Home » Cerita Seks Mama Anak » Aku Jadi Suka Memijit 2

Aku Jadi Suka Memijit 2

Cerita Sebelumnya : Aku Jadi Suka Memijit 1

Jantung Ardi berdegup kencang… sudah bias perasaannya antara emosi marah atau birahi melihat kejadian itu semua. Ibunya masih tergolek disana telungkup dalam keadaan tubuh bagian bawahnya telanjang, menampakan paha dan kakinya yang putih mulus yang nampak berlumuran sperma. Pak Karmin nampak mengoleskan penisnya ke telapak kaki ibunya, mengoleskan sisa sperma di kontolnya. Penis hitam besar itu nampak menggesek kulit putih mulus paha ibunya. Sungguh pemandangan yang sangat kontras. Bahkan Pak karmin sendiri masih tidak percaya bahwa Ibunya Ardi, fitri yg alim n cantik sekarang tergolek di depannya, berlumuran spermanya sendiri. Nyali dia untuk melakukan lebih ternyata tak cukup, akl sehat nya masih mampu mengendalikan tubunnya. Ia cukup puas beronani dengan paha n kaki ibunya Ardi. Tak lama pak Karmin mengambil kain sarungnya mengelap ceceran sperma dri kaki dan paha Fitri ketika tiba tiba terdengar suara motor Ayahnya Ardi. Dengan tergesa gesa pak karmin menarik kembali daster ibunya yg tersingkap sehingga bagian bawah tubuh fitri tertutup kembali. Ardi yang tiba tiba teringat bahwa ia tdi disuruh ayahnya untuk menemani ibunya dipijit pun segera bangkit dri tempat pengintaiannya. Beranjak menuju kursi disamping ibunya dipijat. Pak Karmin nampak kaget, tapi skaligus lega, takut ia nanti bakal dicurigai klo memijat fitri tanpa seorangpun di samping mereka. Untunglah anaknya keluar, gumam Pak Karmin.
Darto pun segera masuk, ia menemukan pak karmin masih memijat istrinya yg masih terlelap ditemani anaknya si ardi yg tengah asyik main hape.
“Dah pulang pak” tanya pak karmin
“Udah pak, dah selesai urusannnya jawab Darto
“Wah sampai ibumu tertidur di ujar Darto ke Ardi. Ardi cmn mengangguk an kepalanya, masih dikuasai oleh nafsu birahi akibat peristiwa tadi.

Oke lah pak.. saya permisi dulu ya pak. Dah malam kata pak karmin.
Pak Karmin pun segera menyudahi pijatannya, minta ijin pulang. Darto pun membukakan pintu, berterima kasih sambil memberi amplop yg sudah ia siapkan sbelumnya.
Darto segera membangunkan istrinya, agar segera pindah ke kamar sambil menyuruh Ardi membereskan kasur lantai.
Hoaaaaheem.. ibunya menguap, sambil bangun menuju kamarnya. Tak merasakan sperma orang tua tersebut yg mulai memgering di kaki n pahanya.

Sejak malam itu, sebenarnya Ardi pengin melihat ibunya di pijat lagi, sensasi cemburu, kesal dan horny melihat tubuh ibunya di digerayangi orang lain yang jadi satu, sungguh membuatnya ketagihan. Namun sayang sekali nampaknya ibunya dan Ayahnya tidak berminat lagi melakukan hal itu. Namun Ardi masih bersyukur, tingkah laku ibunya yang gemar memakai pakaian minim, walaupun cmn daster tanpa lengan dan bahian bawahnya pendek (20 cm di atas lutut) sekarang menjadi kebiasaan. Alhasil kebiasaannya mengocok pun tak terelakkan lagi gara gara terangsang melihat keseksian ibunya tiap hari. Dalam pikiran Ardi sebenarnya terlintas untuk menawarkan dirinya untuk memijat ibunya, karena sekarang ia hanya tinggal berdua tkarena ayahnya dirumah saat sabtu minggu akhir bulan saja. namun ia masih takut n malu jika ibunya menolak. Takut dicurigain bahwa ia berpikir aneh aneh terhadap ibunya.
Tapi ah sudahlah pikirnya, bisa melihat saja dah cukup kok.

