang memek emaknya. Kemudian dia menjilat leher dan tetek emaknya.

Arfan terus menggoyang. Leha pun membalas goyangannya. Tiba-tiba Leha menarik rambut Arfan sekuat-kuatnya. Aduh Ar. Nikmatnya emak udah mau nyape lagi ahhh.. nikmatnya Tubuhnya kejang seketika. Air lendir menderu-deru keluar dari lubang memeknya. Arfan memberhentikan goyangannya.
ÔÇ£Kenapa berhenti Ar?ÔÇØ Tanya Leha
ÔÇ£Emak sudah keluar ya?ÔÇØ Tanya Arfan kembali.
ÔÇ£dari mana kamu tahu?ÔÇØ
ÔÇ£memek mak udah becek sekali.ÔÇØ
ÔÇ£sudah pintar anak emak ini. Teruskan Ar. Mak masih mau lagi.ÔÇØ
ÔÇ£Kita gak jadi makan mak?.ÔÇØ
ÔÇ£sudah tanggung Ar.. Kamu selesaikan aja dulu.. Biar kita sama sama puas.ÔÇØ
Arfan meneruskan goyangannya. Kali ini makin kuat. Setelah berkali kalimengoyang, emaknya kembali menjerit lagi. Leha menarik tubuh anaknya. Tubuhnya terasa mengejang lagi. Beberapa saat kemudian memek Leha banjir lagi. Ini sudah berulang yang keepat kali. Arfan sudah tidak dapat menahan lagi. Dia mempercepat ocokan kontolnya. Leha juga sudah tidak tahan. Dia sudah tidak bisa berkata kata lagi. Ia hanya makin memeluk erat tubuh Arfan. Dia merintih. Dia merengek. Dan akahirnya dia menjerit saat Arfan membuat genjotan terakhir dan membuat beberapa semburan sperma di dalam lubang memeknya. Mata Leha terbeliak merasakan itu. Kemudian tubuhnya terkulai lemas tak berdaya.

Arfan masih menindih tubuh emaknya. Dia masih bernafsu mencium pipi emaknya yang keletihan. Walau ia sudah melepaskan spermanya ia terasa masih bernafsu menjilat tetek emaknya yang sudah dibasahi keringat. Dan dia masih bernafsu menghisap putting buah dada emaknya yang masih keras menegang itu.

ÔÇ£Sudahlah Ar. emak sudah lapar ni, kita makan dulu yukÔÇØ Kata Leha saat melihat Arfan masih menghisap putting teteknya. Kalau dibiarkan tentu dia masih mau lagi.

Arfan menuruti permintaan emaknya. Dia turun dari tubuh emaknya kemudian membantu Leha bangkit dari perbaringan. Dia juga sudah lapar. Nasi dan gulai ikan sudah dingin, tetapi mereka makan dengan lahapnya, mungkin karena merasa lapar sehabis memacu birahi dari tadi siang.

Setelah makan Leha membereskan sisa sia makanan dan menyimpannya kedapur. Arfan juga ikut membatu emaknya membereskan peralatan makannya. Setelah dirasanya semua beres, Arfan menarik tangan emaknya, mereka terus masuk kekamar. Saat dikamar kontol Arfan berdiri lagi melihat emaknya berbaring di atas kasur masih dalam keadaan telanjang. Untuk meredakan kontolnya yang tegang itu, Arfan naik di atas tubuh Leha. Dan sekali tekan kontol Arfan masuk ke dalam memek emaknya yang seperti sudah menanti kehadiran kontolnya.
Malam itu mereka kembali bersetubuh dan bergumul tanpa henti. Tubuh Leha tak lepas dari pelukan Arfan. Dan tubuh Arfan juga tidak mau melepas pelukan Leha. kontol Arfan masih bersarang di kemaluan emaknya. Menjelang subuh baru mereka terlelap. Itu pun setelah tubuh mereka benar-benar letih, lesu dan tidak berdaya. Ketika azan Subuh berkumandang, mereka masih terlena dalam keadaan telanjang bulat dan saling berpelukan.

