Home » Cerita Seks Mama Anak » Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 2

Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 2

Cerita Sebelumnya : Antara Aku, Mamaku, Restu, dan Mamanya 1

Saat ia menurunkan tubuh dan nyaris dalam posisi berjongkok, wanita berpantat lebar itu terlihat menggenggam dan mengelus tongkol Restu yang tegak mengacung. Lalu kepala penis Restu diusap-usapkan ke lubang memiawnya yang menganga. Akhirnya, bless tongkol Restu masuk membenam ke liang nikmat Bi Leha seiring dengan diturunkannya pantat wanita itu.

Mungkin merasa nikmat oleh adanya tongkol Restu yang melesak di dalam lubang memiawnya, menjadikan Bi Leha terdiam sesaat. Ia mengerang perlahan. Sementara Restu, sambil merasakan nikmatnya jepitan memiaw pembantunya kedua tangannya mulai bergerilya. Payudara wanita seusia ibunya itu diremas-remasnya dan sesekali puting-putingnya dipelintir dengan jari-jerinya. Ulahnya itu membuat Bi Leha kelojotan dan merintih menahan nikmat.

ÔÇ£Bi, Mang Sarno suka ngisep tetek bibi nggak,ÔÇØ ujar Restu sambil terus meremasi susu Bi Leha.

ÔÇ£Ih Mas Restu kok nanya-nanya begituan sih,ÔÇØ

ÔÇ£Ah pengen tahu saja. Jawab dong Bi?ÔÇØ Kata Restu lagi.

ÔÇ£Dia mah kalau lagi tidur sama bibi suka langsung. Boro-boro pegang atau ngisep tetek bibi. Mungkin karena kecapaian narik becak,ÔÇØ jawab Bi Leha.

Mendengar jawaban itu Restu kian meningkatkan remasannya pada buah dada Bi Leha. Bahkan sambil tetap telentang, tangannya juga meliar ke bawah perut wanita itu dan mengusap memiawnya yang tengah tertembus batang zakar miliknya. Dirangsang sedemikian rupa, gairah Bi Leha kian memuncak. Wanita itu mulai menggoyang-goyangkan pantatnya hingga tongkol Restu yang ada di dalam memiaw Bi Leha serasa diperah oleh jepitan otot-otot vagina wanita pembantunya.

Sesekali Bi Leha juga merubah gerakannya. Masih dalam posisi di atas, ia menaik-turunkan pantatnya. Dalam posisi gerakan seperti itu, nafsuku benar-benar kian terbakar. Betapa tidak , aku bisa melihat dengan jelas gelambir daging yang keluar dari memiaw Bi Leha saat wanita itu mengangkat tubuhnya dan tertarik oleh tongkol Restu. Batang tongkol Restu dan memiaw Bi Leha terlihat sangat basah oleh cairan yang keluar hingga menimbulkan bunyi ceplok.. ceplok yang sangat merangsang. Apalagi tetek gede wanita itu juga ikut bergoyang indah. Ah ingin rasanya ikut bergabung untuk meremasi susu yang menantang itu.

Gairah keduanya kuyakin kian mendekati puncaknya ketika gerakan yang dilakukan makin tak teratur. Gerakan naik turun tubuh Bi Leha makin cepat dan dengus nafasnya kian keras terdengar diiringi erangan-erangan tertahan. Sementara Restu mengimbangi dengan membuat gerakan memutar pada bagian bawah tubuhnya. Hingga hunjaman tongkolnya ke memiaw Bi Leha menjadi semakin cepat.

Ssshhhh ahhhahh .. memiaw bibi enak banget disogok tongkol Mas Restu. Auhh terus mas sogok terus. Ahh.. ahh bibi nggak tahan,

Restu juga suka banget ngent*t sama bibi. memiaw bibi kayak ngisep. Terus goyang pantatnya bi. Iya bi  akkhhh. ssshhh ..aakhhh enak baanget bi, oohhh, timpal Restu sambil mengobok-obok memiaw Bi Leha dan mencongkel-congkel kelentitnya hingga membuat wanita itu kian kelabakan dan suara rintihannya makin menjadi.

