Home » Cerita Seks Mama Anak » Mama Dan Anak Tiri 2

Mama Dan Anak Tiri 2

Cerita Sebelumnya : Mama dan Anak Tiri 1

Kedua anak tirinya masih tetap telanjang bulat saat dia kembali dan Nick langsung menariknya ke dalam pelukannya. Sembari mendaratkan ciuman, Nick membopong Lyla ke arah ranjang lalu menghempaskan tubuhnya diatasnya. Kekuatan Nick membuat nafas Lyla tercekat.

Belum lagi habis pantulan tubuh Lyla diatas ranjang, Nick sudah langsung berada di atasnya. Dia rentangkan kedua kaki Lyla lebar-lebar dan mulai menciumi vaginanya kembali. Lyla begitu kagum dengan kemahiran Nick tersebut. Saat dia masih muda, tak ada pria sebayanya yang begitu menguasai apa yang mereka lakukan. Lidah Nick serasa berada disegala penjuru di saat yang bersamaan dan dia menghirup semua madu birahi yang dikeluarkan Lyla seakan dia tak pernah merasa merasa puas mengecapnya.

Tapi kemudian lidah tersebut bermuara di kelentit Lyla dan jemari Nick meluncur masuk dengan dorongan lembut. Tubuhnya seakan bathup yang terisi penuh dan Nick membuatnya tumpah dengan begitu mudahnya. Lyla melenguh keras dan menggelinjang hebat saat kembali dia raih klimaks-nya. Dia seakan sebuah mainan ditangan pria muda ini. Dia begitu diselimuti oleh gelora kenikmatan dan semua rasa indah tersebut seakan tak sanggup lagi dia terima, nafasnya terenggut tanpa sisa dari dalam rongga paru-parunya.

Nick beranjak naik ke atas tubuh Lyla dan kedua tangan Lyla terjulur menggapainya saat dia menciumi serta menghisap kedua puting payudaranya. Kedua puting tersebut sudah menjadi sangat sensitif sekarang dan jari-jari kaki Lyla menekuk tegang jadinya saat Nick menghisap daging itu dengan begitu rakus. Jemari Nick masih mengaduk bagian dalam vaginanya dan tanpa mampu dicegah lagi, kembali orgasme Lyla meledak, meskipun seakan hanya sebuah orgasme yang diperpanjang. Belum pernah Lyla merasakan yang seperti ini hingga dia menggeram keras dalam nikmat.

Nick merasa menjadi pria sejati setelah bisa membuat mama tirinya seakan jadi gila. Papanya memang pernah menceritakan padanya kalau mama tirinya begitu menyenangkan di atas ranjang, tapi dia sama sekali tak menyangka kalau bisa selepas dan seliar ini. Andaikan Lyla adalah isterinya sendiri, tak akan pernah Nick turun dari ranjang. Dia suka reaksi Lyla taktala dia jilat dan hisapi payudaranya. Memang tak begitu besar, tapi Nick rasa itu adalah ukuran yang tepat dan masih terlihat dan hampir terasa sekencang gadis sebayanya. Nick berharap nantinya dia akan menikah dengan seorang wanita yang bisa menjaga tubuhnya seperti mama tirinya ini.

Dia terus bergerak naik dan keduanya saling cumbu seakan dua pasang remaja yang tengah dilanda birahi, sedangkan jari-jari Nick tak juga usai bermain dalam vagina Lyla. Tapi Lyla langsung menggenggam batang penisnya dan mengarhkannya ke vaginanya. Lyla mengingkan yang lebih dari hanya sekedar jemari saja.

Sejujurnya, Nick agak terkejut saat Lyla tak menghentikannya lebih dulu dan menyuruhnya untuk memakai kondom. Dia pikir itu alasan kenapa tadi dia pergi ke kamar mandi, tapi ternyata tidak. Hey, dia sama sekali tak protes. Melakukannya tanpa pelapis memang jauh lebih baik rasanya! Dia sangat suka dengan gadis yang tak suka dia memakai kondom. Lyla menggesekkan ujung penis Nick pada bbir vaginanya agar cukup basah dan kenudia Nick mendorongnya memasuki tubuh Lyla.

