Home » Cerita Seks Mama Anak » Mama Yang Kesepian 2

Mama Yang Kesepian 2

Cerita Sebelumnya : Mama yang Kesepian 1

Big Deal
Dua bulan berlalu sejak aku pertama kali menyetubuhi Mama dan ini malam Minggu, tak biasanya seluruh keluarga berkumpul dan nonton TV bersama. Mama duduk di sopa tengah, dan aku duduk di karpet tepat di bawah Mama. Adikku duduk di samping Papa yang berada di sopa yang bersebelahan dengan Mama. Sudah lama keluargaku tidak berkumpul seperti ini. Rasanya senang sekali melihat keluargaku berkumpul bersama seperti ini. Adikku yang sering keluar kalo malam Minggu malam ini dia duduk bersama, Mama yang sering sendiri di kamar pun demikian. Yang paling heran adalah Papa yang biasanya pulang malam hari ini ada di rumah bahkan sebelum makan malam. Pantas saja tadi sore Mama masak banyak.

Kami makan bersama, setelah hampir satu tahun tidak melakukan ini. Berbincang-bincang ringan seputar kegiatan kita. Menyenangkan sekali. Lalu Papa bicara mengganggu keasyikan kami.
ÔÇ£Sudah berapa lama kalian sering maen bersama?ÔÇØ sambil melihat aku dan Mama.
ÔÇ£Maksud Papa apa?ÔÇØ Mama menjawab dengan heran
ÔÇ£Sudah ma, Papa sudah tahu apa yang kalian lakukan, Papa ga akan marah karena itu juga salah Papa tidak memenuhi kebutuhan seks MamaÔÇØ aku, Mama dan adikku terdiam mendengarkan ucapan Papa. ÔÇ£Ma Papa juga sering maen sama ViviÔÇØ apa melanjutkan ucapannya, aku dan Mama terkejut ternyata selama ini Papa sering menggauli Adikku untuk memuaskan seksnya.
ÔÇ£Apa pa?…. kok Papa tega-teganya memperkosa Vivi?ÔÇØ Mama mulai marah
ÔÇ£Ga memperkosa ma, kita suka melakukannya, lagian Mama juga kenapa marah, Mama kan sering maen bareng AntonÔÇØ
Mama pun hanya terdiam melihat kekacauan ini.
ÔÇ£Papa ga akan melarang Mama ngentot ama anton, tapi Mama juga jangan melarang Papa ngentot ama Vivi, adil kanÔÇØ Mama hanya bisa berpikir.
ÔÇ£Oke pa, tapi Papa harus pake kondom Mama ga mau Papa menggamili ViviÔÇØ
ÔÇ£Tenang ma, Papa selalu pake kondom ko, buktinya Vivi ga hamil.ÔÇØ
Kemudian kita sekeluarga menyetujui perjanjian ini. Sejak saat itu aku tidak perlu lagi bersembunyi jika ingin menyetubuhi Mama. Aku sering tidur di kamar Mama dan Papa sering tidur di kamar Vivi.

