Home » Cerita Seks Mama Anak » Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 9

Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 9

Cerita Sebelumnya : Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 8

Tanpa membuang waktu lagi kuciumi dan kujilati klitoris Bi Leha dengan penuh nafsu, sementara jari tanganku mulai meraba lubang memiauwnya, terasa sudah basah dan licin lubang memiauw tersebut. Langsung saja kusodokkan dua buah jariku, mencari titik G Spotnya. Ooaaakhhh Mas akhh nikmat sekali erang Bi Leha keras.
Sudah mas sudah akh bibik tidak tahan erang Bi Leha, tapi aku tidak mempedulikanny, jari tanganku yang sudah menemukan titik G Spotnya, srmakin sering menggerus dan mengelus G spot tersebut. akibatnya tidak lama kemudian tubuh bi Leha yang menggigil tersebut mengejang kaku.
Aaakkkhhhh ohhhh.ahhhh Mas Bibik daapat erangnya dengan keras. Kubiarkan tubuhnya melemas, dan Bi Leha akhirnya bersimpuh di lantai berhadapan dengan aku. Aku sendiri seger berdiri, kubuk bajuku dan kulemparkan ke kursi yang ada di dapur. Begitu juga dengan celanaku, sekaligus CD ku juga kulepas dan kulempar ketempat yang sama.
Tuingg, tongkolku yang sudah tegak dari tadi menyembul dengan gagah beraninya, ÔÇ£hisap bik..ÔÇØ pintaku pada Bi Leha. Bik Leha menurut, dia langsung menjilati kepala tongkolku beberapa lama lalu Bi Leha akhirnya memasukkan tongkolku ke dalam mulutnya. Menghisap dan menjilat-jilatkan ujung lidahnya ke kepala penisku.
Bahkan tidak hanya itu, biji-biji pelir dari tongkolku juga tak luput dari jilatan dan cerucupan mulut Bi Leha. Lidah wanita itu terus meliar, mengusap dan menjelajahi setiap inchi kemaluanku sampai tubuhku mengejang menahan nikmat yang tak tertahan.
Akhirnya aku melepaskan tongkolku dari mulut Bi Leha, dan berputar kebelakanganya. ÔÇ£Berdiri Bik dan kangkangkan kakinyaÔÇØ pintaku Bi Leha menurrut, dia berdiri sambil mengangkangkan kakinya. ÔÇ£Pegang dinding washtapelnya, dan tundukkan tubuh bibiÔÇØ kataku kembali member komando. Bi Leha dengan patuhnya menuruti semua kemauanku, kini dia menungging dihadapanku. Sejenak aku meremas-remas buah pantatnya.
Batang tongkolku juga kuusap-usapkan ke lubang memiauwnya yang sudah basah dan licin. Lalu tanpa aba-aba lagi kusoringkan tongkolku kedalam lubang memiauwnya. Bless. Amblaslah tongkolku di lubang memiauw itu. Oookhh. pelan mas tongkol mas gede sekali soalnya rintuh nikmat Bi Leha.
Aku sendiri sejenak terdiam merasakan kehangatan dinding lubang memiauwnya yang menjepit tongkolku. Sejenak aku keheranan, memiauw Bi Leha tidak memijat-mijat tongkolku seperti punya Yu Darsih. Tapi ketika Bi Leha mulai mengoyang-goyangkan pantatnya, langsung aku terpana. Oughhh. Biiik lenguhku tanpa dapat ditahan lagi.
Betapa beratnya goyangannya, sampai rasanya tongkolku dipelintir-pelintir dengan hebat. Suatu hal yang justru tidak kurasakan pada Yu Darsih. Perlahan sambil aku mengeluar masukkan tongkolku, aku mulai meyadari bahwa setiap wanita ternyata berbeda-beda dan punya kelebihan sendiri-sendiri.

