Home » Cerita Seks Tante Keponakan » Perjalanan Menuju Dewasa

Perjalanan Menuju Dewasa

“Ezaaa…ayo bangun” Pagi itu di sebuah rumah, seorang wanita paruh baya sedang membangun kan anak remaja lelaki.
Dengan penuh kesabaran dia membangunkan remaja itu.

“iya, ini udah bangun kok”

“Ywdh, cepat mandi ntr telat ke sekolah” wanita itu pun keluar dari kamar nya.

Dengan masih mengantuk, remaja lelaki itu mandi dan bersiap untuk ke sekolah.
Setelah rapi dia pegi ke ruang makan untuk srapan.
Di meja makan itu seorang remaja wanita yang lebih tua dari nya duduk sambil menyantap sarapannya.

“Baru bangun dek, tiap hari telat mulu bangunnya?” sapa remaja wanita itu ketika dia melihat lelaki itu telah duduk.

“hmm” remaja lelaki itu menjawab dengan cuek.

“Udah cepat sarannya, ntr telat ke sekolahnya” wanita paruh baya itu mengingatkan.

“Yuk dek berangkat, tan kami berangkat dulu ya”

“Iya, hati-hati di jalan, belajar yang bagus!”

Dua remaja itupun berangkat pergi ke sekolah.

Reza, yang biasa di panggil dengan Eza adalah remaja berumur 12 tahun.
Dia tinggal bersama dengan tante nya, kakak dari ayah nya yang bernama Sari, yang berumur 39 tahun. Dan juga sepupunya, anak dari abang ayah nya yaitu Debby, yang lebih tua 3 tahun darinya.
Eza dan kakak sepupunya tinggal bersama tantenya karena memang tantenya yg meminta kepada org tua mereka untuk menemaninya dan menyekolah kan mereka. Berhubung karena dia seorang janda krn, suaminya telah meninggal dan tidak memiliki anak jd, dia merasa kesepian tinggal di rumah yg lumayan besar sendirian.
Tante Sari sendiri adalah seorang
dokter dan suaminya dulu adalah seorang pegawai jd, untuk materi dia bisa di bilang berkecukupan.

Eza sekarang duduk di bangku SMP dan kk sepupunya Debby duduk di bangku SMA tp, mereka bersekolah di sekolah yang sama.
Mereka berdia pergi dan pulang sekolah berjalan kaki karena, sekolah mereka memang tidak terlalu jauh dari rumah.

Eza akrab sekali dengan kk sepupunya, Debby.
Mereka buardua pergi dan pulang sekolah bersama. Di rumah pun mereka belajar dan bercanda bersama. Kadang tantenya pun ikut bersam mereka untuk bercanda.

Sampai pada akhirnya liburan kenaikan kelas tiba, Debby pulang ke rumah org tuanya untuk liburan.
Eza yang juga libur tidak pulang. Krn 2 minggu yg lalu org tuanya telah mengunjunginya dan menyuruh dia untuk tdk pulang.
Agar tante nya ada yg menemani.
Dan disnilah perjalan Eza di mulai.

Eza yg biasanya tampak gembira bersama Debby kini tampak murung krn tdk mempunyai teman di rumah.
Tante nya biasanya pulang kerja pukul 14:30.

Hari sabtu tante Sari libur kerja, dia sedang menatap Eza yg tampak murung dan sedang melamun di teras rumah.

“Eza, kok melamun?” suara tante Sari membuyarkan lamunannya.

“eh-tante” Eza kaget mendengar suara tante Sari.

“Kamu bosen ya di rumah gk ada temennya”

“iya tante”

“gimana kalau kita jalan-jalan aja?” ajak tante nya.

“jalan-jalan” serunya “emang mau kemana tante?” lanjutnya.

“kita ke pantai aja gmana, Eza mau kan?”

“mau..mau tante” Dengan gembira Eza mengiyakan tawaran tante nya.

“ywdh, siap-siap gih biar kita berangkat”

“iy, bentar ya tante” Dengan gembiranya dia pergi ke kamar dan bersiap untuk pergi.

