Home » Cerita Seks Mama Anak » Edukasi Seks Dari Ayah dan Ibu

Edukasi Seks Dari Ayah dan Ibu

Sore itu seperti biasa aku dan keluargaku sedang asyik becengkrama didepan televisi. Aku, mama, dan papa kami bertiga termasuk keluarga yang harmonis. Perkenalkan namaku zaki umur 16 tahun, ibuku anis umur 42 tahun, sedangkan ayahku agus umurnya 47 tahun. Kami bertiga selalu menghabiskan waktu bersama kalau sore hari seperti itu. Sedangkan bila pagi sampai jam 5 sore kita bertiga sibuk dengan urusan masing2 aku sekolah, ibuku sibuk dengan bisnis laundrynya, dan sedangkan ayahku bekerja sebagai pemborong. Walaupun hidup kami pas2an kami tetap bahagia karena selalu bisa berkumpul seperti ini.

Sore itu ayahku sedang memegang kartu ditanggannya untuk mengajak aku dan mamaku bermain kartu bersama untuk mengusir bosan. Akhirnya km bertiga bermain kartu bersama memang benar kata ayahku permainan kartu ini awalnya menghilangkan rasa bosan kami bertiga yang sedari td hanya ngobrol2 sambi lihat televisi. Setelah bermain cukup lama akhirnya kami bertiga merasa bosan dengan permainan kartu ini. Ayahku yang menetahui situasi itu langsung mencetuskan ide gilanya, memang ayahku adalah orang yang paling kreatif diantara kami bertiga tapi kali ini ide ayahku tidak bisa diterima dengan akal sehat.

Ayah pun mulai mengutarakan ide gilanya itu
“Kalian tampaknya udah merasa bosan iya?” Tanya ayahku kepada aku dan mamaku.
“Iya nih yah udah bosen dari td gini2 aja” jawabku menyauti pertanyaan dari ayah.
“Iya bener tuh kata zaki yah mama juga udah mulai bosan” sambung mamaku.
“Ya udah ayah kali ini punya ide, gimana kalau yang kalah harus membuka pakaiannya satu-persatu?” Ayah mengutarakan ide gilanya saat itu kepada km dengan senyum2 gk jelas.
“Apa yah? Apa ayah ini sudah gila?” Sahut mamaku sedikit sewot.
“Kenapa seh ma? Apa mama takut?” Tanya ayahku kepada mamaku.
“Ayah ini apa2an masak yg kalah harus lepas baju? Gimana kalau mama yg kalah?” Ucap mamaku melemparkan pertanyaan balik pada ayahku.
“Emang kenapa ma? Disini kan cuma kita bertiga tdk ada orang lain” sahut ayahku.
“Kok malah debat sih?” Tanyaku kesal kepada orang tuaku.
“Oke deh mama berani, ayo kocok kartunya” ujar mamaku mengakhiri perdebatan mereka.

Akhirnya ayahku mengocok kartunya dan membaginya rata pada km bertiga. Permainan pertama pun berlangsung sangat sengit kita bertiga saling adu strategi dan akhirnya aku yg kalah.

Lalu ayahku segera berkata,
“Ayo zak buka kaos kamu terus kamu kocok lagoi kartunya.
“Iya2 yah” jawabku sedikit sewot karena kalah pada permainan pertama.

Mamaku hanya senyam-senyum melihat kekalahanku. Akhirnya kartu kuocok lagi untuk permainan kedua. Dipermainan kedua ini mamaku yg akhirnya kalah.

Dengan sangat senang aku menyuruh mama untuk membuka bajunya,
“Ayo ma buka bajunya hehehehehe” ocehku sambil tertawa melihat kekalahan mama.
“Iya tidak toh mama hanya lepas jilbab dulu” sahut mamaku.
“Kok gitu? Mama curang ah” timpalku sewot mendengar kata2 mama.
“Iya gk bisa gitu ma perjanjiannyakn baju bukan jilbab jadi mama harus lepas baju dan jilbabnya tetep aja dipakai” ayahku coba menerangkan aturan permainannya pada mamaku.

Akhirnya mamaku melepas kancing2 bajunya dan terlihatlah toket mama yang masih terbungkus bh warna putih. Dipermainan ketiga mama kalah lagi aku dan ayah memaksa mama untuk membuka celanannya. Permainan ini berlangsung terus sapek tak terasa tubuh kami bertiga benar bugil tanpa ada apa2 lagi yg menutupi tubuh kita. Aku sempat terkesan waktu melihat mama membuka bhnya ternyata toket mama gede banget. Sebelumnya aku tak pernah memperhatikan toket mam karena tertutup oleh jilbab2nya. Ayah yang sudah menyadari kalau aku sedari tadi sudah terangsang melihat bentuk payudarah mamaku mulai memancingku. Ayah pun mengambil tindakan dengan menggeser tempat duduknya dan mendekatkan tubuhnya pada mama. Ayahku juga mulai mengraya2 payudara mama.