Arfan terjaga saat matahari sudah tinggi. Cahaya matahari yang mencuri masuk melalui lubang dinding rumah mereka, telah membuka matanya. Objek pertama yang dipandang oleh Arfan adalah emaknya yang masih telanjang. Dia masih memeluk tubuh Arfan dengan erat. Emaknya masih terlelap dalam tidurnya. Wajah kelihatan tenang. Wajah emaknya semakin cantik di pagi ini walaupun belum mandi dan bersolek. Ternyata emaknya memiliki kecantikan yang alami. Arfan mengelus rambut emaknya dengan penuh kasih sayang tapi juga ada rasa birahi. Arfan terus mengusap rambut emaknya. saat rambutnya diusap, Leha membuka matanya.

ÔÇ£Ada apa Ar??ÔÇØ

ÔÇ£Sudah siang mak..ÔÇØ
ÔÇ£Oohh.. Ya.. ?ÔÇØ balas Leha lagi sambil melihat suasana dalam bilik tidur yang mulai terang. Kemudian dia memandang Arfan dengan pandanan mata yang sayu.
ÔÇ£Kenapa wajah emak seperti sedih gitu ni?ÔÇØ
Mak mau lagi Ar. Jawab Leha dengan mesra dan manja. Kita main lagi yuk Ar? Leha melirik Arfan dengan senyuman menggoda.
Tanpa membuang waktu Arfan mulqi mencumbu emaknya. Ia memagut bibir emaknya yang kembali terangsang itu. Leha juga membalas ciuman anaknya dengan rakus sekali seperti orang kehausan. Seperti tidak sabar, Leha membuka pahanya. Arfan mengerti dan ia langsung menaiki tubuh emaknya. Kemudian kontol Arfan mencari sasarannya. Setelah sasaran ditemui dengan segera sasaran itu di sodoknya. Lubang memek emaknya terasa masih sempit walau pun semalaman Arfan tidak berhenti menggagahi lubang itu dengan kontolnya yang besar.
ÔÇ£Lebih cepat Ar. Emak sudah mau keluar ni.ÔÇØ Bisik emaknya.
Arfan semakin mepercepat mehocok lubang memek emaknya. Leha mulai menjerit-jerit, meremas rambut anaknya dan kemudian mengejangkan tubuhnya. Tidak lama kemudian Arfan merasa kontolnya disirami air dalam lubang memek emaknya. Pergerakan kontolnya semakin licin. Berkali kali goyangan kontol diayun dalam lubang memek emaknya. empat kali emaknya terkejang. Masuk kali kelima Leha sudah tidak tahan. Dia sudah tidak bisa menahan tusukan kontol Arfan. Leha semakin ganas.
Cepat Ar cepat keluarkan Ar tu. Mak dah gak tahan. gak tahan gak tahannnnaaahhhh.. Leha menjerit sambil menggelengkan kepalanya ke kiri dan kanan.
Arfan sebenarnya merasakan spermanya akan keluar tapi entah kenapa tidak keluar jugai.
Kenapa ni Ar Lama sekali punya kamu keluar. emak gak tahan memek emak sudah ngilu ne.
Entahlah mak. Ar juga gak tau.!!
Arfan teringat ketiak emaknya. Ketiak emaknya putih mulus tanpa bulu. Dengan segera Arfan menguak tangan Leha. Ketiak Leha yang putih itu terlihat. Tanpa membuang waktu Arfan mencium ketiak emaknya. Bau ketiak emaknya yang lembut terus merangsang syahwatnya. Dan tidak lama setelah itu Arfan melepaskan air mani yang pekat dan hangat ke memek emaknya.
Arfan terbaring lemah di atas tubuh emaknya. Leha memeluk erat tubuh anaknya. Nafasnya masih turun naik dengan cepat. Saat Arfan hendak mencabut kontolnya, Leha menahan punggung Arfan dengan kedua-dua kakinya.
ÔÇ£Jangan cabut dulu Ar. Biar dia berendam dalam memek emak.ÔÇØ
ÔÇØKetagihan SeksÔÇØ mungkin inilah istilah yang tepat buat pasangan ibu dan anak ini. Mereka seperti tidak sadar bahwa mereka adalah Ibu dan anak kandung. Keinginan melampiaskan nafsu birahi tidak ada yang menghalangi. Kelakuan sumbang kedua-dua anak beranak ini berkelanjutan tanpa di ketahui oleh penduduk kampung. Karena penduduk kampung itu tidak ambil peduli keadaan keluarga Leha yang susah itu. Arfan yang mulai ketagihan hubungan kelamin dengan emaknya mulai membayangkan tubuh tante Warsih pula. Dia mulai memikirkan cara untuk mendapatkan memek tante Warsiha. Dia tahu tante Warsih memang sengaja memancing gairah birahi kepadanya. Bahkan sekarang setiap kali Arfan menyetubuhi emaknya, dia selalu membayangkan kemolekan tubh tante Warsih. Dia bayangkan nikmatnya memek tante Warsih yang berbulu lebat itu. Leha tidak menyedari khayalan dan impian anak tunggalnya ini. Yang dia tau hampir setiap malam Arfan mengkhayalkannya. Dan Arfan tetap memberi kenikmatan pada memek emaknya mereka selalu bersetubuh dengan begitu bernafsu sampai menjelang subuh. Dan belakangan ini Mmereka selalu kesiangan mengerjakan kewajibannya setiap hari!

