Home » Cerita Seks Mama Anak » Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 11

Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 11

Cerita Sebelumnya : Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 10

Maka aku langsung turun dari pembaringan dan berjongkok di depan Nyokap. Memiauwnya yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting lebatnya terlihat basah. Dan Nyokap, langsung mengangkat kaki kirinya dan di tumpukan pada pembaringan.
Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa melihat lubang memiauwnya yang nampak sedikit longgar. Lubang memiauwnya menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat klitorisnya yang mencuat di ujung atas belahan memiauwnya.
20
Kembali aku menyentuh dan mengusap memiauwnya. Bibir luar memiauwnya yang berwarna coklat kemerahan penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak merah muda.
Kudengar Nyokap mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap dan diremas-remasnya. Desahannya mengingatkanku pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF.
Aku jadi terangsang. Tongkolku kembali menggeliat dan bangkit. Sambil mendesah, Nyokap tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku. Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememiauwnya. Aku jadi tahu, nampaknya ia tidak ingin memiauwnya hanya dicolok-colok dengan jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan mulutku dan mulai mengecupi lubang memiauw Nyokap.
Ternyata selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerut-kerut, di luar klitorisnya yang kecil menonjol, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memiauwnya. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya, kiltorisnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan aku langsung mengulum, menghisap dan menarik -nariknya dengan mulutku.
Ohhh sshhh aahhh enak Res aaauukhhhwww ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget ceracau nyokap padaku. Aku sangat senang karena ternyata Nyokap menyukai dan keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memiauwnya.
Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu justru membuat aku semakin bersemangat untuk terus mengobok-ngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku.
Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Nyokap seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya.
ÔÇ£Kamu naik dan tiduran di ranjang Res. Sshhh aahh jilatanmu di memiauw mama enak bangetÔÇØ katanya. Seperti yang dimintanya, aku naik ke pembaringan dan tiduran telentang dengan kaki menjuntai.

Setelah itu Nyokap ikutan naik. Tadinya kukira ia akan menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas. Tetapi tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang pembaringan dan sedikit menurunkan tubuhnya.
Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di memiauwnya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak leluasa. Sebab saat memiauwnya telah berada tepat di depan wajahku, ia langsung membekapkannya ke mulutku.
Tak kusangka, nyokap ternyata bisa sedemikian panansnya, entah karena sudah terlalu lama tidak disentuh laki-laki, entah karena akibat obat perangsang, atau bahkan karena keduanya. Yang jelas aku sempat gelagapan karena tidak mengira Nyokap akan membekapkan memiauwnya ke wajahku.
Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya, aku langsung menyambutnya dengan kembali menjulurkan lidahku dan kembali menjilati lubang memiauwnya. Namun kali ini dengan lebih semangat. Klitorisnya juga kukulum.
Lalu lidahku menjulur masuk sedalam-dalamnya di lubang vaginanya sampai hidung dan wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya. Sambil terus mengobeli memiauwnya dengan lidah dan mulutku, pantat Nyokap juga menjadi sasaran remasan tanganku.
Meskipun agak melorot, pantat Nyokap yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan. Nyokap melenguh dan mendesah. Iya Resaahhh sshhhhaaahhhh ssshh.. enak banget. Terus colok memiauw mama dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya oooohhhhh. ssshhhh, desahnya tertahan saat aku makin dalam menjulurkan lidah.
Tapi ketika aku sempat menghisap klitorisnya dengan agak kuat. Nyokap memekik, Tetapi dia tidak marah dan malah seperti semakin keenakan. Iiya Res itu klitoris mama.. enak bangetsshhh ..aahhh.. aahhh. Terus Res hisap klitorisnya aaooookhhh ooookhhhh.
Seperti yang dimintanya, klitoris Nyokap yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok bagian dalam memiauwnya. Saat itulah Nyokap menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.
ÔÇ£Sudah Res, mama nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang mama pengin dientot dengan tongkolmu seperti tadi malam, kamu juga inginkan ngentot lagi dengan mama ?ÔÇØ katanya sambil membaringkan tubuhnya sehingga terlentang.
Di antara kedua pahanya yang membuka lebar, memiauw Nyokap tampak menganga menunggu batang tongkolku yang mau menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang terlihat jadi nggedebleh dan hanya puting-putingnya yang kecoklatan terlihat menantang.
Aku terpaku menatap keindahan tubuh nyokap, melihat aku tertegun, rupanya Nyokap menjadi tak sabar, ditariknya tanganku hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya. Beberapa saat kemudian kurasakan Nyokap meraba selangkanganku dan meraih