Berpikir akan hal itu, terfikirkan juga bahwa aku harus mencari titik-titik kelemahan wanita sebanyak-banyaknya, agar selalu dapat memuaskan wanita. Maka mulailah kubungkukkan tubuhku, sementara sebelah tanganku meraih buah dada Bi Leha yang tergantung, serta menguli-uli putingnya.
Sebelah tanganku yang lain meraih kebawah dan mulai mengelus-elus klitorisnya, ooaaakhhhh. Massss.okhhh ah.. erang Bi Leha sambil semakin keras menggoyang-goyangkan pantatnya, seirama dengan tongkolku yang keluar masuk di lubang memiauwnya.
Oughh lenguhku saat bi Leha mengeol-geolkan pantatnya semakin keras. Aoughhh. Aaakh maaas nikmat sekhali.. ceracau Bi Leha semakin keras, geolannya semakin keras dan tidak terkontrol, baru saja aku berfikir Bi Leha akan orgasme, maka tubuhnya segera mengejang dengan keras.
Maasss oohh Bibi dapat laghiii. akhhh erangnya, saat itulah baru kurasakan dinding memiauw Bi Leha berdenyut memijat tongkolku. Lalu tubuhnya melemas dan tidak memberikan reaksi atas sodokan tongkolku di lubang memiauwnya. Ternyata aku berhasil menemukan titik lemah wanita yang lainnya, karena Bi Leha menggapai orgasme jauh lebih singkat dari yang kulihat saat di gituin Restu, padahal dia baru saja mengalami orgasme.
Segera kucabut tongkolku, dan kuputar balik tubuh Bi Leha sehingga kini dia menghadap padaku. Lalu dengan segera kuangkat tubuhnya dan kududukkan di pinggir meja dapur tersebut. Dan tanpa membuang waktu lagi segera kusodok lubang memiauwnya dengan tongkolku.
Okhh. Ahhh mas pelanin bibik tidak tahan lemes sekali pinta Bi Leha. Tapi aku tidak memperdulikannya, aku terus melakukan aksiku meskipun Bi Leha belum member respon yang kuharapkan.
Tapi tidak lama kemudian, nafsu Bi Leha mulai bangkit kembali dan dia mulai memberikan respon positif. Bibirnya tak hentinya menciumi aku dan melumat bibirku. Sebelah tanganku juga mulai meremas buah dada dan memuntir putingnya. Lalu tanpa kuduga, bi Leha yang rupanya kesulitan menggoyangkan pantatnya menumpukan berat tubuhnya pada kedua tangannya yang bertumpu pada pinggiran meja, sehingga pantatnya tergantung diudara, yang langsung diputar-putarnya dengan dahsyatnya. Ough.. Biiikk aku  aku mau erangku sambil menahan gelombang orgasme yang serasa akan meledak.
15
Bibik juga mahu maass bareng  erang Bi Leha menyahuti kata-kataku, dan sejenak kemudian tubuh kami mengejang kaku, larva panas terasa meletup dari lubang tongkolku, membanjiri lubang memiauwnya Bi Leha. Ougghhh lenguhku sambil menekankan pantat Bi Leha erat-erat sehingga selangkangan Bi Leha semakin rapat keselangkanganku.

Aaaakhhh masss.oakhh.. erang Bi Leha sambil memeluk kudukku erat-erat dengan kedua tangannya, sehingga badannya bergantung pada tubuhku, dan kembali kurasakan pijatan khas saat wanita orgasme.
Ketika semua sudah reda, aku mengambil pakaianku dan mengenakannya. Selesai berpakaian kudekati Bi Leha yang masih telanjang bulat dan sibuk membersihkan cairan maniku yang membanjiri lubang memiauwnya. Ingat ya Bi jangan ngomong kita pernah melakukan hal ini pada siapapun, juga tidak pada Restu, dan kapan-kapan kita main lagi kataku sambil menegadahkan wajahnya dan mencium bibirnya.
Iya mas Adid Bibik tidak akan bicara sama siappun kata Bi Leha smbil sedikit tersipu, bukan saja karena aku membelai puting buah dadanya, tapi juga karena mendengar pertanyaanku. Nikmat mana main sama aku atau main sama Restu Bik?.
ÔÇ£Nikmat sama Mas AdidÔÇØ katanya dengan muka memerah, ÔÇ£kenapa bik?ÔÇØ tanyaku lebih lanjut, ÔÇ£habis tongkolnya lebih gede, dan lebih perkasa, belum pernah bibik selemas ini setelah begituanÔÇØ katnya smbil meremas lembut tongkolku dari balik celanaku.
Aku tertawa dan meninggalkannya memakai baju sendirian, serta pulang kerumah.
Besoknya disekolah aku bertemu dengaan Restu, dengan isyarat aku menanyakan kabarnya, restu merespon dengan mengcungkan jempol sambil tertawa, karena kelas kami tidak sama, maka untuk sementara kami berpisah, tapi selagi berpapasan, dia sempat berbisik ÔÇ£nanti gua ceritainÔÇØ katanya sambil tersenyum.
Aku membalas senyumnya sambil mengangguk tanda mengerti, nggak mungkin lah dia cerita didepan banyak orang, karena ini masalah yang sangat peka dan rahasia. Apalagi kalau menyangkut ibunya Restu, seperti rencana dan keinginannya yang sempat dibisikan padaku sebelum aku ML sama Yu Darsih.
Selama belajar hari itu, terus terang aku tidak bias konsentrasi pada pelajaran, pikiranku bercelaru antara bagaimana cerita Restu nanti, dan kemungkinan untuk bisa meniduri ibuku. Yang terakhir ini rasanya merupakan keinginan yang mustahil teraih tapi sekaligus juga merupakan keinginan terbesarku. Godaan Nita ceweq tercantik disekolahkupun tidak aku hiraukan, padahal selama ini aku dikenal naksir dia, tapi kini semua kuabaikan, dan Nita pergi dengan rasa kecewa.
Sepulang sekolah, bergegas aku menghampiri tempat parkir dan menunggu Restu sambil menyantap cemilan yang aku beli. Tidak lama kemudian Restu datang menghampiriku, ÔÇ£sukses bro…ÔÇØ katanya sambil tersenyum lebar, tanpa jelas apakah itu pertanyaan atau pernyataan. ÔÇ£Kau bawa kendaraan gak bro?ÔÇØ tanyaku karena ada beberapa orang kawanku yang lain yang sma-sama mengambil kendaraannya.
ÔÇ£Nggak tuh… wa diantar mamaÔÇØ jawabnya sambil tetap cengengesan. ÔÇ£Ya sudah naik! ntar wa antarÔÇØ kataku mempersilahkan dia ikut mobilku. Dan meluncurlah kami, tapi bukan langsung kerumah, melainkan ke Cafe yang sering kami singgahi, justru karena suasananya yang sepi dan nyaman.