Oh my God, dia begitu besar! Jerit Lyla dalam hati saat penis Nick membelahnya. Papanya memang berukuran besar, tapi ukuran besar Nick memiliki keunikannya sendiri. Dia bergerak pelan, hanya memasukkanya beberapa centi saja lalu berhenti, memberi Lyla kesempatan untuk menyesuaikan diri. Ternyata, tidaklah terasa sakit seperti yang dia khawatirkan, karena kedua anak tirinya telah bekerja dengan baik dalam membuai birahinya hingga dia jadi teramat sangat basah.

Lyla mengangkat pinggulnya untuk menyambut Nick, mengisyaratkan agar bergerak lebih dalam dan Nick menyambut umpan tersebut. Dia tekankan semakin jauh memasuki lorong kenikmatan Lyla, menariknya keluar hingga hanya menyisakan kepala penisnya yang masih tetap tertanam sebelum kembali dengan pelan dia luncurkan masuk ke dalam.

Setiap kali dorongan yang dilakukan Nick, membuat nafas Lyla tercekat sejenak dan mencengkeram erat punggung Nick. Kepalanya terdongak menggantung ke belakang dan mulutnya ternganga. Saat Nick menyodok masuk ke dalam, Lyla melengkungkan punggungnya terangkat dari atas ranjang, mengangkat tubuhnya menyambut Nick.

Merasakan terisi penuh adalah sebuah perasaan yang paling memabukkan. Lyla serasa tak jua mendapatkan cukup dari anak tirinya, dia inginkan yang lebih lagi, dia eratkan kedua kakinya mengalung di punggung Nick, berusaha mengunci tubuh Nick pada tubuhnya.

Setelah Nick berada sepenuhnya di dalam tubuh Lyla, dia mulai bergerak lebih cepat, memompa batang penisnya keluar masuk dalam vagina Lyla dan Lyla mengerang liar, mendesah keras, suaranya memenuhi kamar, bergema di atas irama berderitnya ranjang di bawah tubuh mereka.

Reaksi Lyla yang menjadi sedemikian liar karena penisnya hampir saja menyudahi pertahanan Nick, tapi dia tetap berusaha menahannya. Dia sudah memutuskan untuk memberi isteri papanya ini sebuah persetubuhan ternikmat yang tak akan pernah dia lupakan. Ditambah lagi, dia yakin kalau adiknya juga akan menyetubuhi Lyla berikutnya dan dia harus memberikan yang lebih baik dari yang akan diberikan Sam nanti.

Lyla memeluk punggungnya sangat erat dan bahkan dapat dirasakan Nick kuku jarinya menancap ke dalam dagingnya. Mulut Lyla berada tepat ditelinganya hingga suara erangannya seakan membuatnya tak bisa mendengar. Vagina Lyla terasa mencengkeram batang penisnya sedemikian kencang pada batang penisnya, melekat dengan begitu erat.

Hentakan Sam mulai lebih keras dari sebelumnya membuat pelukan Lyla melonggar. Kedua kaki Lyla jatuh ke atas ranjang dan dia menggunakannya untuk tumpuan mengangkat pinggulnya menyambut hentakan keras Nick. Remasan dinding vagina Lyla serasa dia tengah orgasme dengan konstan. Mama tirinya ini adalah wanita paling menggairahkan yang pernah dia dapat.

Nick memegangi kedua kaki Lyla dan meletakkan di punggungya, menjadikan dia dapat menusuk masuk lebih dalam. Lyla merengek ketika Nick menghujamnya seperti itu, kepalanya terlempar ke kiri kanan dan tangannya mencengkeram erat sprei ranjang tersebut. Nick menyetubuhinya dengan sedemikian keras karena dia tahu kalau batas pertahanannya sudah di depan mata.

Sam menyaksikan keduanya bersetubuh dengan takjub. Bukan hanya karena itu adalah kakaknya dan mama tirinya yang bersetubuh, tapi juga karena energi liar diantara mereka. Dia telah melihat bermacam pronografi di internet, tapi tak ada yang bisa menandingi ini. Kebanyakan wanita-wanita tersebut terlihat membosankan atau terlihat jelas berpura-pura. Tak satupun yang dapat menyamai bagaimana cara Lyla mendesah dan tubuhnya yang menggelinjang liar saat Nick menyetubuhinya, membangkitkan syahwat.