ÔÇ£Ayo anton terus, Mama dikit lagi mau keluarÔÇØ
ÔÇ£bentar ma anton juga udah mau keluar, tahan ya maÔÇØ. Aku terus menusuk vagina Mama dengan posisi doggy style berdiri dan Mama berpegangan pada meja makan, aku menyetubuhi Mama di dapur. Daster Mama aku angkat sampai pantat, sedangkan aku hanya memakai baju saja. Aku terus meremas susu Mama yang masih terbungkus oleh dasternya yang tipis. Tangan Mama memegang tanganku dan menyalurkan tenaga lewat remasan-remasan tangannya di tangannku.
ÔÇ£Ahhhh….ahhhhh sayang Mama keluar….ÔÇØ Mama berteriak aga keras. Serr….serr…..cairan vaginanya membasahi. Tidak mau kalah, akupun semakin mempercepat genjotanku.
ÔÇ£Anton juga maaa…. ahhhhh,,, nikmat,,ÔÇØ crottttt….crotttttt enak sekali, aku menyemprotkan semua spermaku sampai habis di ramih Mama. Aku terus membiarkan penisku tertancap di vagina Mama, perlahan lahan penisku mulai mengkerut di dalam.
ÔÇ£Biarin ton, Mama ingin terus menikmati penis kamuÔÇØ di saat kami diam dan merasakan sisa-sisa orgasme tiba-tiba Papa datang
ÔÇ£Kalian ini, klo maen ga kenal tempatÔÇØ aku dan Mama hanya bisa tertawa kecil melihat Papa yang sedang melihat istrinya di setubuhi oleh anaknya. Dan Vivi pun datang, ÔÇ£Ayo pa, Vivi juga pengen kaya merekaÔÇØ Vivi kemudian menurunkan CD nya tanpa membuka rok nya, kemudian menungging di depan pintu dapur ÔÇ£ayo Pah masukinÔÇØ,
ÔÇ£kamu vi nafsunya gedeÔÇØ, kemudian Papa mengeluarkan penisnya, mengocok perlahan dan memasukannya ke vagina adikku. Melihat adikku yang sedang di setubuhi oleh Papa, aku juga jadi teransang lagi, penisku yang dari dari berada di dalam vagina Mama perlahan-lahan tegang kembali.
ÔÇ£ma lanjutin yuÔÇØ,
ÔÇ£ayo sayang puasin MamaÔÇØ.

ÔÇ£Pa, Vivi udah sampeÔÇØ, Vivi berteriak sambil melihat wajah Papa yang sedang menyetubuhinya dari belakang
ÔÇ£Papa juga sayang, ÔÇ£
ÔÇ£Keluarkan di dalam aja pa.ÔÇØ Vivi menjawab dengan cepat. Mendengar ucapan Vivi Mama langsung berteriak
ÔÇ£Jangan pa, Papa kan gak pake kondomÔÇØ,
ÔÇ£Ga bisa ma udah mentok, ahhhhhh….ahhhh Vivi…. Papa…..nyampeÔÇØ ÔÇ£Vivi juga pa….ahhhh…terus pa,, enak…..ÔÇØ mereka berdua orgasme bersamaan, Papa langsung tergeletak di atas punggung Vivi. Sememtara itu aku terus mengocok penisku di vagina Mama.

Papa yang tergeletak lemas kemudian bangkit dan melucuti semua pakaian Adikku sampai telanjang bulat. Baru kali ini aku melihat adikku sendiri telanjang bulat seperti ini. Aku baru sadar ternyata adikku sangat seksi, mungkin itu sebabnya Papa rela melepaskan Mama untukku. Tapi aku bersukur punya Mama seperti Mamaku, bisa memuaskan aku setiap waktu. Vivi mengkulum Penis Papa yang sudah mengkerut. Aku menyaksikan sendiri adikku mengkulum penis Papanya. Perlahan-lahan mulai keras dan keras. Dalam imajinasiku aku berpikir ingin rasanya merasakan Vagina adikku. Tanpa ku sadari fantasiku pada Vivi membuat aku cepat orgasme.

ÔÇ£Anton, Mama udah mau nyampeÔÇØ
ÔÇ£Ayo ma aku juga udah mau keluar,ÔÇØ
ÔÇ£keluarin aja sayang, puasin Mama sayang. Mama adalah istrimuÔÇØ.
ÔÇ£Ahhhh….Mama…anton sampe….. ÔÇ£ crrroooootttt…..crrrooottttt…. aku terus menembakan spermaku
ÔÇ£sayang, Mama juga….masukin yang dalem, ahhhhh…ahhhhÔÇØ
Aku menancapkan semakin dalam ke vagina Mama sampe puas. Lalu aku terbaring lemas di atas punggung Mama.
Vivi dan Papa kemudian pergi dari dapur, mungkin mereka akan melanjutkannya di kamar Vivi.