Hari itu mereka kesiangan lagi. Mereka terjaga saat mendengar suara tante Warsih memanggil Leha. Arfan terjaga dan langsung membangunkan emaknya. Leha segera mengambil kain batiknya lalu berkemban. Kemudian dia keluar dan membuka pintu.

ÔÇ£Ada apa Sih… pagi-pagi kau udah kemari?ÔÇØ
ÔÇ£Pagi? gak nampak ke matahari udah tinggi gini.ÔÇØ Balas tante Warsih. ÔÇ£Kalian koq nyenyak sekali tidurnya, tadi sampai dua kali aku kemari kulihat kalian belum bangun.ÔÇØ
ÔÇ£Aku kesiangan. Semalam capek sekali bekerjaÔÇØ
ÔÇ£Apa si Arfan kesiangan juga?ÔÇØ
ÔÇ£Kalau aku kesiangan dia pun apa lagi. Kalau bukan aku yang bangunkan dia takakan bangun.ÔÇØ
ÔÇ£Dia kalau tidur dengan mbak??ÔÇØ
ÔÇ£ya gaklah..ÔÇØ
ÔÇ£Jangan bohongÔǪÔÇØ Kata tante Warsih sambil menghampiri Leha. ÔÇ£Waktu aku intip kamar mbak tadi, aku lihat kalian berdua tidur berpelukan. Telanjang pulak tu. hayyo…Kalian gapain tadi malam?.ÔÇØ Tanya tante Warsih dengan suara yang perlahan.
Leha tersentak dengan penjelasan tante Warsih, tetapi dia tidak cemas. Dia sudah mengerti sifat tante Warsih. Biasalah. kalau laki laki jumpa perempuan. Si Arfan kan sudah dewasa. Punya dia juga Besar, panjang tahan lama ambung Leha sambil tersenyum

ÔÇ£Aku yang pertama godain dia, mbak pulak yang dapat.ÔÇØ
ÔÇ£Dia kan anakku. ya emaknya lha yang menikmati dulu.ÔÇØ
ÔÇ£Aku boleh gak mbak mencicipi punya Arfan?ÔÇØ Tanya tante Warsih.
ÔÇ£Kau mau juga?ÔÇØ Leha memandang wajah tante Warsih dalam dalam.
tante Warsih tersipu-sipu.
Ya sudah yuk masuk. ajak Leha. Tapi ingat jangan beritahu siapa siapa. Kata Leha lagi.
Mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah Leha yang usang itu. tante Warsih langsung menuju ke kamar tidur Leha. Arfan yang masih berbaring di atas kasur itu terkejut dengan kehadiran tante Warsih. Tetapi dia tidak panik kerana tante Warsih duduk disisinya.
ÔÇ£Tolong tante ya Ar. tante pun mau seperti emakmu. udah lama tak menikmati barang ini.ÔÇØ Kata tante Warsih sambil memegang kontol Arfan.
Arfan tersenyum. Pucuk yang dicita ulam yang datang. Kemudian dia memandang emaknya. ÔÇ£Boleh mak?ÔÇØ
ÔÇ£Ya terserah kamu. Yang penting bikin tante Warsih puas.ÔÇØ Jawab Leha, mendengar itu tante Warsih langsung membukakan pakaiannya. Dan sekarang ia sudah telanjang didepan Arfan
ÔÇ£Mbak mau ikut bareng?ÔÇØ Tanya tante Warsih sambil mengangkat kedua-dua tangannya ke atas melepas bajunya.
ÔÇ£Ya iya lah.ÔÇØ Jawab Leha lalu ia juga membuka pakaian dan melemparkannya ke atas lantai. Kemudian dia membantu membuka BH tante Warsih. BH tante Warsih juga dicampak di atas lantai.
Mata Arfan terpukau melihat buah dada tante Warsih yang sudah terbuka itu. Putih, montok. Putingnya masih kecil bagai tidak pernah diusik. Lalu kedua-dua tangan Arfan meremas kedua-dua buah dada tante Warsih yang besar itu. tante Warsih meredupkan matanya saat kedua-dua buah dadanya diremas.