Puncaknya, Bi Leha mengangkat lebih tinggi tubuhnya dan lalu kembali menjatuhkannya dengan gerakan lebih cepat. Setelah tongkol Restu kembali menerobos masuk ke lubang nikmatnya, ia menggoyang pantatnya dengan goyangan memutar yang sangat kencang. Sekejap setelah itu, tubuhnya tampak tergetar menandakan ia telah mencapai orgasmenya. Auuuww aohh ohhh bibi keluar mas. Enak banget mas, aahh.. sshhh shhh . ohhhh,

Saya juga hampir nyampai bi. Ayo bibi terus goyang, ah .. ahhh shh,

Rupanya, Bi Leha masih menikmati sisa-sisa puncak kenikmatan dari orgasme yang baru diperolehnya hingga ia tak segera merespon permintaan anak majikannya. Hal itu membuat Restu makin kesetanan. Ia terus menggerak-gerakan bagian bawah tubuhnya sambil meremasi tetek wanita pembantunya.

Merasa respon yang diharapkan tak kunjung didapat, Restu membalikan tubuh hingga Bi Leha terguling. Saat itulah, saat wanita pasangannya terbaring mengangkang di kasur yang digelar di lantai dapur, dengan buas Restu langsung menerkamnya. tongkolnya diarahkan ke lubang memiaw Bi Leha yang kian basah oleh lendir yang membanjir. Maka sekali genjot amblaslah batang tongkol Restu di kedalaman meme Bi Leha.

ÔÇ£Auw.. jangan kenceng-kenceng mas. memiaw bibi sakit.. nih,ÔÇØ

Tepi Restu tak peduli. Gerakan naik turun tubuhnya di atas tubuh Bi Leha bukannya melemah tetapi makin dipercepat. Bahkan tiap ujung tongkolnya hendak masuk ke lubang memiaw wanita itu, ia sengaja menyentaknya hingga terobosan di lubang memiaw ibu yang telah melahirkan dua anak itu seakan menghujam cepat.

Perubahan terjadi pada diri Bi Leha. Ia yang sebelumnya memprotes karena merasa sakit pada lubang memiawnya, nampaknya mulai terbangkitkan kembali gairahnya. Sambil menikmati sogokan tongkol anak majikannya ia mulai menggoyang-goyang dan memutar-mutar pantatnya. Maka kembali Restu merasakan tongkolnya diperah oleh jepitan memiaw istri Mang Sarno.

Iya bi aahhah..ah ssshhhh. enak banget bi. Terus goyang biaahhh sshhhshhh  akkhhhh  saya hampir nyampai bi, aahhhh,

Iya Mas Restu, tapi jangan dikeluarin dulu. memiaw bibi juga mulai enak dan hampir nyampai lagi. Tahan dulu ya.. aakkkhhh . ssshhh shhh ahhhhh ahhhh, Bi Leha mulai merintih dan mengerang lagi.

Pergumulan pasangan yang usianya berbeda cukup jauh itu kian tak terkendali. Tubuh keduanya terlihat basah, banjir oleh peluh yang keluar. Sampai akhirnya, kedua kaki Bi Leha terlihat membelit ke pinggang Restu yang terus menghujam dan menusukkan batang tongkolnya di lubang memiaw wanita pembantunya. Lalu pantat Bi Leha membuat gerakan memutar yang sangat kencang. Saat itulah kudengar erangan cukup keras dari mulut Restu dan Bi Leha yang sangat keras dan dalam waktu yang hampir bersamaan. Rupanya keduanya telah sama-sama mendapatkan puncak kenikmatannya hingga tubuh Restu ambruk ke dalam pelukan Bi Leha.

Tadinya aku berniat kembali menyelinap ke kamar Restu. Tapi karena Restu buru-buru bangkit dan langsung masuk ke kamar mandi, aku jadi mengurungkan niatku itu. Bi Leha yang akhirnya bangkit dan tengah berusaha membereskan kasus yang habis dipakainya untuk bersebadan kubuat kaget oleh kemunculanku yang tiba-tiba telah berada di hadapannya.

Ee maaf bi bibi lagi ngeberesin kasur. Mas Adid mau kemana? Kata Bi Leha sambil berusaha menutupi memiawnya.

ÔÇ£Saya mau ambil minum bi. Restunya mana,ÔÇØ ujarku sambil terus menatapi tubuh telanjang wanita paro baya yang masih sangat merangsang tersebut.