Adikku dan Mama Hamil

Sebulan berjalan setelah kesepakan bersama. Mama mengetahui klo Vivi sedang hamil, hamil anak Papa padahal usianya masih 16 tahun. Mama marah dengan hal ini dan menemui Papa, aku tak tahu apa yang dibicarakan oleh Mama dan Papa. Setelah mereka bicara di ruang tamu Mama datang ke kamarku.
ÔÇ£Sayang ayo setubuhi Mama, Mama ingin hamil anak kamuÔÇØ
ÔÇ£apa ma, aku gak ngerti,ÔÇØ Aku menjawab dengan agak bingung
ÔÇ£ayo buka baju kamu, setubuhi Mama sepuasnyaÔÇØ. Sore itu aku langsung menyetubuhi Mama, setelah puas Mama tertidur di dekatku. Mama bilang bahwa Vivi sedang hamil anak Papa dan mulai saat ini Mama akan berhenti meminum pil KB. Sepertinya aku akan segera menjadi ayah. Tiga minggu berselang Mama menujukan tester hamil yang bertanda positif hamil. Aku semakin bingung dengan kegilaan ini. Papa menghamili Adikku dan aku menghamili Mamaku. Tapi sejak saat itu hubungan keluarga kami jadi semakin erat. Sementara itu Vivi berhenti pergi ke sekolah, Papa menyewa guru private untuk Vivi tiap hari agar sekolahnya tidak ketinggalan.

Mamaku hamil 5 bulan

Saat ini usia kandungan Mama sudah lima bulan dan usia kandungan adikku sudah 6 bulan. Walaupun hamil aku ga pernah perhenti menyetubuhi Mama, malahan nafsu Mama semakin besar ketika hamil. Hampir setiap hari aku menyetubuhi Mama, tapi dengan tetap menjaga kehamilan Mama agar bayi kita tidak apa-apa. Begitupula dengan Papa yang selalu rajin menyetubuhi adikku dan membuat hubungan keluarga kita semakin erat.

Hari itu sekitar jam 4 sore, Papa dan Vivi sedang keluar dan aku nonton film DVD bareng Mama, aku duduk di samping Mama, Mama menyandarkan kepalanya ke bahuku. Tanganku tak henti-hentinya mengelus-ngelus perut Mama yang buncit.
ÔÇ£Kamu pengen anak lelaki atau perempuanÔÇØ Mama bertanya dengan suara lembut
ÔÇ£Aku pengen perempuan, biar cantik seperti MamaÔÇØ aku menjawab dengan lembut sambil terus mengelus perutnya.
ÔÇ£Klo Mama pengen laki-laki, biar gagah kaya kamuÔÇØ
ÔÇ£Ton Mama pengen ngentot sekarangÔÇØ Mama melanjutkan. Aku mengerti nafsu Mama semakin besar dan aku pun tidak menolak keinginan Mama. Satu-persatu aku lucuti baju hamil Mama yang tersisanya hanya BH dan CD, sambil meremas susunya yang semakin montok aku terus melepaskan BH Mama. Dari susu Mama keluar cairan putih yang memancar ketika aku remas-remas susunya.
ÔÇ£sayang kamu hobi banget memeras susu MamaÔÇØ
ÔÇ£Habis susu Mama makin montok sihÔÇØ Aku menjawab sambil membuka CD Mama. setelah itu aku jilati vagina Mama yang sudah basah. Mama terus mendesah kecil sambil menggigit bibirnya yang seksi.
ÔÇ£Ton sini penis kamu, meme pengen ngulum penis kamuÔÇØ Mama semakin bernafsu. Aku perlahan membuka celana dalam dan mengeluarkan penisku dan memasukannya ke mulut Mama. Mama terus menjilati penisku, tangan kanannya terus memegang batangku dan tangan kirinya memegang perutnya yang sedang hamil lima bulan. Mama terus bersandar di sopa.
ÔÇ£Ma, anton pengen tit fuck ama MamaÔÇØ aku berbisik ke telinga Mama.
ÔÇ£Iya sayang, terserah kamu sajaÔÇØ Kemudian aku mengarahkan penisku ke dada Mama. Kedua tangan Mama terus mengimpitkan dadanya membuat semakin sempit dan nikmat. Sementara itu terasa dipangkal batang penisku terhimpit oleh perut Mama. Terasa nikmat sekali penisku di himpit oleh tiga buah, dua dada Mama yang seksi dan perut Mama yang buncit.
ÔÇ£Ma sekarang aja ya, anton udah ga tahanÔÇØ aku mengeluarkan penisku dari dadanya Mama dan mulai menancapkannya di vagina Mama.
ÔÇ£Terus sayang, kocok vagina Mama yang sedang hamil anak kamuÔÇØ aku menyetubuhi Mama dalam posisi Mama duduk di sopa dan aku sedikit berjongkok di lantai. Tanganku mengangkat kedua kaki Mama, sedangkan tangan Mama terus memegang perutnya.
ÔÇ£Ahhhh,,, anton…. terus kocokÔÇØ aku terus mengocok perlahan karena takut berbenturan dengan perut Mama yang buncit.