tongkolku. Batang tongkolku yang sudah mengacung dikocok-kocoknya perlahan sehingga makin mengeras dan membesar.
Nyokap kemudian mengesek-gesekkan kepala tongkolkuku di sekitar bibir kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia berbisik ÔÇØtekan Res sekarangÔÇØ bisiknya lirih di telingaku.
Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang tongkolku seluruhnya masuk terbenam. Mungkin karena lubang memiauw Nyokap yang agak longgar dan licin akibat banyaknya lendir yang keluar, serta karena baru tadi malam ku sodok. Bagian dalam memiauw Nyokap hangat dan basah, serta terasa memijat-mijat batang tongkolku, dan aku langsung menaik turunkan pinggangku hingga tongkolku memompa lubang memiauw nyokap.
21
Oaakkhhhh. Restu sayang terus entot mama sayang aaakh.. aahhh.aahhh.. kamu sungguh perkasa ceracau nyokap. Aku tersenyum melihat Nyokap mulai mendesah-desah. Itu semua memang merupakan bagian dari rencanaku semakin nyokap menikmatinya, semakin tergantung dia padaku.
Apalagi kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara, jauh lebih nikmat dibanding menyetubuhi Bi Leha, Gesekan-gesekan batang tongkolku pada dinding memiauwnya yang basah dengan cepat menghantarkanku pada kenikmatan yang sulit kuucapkan.
Aku terus mengaduk-aduk memiauwnya dengan tongkolku. Mata Nyokap membeliak-beliak dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat lemerahan terasa mengeras di bibirku.
Iya Res terus hisap sayang aakhhh aakhhh kamu ternyata sudah pinter, ujarnya terus mendesah. Makin lama kusogok dan kuaduk-aduk, lubang memiauw Nyokap kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepokcepok cepok setiap kali batang tongkolku masuk menyogok dan kutarik keluar.
Semakin lama kami semakin bersemangat mengadu birahi, udara dingin perkebunan, telah menjadi panas membara, sehingga keringat kami bercucuran menganak sungai, lalu akhirnya kami bedua mengejang kaku. oughhh. mamaaaa. aakhh lenguhku keras, berpadu dengan erangan mama yang juga tidak kalah kerasnya, aaaokhhh. akhhhhoookh.. mama sampe sayaaang.
Croootcrooot air maniku menyembur dengan derasnya didalam lubang memiauw nyokap, bersamaan dengan itu, denyutan dinding memiauw nyokap juga terasa bertubi-tubi memijat batang tongkolku.
Lalu semuanya mulai melemas, dan aku ambruk diatas badan nyokap, kami kemudian tertidur.
Siang harinya kami makan siang bersama, dan tidak ada seorangpun yang membicarakan masalah bergesernya hubungan kami, selesai makan, kami mulai berwisata menikmati