Setelah bersiap mereka berdua berangkat ke pantai dengan menggunakan mobil tante Sari.
Di dalam mobil Eza asik mengoceh tentang apa yg akan di lakukan mereka nanti di pantai.

Tante Sari senang, akhirnya Eza tidang murung lagi. Dia sedih kalau melihat wajah Eza murung krn, Eza telah dianggap seperti anaknya sendiri.
Setelah sampai di pantai Eza langsung menarik lengan tante nya ke pinggir pantai.
Seharian itu tampak wajah Eza kelihatan senang sekali.
Mereka berdua bermain di pantai hingga menjelang sore dan akhirnya mereka kembali ke rumah.

“gimana sayang, senang gk?” tanya tante Sari,

“Seneng banget tante” serunya “kapan-kapan kita ke sana lg ya tante”

“iy. ywdh kamu sekarang istirahat, udah malam. Kamu Pasti capek kan main seharian di pantai?”

“iya tante. Tante juga istirahat ya, selamat malam”

“selamat malam sayang”

Eza dan Tante Sari pun Masuk ke kamar untuk istirahat.

Pagi hari nya Eza bangun ke siangan. Dia ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka,
Kemudian dia ke ruang makan untuk sarapan,
Setelah sarapan dia mau kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur nya krn, masih mengantuk.

Tetapi, saat melewati kamar tante nya, dia mendengar suara desahan dan rintihan dari dalam kamar tante nya.
Karena penasaran dia membuka kamar tante nya yg tdk di kunci.
Alangkah terkejutnya dia setelah membuka kamar tantenya.
Dilihatnya tantenya masturbasi dengan telanjang bulat. Tangan kanan tante nya meremas teteknya dan jari tangan kirinya sedang keluar masuk di vagina tantenya.
Matanya melotot ingin keluar dan bibirnya mengaga melihat itu sem

Tantenya langasung menghentikan aktifitas masturbasinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya. Wajah nya yg merah krn gairah nya yg hampir mencapai puncak kini bertambah merah krn malu.

“Eza, klu mau masuk pintu nya di ketuk dulu donk”

“ehk.. i-iy, ma..ma-af tante” serunya “a..aku pikir ta..tadi tante ke-napa..napa” sambung Eza terbata-bata.

“Ywdh. Kamu keluar gih” kata tante Sari.

“i..ya tante, maaf ya” dengan malu, Eza keluar dari kamar tante Sari dan masuk ke kamar nya.

Di dalam kamar dia berpikir, apakah yang akan tantenya lakukan kepada dirinya? Apakah dia akah di marahi? Apakah dia akan di hukum? Entahlah Dia sendiri tidak tau.

Dia mengingat kembali tubuh telanjang tante Sari. Tubuh nya begitu indah, kulitnya putih, payudaranya Besar dan kelihatan masih kencang perut nya rata krn tantenya rajin berolahraga.
Tanpa disadarinya kontol nya pun menjadi tegang.

Sedangkan tante Sari di dalam kamar kini telah memakai pakaiannya.
Dia keluar menuju ruang tamu.

“Ezaa.. Sini” panggil tante Sari.

“Iya tante bentar” jawabnya.

‘Waduh! Bakal kena semprot nih’ batinnya.
Dia pun keluar kamar menuju ruang tamu untuk menemui tantenya.
Sesampainya di ruang tamu dia duduk di kursi panjang yg berhadapan dengan tante Sari.
Wajah tertunduk krn takut.

“Kok kepalanya nunduk gitu?” tanya tante Sari yang melihat Eza menunduk.

Eza tidak menjawab, dia takut melihat wajah tante Sari.

“Eza takut ya tante marah?” tanya tante Sari lagi. “Eza ngak usah takut, tante gk marah kok soal yg tadi” sambung tante Sari lagi.

Tapi Eza tdk menghiraukan kata-kata tante Sari. Wajahnya masih tertunduk krn takut.

Tante Sari yg melihat Eza masih menunduk segera berdiri dan menghampirinya.