Di tengah permainan kami, Papa dan Vivi datang. ÔÇ£Ahhhh mereka selalu saja datang mengangguÔÇØ pikirku dalam hati. Aku kaget ternyata Vivi datang dengan keadaan telanjang. Pasti Papa dan Vivi habis maen di mobil. Papa langsung menidurkan Vivi di karpet dan langsung membuka celananya. Vivi kemudian mengkulum penis Papa yang sedikit lebih besar dari aku tapi lebih pendek dari punyaku.

Di saat yang bersamaan Aku mengubah posisiku dengan Mama, aku terlentang di karpet dan Mama naek diatasku, ini agar menjaga kandungan Mama, dan penisku bisa bergerak lebih leluasa. Di saat bersamaan Papa sedang memasukan penisnya ke vagina adikku yang sedang hamil. Adikku terlentang di bawah dan Papa terus mengocok penisnya dengan posisi di atas Vivi, di mana kedua tangannya menahan tubuh Papa. Setelah genjotan demi genjotan oleh penis Papa tidak lama kemudian adikku orgasme hebat.
ÔÇ£Vivi sampe pa, ahhhhh…..enakk…..ÔÇØ
Kemudian Vivi menahan tubuh Papa agar tidak mengocok dengan keras.
ÔÇ£Lemes banget pa, tunggu bentar ya paÔÇØ Vivi meminta ke Papa untuk menghentikan permainannya. Papa kemudian mengeluarkan penisnya dari vagina Vivi. Kemudian mendatangi Mama yang sedang ngentot dengan penisku. Papa mendekati aku dan Mama.
ÔÇ£Ma Papa pengen ngerasain vagina Mama yang sedang hamil cucu Papa, udah lama Papa ga ngerasainyaÔÇØ ucap Papa sambil mengelus-ngelus perut Mama. lalu Mama terdiam dan berkata ÔÇ£Anton boleh kan penis Papa ngentok vagina Mama?ÔÇØ
Aku sejenak terdiam dan menjawab ÔÇ£Boleh ma, Mama kan istrinya PapaÔÇØ
ÔÇ£Ayo pa, masukin aja sekarang Mama ingin nyobain double penetrationÔÇØ Mama menjawab sambil melihat ke Papa yang sedang mengocok-ngocok penisnya. Aku sedikit kanget dengan keinginan Mama, tapi aku harus mengerti bahwa Papa adalah istri dari Mama. Sementara itu Vivi masih terlentang lemas di karpet sambil sesekali mengelus perutnya yang lebih besar dari Mama.
ÔÇ£Ton kamu diam dulu ya, biar Papa masukin penis PapaÔÇØ Papa memasukan penisnya secara perlahan ke dalam vagina Mama dari belakang. Aku hanya mendiamkan penisku di dalam vagina Mama yang sedang hamil anakku, cucu dari Papa.