“Apaan sih ayah ini malu tuh dilihat zaki” kata mama menghentikan tingkah ayah.
“Gpp ma biarin aja zaki kan udah gede” jawab papa singkat.

Karena takut ayah marah mama membiarkan tanggan ayah meremas2 kedua toketnya itu. Aku pun sangat terangsang melihat tanggan ayahku yang sedang asyik dengan pekerjaan barunya saat itu.

“Zaki pengen ya?” Goda ayah padaku.
“Ayah apaan sih?” Mamaku coba memeringatkan ayah.
“Halah gpp ma toh zaki juga butuh edukasi tentang sex” jawab ayahku ringan.
“Enngg……..akkk kok yah” jawabku terbatah2.
“Ah jangan bo’ong ah zaki, tuh buktinya udah tegang banget” kata ayahku sambil menuding batang kontolku.
“Ternyata punyamu lebih gede dari punya ayah iya zak?” Lanjut ayahku.

Sedangkan mamaku masih bengong melihat batang kontolku mungkin mamku takjub dengan ukuran kotolku yang lebih besar dari punya ayah. Ayah terus meremas toket mama seperti orang kesurupan sambil lidahnya menjilati leher mama.

“Ngapain km bengong aja disitu zak? Sini bantu ayah” ayahku membuyarkan lamunanku.
“Ah ayah ini apaan sih? Masak zaki diajak beginian?” Sahut mamaku tapi pandangannya tidak berpaling dari batang kontolku.
“Biarin aja deh ma toh mama juga pengen ngerasain kontolnya zaki yg gede itukn?” Ayah langsung to the point kepada mama.

Mamaku tak menjawab kata2 terakhir yg terlontar dari mulut ayahku. Akupun tetap terdiam dan membisu ditempatku duduk, aku belum percaya kalau ayahku segila ini.

“Ayo zak kok malah bengong” kata2 ayah membuyarkan lamunanku.
“Zaki harus ngapain yah?” Tanyaku yang tampak begitu polosnya.
“Sini km jilatin memek mamamu” perintah ayah mendengar pertanyaan bodohku.

Bagai kerbau yg dicocok hidungnya akupun bankit dari tempatku duduk dan mendekat ke tubuh ayah dan mama. Sebenarnya aku masih ragu menuruti perintah ayah karena sebelumnya aku belum pernah melakukan hal yg seperti ini. Aku pun mendekatkan kepalaku dengan memek mama. Aku sempat menghetikan kepalaku tepat didepan memek mama karena sebenarnya aku jijik melakukan hal ini, tapi ayah memaksaku. Akhirnya kulakukan perintah ayahku menjilati memek mamaku. Pertama2 aku agak sedikit kaku melakukan hal seperti ini tp lama-kelamaan aku sudah mulai terbiasa. Karena aku sudah mulai terbiasa mama mulai menjambak rambutku untuk membenamkan kepalaku kepada memeknya sampai2 aku tidak bisa bernafas. Walaupun aku sulit untuk bernafas karena mamaku mebenamkan kepalaku tapi herannya justru aku lebih menikmati permainanku.

Mamaku mulai meracau,
“Terus zaki terus jilat itil mama zak, ayah juga sedot yg kuat pentil mama mainkan susu mama yah” racau mamku.

Aku dan papaku terus melakukan pekerjaannya masing2. Sampai papa menghentikan jilatanku.

“Zak berhenti menjilat memek mamamu dulu” ucap ayahku sembari bediri disebelah mama dan kontolnya tepat pada muka mama.
“Iya yah” jawablku menuruti perintah ayahku.
“Ma ayo sekarang giliranmu mainin kontol ayah” perintah ayahku yang ditujuhkan pada mama.
“Dan km zaki terusin jilat memek mamamu dari belakang” lanjut ayah.

