Home » Cerita Seks Mama Anak » Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 4

Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 4

Cerita Sebelumnya : Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 3

Habis yang mana dong yang sakitnya mas, karena main sepak bola itu? Tanya Yu Datsih sambil melirik kearah selangkanganku yang menonjol semakin jelas. IiniYu kataku sambil memegang tangannya. Yu Darsih membiarkan tanganku memegang tangannya.
Lalu tangan Yu Darsih tanpa basa basi lagi kutuntun pada tongkolku yang sudah mengeras sempurna dari tadi, ÔÇ£ini sakit sekali dan kejang lagiÔÇØ kataku. Sejenak Yu Darsih tertegun, lalu katanya ÔÇ£ini sich bukan akibat main bola, tapi akibat loncat di kamar mandiÔÇØ katanya sambil melirikku genit dan perlahan meremas tongkolku.
ÔÇ£Dipijatnya tidak bias disini, tapi harus dikamarÔÇØ katanya sambil kembali melirik tajam padaku, mukanya tampak memerah, Yu Darsih segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Tanpa banyak bicara aku juga segera mengikuti kedalam kamarnya. Sementara pandangan mataku tidak lepas dari goyangan pantatnya saat dia berjalan.
Di dalam kamar yang remang-remang, karena hanya diterangi lampu 5 watt, nafsuku sudah tidak tertahan kan lagi, segera aku memeluk tubuhnya dari belakang, tubuhku terasa bergemetaran, karena nafsu dan kecamuk perasaan sebagai seorang yang belum berpengalaman.
Yu Darsih. bisikku sangat pelan ditelinganya. Tanganku yang gemetaran kulingkarkan di pinggul Yu Darsih, dan aku menempatkan diri begitu rupasehingga bagian tongkolku yang tegang persis di belahan pantat Yu Darsih
Yu Darsih hanya diam. Aku semakin bernafsu, kugesek-gesekkan bagian tongkolku ke pantat Yu Darsih dan menekan-nekannya. Lalu dengan nafas yang sangat memburu, aku memnciumi leher belakang Yu Darsih, dan Yu Darsih diam saj, dia hanya mengeliat pelan.
Aku pun makin bernafsu dan berani, kujilati leher Yu Darsih, sementara tanganku mulai meraba dan meremas buah dada Yu Darsih yang membusung, terasa ditanganku, bahwa buah dadanya yang besar itu masih cukup pejal, dan tidak ada penghalang lain, selain sehelai kain sarung itu saja.
Mmhh. Mas aku, Yu Darsih mendengus pelan. Nafsu ku semakin terbangun, sehingga aku semakin liar karena mendengar dengusan penuh nafsu dari Yu Darsih. Kuputar tubuh Yu Darsih, sehingga dia menghadap aku sekarang ini.
Kuciumi leher bagian depannya, lalu menurun ke bawah kearah belahan dada Yu Darsih yang ketat tertutup kain. Yu Darsih mendenguskan nafas penuh nafsu di telingaku.
Karena tak kuat lagi menahan nafsu, aku menarik dan memeluk tubuh Yu Darsih kuat-kuat, sampai kami terjatuh ke atas lantai. Sambil terduduk dilantai, aku masih menciumi dan menjilati leher putih dan mulus Yu Darsih.
Mmmhh.aaakh..,dengus Yu Darsih pelan di telingaku. Lalu dia meremas rambutku dan menariknya. Yu Darsih melihat ke arah mulutku dan langsung menciuminya. Dia melingkarkan ke dua tangannya di leherku dan melumat bibirku dengan liar dan penuh nafsu.