Perlahan-lahan terasa sempit sekali, vagina Mama dimasukin oleh dua penis yang besar, penis suami dan anaknya. Aku bisa merasakan dengan nikmat gesekan penis Papa di penisku ingin rasanya aku menyemprotkan spermaku saat itu juga. Aku melihat Mama yang sedikit merintih kesakitan sambil menggigit bibirnya.
ÔÇ£Anton tahan dulu ya, bentar lagi masuk koÔÇØ Mama menenangkan aku sambil mengelus kepalaku.
ÔÇ£Dikit lagi ya ma, penis Papa hampir masuk semuaÔÇØ Papa meneruskan penetrasi penisnya ke vagina Mama sampai semuanya masuk.
ÔÇ£Pa biarin dulu ya, agar vagina Mama terbiasa dulu dengan penis kalian berduaÔÇØ kita terdiam melihat Mama yang sedang melakukan penyesuaian dengan dua penis di vaginanya.Aku terus mengelus-elus rambut Mama. Kedua tangan Papa tak henti-hentinya meremas-remas susu Mama dari belakang. Susu Mama mengeluarkan cairan putih dan terus menetes ke dadaku ingin rasanya meminum cairan itu. Aku melihat Vivi yang perlahan mulai bangkit dari karpet kemudian duduk di sopa.
ÔÇ£Pa kocok dengan perlahan ya, anton penis kamu diemin aja duluÔÇØ Mama mulai terbiasa dengan dua penis di vaginanya. Walaupun aku tidak mengocokkan penisku tapi sensasi dari kocokan penis Papa terasa sangat nikmat sekali di penisku.
ÔÇ£Sayang tolong pegangin perut MamaÔÇØ Mama nenyuruhku untuk menjaga perutnya yang sedan hamil. Kemudian tangan kanan Mama yang dari tadi memegang perutnya mulai mengelus-elus kepala dan rambutku sambil menahan tubuhnya. Sementara itu kedua tangan Papa terus meremas susu Mama dari belakang. Ternyata posisi seperti ini membuat Mama cepat orgasme.
ÔÇ£Mama udah sampe pa, kocok terus paÔÇØ
ÔÇ£ahhhhh….ahhhhh…..ÔÇØ seerrr.. aku merasakan cairan orgasme Mama yang membasahi penis kita berdua dan menambah kenikmatan, setelah itu Papa tidak bertahan lama.
ÔÇ£Ma, Papa udah nyampe, keluarin sekarang yaÔÇØ jawab Papa dengan nafas yang memburu.
ÔÇ£Jangan dulu pa,..ÔÇØ Mama menjawab dengan cepat,
ÔÇ£Anton bolehkan Papa keluarin di dalam?ÔÇØ ucap Mama sambil melihat ke kedua mataku
ÔÇ£Gak apa-apa maÔÇ£ aku menjawab pertanyaan Mama.
ÔÇ£Iya pa, keluarin ajaÔÇØ Mama terus melanjutkan ucapannya
ÔÇ£Maaa….., enak…..ÔÇØ ÔÇ£Anton tahan penis kamu biar Papa keluar duluÔÇØ ÔÇ£ahhhhh….ahhhhhÔÇØ Papa menjerit
Aku merasakan semprotan sperma Papa yang membuat vagina Mama semakin basah berkendut-kendut nikmat di penisku.
ÔÇ£Hahh….ahhhh,,ÔÇØ ÔÇ£corttt…crottttt…..ÔÇØ ÔÇ£tadi enak banget maÔÇØ Papa bicara sambil diam sejenak dan mengeluarkan penisnya dari vagina Mama. lalu Papa duduk di sopa di samping Vivi.
ÔÇ£Sayang terus kocok penis kamu, biarkan sperma Papa keluar semua dari Vagina MamaÔÇØ ucap Mama sambil mengelus-elus rambutku. aku terus mengocok vagina Mama yang sudah tidak sempit lagi aku sedikit kecewa. Sebenarnya aku tidak mau membuat Mama kesakitan karena dimasukan dua penis, tapi Mama mengerti kekecewanku.
ÔÇ£Pa tolong ambilkan dildo Mama di lemari dong, kasihan anton, vagina Mama udah ga sempit lagiÔÇØ Mama menyuruh Papa yang sedang duduk di sopa tidak berada jauh dari lemari.
ÔÇ£Ga usah ma, anton gak apa-apa koÔÇØ aku menjawab dengan cepat.
ÔÇ£Mama mengerti ko, Mama juga gak enak sama kamuÔÇØ Mama menjawab. Kemudian Papa datang dan menghampiri kita berdua. Lalu aku dan Mama berganti posisi menjadi menyamping aku berada di belakang Mama.
ÔÇ£Pa tolong masukin dildonya yaÔÇØ
Papa kemudian memasukan dildo itu secara perlahan, dan vagina Mama kembali sempit tanganku terus memegang perut Mama sambil mengelus dan memeras susu Mama. Papa terus menahan dildo agar tidak keluar dari vagina Mama.
ÔÇ£Gimana ton, udah enak kanÔÇØ
ÔÇ£Enak banget ma, sempit, anton mau keluar maÔÇØ
ÔÇ£Bareng ton, Mama juga mau keluarÔÇØ
Ahhhhh…..ahhhhh serrrrr,,, kami berdua orgasme secara bersamaan. Ketika semua spermaku hampir habis, Papa kemudian mengecok-ngocok dildo saat penisku masih di dalam Vagina Mama.
ÔÇ£Enak pa, terusin ahhhhhh…..ÔÇØ ÔÇ£ahhhh…..Mama keluar lagi sayangÔÇØ Mama orgasme lagi secara beruntun. Tangannya memegang erat tangannku yang sedang mengelus perutnya. Baru kali ini aku lihat Mama orgasme secara beruntun.
Mama terkulai lemas di sampingku ku. Aku berbaring cukup lama di samping Mama, Papa terkulai lemas di sopa dan Mama terus berada disampingku sambil memeluk dadaku. Kita semu tertidur mengakhiri permainan.