Itu adalah seorang wanita matang yang begitu menikmati setiap detik kenikmatan yang didapatkan dari seorang pria muda yang perkasa. Rasanya sungguh tak terkira menyaksikan mama tirinya begitu liar dan penuh luapan seksual. Semua fantasinya sama sekali tak ada yang seperti itu! Batang penis Sam sudah teramat keras dan tak hentinya tangannya bergerak mengocoknya.

“Awww fuck, ma!” Nick mengumpat. “Fuck! Mama sangat hot!”

Kata-kata umpatan kasar biasanya tak menyenangkan hati Lyla, tapi sekarang ini ucapan Nick malah semakin membakar birahinya.

“Fuck, rasanya sangat nikmat! Mama suka? Apa mama menyukainya?” Nick menggeram.

“Ya! God, yes! Oh God, Nick yes!” Lyla merintih.

“Fuck! Fuck! Terima ini! Fuck!” Nick mengerang keras dan dia hunjamkan batang penisnya untuk yang terakhir kali, membenamkannya jauh di dalam vagina Lyla disusul dengan bobolnya pertahanannya. Dia cengkeram paha Lyla begitu keras, mengunci Lyla dengan tubuhnya, berusaha untuk tetap menahan nikmatnya remasan dinding vagina Lyla pada batang penisnya. Lyla melenguh dan menggelinjang liar di bawah Nick dan Nick yakin kalau mama tirinya itu mendapatkan orgasmenya lagi untuk yang kesekian kalinya bersama dengan dirinya.

Lyla memang meraih puncak kenikmatannya lagi, meskipun perasaan cemas tiba-tiba menyergap hatinya saat Nick menyemburkan spermanya di dalam vaginanya. Lyla menyukai sensasi saat seorang pria keluar di dalamnya, tapi papa Nick telah divasektomi tahun lalu. Dia tidak meminum pil anti hamil dan mereka tidak memakai perlindungan sama sekali.

Dia terlalu horny hingga tak berpikir sedikitpun saat penis Nick mulai memasukinya, tapi sekarang setelah dia menumpahkan spermanya di dalam, barulah dia menyadarinya. Dia tahu kalau dia harus mengeluarkan penis Nick saat itu juga, tapi sensasi rasanya terlalu nikmat dan lagi pula itu sudahlah terlambat. Maka kemudian, dia hanya pejamkan matanya dan membiarkan kenikmatan tersebut membawanya melayang tinggi.

Ketika Nick melepaskannya, Lyla terhempas ke atas ranjang seakan tanpa tulang dalam tubuhnya. Dia tarik nafas begitu dalam untuk memenuhi paru-parunya. Masih dirasakannya sensasi orgasme yang tak berkesudahan menggelenyar diseluruh otot tubuhnya.

*****

Terasa ranjang itu bergerak lagi dan tubuh Lyla ada yang membelai, ternyata tangan Sam yang tengah menyentuhnya. Kakak adik tersebut begitu berbeda sentuhannya dan sangatlah mudah mengenali perbedaannya. Lyla tak yakin kalau masih ada orgasme di dalam tubuhnya, namun sentuhan lembut dan kecupan Sam kembali memanaskan birahinya hingga saat Sam bergerak menaikinya, dengan senang hati Lyla mennyambutnya dengan pelukan dan selangkangannya.

Penis Sam dengan mudahnya menyusup dalam tubuhnya tanpa sedikitpun rintangan, walaupun Sam hampir sebesar kakaknya. Tapi Sam lebih panjang dan dia bisa menyentuh ruang dalam vagina Lyla yang belum pernah tersentuh sebelumnya. Itu memicu sensasi baru dalam diri Lyla dan dia kembali mengangkat pinggulnya untuk menyambut, seperti yang dia lakukan pada sang kakak. Sam terasa nikmat tak terperi, seakan Sam memang tercipta untuknya hingga mulutnya tak mampu meredam rintihan keras penuh kenikmatan. Sekali lagi akan membuat semuanya jadi sempurna.