Aku pun membalas dengan jilatan yang tak kalah liarnya, sementara tanganku menggerayangi susu Yu Darsih yang besar dan meremasinya. Remasan tanganku rupanya membuat Yu Darsih semakin bernafsu, sehingga sambil melumat dan menghisapi-hisap bibirku, tangan Yu Darsih bergerak menyusup ke dalam bajuku dan meremas-remas dadaku.
Aku terbuai dibuatnya apalagi saat jari tangannya mengelus puting buah dadaku, karenanya kutarik tubuh Yu Darsih semakin rapat ke dalam pelukanku. Sementara sebelah tanganku bergerak melonggarkan ikatan kain sarungnya, yang berada di dadanya.
Yu Darsih menarik tubuhnya agak ke atas. Lalu ia bergerak membuka kedua pahanya dan menduduki pngkuanku. Kini selangkanganku dan selangkangan Yu Darsih menempel ketat. Oughh. Yu erangku penuh nafsu.
Yu Darsih yang lebih berpengalaman dan sedang dipenuhi nafsu bergerak membuka seluruh bajuku. Aku membalasnya dengan menciumi leher Yu Darsih, lalu turun ke bagian atas dadanya, menciumi dan menjilati bagian atas dada Yu Darsih. ÔÇ£Aakhhh..,ÔÇØ dengus Yu Darsih penuh nafsu.
Ketika serbuanku semakin turun, segera terpampang didepan mukaku buah dada Yu Darsih yang putih, mulus, dan berukuran besar dengan sepasang putingnya yang berwarna coklat ke hitam-hitaman. Sejenak kupandang buah dada itu dengan penuh gelora birahi, lalu perlahan kutengadahkan wajah melihat wajah Yu Darsih.
Oughhh Yu Darsihoughh, erangku perlahan, lalu kuciumi mulut Yu Darsih. Kurasakan Yu Darsih membalas kuluman bibirku, dengan mengulum bibirku, serta menjilat bibirku. Lalu kuturunkan kembali wajahku sambil membuka mulutku dan menjilati serta menciumi dadanya, serta mengecupi buah dada Yu Darsih.
Lalu dengan penuh nafsu aku membuka mulutku lebih lebar dan menghisap-hisap puting buah dada Yu Darsih yang berwarna kecoklatan. Mula mula aku mengisapnya dengan lembut dan perlahan. Aaakhh terdengar Yu Darsih mendengus di telingaku. Ia membusungkan dada dan melihat ke arah buah dadanya yang sedang kuhisap.
Jari tangan Yu Darsih mulai meremas rambutku dan menekan-nekan kepalaku ke arah buah dadanya. Tanganku bergerak lalu meremasi pangkal buah dada Yu Darsih. Aku makin bernafsu, kuciumi dan kujilati buah dada Yu Darsih.
Sementara itu Yu Darsih menggoyang-goyangkan pinggulnya, sehingga memiawnya bergesekan dengan tongkolku. Rupnya Yu Darsih merasakan sensasi yang sangat nikmat ketika memiawnya yang masih terbungkus celana dalamnya bergesekan dengan tongkolku yang juga masih terbungkus celana.
Aaaakhhhh.mmhhh..hhhaahh..,Yu Darsih mengerang penuh nafsu, dia terus menggeliat-geliat dalm pangkuanku. Oookhh. aku akhhenak sekali hisapanmuoookhhhhhisap sayangohhh..enak bangetmmmhhhaaahhenak banget buah dadaku dihisapin begitu sayang.hhhoohh. ceracu Yu Darsih.

Aku semakin bernafsu saja mendengar ceracauan Yu Darsih, dan semakin gencar menjilati, menghisap, dan melumati buah dada Yu Darsih. Aaaakhhhhh. Oughhh. mas Adid sayang ooohhh,Yu Darsih mengerang keenakan, merasakan cumbuanku.
ÔÇØMmmhh …oooh.. aku..aaaakhh…ouughhÔǪooohhÔǪoohh.. aku tidak tahan mas, ayo kita ketempat tidur saja..ookhh..ÔÇØ , ajak Yu Darsih yang semakin bernafsu karena cumbuanku. Aku bangkit dan memangku tubuh Yu Darsih serta berjalan ketempat tidur yang hanya terpisah satu setengah meter, sementara itu mulutku tidak pernah lepas dari buah dada Yu Darsih.
Kuletakkan tubuh Yu Darsih di ranjang, lalu dengan terburu-buru kulepaskan sarung batik Yu Darsih. Akupun akhirnya melihat celana dalam Yu Darsih yang membungkus gundukan di selangkangan Yu Darsih, perlahan aku menunduk, memandangi selangkangan Yu Darsih. Nafas,u terasa panas dan memburu.
Aku mendekatkan mulutnya ke selangkangan Yu Darsih. Lalu mengecup pelan celana dalam Yu Darsih, yang mengangkat pantatnya menyambut ciumanku. Hanya sebentar aku mengecup celana dalam itu, lalu kupandang wajah Yu Darsih, mendekatinya dan mencium bibir Yu Darsih. Yu Darsih menyambutnya dan membalas lumatan mulutku.
ÔÇ£indah sekali memiawmu Yu..dan sungguh merangsangÔÇØ kataku sambil berdiri dan dengan tergesa-gesa mulai melucuti sisa bajuku, ÔÇ£ayolah mas … aku sudah tidak tahan pingin segera merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak kuraihÔÇØ pinta Yu Darsih, dengan mata sayu.
Kepalaku bergerak ke selangkangan Yu Darsih, menciumi celana dalam Yu Darsih, lalu tanganku bergerak membuka celana dalam Yu Darsih. Akhirnya kini Yu Darsih telanjang bulat, mataku nanar menyelusuri sekujur tubuhnya, sejenak mataku terpaku pada jembut Yu Darsih yang hitam lebat.
ÔÇ£Akhh… Yu…ÔÇØ erangku sambil mencium memiaw Yu Darsih. Dia tergeliat merasakan ciumanku, dan tanganku mulai melebarkan paha Yu Darsih sehingga memiawnya terbuka semakin lebar. Aku kemudian menjulurkan lidah, menjilati lubang memiaw Yu Darsih yang sudah basah berlendir.
ÔÇ£Ngg….ng….aoghh…ngg…ÔÇØerang Yu Darsih lirih seperti menangis, ÔÇØOughhh… mas enak bangetÔÇØ katanya sambil tergeliat-geliat. Aku semakin bernafsu, kuutik-utik lobang memiaw Yu Darsih dengan lidahku. Yu Darsih yang merasa keenakan lalu mengangkat pinggulnya, menyambut cumbuanku.
Mulut Aku menempel dengan ketat diselangkangan Yu Darsih, sedang lidahku bergerilya dengan liar di liang senggama Yu Darsih. Kumasuk keluarkan lidahku ke lobang memiaw Yu Darsih, sambil menggoyang-goyangkan lidahku dalam lobang memiaw yang berlendir itu.
ÔÇ£Aaaakkhh…. okhh….akhhhh…. nikmat sekhaaaliii… okhhh… terskan massss…akhhh… nikmat sekhali….okhhh…. memiawku…. okhhhh sudah senggamai akhuu…. okhhhÔÇØ ceracau Yu Darsih yang nafsunya sudah mencapai puncak.