Hari ini aku mengajak Mama jalan-jalan ke mall, sambil membeli kebutuhan untuk bayi kami. Mungkin Papa dan Vivi sedang asyik-asyiknya di rumah. Sejak beberapa bulan ini Papa jarang pergi ke kantor, Papa lebih sering menghabiskan waktunya dengan Adikku. aku senang melihat perhatian Papa ke Vivi. Selesai belanja aku terus pulang, rencana kita mau check in di hotel tapi berhubung sore-sore jalannya macet kita memutuskan untuk main di rumah saja. Aku sudah mengira pasti Papa sedang asyik maen sama Vivi. Sesampainya di rumah, benar saja saat aku masuk ke ruang tengah aku melihat Papa sedang asyik menyetubuhi vagina Vivi dari belakang di mana Vivi bersandar di sopa. Melihat permainan mereka aku jadi terangsang, lalu aku memanggil Mama.
ÔÇ£Ma, ke sini donk aku pengen maen ama MamaÔÇØ aku memanggil Mama yang sedang membereskan belanjaannya di dapur.
ÔÇ£Bentar sayang, dikit lagi beres koÔÇØ jawab Mama.
Aku terus menunggu Mama sambil melihat Papa dan adikku bercinta. Sekarang posisi Papa berada duduk di sopa dan adikku duduk di atas tubuh Papa dengan posisi membelakangi Papa.
ÔÇ£Sini ton, maen bereng kita saja, mungkin Mama udah cape jangan di gangguÔÇØ aku tidak menyangka Papa akan bilang seperti itu.
ÔÇ£Gak apa-apa, pa aku menunggu Mama sajaÔÇØ aku terus menjawab Papa.
ÔÇ£Udah sini aja, maen bertigaÔÇØ ucap Papa dengan nada yang memaksa.
ÔÇ£Iya kak, sini Vivi juga ingin ngerasain penis kakakÔÇØ ucap adikku yang sedang asik di entok oleh Papa.
ÔÇ£Iya deh paÔÇØ aku menyetujui ajakan mereka. Kemudian aku membuka semua bajuku dan mendatangi mereka.
ÔÇ£Vi jilatin penis kakakmu dulu ya, biar nanti masuknya gampangÔÇØ ucap Papa menyuruh Vivi mengulum penisku. Kemudian aku memasukan penisku ke mulut adikku yang kecil. Dengan ganas adikku terus mengulum penisku hingga tegang dan basah.
ÔÇ£Vi kamu siap kan di masukin dua penis?ÔÇØ Papa bertanya kepada Vivi yang sedang asyik mengulum penisku.
ÔÇ£Siap pa, ayo masukin kakÔÇØ Vivi menjawab sambil melepaskan kulumannya.
ÔÇ£Sekarang kamu masukin perlahan ke vagina Vivi, Papa akan menahan penis Papa di dalamÔÇØ Papa menyuruhku untuk memasukan penisku ke Vagina adikku yang sedang hamil. Aku masukan secara perlahan penisku ke dalam Vagina adikku dari depan sedangkan penis Papa dibiarkan terus menancap. Tangan Papa menahan tubuh Adikku dari belakang, tangan kanan Vivi berus membimbing penisku.
Perlahan demi perlahan aku terus memasukan penisku ke vagina adikku yang sedang hamil benih dari Papaku.
ÔÇ£Ahhhh…terusin kaÔÇØ ucap adikku dengan sedikit menjerit ketika kepala penisku udah masuk. Aku melanjutkan penetrasi hingga setengah batangku tertelan oleh vaginanya. Terasa sempit dan enak sekali. Aku merasakan betapa basahnya Vagina adikku. Aku terus memasukan penisku hingga semuanya masuk. Untuk pertama kalinya aku menyetubuhi adikku sendiri. Aku membiarkan penisku di dalam, sambil melihat Vivi yang sedang melakukan penyesuaian di vaginanya. Tangan kiriku mengangkat paha kanan adikku dan tangan kiriku memeluk perut adikku. Kedua tangan Papa terus menahan tubuh adikku.
ÔÇ£Kocok perlahan kakÔÇØ ucap adikku ketika vaginanya udah mulai terbiasa.
Kemudian aku mengocok perlahan di dalam Vaginanya yang sangat sempit. Aku merasakan nikmat yang tak terkira. Sesekali Papa mengocokkan penisnya dan sensasinya sangat nikmat sekali di penisku.