keindahan alam perkebunan tersebut, bahkan menjelang sore kami sempat berendam dalam air panas di sebuah pemandian.
Dan kami sama-sama telanjang bulat dalam sebuah kamar mandi sambil berendam air panas, hanya saja kami tidak melakukan ML di kamar mandi tersebut, selesai mandi dengan mesra kukeringkan tubuh nyokap dengan sehelai handuk besar, nyokap bahkan tidak menolak.
Malamnya selesai makan malam, kami sempat menonton TV bersama-sama, lalu ketika terasa udara semakin dingin, kami masik kedalam kamar nyokap sambil bergandengan tangan. Didalam mulai kupeluk tubuh nyokap serta mencumbunya.
Nyokap tidak menolak, meskipun aku sudah tidak menggunakan obat perangsang lagi, dan bercumbulah kami bak suami istri.
Aku ngentotin nyokap lagi dengan posisi missionaris, setelah bosan ngentotin Nyokap dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memiauwnya. ÔÇÿPasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memiauwnya yang tengah kusogok-sogokÔÇÖ pikirku membathin.
Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Nyokap kutarik dan kuposisikan menjuntai di tepi ranjang. Tindakanku itu membuat Nyokap agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya.
Namun setelah pahanya kembali kukangkangkan dan tongkolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Nyokap tersenyum. ÔÇÿKamu pengin ngentot sambil ngelihatin memiauw mama ya Res? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa saja pada mamaÔÇÖ katanya.
Ternyata menyetubuhi nyokap sambil berdiri dan melihat ketelanjangannya, benar-benar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar masuknya tongkol di lubang memiauw. Saat tongkolku kutekan, bibir memiauwnya yang berkerut-kerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik, seluruh bagian dalam memiauwnya seakan ikut keluar termasuk jengger ayamnya yang menggelambir.
Pemandangan itu membuat aku kian terangsang dan kian bersemangat untuk memompanya. Teteknya juga ikut terguncang-guncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan tongkolku di liang sanggamanya.
Nyokap tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang. Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan.
Meski lubang memiauw Nyokap agak longgar tetapi denyutan dinding memiauwnya terasa memijat tongkolku, dan memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol. Sshhh  aahh sshhh aaakkhhh memiauw mama enak banget Restu nggak kuat ma ujarku mendesahsambil terus memompanya.
Tahan sebentar Res aaakhhh.. sshhh tongkolmu juga enak banget,Nyokap bangkit memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya. Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya dengan kuat.

Selanjutnya Nyokap membuat gerakan memutar pada pinggul dan pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang tongkolku yang berada di kedalaman lubang memiauwnya serasa diperah. Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding- dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap.
Kenikmatan yang diberikan benar-benar makin tak tertahan oookhh aahh aahhh.. ssshhh aakkhh enak banget. aku aaakhhh nggak kuat Maaa  akhhh enakkkhhh bangeet ceracauku I..iiya Res, mama juga mau nyampe tahan ya sebentar ya..aaahhhsshhh.. shhhhaahhh. ssshh . aaaoookkkh balas mama atas ceracauku.
Goyangan pantat dan pinggul Nyokap makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memiauwnya pada tongkolku kian memeras. Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memiauwnya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina Nyokap.
Besoknya nyokap benar-benar telah berubah sikap, dia telah memposisikan dirinya seperti istriku, dia melayaniku bukan lagi seperti seorang ibu pada anaknya, tapi seperti seorang istri pada suaminya.
Seharian itu kami berpesta, kami bahkan mengundurkan kepulangan kami satu hari, dan menjadikan liburan itu sebagai honeymoon kami, itulah bro yang telah terjadi antara aku dan ibukuÔÇØ kata Restu mengakhiri ceritanya yang sangat panjang.
22
Aku benar-benar terpana dan terangsang mendengar cerita Restu, setelah hening beberapa saat akhirnya aku mampu juga berkata, ÔÇ£bro…! loe serius dengan cerita loe?ÔÇØ tanyaku sambil memandangnya lekat-lekat.
Restu tersenyum sebelum menjawab, ÔÇ£aku serius bro, ini pengalaman nyataÔÇØ katanya dengannada meyakinkan. ÔÇ£Kalau saja ini bukan nyangkut ibuku, aku akan memberi kesempatan pada loe untuk nonton aku melakukannya seperti dengan Bi LehaÔÇØ lanjutnya lagi.
ÔÇ£Apa bedanya memang dengan sekarang?ÔÇØ tanyaku bodoh, ÔÇ£yea… kemana pikiranmu bro, ini nyangkut ibuku, i..b..u…k..u..ÔÇØ katanya menekankan pada kata ibuku. ÔÇ£Ok..ok.. bukan aku gak percaya, tapi ceritamu rasanya sangat fantastis…ÔÇØ kataku sambil manggut manggut bodoh.
Setelah itu kami pulang bersama-sama, seperti biasa aku mengantarkannya sampai kerumah, tapi karena Restu bilang ibunya masih kerja di kantornya, maka aku juga kurang berminat untuk mampir di rumahnya, apalagi pikiranku sedang gak keruan, ditambah adik kecilku yang terus menerus tegang karena cerita Restu.
Kekecewaanku semakin bertambah saat kuketahui bahwa anak-anak Yu Darsih masih tetap ada dirumah ibunya, hilanglah sudah harapanku untuk menyalurkan gejolak hasrat bawahku, dan malam itu terpaksa, aku membatalkan sumpahku untuk tidak melakukan colai lagi.