Sampai suatu hari, saat ia, ayah dan ibunya sedang duduk bersama sambil nonton tv. Ibunya meminta agar ayahnya, Darto memijitnya, namun Darto menolak nya dengan alasan masih capek, orang barusan saja sampe rumah. Malah Darto mengusulkan agar si Ardi saja yang memijit ibunya. Terang saja, dengan gembira Ardi menyanggupinya walau dengan muka yang dibuat seakan akan dengan terpaksa. Ardi pun pergi ke kamar penyimpanan barang, membawa n menggelar kasur lantai di ruang TV. Ibunya ternyata sudah berganti pakaian dri semula celana pendek dan kaos menjadi daster biasa yang berlengan dan menutup sampai ke lutut. Ardi sedikit menghela nafas, kecewa padahal dikiranya ibunya bakal memakai pakaian sexy seperti saat biasa.. namun knp sekarang malah pake daster kuno tsb pikirnya. Ardi pun mulai memijat kaki ibunya, mulai dari telapak kaki. Dengan perlahan dan kuat Ardi memijat kaki ibunya. Lambat laun mulai naik ke atas, ke betis. Lama kelamaan walau hanya betis saja, kontol Ardi mulai menegang, melihat kemulusan betis ibunya. Namun Ardi berusaha ber sikap normal, lha wong ayahnya masih nonton TV sambil mengantuk antuk di sampingnya. Namun tak lama, ayahnya bangkit n menuju ke kamarnya. Tinggalah ia dan ibunya di depan tv. Melihat ada kesempatan, Ardi menaikan area pijitannya ke paha ibunya. Dengan gerakan perlahan Daster ibunya ia singkap ke atas, sedikit demi sedikit walau ia yakin ibunya nampak telah tertidur menikmati pijitannya. Lambat laun seluruh area paha ibunya dah terbuka. Ardi menahan nafas dan ngaceng berat mengamati keindahan paha n kaki ibunya yang terbuka dri jemari kaki sampai pangkal paha. Ardi memang menyukai paha n kaki, seperti yang ada di situs porno namun punya ibunya tak kalah mulus. Jenjang, Putih bersih tanpa noda, seperti milik gadis amoy. Fitri nampak bergumam dalam tidurnya, menikmati pijatan di kakinya, walau tanpa sadar pahanya yg mulus tlah tersingkap dan jadi bahan nafsu anak bungsunya.

Dengan telaten Ardi memijat paha ibunya sambil menahan diri untuk tidak mengocok kontolnya yg telah ngaceng berat. Sungguh terpana Ardi bisa meremas n memijat kaki jenjang dan tanpa noda tersebut. Mmmmm…. Ardi mendekatkan wajahnya ke paha kanan ibunya yang telah tersingkap sampai pangkal paha, mencoba menghirup aroma tubuh Fitri. Ardi merasakan sensasi luar biasa. Paha ibunya sungguh harum n kulitnya mulus. Tak tahan lagi Ardi pun menghentikan prosesi memijatnya, ia ambil gulingnya. Meletakannya persis disebelah kaki ibunya. Ia menindih guling tersebut sambil menggesekan kemaluannya. Gerakan tangannya seperti memijat halus paha ibunya. Tapi dengan ganas Ardi menciumi paha mulus ibunya. Setiap inchi kulit paha ibunya ia jelajahi dengan bibirnya. Mmmmm…. cuuup cuuup cuup…. . Suara kecupan ardi terdengar dengan keras.. sampai membangunkan Ibunya. Ardi pun kaget melihat ibunya bangun, namun karena ia sudah ngaceng berat. Ia tetep meneruskan ritual onaninya. Fitri awalnya kaget ia bangun sambil merasa ia sedang dipijat namun ia segera ingat bahwa ia sedang dipijat oleh anaknya. Mmmmmm.. di masih mijit ya?” Tanya fitri.
“Iya bu… sampe ibu ketiduran.. hehhe” jawab Ardi..
“Iya lah… pijitanmu enak” ujar Fitri.. tapi kalo kamu capek ya udah… stop aja di..
“Enggak, masih kuat kok ardi”
Fitri pun kembali menikmati pijatan anaknya. Pijatan anaknya memang mantep n enak, ga kalah sama pak karmin langganan suaminya. Mata fitri masih merem saat ia merasakan seakan ada kecupan di kakinya. Ternyata Ardi yang sudah kepalang tanggung ngaceng berusaha agak nekat juga. Ia mulai menciumi betis ibunya. Nampak ibunya ga bereaksi, sehingga ia meneruskan aksinya menciumi sembari bibirnya perlahan naik ke atas. Fitri merasakan kecupan di kakinya makin sering saja. Namun fitri sama sekali berpikir aneh. Wajar lah, orang jaman kecil saja si ardi suka tidur memeluk kakinya. Gerakan kecupan n ciuman ardi mulai menyentuh pahanya. Namun sekali lagi fitri membiarkannya, wajar saja. Walau gerakan bibirnya Ardi semakin ganas saja, karena melihat ibunya seperti membiarkan. Kesempatan, pikir dia. Mmmm,,, mmmmm,, gesekan kontolnya di guling makin kencang seiring dengan intensitas ciuman di paha mulus ibunya. Rasa iri n penasaran yang dulu ia rasakan saat melihat kakanya Rio dan Pak Karmin melakukan hal serupa terbayar lunas. Ia pun merasakan hal yg sama. Yang ternyata sangat nikmat. Cuup cuuup…. ia merasakan orgasme onaninya makin dengan, sambil mrmbenamkan wajahnya ke paha ibunya Ardi pun mengejang sambil berkejat kejat orgasme. Spermanya tumpah di dalam celananya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*