Home » Cerita Seks Umum » Nenek Istriku Kekasihku

Nenek Istriku Kekasihku

Ada orang-orang yang mempunyai orientasi seks sama ibu-ibu usia 50tahunan. Oleh karena itu di postinglah cerita ini. Perkenalkan nama aku Andri, umurku 27 dan baru menikah 2 tahun yang lalu. Istriku cantik dan pengertian, Irma namanya, kami telah mempunyai seorang bayi laki2 yg ku beri nama Gema.

Kisah ku ini bermula saat aku mengambil cuti dari pekerjaan selama seminggu, dan atas keinginan istriku, kami sepakat untuk berlibur ke rumah nenek dari istriku di kota Bandung. Cukup dekat dengan tempat tinggalku di Jakarta, dan karena sudah rindu juga dengan suasana kota yang nyaman dan sejuk.

Singkat cerita hari itu , sabtu tepatnya, kami sudah tiba di rumah nenek dan disambut hangat oleh nenek, kakek dan seorang pembantunya.
Karena cukup lelah selama perjalanan, aku berniat ingin langsung mandi untuk menyegarkan kembali kondisi badan.
Air yang dingin, nuansa kamar mandi yang belum terlalu modern, membuat nyaman sekali untuk berlama2 di kamar mandi. Ketika aku sedang mandi, aku sedikit penasaran dengan celana dalam yang menggantung di dekat cermin, hmm.. mungkin nenek lupa mengambilnya. Aku ambil celana dalam itu, waw.. ukuran yang cukup lebar menurutku. Tidak berlama2 , segera aku tuntaskan mandiku ini.

Saat makan malam, kita berdua dipanggil nenek untuk segera menyusul ke meja makan, dan segera kita menuju tempat makan.
Disaat itu, aku sedikit terkesima dengan penampilan nenek, walaupun umur dia sudah 57 tahun, tapi menurutku dia cukup awet muda. Malam itu nenek mengenakan kebaya brukat berwarna ungu, dengan samping sebagai penutup bagian bawahnya. Waw fikirku, wanita setengah abad, namun masih indah dilihat, wajah ayu, rambut yang rapih walaupun beruban, tubuh yang masih kencang dengan payudara besar dan pinggul yang SANGAT besar. Cukup sulit aku mengontrol mata untuk tidak melihat nenek, disaat dia membawakan makanan, pinggulnya bergoyang dengan indah, saat dia menaruh makanan di meja, tepat sekali buah dadanya depan mataku, waw.
Nenek sesekali memergoki ku sedang curi2 pandang , dan dia acuh saja.
kamipun dengan lahapnya menyantap masakan malam itu dengan penuh kehangatan dan banyak tawa serta canda.

Pagi hari aku terbangun agak siang, sekitar pukul 10 pagi. Dan istriku memintaku agar aku menjaga Gema anakku, karena istriku ingin berjalan2 sekitar kota bandung bersama kakek, karena istriku tak bisa menyetir, pembantu nenek pun dibawanya, karena katanya agar bisa membantu membawakan barang ketika berbelanja.

Tinggalah aku, nenek, dan anakku.
Selang beberapa jam sehabis aku mandi dan bersantai di halaman depan. Terdengar tangis anakku dalam kamar , akupun segera menyusul. Lama sekali anakku menangis dan tak bisa diam. Lalu nenek menyusul ke kamar dan menggendong anakku,
“Waahh.. ini sih mau nyusu sama ibunya, jadi susah berhenti” tukas nenek.
“aduh nek, dot bayi pun sepertinya terbawa irma” kataku.
“Ya sudah, sini anak manis.. uyut kasih kamu nenen”, lalu nenek membuka kancing kebayanya dan disingkap setengah bra-nya, keluarlah gundukan daging kenyal dengan ukuran besar, lalu memberikan putingnya kepada anakku.
“gak apa-apa gitu nek?” kataku.
“ngga lah ndri, dia cuma ngigo dan ingin ngedot aja”
Tanpa kata lagi aku hanya melihat nenek menete anakku sambil bernyanyi.
Cukup betah juga aku melihat susu nenek yang besar dan menggelantung di hadapanku. Tanpa aba2 kontolku pun langsung mengeras.
“Tuh kan udah diem dri, sekarang bisa tidur lagi dia”.

Saat anakku sudah ditidurkan, nenek tidak segera menutup kembali susu nya sehingga pemandangan indah tersaji tepat mataku.
“susu sudah menggelayut gini kok diliatin terus ndri?” ucapan nenek mengagetkanku.
“eeeu… engga kok , masih bagus keliatannya nek”, kalimat itu spontan kukatakan, aduh..
“masa iya sih ndri?” lanjut nenek.
“iya nek, andri serius, apalagi kalo andri bisa nyobain nete kaya Gema”
“emang pengen? nete sama susu nenek2? kamu ini aneh2 saja”
Tanpa fikir panjang, dan karena libido ku juga sudah memuncak, aku dekati nenek dan langsung kupeluk. Nenek diam saja. Kubisikan di telinganya “nek, nenek cantik sekali, andri suka”
Nenek pun melepaskan pelukanku dan menatapku agak takut. Lalu aku dekati dia kembali dan kukecup keningnya, lalu ke pipi kanan dan kiri. Nenek masih diam dan menatapku dengan sedikit malu. Lalu aku dekati bibirnya dan kukecup perlahan, nenek masih diam . Kulanjtkan mengecup bibir nenek dengan lembut namun agak lama, dan tiba2 mulut nenek terbuka, dia mulai melumat bibirku dengan lembut, lidahnya pun mulai menjilati rongga mulutku, lidah kami beradu dan kami saling bertukar ludah.