Leha meneruskan kerjanya menelanjangi tante Warsih. Setelah tante Warsih telanjang Arfan langsung merebahkan tubuh tante Warsih sampai dia terlentang di atas kasur. Kemudian Arfan naik atas badan tante Warsih. Dia terus mencium pipi dan seluruh wajah tante Warsih. Kemudian leher, bahu, kemudian dadanya. Mulut Arfan mencari putting buah dada tante Warsih. Putting buah dada tante Warsih dijilat. Kemudia dihisap. tante Warsih menggeliat saat putting buah dadanya dihisap oleh keponakannya itu. Arfan menghisap putting buah dada tante Warsih sepuas-puasnya. Sudah lama dia idamkan buah dada tante Warsih, dia tidak akan melepaskan peluang ini. Menggelinjang tubuh tante Warsih menerima hisapan dan remaasan Arfan.

Leha yang melihat tingkah laku anaknya terhadap tante Warsih, sudah tidak dapat menahan hawa nafsu berahinya. Dia juga sudah telanjang. Kemudian dia berlutut di atas muka tante Warsih menyerahkan kemaluannya untuk dijilat oleh adiknya. Tanpa membuang waktu tante Warsih menjilat kemaluan Leha. Melihat tante Warsih menjilat kemaluan emaknya, Arfan kepengen juga untuk menjilat kemaluan tante Warsih. Dengan segera dia terus membenamkan mukanya di celah selangkangan tante Warsih. Memek tante Warsih yang berbulu nipis sudah berada dihadapan matanya. Nafsu birahinya terus mendidih. Tanpa membuang waktu dia langsung menjilat kemaluan tante Warsih tanpa rasa geli.
Berulang kali dia menjilat memek yang berbulu tipis itu. Sekali sekali ia gigit klitoris tante Warsih. Pengalamam bersama emaknya, memudahkan Arfan melakukan itu. tante Warsih yang sedang menjilat kemaluan Leha tiba-tiba menggelepar saat kemaluannya dijilat dan itilnya disedot oleh Arfan sehingga akhinya air maninya keluar dari lubang kemaluannya.

Sudah Ar tante udah gak tahan tante mau kontol Ar Entot tante Ar. Kata tante Warsih sambil menarik tubuh Arfan supaya menggagahi tubuhnya.
Arfan menuruti kemauan tante Warsih. Dia kembali menindih tubuh tante Warsih. Emaknya ikut pula bergerak ke arah punggung Arfan. Dia memegang kontol anaknya dan mengarahkannya kelubang kemaluan tante Warsih. Iamerasa kontolnya sudah berada disasarannya, tanpa membuang waktu Arfan terus menekan masuk kontolnya ke dalam lubang memek tante Warsih.