Besoknya aku bertemu Restu disekolah, kulihat dia agak murung, maka saat istirahat kutanya dia ÔÇ£Ada apa sich? Kok kelihatannya mukamu mendung bro?ÔÇØ tanyaku dengan nada ringan sambil tertawa berharap dapat cerota baru lagi.
Setelah matanya memperhatikan keadaan disekitar, baru Restu menjawab ÔÇ£gawat, ibuku tidak mau melakukannya dirumah, takut kualat katanya, bingung deh akuÔÇØ jawab Restu dengan nada lemas, serta suara hampir berbisik.
ÔÇ£Terus kenapa gak loe ajak doi keluar rumah? Toh banyak kamar hotel yang bisa disewa jam-jam an?ÔÇØ kataku tanpa berfikir panjang, Ternyata omonganku yang asal nyeplos begitu saja mendapat respon yang sangat antusias dari Restu.
Bener juga yach, kenapa gak kepikiran sama gua, hebat bro thanks untuk idenya, nah sekalian saja, kali loe tahu dimana hotel yang tertutup, rahasia terjamin, murah, nyaman dan tidak jauh dari tempat kita? tanya Restu nyerocos seperti mitlaliur. Ogh yang geto sech banyak bro kataku sambil menyebutkan nama hotelnya, berikut alamatnya.
Untung juga aku sempat gaul dengan gank nya si komenk yang sekarang sudah lulus dari sekolahku dua tahun yang lalu, dan kemudian bukannya melanjutkan sekolah, tapi beralih professi dari pelajar menjadi gigolo tante-tante girang.
Si komenk n his gank nya ini yang membuat aku mulai melek dengan hal-hal yang berbau seks, dari seorang yang masih sangat polos dan culun terhadap ceweq menjadi melek. Dari dia juga aku tahu hotel-hotel yang biasa dipakai gituan dengan sewa jam-jam an.
ÔÇ£Wah jangan bikin aku bingung bro, tolong loe kasih tahu yang paling masuk kriteria guwa yang tadiÔÇØ sahut Restu dengan mata bertanya. ÔÇ£Wah aku juga harus ngechek dulu donk kalau itu pinta loeÔÇØ jawabku sambil diam-diam mulai memikirkan hal yang lainnya.
OK kapan loe bias ngasih kepastian, jangan terlalu lama oi kepalaku dah mulai pusing neh kata Restu penuh nada harap. Yea  nanti deh saat istirahat aku check in jawabku, mudah-mudahan sebelum bel masuk lagi aku dah dapat berita jawab ku sambil bergegas melangkah masuk kedalam kelasku, karena bel telah berbunyi.
Saat ber istirahat berbunyi, aku bersicepat menelephon si komenk, kutanyakan apa yang jadi permintaan Restu, sekaligus juga dengan syarat-syaratnya, plus dua syarat tambahan dari aku sendiri, yaitu memungkinkan bagi seseorang meyadap dan merekam aktifitas didalam alias mengintip, dan dari mana tempat yang paling strategis untuk menjalankan aksi intip mengintip tersebut.
Ngapain sih loe tanya yang gituan, mau ngerjain ceweq yach? tanya si komenk, yang segera kujawab hooh guwa mau ngerjain gebetan guwa yang terbaru bank menk tapi ini ceweq agak nyentrik, jadi sekalian guwa mau ngerekam aksi guwa didalam kamar secara diam-diam, biar tu ceweq gak pernah bisa lepas dari guwa kataku berbohong.
Ha haa haaternyata kurang ajar juga loe yach, kapan loe mau ngerjain? tanya si komenk lagi disela ledakan tawanya yang terbahak-bahak. Ya begitu kesempatan muncul bank jawabku kembali berbohong.