“Sam, honey, berputarlah,” suruh Lyla, mendorong bahunya. Sam terlihat bingung, tapi dia kerjakan apa yang dipinta Lyla dan dia sekarang rebah di atas ranjang. Penisnya tercabut keluar dengan bunyi plop basah.

Lyla merangkak menaiki tubuh Sam dan memegangi batang penis Sam agar tegak lurus tepat di depan gerbang kenikmatannya. Lyla ingin pegang kendali pada batang indah tersebut. Kontrol adalah kuncinya, karena Sam cukup panjang hingga mungkin bisa membuatnya kesakitan kalau nantinya Sam jadi terlalu antusias. Tangan Lyla berada di perut Sam sebagai penyeimbang dan kemudian dia mulai menggerakkan piggangnya naik turun menunggangi Sam di bawahnya.

Sam meremas kedua payudara Lyla diselingi dengan pilinan pada kedua putingnya, mengirimkan kejutan kenikmatan yang menjalar langsung ke vaginanya. Tapi bukannya hanya bertumpu pada lututnya seperti yang biasa dia lakukan, Lyla merubah posisisinya, menekuk kakinya berjongkok. Dengan begitu dia bisa lebih merasakan keseluruhan batang panjang Sam meluncur keluar masuk dalam tubuhnya. Tangan Sam berpindah ke pinggang Lyla, membantunya berayun hingga keduanya mendapatkan irama yang mantap dan penuh tenaga.

Dengan posisi Lyla berada di atas menciptakan pemandangan yang sangat erotis, Sam dapat melihat jelas semua ekspresinya saat mereka mengarungi samudera birahi. Mama tirinya begitu eksotis dan Sam sangat suka memandangi wajah cantiknya memancarkan aura birahi membara liar seperti sekarang ini. Kedua matanya terpejam dan terlihat kalau dia tengah memusatkan perhatiannya. Sam mengagumi erotisnya kedua buah dadanya yang memantul oleh ayunan tubuhnya. Dia ingin memegangnya kembali, tapi dia khawatir tubuh Lyla akan goyah kalau tak dia pegangi pinggangnya. Dinding vaginanya begitu terasa mencengkeramnya erat setiap kali bergesekan dengan batang penisnya, sebuah trik yang belum pernah sekalipun dia rasakan. Sam seakan berada di surga lapis tertinggi.

Nick menyaksikan keduanya bersetubuh sembari mengocok pelan batang penisnya yang berkilat. Ya, dia rasa, mama tirinya tak akan ada habisnya. Dia masih mencintai Lyla sebagai seorang mama, tapi yang pasti kini dia akan memandangnya sangat berbeda sekarang. Akan menjadi sulit untuk kembali pada hubungan mama-anak yang normal setelah ini. Dia sudah menginginkan kenikmatan dari Lyla kembali.

Erangan Lyla terlepas keras dan bebas kala dia turunkan tubuhnya hingga keseluruhan batang penis Sam terkubur ke dalam vaginanya, membiarkannya tetap terkubur di sana untuk beberapa lama. Tubuh Lyla bergetar tak terkendali dan akhirnya dia rubuh di atas dada Sam.

Gila, Lyla terlalu sensual saat dia orgasme, pikir Nick. Kalau mereka sudah selesai, dia harap masih bisa dapat satu kesempatan lagi, tapi ternyata adiknya belum usai, penisnya masih terlihat ereksi sempurna saat dia keluarkan penisnya dari vagina Lyla yang makin kuyup.

Sam beranjak dari bawah tubuh Lyla dan bergerak ke belakangnya. Boleh saja Lyla mendapatkan orgasme lagi, tapi dia belum selesai. Sam tidak tergesa menjalani semua pengalaman ini. Dia tarik pinggang Lyla hingga kini dia dalam posisi merangkak, mempersembahkan keseksian bongkahan pantatnya pada Sam. Pantat bulat dan kencang yang selalu disukai Sam. Selalu terlihat seksi dalam balutan celana jeans ketat.

Kembali dia lesakkan batang penisnya hingga pangkal. Sudah tak dimilikinya pengendalian diri, tidak seusai menyaksikan Lyla yang orgasme di atasnya tadi. Dengan berpegangan pada pinggang Lyla, dia hentakkan tubuhnya dengan keras.