Lalu kuturunkan ciumanku ke telinganya, terus ke lehernya dan disaat itu juga tanganku mulau membuka kancing kebaya nenek satu persatu hingga terlepas kebayanya. Sambil terus kujilati lehernya akupun mulai membuka kain yang menutupi bagian bawah nenekku.

Nenek masih terdiam dan tidak ada perlawanan. Lalu aku buka kaitan bra nenek, tersemburlah kedua susu nenek dengan ukuran besar, dengan puting coklat dan terlihat agak berkeriput, namun tak mengurangi keindahannya.
Kujilati putingnya, kusodot, ku gigit pelan, sehingga keluarlah desahan awal nenek.
“aaasssshh… hhhmmmm hheeemmmhh”

Lalu kuusap2 bagian selangkangan nenek, ku tekan2 sambil lidahku kembali bergelut di rongga mulut nenek. Kusingkap celana dalam nenek, dan kumasukan kedalamnya, lalu kutekan2 jari tengahku ke arah lubangnya. Nenek kembali mendesah dan berguman,
“eeehhh andriiiii, kamu jahat ndri… hhhmmm… nenek knp kamu giniin.. eeehh hheeemmmh”
Tanpa aku jawab, lalu aku membuka seluruh pakaianku, dan aku pun membuka cd nenek, terlihatlah memek nenek dengan bulu2 panjang dan eksotis, bulat menggembung dan penuh sensasi. Lalu aku tidur behadapan dengan nenek, kuarahkan tangannya ke kontolku, akupun masih memainkan klitorisnya, dan kita pun berciuman penuh nafsu, saling gigit, saling memagut, sambil tangan kami saling mengocok dan menusuk.
Lalu setelah kontolku mengeras maksimal, aku beranjak menaiki tubuh nenek, kubuka lebar2 kedua pahanya, ku gesek2 kontolku di memeknya, dan blesss masuklah semua bagian kontolku.
Dengan penuh gairah aku menggenjot memek nenek, dia pun mulai menggoyangkan pantatnya , ke atas ke samping, memutar.
Sambil menggenjot kujilati puting nenek yang terlihat mengguncang naik turun dengan cepat.
“Aahhh… ndriiii… ini enak sekali sayang.. aahhh nenek enak ndriii… hheemmhh.. genjot yang kenceng sayang.. aduuhh uuhhh hemmhh”, desah nenek meracau.

“Iya nek… aku juga enak nek.. aaahh.. memek nenek kenyel.. andri suka.. uuhhh nek… aahhh”

Setelah menggenjot nenek dengan gerakan konvensional, nenek bangkit dan mendorong dadaku sehingga sekarang nenek yang berada di atasku. Dengan penuh nafsu, nenek menaik turunkan pantatnya dengan irama yang cepat, dia memutar, terkadang duduk dan hanya menyedot2 kontolku dengan memeknya.
Aaahhh… sungguh sensasi yang sangat nikmat.
Lalu kutindih lagi nenek dr atas, kegenjot dengan gerakan yang menghentak dan sedikit berputar, itu membuat nenek kewalahan dan nampak akan segera keluar.
“Aahh aduhhhh.. ndrii… sayaaaang.. uuuhh… nenek mau sekarang .. aaahhh sayaaangg… aaahhh… aduuhh.. aahh”

Dengan desahan dan erangan yang agak keras, keluarlah cairan hangat mengalir dari memek nenek. Disaat itu juga libidoku terasa memuncak, kegenjot dia dengan gerakan yang cepat sambil tubuhku memeluk nenek erat2, bibir kami kembali beradu , saling jilat saling hisap.
Dan setelah sekian lama aku menggenjot, akhirnya jebol juga pertahananku.

“Neek.. aku keluarrr sekaraaang… aaahh… neek… aaahhh… heeemmmhh”

Spermaku tumpah didalam memek nenek dengan jumlah yang banyak. Kami pun terbaring di kasur penuh keringat dan sambil membersihkan sisa sperma di memek nya, nenek mengecup bibirku dan berkata.
“Andrii sayaaangg… kamu hebaat.. nenek suka kamu sayang.. mulai sekarang nenek adalah kekasihmu, nikmatilah tubuh nenek kapanpun kamu mau sayang..”

Dan kami berdua pun lalu mandi dan bergegas kembali menjalani aktivitas sebelum istriku, kakek dan pembatunya tiba.

Mulai saat itu, kami berdua menjalin hubungan rahasia selayaknya kekasih. Dan kami selalu menyempatkan bercinta selagi ada waktu berdua.

Nenekku.. kau cantik, seksi dan penuh gairah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*