Akhirnya tanpa banyak tanya lagi si komenk ngasih tahu apa yang ingin Restu dan aku ketahui, plus embel embel, tempat itu benar-benar rahasia karena mobil bisa langsung masuk garasi tertutup yang berada disamping kamar, dan orang masuk kamar dari garasi.
Tapi karena kamar mandinya berjejer untuk dua kamar yang bersebelahan, maka seorang yang manjat di kamar mandi sebelah bisa melihat seluruh adegan di kamar plus di kamar mandi sebelahnya, lewat kaca diatas dinding yang memisahkan kedua kamar tersebut.
Aku bersorak kegirangan, setelah mengucapkan terima kasih dan menutup telephone, aku bergegas menemui Restu, untuk menyampaikan berita tersebut, tentu saja dengan menahan berita terpenting, yaitu aku bisa mengintip dari kamar mandi yang ada di kamar sebelah.
Restu terlihat sangat sumringah mendengar berita yang aku sampaikan, ÔÇ£Jadi mobil langsung saja masuk garasi yang sudah pasti pintunya terbuka kalau sebelumnya kita sudah membookingnya?ÔÇØ tanya Restu ingin meyakinkan dirinya. Aku mengangguk dengan pasti.
ÔÇ£Thanks bro loe bener-bener sudah membantu guwaÔÇØ kata Restu sambil tertawa lebar. ÔÇ£Tapi inger ceritanya?ÔÇØ kataku sambil berbisik. ÔÇ£Beres..ÔÇØ jawab Restu sambil mengacungkan jempol tangan kanannya, tanda ok.
Kami kembali berpisah, karena bel masuk berbunyi. Sepanjang sisa hari itu aku sulit sekali bias mengikuti pelajaran yang diberikan guru, pikiranku penuh dengan berbagai hal dan rencana. Saat jam pulang aku segera keluar, seperti biasa aku saling menunggu dengan Restu untuk pulang bersama.
Tapi kali ini dia menghampiriku sambil berkata ÔÇ£hari ini aku nggak ikut kau bro, aku dijemput ibukuÔÇØ katanya dengan mata berbinar sambil melambaikan tangannya padaku, dia segera berlari menuju sedan kecil yang biasa dipakai ibunya ke kantor.
23
Aku hanya bisa menatap saat Restu naik kedalam mobil, sekilas kulihat dia mencium bibir ibunya, sebelum akhirnya mobil melaju meninggalkan sekolah. Lalu sebuah keinginan impulsive menuntunku untuk segera masuk mobil dan mengikuti arah laju mobil milik Ibu Restu.
Aku mengikutinya dari jarak yang cukup, sehingga tidak mungkin diketahui mereka berdua, dari arahnya aku segera bisa menebak, mereka akan masuk ke hotel yang tadi aku sebutkan pada Restu. Tidak lama kemudian, benar saja mereka segera masuk kedalam sebuah pekarangan hotel, dan langsung mobil mereka masuk kedalam garasi.
ÔÇ£Jadi benar mereka melakukannyaÔÇØ batinku dengan perasaan yang tidak karuan, aku tidak menunggu lebih lama lagi, segera meluncur meninggalkan tempat itu kembali kerumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*