Karena nafsu birahinya sudah di puncak, Yu Darsihkemudian menarik kepalaku keatas, dan menciumi mulutku dengan ganasnya, yang kubalas dengan melumat mulutnyanya dengantidak kalah liarnya. Yu Darsih lalu menarik tubuhku sehingga penuh menindih tubuhnya. Aku mengikuti tarikan Yu Darsih sambil mulutku turun lagi ke buah dada Yu Darsih dan menjilati buah dada Yu Darsih dengan penuh nafsu.
Yu Darsih memeluk kepalaku dan mendekapkannya dengan erat kedadanya, ÔÇØaaaakkhhhhh… sudah mas… aku sudah tidhak tahannnn…akkhhhh…cep…cepat setubuhi akuÔÇØerang Yu Darsih dengan suara bergetar. Tubuh bugilku semakin rapat menindih rubuh bugilnya.
Aku lalu merentangkan kakinya,dan memeluk tubuh Yu Darsih yang bugil semakin erat. Kurasakan gesekan tubuh kami menimbulkan rasa nikmat dan rasa panas yang menuntut Ouggghhhh Yu Darsih.erangku penuh nafsu.
Lalu kuciumi leher Yu Darsih, sementara tangan kanankua bergerak ke selangkangan dan mengarahkan tongkolku ke lubang memiaw Yu Darsih. Tangan Yu Darsih turun kebawah juga dan membantu mengarahkan tongkolku ke lobang memiawnya.
Dan ketika Yu Darsih merasa kepala tongkolku sudah pas di lobang memiawnya ia mengerang penuh nafsu, ÔÇ£dorong sekarang mas….ÔÇØ pintanya dengan penuh nafsu. Aku menekan pantatku dan perlahan-lahan tongkolku memasuki memiaw Yu Darsih. ÔÇ£Aaakhhhh…Yu… memiawmu hangat dan nikmat sekhali…ÔÇØ ceracauku.
ÔÇ£Nnnggg…aaakhh….ÔÇØYu Darsih mendesir dan mengerang ketika akhirnya tongkolku masuk seluruhnya ke dalam lubang memiawnya. ÔÇ£Aaakhhh… enakhh… sekhali… mas… oughhh… genjot sekarangÔÇØ pinta Yu Darsih dengan lirih selirih tangisan nikmatnya.
Aku menggenjot tubuh Yu Darsih dengan penuh nafsu birahi. Nafasku terasa panas dan memburu. ÔÇ£Oughhh… Yu enak sekali memiawmuÔǪoohh enak banget ngent*tin memiaw Yu DarsihÔÇØ ceracauku lagi.
Aku terus menekan-tarikkan pantatku dengan penuh semangat, tongkolku bergerak liar di lubang memiaw Yu Darsih. Semakin lama tongkolku keluar masuk dengan semakin cepat. Yu Darsih mengimbanginya dengan memaju-mundurkan pantatnya di kasur. Kadang memutar-mutar pinggulnya.
Selangkangan kami menempel dengan ketat. Gerakan-gerakan persetubuhan kami semakin membuat kami lupa daratan. Aku dengan penuh nafsu menggumuli tubuh Yu Darsih. Menggenjoti tubuh Yu Darsih dengan penuh melampiaskan nafsu seks yang panas dan sedemikian lama terpendam.
Begitu juga Yu Darsih yang sudah cukup lama menjanda, berusaha melampiaskan nafsunya jua, tangan Yu Darsih kini meremas pantatku dan mejadikan pantatku sebagai tumpuan tangannya untuk bergoyang memacu tubuhku dari bawah. Yu Darsih merem melek dibuai nafsu ketika merasakn tongkolku yang tegang, keras, dan panas menusuk-nusuk dalam memiawnya.