Lima menit berselang, kita memutuskan untuk ganti posisi. Aku berbaring di sopa kemudian adikku menaikku dengan posisi saling berhadapan. Papa terus memasukaan penisnya di saat aku mengocok vagina adikku. Aku dan Papa saling bergantian mengocok-ngocok vagina adikku.
ÔÇ£Ton coba kamu hisap susu adikmu, rasain pasti enak dehÔÇØ ucap Papa sambil melepaskan remasan tangannya di dada adikku. Lalu Aku dengan ganas menjilati susu adikku. dari susunya keluar cairan yang sangat nikmat sekali.
Tiba-tiba Mama datang, ÔÇ£Ohhh jadi gini ya yang kalian lakukan klo Mama ga ada?ÔÇØ ucap Mama dengan nada cemburu.
ÔÇ£Ayo ma, sini gabung kitaÔÇØ ucap Papa mengajak Mama untuk bergabung. Mama kemudian membuka semua bajunya dan mengambil sebuah dildo di lemari. Mama duduk di sopa di samping kita. Perlahan-lahan Mama memasukan dildo itu. Tangan kanan adikku ikut meremas-remas susu Mama.
ÔÇ£Aku mau sampe,,, bentar lagi ahhhhh….ahhhhhh…ÔÇØ adikku menjerit kenikmatan.
ÔÇ£Papa juga mau sayang, tahan bentar ya kita keluarin barengÔÇØ Papa menjawab. Aku juga tidak mau diam aku ingin orgasme bareng mereka. Aku menaikan tempo kocokannku berharap aku orgasme bareng mereka.
ÔÇ£Vivi keluar paa….ahhhhh….ahhhhh enakkkkk banget….ÔÇØ
ÔÇ£Papa juga,,,,, sayang……ÔÇØ crotttt….crotttt penis Papa terus mengocok vagina adikku. vagina adikku semakin basah oleh cairan mereka berdua dan membuatku orgasme.
ÔÇ£tahannn,,, anton juga keluarrr…….ÔÇØ ÔÇ£ahhhhh….ahhhhhhh….crotttt….crotttttÔÇØ aku terlabuh dalam kenikmatan ini. Aku meliat Mama semakin gencar mengocok dildonya. Aku melepaskan penisku dari vagina adikku meninggalkan penis Papa yang terus tertancap di vagina Vivi. Papa hanya terkulai lemes tidur dengan posisi menyamping di belakang Vivi.
Aku mendatangi Mama yang belum terpuaskan dan mengambil alih kocokan dildonya dengan tanganku. Aku terus mengocokkan dildo ke vagina Mama dengan tangan kanan, dan tangan kiriku meremas-remas susu Mama. mulutkku terus menjilat-jilat bibir vagina Mama. Aku melihat Papa dan Vivi yang terus tertidur pulas.
ÔÇ£Terus ton jilatin Mama, enak bangetÔÇØ ucap Mama.
Melihat ekspresi Mama, aku jadi terangsang lagi. ÔÇ£Ma jilatin penis anton yaÔÇØ
Aku terus mengarahkan penisku ke mulut Mama, mulut dan tangannku terus mengocok vagina Mama. kita saling mengocok dengan posisi 69. Ketika penisku sudah kembali tegang Mama memintaku untuk memasukan penisnya ke vaginanya.
ÔÇ£Udah kuat ton, sekarang masukin ya Mama udah ga tahanÔÇØ. Lalu aku memasukan penisku ke dalam vagina Mama dengan tanpa melepas dildo rasanya sempit sekali. Tangannku memeluk perut Mama yang sedang hamil, tangan kanan Mama menahan di pundakku dan tangan kirinya menahan dildo agar tidak keluar. Beberapa lama kemudian.
ÔÇ£Anton, Mama mau keluar,, ahhhhh….ahhhhhhÔÇØ serrrrrr….serrrrrr…. terasa vagina Mama semakin basah. Aku terus mengocok penisku tidak lama kemudian aku pun keluar
ÔÇ£Anton keluar maa…..ÔÇØ crott…crott….aku menghabiskan seluruh spermaku di dalam vagina Mama yang sedang hamil anakku. Aku membaringkan diri di samping Mama ku lihat Papa dan Vivi yang tertidur pulas di Sopa, aku hanya bisa terbaling lemas di samping Mama, dan mengelus-ngelus perut Mama.