Lyla mencengkeram seprei dengan kuat dan membiarkan Sam memperlakukan tubuhnya seperti yang dia kehendaki. Seluruh aktifitas seksual ini benar-benar telah menguras tenaganya dan dia sudah tak bisa menghitung lagi sduah berapa banyak orgasme yang dia raih. Seakan kedua anak tirinya akan sanggup melakukannya sepanjang hari dan dia berharap masih punya stamina untuk mengimbangi mereka. Dia sudah tidak muda lagi tapi dia merasa bangga masih bisa melayani keduanya hingga sejauh ini. Dan sepertinya itu yang ada dalam benak mereka, karena Nick mulai bergabung dengan mereka berdua di atas ranjang, mengatur posisinya di depan wajah Lyla. Batang penisnya yang masih belum ereksi sempuna, tersuguh di depan wajah Lyla dan dengan desakan lembut dia arahkan mulut Lyla ke batangnya.

Lyla begerak sedikit ke depan dan membuka mulutnya lebar dan menerima penis Nick ke dalam mulutnya. Dapat dia rasakan perpaduan cairan birahi mereka tapi itu sama sekali tak menghentikannya. Dan sekarang, Lyla seakan mewujudkan fantasinya yang paling lama dan melakukannya dengan kedua anak tirinya. Ini pastilah sebuah mimpi yang tak waras! Ini bukanlah seperti yang dia bayangkan kerena dia hampir tak punya kendali di dalamnya. Sam yang menyetubuhinya dari belakang terasa terlalu nikmat baginya untuk membagi perhatiannya pada penis Nick yang ada dalam mulutnya dan dia kebanyakan hanya mengulum saja saat Nick memegangi kepalanya kala dia menyetubuhi mulutnya. Suara lenguhannya yang konstan terdengar terdengar janggal dengan batang penis Nick yang menyumpal mulutnya dan bisa dia rasakan air liurnya yang menetes di atas ranjang, tapi dia tak menghiraukannya. Dia merasa seakan seorang bintang!

Lyla mendapatkan sebuah pengalaman yang belum tentu bisa dia dapatkan lagi seumur hidup dan sengat menikmati setiap detiknya. Dia rasakan kedua anak tirinya berkodinasi dengan kompak, keduanya menarik keluar dan kemudian menyodok masuk kembali secara bersamaan. Lyla pikir sudah tak mungkin lagi setelah serentetan orgasme beruntun yang dia dapatkan, tapi kembali orgasmenya yang paling hebat, jauh lebih keras dari semua yang dia dapatkan tadi, menggulung seluruh pertahanan tubuhnya di ujung senja itu.

Seakan jiwanya tercabut keluar dari raganya dan melayang jauh tinggi ke surga teratas, sedangkan setiap nadi raganya menjerit penuh kenikmatan. Ledakan orgasmenya kali ini sungguh meluluh lantakkan semua kekuatan tubuhnya, untuk beberapa jenak dia merasakan gelap.

*****

Tapi kemudian setelah kesadarannya kembali lagi pada raganya, dia dapati kedua batang penis anak tirinya masih mengocoknya dengan cepat dan keras.

“Ayo gantian,” saran Nick. Dia inginkan sekali lagi legitnya remasan vagina Lyla.

“Ok,” jawab Sam. Puncak kenikmatannya sudah berada di ujung dan dia ingin rehat sejenak agar bisa tetap terus melanjutkan.

Lyla tak begitu mendengarkan dan untuk sedetik dia pikir mereka telah selesai, tapi kemudian tubuhnya sudah ditarik dalam posisi yang lain. Posisi tubuhnya sekarang miring kesamping, Nick di belakangnya.

Dia angkat satu kaki Lyla tinggi-tinggi dan langsung dilesakkannya kembali batang penisnya ke dalam vagina Lyla diiringi dengan bunyi yang begitu becek. Sam rebah dihadapannya dan menarik mulut Lyla ke penisnya. Lyla genggamkan tangannya pada batang tersebut untuk memastikan agar Sam tak menyodokkan terlalu keras dan membuatnya tersedak. Sekali lagi dengan posisi baru ini, kedua anak tirinya mengayunnya dari depan dan belakang.