Mama yang mengerti permintaan ayaj langsung mengubah posisinya mamau langsung nungging dan menyergap kontol ayah sedangkan aku asyik menjilati memek mama. Kelihatannya mama semakin liar menyepong kontol ayah yang ukurannya sedikit lebih kecil dari punyaku mungkin mama usah terbiasa maini kontol ayah. Setelah ayah merasah puas dengan sepongin mama sekarang ayah menyuruhku untuk mengantikan posisinya lalu ayah sekaran berpindah kebelakang. Kemudian ayah langsung membuka lebar kedua paha mama dan memasukan kotolnya kedalam lubang memek mama. Mama sempat menjerit kecil ketika kontol ayah berhasil sepenuhnya masuk kedalam memek mama. Sedangkan aku yg ada didepan mama langsung memajukan kontolku tepat pada bibir mama. Mungkin mama sudah mengerti maksudku mama langsung meraih kontolku dan mejilati kepala kontolku pertama2. Rasanya ngilu campur geli membuatku meringis2 keenakan. Melihat hal itu mama langsung memasukan kontolku kemulutnya. Rasanya hangat sekali, mama mulai memaju mundurkan kontolku yg berada didalam mulutnya.

“Ah……geli ma geli” racauku menahan geli.
“Udah nikmatin aja zak” ucap ayah mendengar racauanku.
“Emb kontolmu ahhhh ge ahhh de banget zak ahhh” kata mama yang sedikit terputus2 karena mendapat serangan dari ayah.

Mama terus mengulum kontolku dan sekali2 menyedot batang kontolku rasanya enak banget aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Sepuluh menit berselang ayah mengerang keras sekali tampaknya dia sudah sampai pada puncaknya. Tubuh ayah seketika lemas tak berdaya. Ayah kemudian mencabut kontolnya yang masih tertanam divagina mama, begitu kontol ayah dicopot terlihat jelas olehku ada cairan putih pekat keluar dari memek mama.

“Zak sekarang giliranmu ayo lakukan” perintah papa

Akupun nurut2 aja. Sekarang posisi mama sedang tidur terlentang pahanya terbuka lebar untuk memudahkanku memasukan kontolkuyg sedari td pengen sekali dimasukan. Aku mengarahkan batangku ke memek mama walaupun memek mama sudah licin karena peju dari ayah tp aku masih kesulitan untuk memasukannya. Akhirnya denga telaten mama membimbingku, kontolku dipegang oleh mama dan langsung diarahkan pas lubang memeknya. Karena lubang memek mama yang sudah licin oleh peju ayah kontolku langsung masuk seluruhnya ke memek mama. Mama menyeruak dan mengadahkan kepalanya keatas. Sekarang aku dengan perlahan mulai mengerakan pinggulku maju mundur.

“Ayo zak kontolmu enak” ujar mama.
“Iya ma memek mama juga enak” jawabku
“Ah…….ah…..ah….ah…..” Mama tidak berbicara lagi hanta desahan dan desahan yang keluar dari mulutnya.

Setelah hampir sepuluh menit ayah bangkit dari kursi tempatnya beristirahat. Ia mengisyaratkn padaku untuk membalik badanku akupun menurutinya. Sekarang mam yang berada diatas tubuhku tanpa pikir panjang ayah langsung mengarahkan kontolnya ke anus mama. Dengan bantuan dari air liurnya akhirnya kontol ayah bisa masuk seluruhnya ke anu mama. Mama hanya bisa mendesah entah dia telah menaha kenikmatan atau kesakitan aku tidak tau itu. Ayah dengan kasar menghajar anus mama.

“Aduh yah ah……terus…….yah ah…..ah…” Desahan mama

Akupun tak mau kalah dengan ayah aku langsung mempercepat gerakanku. Dan mama pun mendesah semakin keras.

“Ah……kaaaa….llliiiiiaaannn bbbeeeeee nnneeerrrrr beee nnneeeerr hhhhheeebbbaattt” desahan mama.
“Aaahhhhh kaaalllllaauuu bbeeeegggiiiinnniiii mmmmaaammmmaaaa gggaakkkk kkkuuuuuaaaatttt” lanjut desahan mama.
“Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhh” akhirnya mama mendesah panjang tanda orgasme telah didapatkannya.
“Km kuat banget zak belum keluar2 juga” tanya mama padaku.
“Hehehe gk tau juga ma” jawabku singkat.

Aku yang belum mencapai puncak sendiri berusaha mengerakan tubuh mama dan dibantu oleh ayah.
Mama terus kami serang daru lubangnya sampai 5 menit kemudian ada rasa geli pada ujung kontolku seperti ada benda yg memaksa untuk keluar dari dalam, meskipun kutahn tetap tak bisa dan akhirnya.

“Crettttt cretttt creeetttt cretttt”

Pejuku keluar membuat penuh seisi memek mama dipenuhio oleh pujuku dan ayah. Tubuhku langsung lemas dan si zaki junior juga langsung melemaskan tubuhnya. Sekarang tinggal ayah yg menutaskan birahinya. Entah sampai kapan ayah mampu begitu yang jelas hari ini aku puas sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*