ÔÇ£Aaaakhhhh Mas Adid sayangku, okhhh akuÔǪ.hhoohhÔǪenak sekali ent*tanmuÔǪenak sekali tongkolmu mas, okhhh genjoti aku terus.. aaaakhhh.. tongkolmu enak sekali sayangÔǪ oookhhh… mas…ÔÇØ erang Yu Darsih yang semakin mempercepat gerakan pinggulnya.
Dia makin melebarkan pahanya untuk membuat tongkolku menusuk makin dalam. ÔÇ£Oooooookhhh ent*ti memiawku MasÔǪaakhhhhÔǪooookhhhÔǪaakhhh… masÔǪgenjot sayang kuÔǪgenjot yang keras..ahhh..Mas..ooohh ent*t yang keras hhhooohh MasÔǪooohhh MasÔǪÔÇØ ceracau Yu Darsih, sementara gerakan pinggul Yu Darsih makin liar.
Yu Darsih rupanya merasa nafsunya se makin mendekati puncak, karenanya ia mencengkeram keras pantatku, sambil meliuk-liukkan pantanya. Ini membuat Aku merem-melek dengan nafsu yang semakin berkobar.
Kutekan-tekan pantatku semakin keras. Yu Darsih mencengkeram kasur saat aku menghujamkan tongkolku dalam-dalam. Kurasakan sesuatu yang geli mulai menjalar dari biji pelirku menuju batang tongkolku.
Ouuugghhhh Yu Darsihoookhhh...Aku mengerang kenikmatan, Ohhh..hhhhoohhoohh sayangku Yu Darsihaku mau keluarohhherangku sambil menghujam-hujamkan tongkolku kedalam memiaw Yu Darsih dengan keras dan liar, seliar goyangan pantat Yu Darsih.
Terus genjot Maaas sayang.aku juga mau keluaroooohhhooooo Mas.oookhtiba2 suara Yu Darsih menghilang tertahan. Seketika tubuhnya seperti kejang-kejang. Gerakan pinggulnya sangat liar Yu Darsih membusungkan dada dan menegadahkan wajah ke atas seiring itu memiaw Yu Darsih menyemprotkancairan yang nikmat yang banyak.
Aku meraskan semprotan mani Yu Darsih bersamaan dengan denyutan keras dari lubang vagina Yu Darsih yang mengejang. Dan ini sudah diluar kesanggupanku untuk menahannya lagi, hanya berselang hitungan detik aku pun menghujamkan tongkolku kuat kuat, keras, dan sangat dalam di dalam memiaw Yu Darsih.
ÔÇ£Oughhh…. Hemmmm Yu DarsihÔǪOookhhÔǪ.,ÔÇÖÔÇÖAku mengerang keras sambil menekan pinggulku keras-keras. Tubuhku pun mengejang, bersamaan dengan itu tongkolku memyemprotkan air mani dalam memiaw Yu Darsih dalam jumlah yang sangat banyak.
Semprotan itu berkali-kali membuat Yu Darsih meraih kepalaku dan seperti orang kehausan menciumi mulutku dengan rakus. Selangkanganku dan Yu Darsih menempel dengan ketat dan kuat. Bergerak mengejang bersamaan seiring penuntasan nafsu syahwat yang memuncak. Batang tongkolku berdenyut-denyut mengejang dalam lobang memiaw Yu Darsih yang juga berdenyut-denyut menyedot-mengisap-menarik dan menghisap serta-dan memijat-mijat batang tongkolku.
ÔÇ£Ohhh nikmat sekali aku masÔǪ.ÔÇØ desah Yu Darsih disela lumatannya pada mulutku, yang kubalas dengan eranganku ÔÇ£aaakhhh… aku juga nikmat sekali Yu Darsih sayangÔÇØ kataku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*