Kamar tersebut berubah semakin gelap seiring matahari yang sudah menghilang ke peraduannya, tapi waktu sama sekali tak jadi rintangan. Kedua anak tirinya seakan memiliki stamina yang tak kunjung habis dan mereka menyetubuhinya tanpa henti, entah sudah berapa lama waktu berjalan.

Putaran kedua kali ini Nick yang keluar lebih dulu, mengisi vagina Lyla sekali lagi. Ingin Lyla katakan agar dia keluarkan di luar, tapi mulutnya sedang penuh oleh batang penis Sam. Nick mencabut penisnya dan Sam menaiki tubuh Lyla sekali lagi.

Kali ini dia melakukannya dengan pelan dan lembut dan terlihat seakan mereka sedang memadu cinta. Dia belai tubuhnya dan mencium seluruh wajah cantik Lyla sambil selangkangan keduanya menempel erat dan bergerak pelan seirama.

Hingga akhirnya Sam tak sanggup menahannya lebih lama lagi, dia tumpahkan spermanya dalam vagina Lyla, menambahkan diantara dua kali semburan sperma kakaknya.

Sudah tak masalah lagi sekarang siapa yang keluar di dalam rahim Lyla, sudah sangat percuma untuk dicegah. Yang Lyla inginkan sekarang hanyalah tidur. Selangkangannya terasa agak ngilu, sekujur tubuhnya terasa lemas seakan tak bertulang. Semua tenaganya yang tersisa telah terkuras habis, sehabis nafsu birahinya.

*****

Dia tak tahu sudah pukul berapa saat dia terbangun oleh Nick yang tengah bermain dengan vaginanya. Dia sudah ereksi lagi dan tengah bersiap membelah vaginanya lagi. Selangkangan Lyla masih terasa ngilu, tapi masih merasa begitu horny dan menginginkannya.

Lyla meminta agar Nick melakukannya dengan pelan dan Nick mengabulkannya. Bahkan mereka bisa mengatur waktu hingga dapat meraih puncak kenikmatan dengan bersamaan. Sesudahnya, Nick mengecup bibir Lyla dengan penuh perasaan hingga menghantarkan Lyla kembali ke alam mimpinya kembali.

Sam juga ingin menikmati tubuhnya sekali lagi beberapa waktu berikutnya. Pastilah saat itu sudah sangat larut, karena keadaan rumah terasa begitu senyap. Sam begitu romantis. Dia menanyakan kesediaan Lyla untuk mengulangi sekali lagi dan Lyla menjawabnya dengan tersenyum manis, “Tentu saja.”

Mereka bercinta untuk kali terakhir malam itu hingga akhirnya stamina jualah yang membatasi. Lyla tertidur dalam pelukan Nick, senyum kepuasan tersungging pada bibir keduanya.

*****

Saat dia terbangun keesokan harinya, Lyla sendirian dan benaknya yang belum sepenuhnya sadar tak ingat bagaimana dia menghabiskan Hari Ibu-nya kemarin, tapi lalu dia sadari keadaannya yang telanjang, dan tidak biasanya dia tidur dalam keadaan tanpa busana. Kemudian dia rasakan selangkangannya yang terasa ngilu dan dia rasakan pahanya yang begitu lengket. Dia singkapkan selimut, betapa berantakannya dirinya dan semuanya kembali ke dalam benaknya.

Lyla merasa shock dengan kelakuannya. Berapa banyak wine yang dia minum? Tidak, dia tak bisa menyalahkan alkohol karena dia tetap membiarkannya setelah kesadarannya pulih dari pengaruh alkohol. Tidak, tak ada yang pantas dipersalahkan kecuali nafsu birahinya sendiri.

Bukan hanya dia sudah berhubungan seks dengan kedua anak tirinya, itu sudah cukup parah. Dan kelihatannya sudah tak ada yang tersisa lagi yang tidak dia lakukan dengan kedua anak tirinya kemarin. Mereka tidak hanya melakukan dengan semua posisi bersetubuh yang dikenal Lyla, tapi mereka juga telah mengeroyoknya bersamaan, melakukan threesome. Mereka pasti jadi punya pandangan betapa jalangnya dia.