Bi Leha benar-benar menjadi salah tingkah di hadapanku. Tapi karena baju dan kain panjangnya cukup jauh dari jangkauannya ia tak berani mengambil untuk menutupi tubuhnya yang telanjang bugil. Ia baru merasa terbebas setelah aku mengambil sebotol air dari kulkas beserta gelas dan kembali ke kamar Restu. Hanya seulas senyum yang sengaja kutebar, pastilah membuat ia bertanya-tanya.
Sepulangnya dari rumah Restu pikiranku sangat kacau sekali, ya semenjak peristiwa itu, hari-hariku selalu dipenuhi oleh anganku, dan aku tidak henti-hentinya berfikir bagaimana caranya mendapatkan pengalaman yang sama dengaan Restu, kawanku itu. Terus terang ku benar-benar iri dengan keberuntungannya.
Suatu malam, kira-kira sebulan setelah peristiwa di rumah Restu, sengaja aku menyambangi Yu Darsih, dengan alasan membeli rokok, aku berlama-lama berada di kiosnya, dan aku beruntung, karena malam yang mendung, membuat sedikit sekali pembeli yang dating ke kiosnya. Kuajak dia berbincang-bincang panjang lebar, dan dari situ aku tahu dia sudah sekitar tujuh tahunan menjanda.
Selama berbicara terus terang mataku tidak henti-hentinya menyelusuri sekujur tubuhnya yang seksi habis, karena meski sudah berusia 47 tahunan, tubuhnya yang hanya berbalut daster tipi situ terus terang sangat aduhai menggoda.
Coba kalian bayangkan buah dadanya montok besar, dengan pinggang yang masih cukup ramping dan perut yang cuma sedikit membuncit, yang justru membuat aku semakin terangsang, belum lagi pantatnya yang bahenol. Semua itu dilengkapi dengan kulit yang hitam manis dan bersih, serta wajah yang jelas menunjukkan kecantikannya di masa mudanya.
ÔÇ£Yu sudah lama memiliki keahlian memijat?ÔÇØ tanyaku padanya sambil mataku melirik lembah buah dadanya yang mengintip dari belahan leher dasternya yang cukup rendah. ÔÇ£Wah sudah sejak lama mas Adid, lebih lama dari usia mas Aditya sendiriÔÇØ jawab Yu Darsih kepadaku.
Ya namaku memang Aditya, meskipun banyak orang yang memanggilku dengan sebutan ÔÇ£AdidÔÇØ, sebagai kependekan nama tentunya. ÔÇ£Yu Darsih bisa memijat salah urat karena keseleo? dan juga untuk memperkuat stamina tubuh?ÔÇØ tanyaku beruntun.

Kulihat Yu Darsih sedikit mengerinyitkan alisnya, karena itu buru-buru aku menambahkan. ÔÇ£Aku sering kali keseleo akibat main bola di sekolah Yu, padahal sekarang lagi musim pertandingan bola di sekolah, jadi aku butuh stamina yang bagus serta terjaga, agar bisa selalu fit dalam main bolaÔÇØ kataku sedikit mengarang.
Oh tentu aku bisa melakukannya mas Adid jawab Yu Darsih kepadaku. Perbincangan masih berlanjut untuk beberapa saat, sewaktu aku akan pergi meninggalkannya, seperti tidak sengaja aku bertanya Kok aku tidak melihat Tinuk Yu? kataku. Wah anak itu sekarang ikut masnya, Minto di kampung, sekalian sekolah disana, mas jawab Yu Darsih. Paling nanti jika liburan dia akan pulang kemari lanjutnya kepadaku.
Diam-diam hatiku bersorak mendengar jawaban Yu Darsih itu, aku tahu Minto anak Yu Darsih yang tertua telah menikah dan tinggal di desa mengurus peninggalan kakek neneknya, sekarang dengan tidak adanya Tinuk, rasanya kesempatan bagi ku semakin terbuka lebar, Karena itu berarti tinggal Yu Darsih dan Iyem, anak perempuan tanggung yang dipekerjakan Yu Darsih membantunya berjualan.
Saat aku keluar dari kiosnya, aku melihat tembok tanggung disebelah kios itu, aku tahu itu adalah kamar mandi Yu Darsih, yang pintu masuknya bersisian dengan pintu masuk kedalam kiosnya, lalu terbayanglah akal nakal ku, aku yakin aku bisa memanjat tembok itu dengan menaiki dulu pagar tembok rumah sebelah yang pendek.
Dengan bayangan akal nakal itu aku kembali kerumah, dan semalaman aku nyaris tidak tidur karena di hantui oleh keinginanku melaksanakan pikiran nakal yang tiba-tiba saja terbayang. Malam itu terpaksa aku melakukan tiga kali onani, baru aku bisa terlelap kelelahan.
Keinginanku semakin membuncah ketika besoknya di sekolah Restu berkata ÔÇ£Did aku sudah punya jalan untuk meniduri ibukuÔÇØ katanya dengan nada sangat ceria dan yakin.
Heh .. gimana caranya? tanyaku sedikit bengong. Lihat saja nanti, aku pasti menceritakannya kepadamu, oh ya besok aku berlibur sama ibuku, libur empat hari kan kita sahut Restu sok jual mahal. Sejenak aku tertegun dan ragu, tapi karena nafsu dan keinginanku semakin membuncah, akhirnya aku berkata juga Res. sebenarnya aku. Aku juga punya rencana meniduri wanita setengah baya, tapi. tapi aku butuh bantuanmu kataku penuh keraguan.
Heh??? mata Restu terbelak memandangku, lalu bibirnya tersenyum nakal anythink for you  my best friend. percayalah meniduri wanita berumur jauh lebih nikmat ketimbang meniduri ABG, yang biasanya hanya menang muda saja, tapi soal geolan wah nggak nempil katanya sambil ngakak ditahan.
Ssstt siapa yang kau rencanakan untuk ditiduri?.. ibumu juga? tanyanya nakal. Aku menggelengkan kepala bukan Res bukan ibuku, kamu ingat Yu Darsih yang buka kios dekat rumahku? Nah dialah sasaranku jawabku sambil tersenyum malu-malu kucing.