Sejak saat itu aku sering menyetubuhi adik dan Mamaku, begitu juga Papa. Sampai usia kandungan adikku berusia 8 bulan dan Mama 7 bulan. Saat usia kandungan adikku 8 bulan, aku dan Papa tidak terlalu sering menyetubuhinya, karena takut mengganggu kehamilannya. Kita lebih sering maen bareng Mama. Aku dan Papa terus menjaga kehamilan Vivi dan Mama agar anak kita terlahir dengan sehat. Adikku tidak bisa ikut ujian karena pada saat itu usia kandungannya yang sudah 9 bulan sedangkan aku telah dinyatakan lulus dari SMA. Adikku hanya bisa ikut ujian susulan di sekolah. Aku berencana melanjutkan kuliah di Bandung agar aku tidak jauh dari keluargaku.

Beberapa Minggu kemudian Adikku melahirkan anak dari Papa. Berjenis kelamin laki-laki dia sangat lucu, sehat dan tampan. Kita sangat sekeluarga senang dan merayakannya bersama. Aku dan Mama semakin sibuk mempersiapkan kelahiran anakku. Sementara Papa dan Vivi dibuat sibuk oleh anaknya yang baru lahir kita menjadi keluarga yang bahagia lagi. Sampai ibuku melahirkan anakku. Anakku berjenis kelamin perempuan cantik seperti Mama. Kadang aku berfikir, harus aku panggil apa anaknya Vivi, dia sebagai adikku atau keponakannku, sama halnya dengan anakku, mungkin Papa dan Mama harus menganggapnya sebagai anak dan cucu secara bersamaan. Setelah melahirkan Mama sering mengajak Vivi untuk senam kebugaran agar tubuh tetap terawat dan Vagina tetap rapet. Terbukti, beberapa bulan setelah melahirkan ketika dokter sudah sudah mengatakan vaginanya aman untuk disetubuhi, aku merasakan Vagina Mama dan Adikku semakin sempit, rasanya persis ketika saat pertama kali aku menyetubuhi Mama.

Aku diterima di salah satu PTN di Bandung untuk merayakan ini Papa mengajak kita semua berlibur di Singapura. Kita semua berangkat ke Singapura dengan anak-anak kita yang masih bayi. Di Singapura kita sepakat untuk menikah agar anak-anak kita menjadi bagian keluarga yang sah. Aku menikahi Mama dan Papa menikahi Adikku. Walaupun demikian kita masih sering bertukar pasangan, aku menyetubuhi adikku dan Papa menyetubuhi Mama. Mama dan adikku memutuskan untuk melakukan KB agar tidak terjadi kehamilan lagi. Adikku melanjutkan sekolahnya kembali, klo adikku pergi ke sekolah Mama lah yang menjadi pengasuh anak Vivi. Sementara Papa tidak lagi pulang malam dan lebih punya banyak waktu untuk kita sekeluarga. Sepertinya kita akan terus seperti ini, menjadi keluarga yang bahagia.

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*