Meskipun mereka sudah cukup besar untuk bertanggung jawab, tapi Lyla masih tetap menyalahkan dirinya. Walaupun mereka menginginkannya sama seperti dirinya, itu sudah terlihat dengan sangat jelas, di tangannya-lah kendali rem seharusnya dipegang.

Dengan sangat berhati-hati dia berjalan menuju kamar mandi dan menyalakan shower, dia membayangkan apa yang akan dia lakukan berikutnya. Hal pertama yang pasti akan dia lakukan adalah meminum pil anti hamil dan berharap itu belumlah terlambat. Setelah mengguyur tubuhnya dengan air hangat cukup lama, berusaha menghapuskan semua peninggalan kejadian tadi malam, akhirnya Lyla merasa siap untuk keluar kamar dan menemui kedua anak tirinya. Tapi tak satupun dari keduanya yang dapat dia jumpai.

Baru disore harinya dia bertemu dengan mereka. Suasana terasa kaku dan itu berlangsung dalam beberapa hari berikutnya. Tak seorangpun yang menyinggung tentang kejadian di Hari Ibu, tapi kejadian tersebut terimpan jelas diantara mereka. Sam menghindari bertatap mata dengan Lyla setiap kali mereka berbicara, yang semakin membuat perasaan Lyla jauh lebih buruk.

Nick, di satu pihak, terlihat tak memusingkan sama sekali dengan apa yang sudah terjadi. Malah dia terlihat menginginkan itu terulang kembali. Di hari-hari awal setelah kejadian tersebut dia berusaha untuk mencari alasan apapun untuk dapat menyentuh Lyla, memegang pantatnya, membelai payudaranya. Bahkan pada sebuah kesempatan, dia menyudutkan Lyla di meja dapur saat berusaha mengambil buah di seberang Lyla. Dapat Lyla rasakan tonjolan keras di depan celana Nick menekannya dan tubuhnya bereaksi tanpa bisa dicegah. Tapi, Lyla berhasil mengendalikan dirinya. Dan setelah diacuhkan beberapa kali, akhirnya Nick menyerah.

Tak ada lagi dalam benak Nick kecuali ingin bersetubuh dengan mama tirinya lagi. Lyla begitu menggairahkan di atas ranjang hingga Nick berpikir kalau mama tirinya akan bisa membuatnya tak melirik gadis sebayanya lagi. Nick ragu jika gadis sebayanya bisa menyamainya. Saat mereka di atas ranjang, Lyla terlihat begitu menghayati dengan segenap perasaan hingga Nick merasa tak akan mendapatkan kesulitan untuk menyetubuhinya dilain kesempatan kembali, tapi Lyla tetap menolaknya dan Nick menyerah tanpa berusaha mendesaknya lebih jauh lagi. Dia harus menyalurkan libidonya pada gadis sebayanya yang lain.

Sam juga punya perasaan yang tak beda, tapi dia berbeda dengan kakaknya dan tak akan pernah berusaha mendekati mama tirinya. Tapi setiap kali dia berada di dekat Lyla, yang ada dalam benaknya hanyalah keinginan untuk menyentuhnya. Dia selalu menunduk dan tak berusaha menghindari mata Lyla. Dia tak bisa menatapnya tanpa melihat tubuhnya dan membayangkannya telanjang dan Sam tahu kalau itu salah. Dia hanya bisa berharap dengan berlalunya waktu, hasratnya akan mereda dengan sendirinya.

Saat suaminya pulang kembali di akhir minggu itu, semuanya seakan kembali normal. Lyla merasa lega kedua anak tirinya sama sekali tak menunjukkan tanda akan apa yang telah terjadi. Dia ingin berkata pada mereka agar tak membuka mulut, tapi itu mungkin saja percuma. Jika mereka memutuskan untuk mengatakannya pada papanya, Lyla akan menghadapinya, tapi sekarang ini mereka seakan sepakat untuk merahasiakan semuanya diantara mereka saja. Memang dia telah meminum pil anti hamil keesokan paginya, tapi waktu jualah yang akan berkata apakah itu berhasil ataukah dia nantinya jadi hamil. Yang bisa dilakukan Lyla hanyalah menunggu.

Selasai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*