Wah janda yang demplon itu, seep aku setuju, dia memang aduhai, gak kalah sama Bi Leha jawabnya sambil mengangkat alis matanya. Nah apa yang bisa kulakukan untukmu my friend? kata Restu nyerocos dengan suara penuh semangat.
Sejenak aku memandang berkeliling, setelah semua nampak aman lalu kubisikkan rencanaku pada Restu. Restu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, ÔÇ£agak memutar bung tapi bisa memuluskan jalanmu selanjutnyaÔÇØ katanya setelah mendengar semua rencanaku.
Hari itu aku sengaja pulang menelatkan diri, aku nyampai jalan sekitar rumahku, ketika hari mulai menjelang gelap dan mendung seperti kemarin, setelah kuintip Yu Darsih meninggalkan kios, diganti si Iyem yang jaga kios, aku sadar Yu Darsih pasti sedang mandi, aku segera memberi tanda pada Restu yang mengantarku dengan sepeda motornya.
Restu mengangguk tanda mengerti, aku mulai berlari kecil melintasi jalan dimuka rumahku dengan lagu dan raut muka yang sengaja kupasang seperti orang yang ketakutan dikejar sesuatu, dan tepat saat berada dekat waryung Yu Darsih, terdengar olehku raung sepeda motor yang sengaja dihentak-hentakan oleh Restu.
The Story Just The Beginning
Dengan cepat aku menaiki tembok pagar rumah sebelah Yu Darsih yang pendek saja, lalu dari sana aku naik pada dinding kamar mandi Yu Darsih, dan langsung melompat kedalam. Baru saja tubuhku masuk, terdengar teriakan ketakutan dan panik dari Yu Darsih. Dia terkejut, malu, sekaligus takut, betapa tidak seorang perempuan yang tengah mandi telanjang bulat tiba-tiba kamar mandinya dimasuki seorang laki-laki.
Dengan segera aku membalik melihat pada Yu Darsih, dan dengan mimik muka ditakut-takutkan, aku berkata dengan suara bergetar, bergetar bukan karena takut tapi karena dilanda birahi melihat tubuh telanjang Yu Darsih yang aduhai merangsang itu.
Mamaaf Yu, aku dikejar-kejar orang, toltolong sembunyikan aku disini kataku diterbata-batakan. Hah tidak sia-sia nilai seni drama ku tertinggi di kelas, ternyata aku juga bisa berperan dalam kehidupan nyata.
Tapi selanjutnya benar-benar di luar kendali, mataku terbelalak lebar melihat tubuh telanjang Yu Darsih yang hanya berjarak satu ÔÇô dua meter di hadapanku, payudara yang besar tampak berbentuk seperti papaya, dan hanya sedikit melorot, sedang perutnya agak sedikit membuncit, selain itu semuanya masih sangat mengundang bagi laki-laki. Apalagi saat mataku melihat gundukan hutan lebat yang menaungi memiawnya. Wah mataku benar-benar terpaku.
Yu Darsih sendiri yang dipengaruhi rasa terkejutnya, juga tidak berusaha menutupi dirinya sendiri, sehingga mataku bebas menikmati keindahan tubuhnya, yang benar-benar mengundang nafsu jahat lelaki semacam aku.
Beberapa lama semua itu berlangsung, lalu saat Yu Darsih mulai pulih, dia menyadari bagaimana pandanganku yang terpaku pada tubuhnya, dia langsung buru-buru mengambil handuknya dan menutupi tubuhnya yang bugil, tetapi ia tidak keluar`dari kamar mandi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*