ÔÇ£Ough…!ÔÇØ tante Warsih tersentak menerima tusukan kontol Arfan. ÔÇ£Besarnya ArÔǪ. KerasnyaÔǪ… Panjang ArÔǪennakk ahhÔǪÔÇØ tante Warsih terus mendesah.
Baru tau kau Warsih. Kata Leha pula sambil menekan ponggong anaknya supaya kontol Arfan makin terbenam ke dalam memek adiknya.
Aduh.. duu duuhh nikmatnya Ar nikmatnya Rengek tante Warsih saat Arfan mulai menusuk dan menarik kontolnya itu. Tak pernah tante rasa senikmat ini aduuuu aduuuu. aduuu.. nikmatnya. nikmatnyaaa besarnya. kerasnya panjangnya kontolmu, penuh dimemek tante tante Warsih terus mendesah dan merengek setiap kali Arfan menyorong dan menarik kontolnya. Beruntung kali kau mbak punya anak yang kontolnya macam gini Sambung tante Warsih lagi.
Arfan bertambah semangat menyetubuhi tante Wasih yang menjadi idamannya selama ini. Memek tante Warsih kuat mengemut. Mulut tante Warsih maasih merengek. Tangannya kuat memaut kepalanya.
ÔÇ£Lebih cepat ArÔǪgoyangnya kuat lagi AmÔǪ tante sudah mau sampaiÔǪ Terus entot tante aaahhh…..sampaiÔǪ tante sampaiÔǪ. Ooooooooo nikmatnyaÔǪ nikmatnyaÔǪ nikmatnyaaaaaaaÔǪÔǪ..ÔÇØ tante Warsih terus menggelepar. Matanya terbeliak.
Arfan makin mempercepat ayunan kontolnya. Dia mencium bibir tante Warsih. Dia peluk tubuh tante Warsih sekuat hati. Dan akhinya dia membuat tekanan yang kuat dan menyemprotkan air mani yang pekat dan hangat ke dalam lubang kemaluan tante Warsih.

Melihat tante Warsih sudah sampai kepuncak dan Arfan pun menurunkan tempo goyangannya diatas tubuh tante Warsih, melihat itu Leha yang berbaring disebelah tante Warsih membuka selangkangannya lebar lebar. Nafsu birahinya sudah tidak dapat ditahan setelah menyaksikan adegan anaknya dengan adiknya itu.
ÔÇ£Cepat Ar, sekarang giliran emak ..!!.ÔÇØ Kata Leha sambil menarik tubuh anaknya.
Arfan mecabut kontolnya dari memek tante Warsih saat Leha menarik tubuhnya. Leha segera memegang kontol anaknya yang masih basah dengan air cinta tante Warsih. kontol itu dikocoknya supaya tidak lembek. Kemudian Leha mengarahkan kontol Arfan ke arah lubang kemaluannya. Dengan tidak banyak cumbuan Arfan memasukan kontolnya ke dalam lubang kemaluan emaknya. Lubang kemaluan emaknya sudah becak. Tanpa rangsanganpun kontol Arfan mudah menerobos masuk.
tante Warsih tertegun melihat anak beranak ini melakukan persetubuhan di hadapan matanya. Sungguh dahsyat. Anak dan emak sama-sama ganas. Sama-sama buas! Tanpa rasa segan segan Arfan menggumuli emaknya dengan rakus di hadapan tante Warsih. Mereka berdua bagai singa yang kelaparan. tante Warsih tidak menyangka Leha kakaknya begitu buas dan ganas. Arfan juga yang masih terus menikmati memek emaknya juga terlihat buas dan ganas itu. Hampir satu jam Arfan bersetubuh dengan emaknya di hadapan tante Warsih tanpa segan dan malu. Dan ketika Arfan membuat tekanan yang terakhir, Leha bagai singa betina yang kelaparan menjerit dan memeluk tubuh Arfan yang masih bersemangat menyetubuhinya.

Setelah Leha terkulai, Arfan memandang tante Warsih dengan penuh rasa birahi. tante Warsih pun tersenyum walaupun rambutnya sudah tidak terurus, matanya yang layu menambah keseksianya walaupun sudah berumur.
ÔÇ£Kita main sekali lagi ya tante?ÔÇØ Kata Arfan lalu naik di atas tubuh tante Warsih yang terlihat agak kebingungan.
Walaupun agak kebingungan tante Warsih tidak membantah. Dia hanya pasrah pada tindakan Arfan yang semakin berani itu. Maka sekali lagil tante Warsih dapat merasakan kontol Arfan yang besar, keras dan panjang itu mengaduk memeknya. Leha yang terlihat masih kelelahan berbaring disamping mereka, memperhatikan adegan anak kandungya bergumul bersama adiknya memacu birahi. Menjelang tengah hari barulah Arfan berhenti menyetubuhi kedua-dua wanita kakak beradik ini. tante Warsih dan Leha begitu lelah setelah di setubuhi lima kali secara bergilir-gilir tanpa henti

Sejak hari itu hubungan Arfan, Leha dan tante Warsih semakin rapat. Mereka selalu berbagi kenikmatan birahi baik secara bertiga ataupun berdua aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*