Disana sambil menyantap makan an, anggap saja makan siang he… he…, aku mulai menanyakan ceritanya, ÔÇ£sukses berat aku, berhasil juga akhirnya aku meniduri mama ha.. ha..haaÔÇØ katanya dengan mata berbinar, sambil tertawa senang.
ÔÇ£Gimana ceritanya loh?ÔÇØ kataku semakin penasaran. ÔÇ£lha kau sendiri gimana Did, sukses?ÔÇØ tanyanya sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya. ÔÇ£Seep… rencanaku juga berhasilÔÇØ kataku sambil tersenyum meskipun hatiku sedikit dongkol dengan jual mahalnya Restu.
Restu yang tengah mengunyah makanannya tertegun sejenak sambil menatapku, ÔÇ£jadi kau berhasil meniduri janda demplon pemilik kios?ÔÇØ tanyanya padaku, aku menganggukkan kepala, lalu meluncurlah kisahku sampai bisa meniduri Yu Darsih, kepada Restu. Tentu saja ada bagian yang tidak kuceritakan, yaitu bagaimana aku mengintip dan menghayalkan ibuku.
Yang kuceritakan hanyalah saat-saat aku bersama Yu Darsih, ternyata lama juga aku bercerita, karena selesai bercerita, makan kami pun tuntas sudah. Nah kini giliran kau cerita bagaimana sampai kau bisa meniduri ibumuÔÇØ kataku pada Restu, sambil menyulut sebatang rokok.
Sejenak Restu menuntaskan minumnya, lalu setelah mengambil nafas panjang dia juga mulai mengambil sebatang rokok dan meyulutnya. ÔÇ£Aku akan cerita, tapi aku minta kau berjanji sobat, untuk tidak menceritakan lagi apa yang terjadi pada siapapunÔÇØ katanya sambil menatapku tajam. ÔÇ£Kau dah gak percaya lagi sama aku ya…ÔÇØ kataku sambil tertawa.
ÔÇ£Bukan begitu sobat, tapi karena ini menyangkut ibuku, maka aku meminta kesediaanmu untuk berjanji, ini adalah rahasia terbesarku selama hidupÔÇØ katanya bersikukuh. ÔÇ£Aku mengangukkan kepala ÔÇ£OK aku berjanji sobat aku tidak akan menceritakan lagi kisah mu itu pada seorangpunÔÇØ kataku dengan nada meyakinkan.
Restu mengangguk ÔÇ£OK inilah kisahku broÔÇØ katanya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Matanya menerawang, sedang bibirnya tersenyum, sengaja aku tidak mengganggunya meskipun hatiku tidak sabar, aku tahu dia sedang mempersiapkan hatinya menceritakan rahasianya yang terbesar. Lalu mulailah bibirnya melantunkan kisahnya, dan ini adalah kisahnya.
Kisahku Bab 5 The Other Story
ÔÇ£OK seperti yang kau tahu, kemarin aku berlibur dengan ibuku, saat itulah semua terjadi, tapi sebelum aku nyeritain kejadiannya, rasanya kau perlu memnahami latar belakangnya, kenapa semua ini terjadiÔÇØ Restu terdiam sejenak, sambil menarik nafas panjang.
ÔÇ£Kau pernah dengar kisah eseks-eseks aku semuanya, bahkan kau pernah menyaksikan langsung saat aku melakukan itu pada Bi Leha, tapi tahukah kau kenapa aku jadi begini?ÔÇØ kata Restu sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Semuanya berawal beberapa tahun yang lalu, tepatnya lima tahun lalu, saat bonyok aku bercerai, dan bokap aku pindah ke luar negeri… saat ini aku dengar dia bahkan sudah punya istri lagi orang buleÔÇØ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*