‘bakal di hajar nih’ batin Eza.

Tante Sari duduk di Samping Eza.
Di angkatnya wajah Eza dan di pandang nya dengan senyum.

“Kamu takut ya tante marah krn yg td itu?” tanya tante Sari.

Dengan wajah yg masih takut Eza menjawab “i..ya tan-te”

“Udah, gpp kok. Masa cuma gara-gara itu aja tante marah sih sama kamu” kata tante Sari sambil membelai rambut Eza.

“Ma..ma-af ya tan-te” jawab Eza masih takut.

“Iya gpp. Kamu gk usah takut gitu, ntr ganteng nya ilang loh!” kata tante Sari yg kemudian memeluk Eza dan mengusap kepalanya.

Eza kaget krn tante Sari yg memeluk nya tiba-tiba.
Wajah nya terbenam di dada tante Sari dan dia dapat merasakan kekenyalan 2 gunung itu.
‘mimpi apa semalam aku’ gumamnya dalam hati.

Sambil memeluk Eza, tante Sari bertanya “Eza, kamu udah punya pacar belum?”

“Belum tante” jawab Eza yg sudah merasa tenang krn di peluk tante sari. Apa lagi mukanya tepat di buah dadanya. (sapa yg gk tenang, ya gk gan) hehehe.

“Jadi belum pernah ciuman dong?” tanya tante Sari lagi.

“Belum la tante. pacar aja gk ada, mau ciuman sama siapa” kata Eza.

Dalam hati Eza bingung. Utk apa tantenya menanyakan hal seperti itu.

“Jd, belum pande ciuman dong?” seru tante Sari “mau gk tante ajarin kamu ciuman?” sambung tante Sari.

‘dreet..’ bagaikan kena setrum badan ini langsung tegang mendengarkan pertanyaan tante Sari.

“Gimana, mau gk tante ajarin ciuman. Biar nanti kamu gk kaku ciuman sama pacar kamu” tanya tante Sari lg.

Eza hanya mengangguk kan kepalanya saja untuk menerima tawaran tante Sari. ‘kapan lagi ni dapat kesempatan seperti ini’
gumamnya dalam hati.

“Jd, kamu mau nih” tanya tante Sari memastikan sambil melepaskan pelukannya dan memandang wajah Eza.

“Mau tante” jawab Eza langsung tertunduk. Mukanya bersemu merah.

Tante Sari tersenyum kecil melihat tingkah Eza. “jgn nunduk gitu dong. Gimana tante mau nyiumnya klu kamu nunduk”

Dalam hati Eza senang dan malu.
Perlahan diangkatnya mukanya dan di tatapnya tante sari yg sedang tersenyum kepadanya.
‘cantik banget tante Sari’ batinnya.

Perlahan wajah tante Sari mendekat. Eza menutup matanya, perlahan dirasakannya bibir tante Sari yg lembut menyentuh bibirnya.
Kemudian lidah tante Sari mulai menjilati bibir nya dan mau masuk ke dalam mulutnya.

Tante Sari melepaskan ciuman nya lalu berkata “Buka mulutnya sayang” kata tante Sari lembut.

Eza membuka mulutnya. Seketika tante Sari langsung memagut bibir Eza dan langsung memasukkan lidah nya.
Tante Sari memainkan lidahnya di dalam mulut Eza dan menghisap kuat lidahnya.
Eza membuka matanya, gelagapan dia mendapatkan serangan seperti itu. Dia sampai susah untuk bernafas.

Tante Sari melepaskan sejenak ciumannya. Eza tampak terengah-engah karena hampir kehabisan nafas. “gimana, enak gk?” tanya tante Sari sambil tersenyum. “jangan kaku gitu dong, kamu ikutin gmn cara tante tadi” tambah nya lagi.

Eza hanya mengangguk, nafasnya masih terengah-engah. ‘Gila nih tante Sari, hampir aja aku kehabisan nafas di buatnya’ gumamnya dalam hati.

Tante Sari memagut kembali bibir Eza, tp kali ini Eza memberikan perlawanan.
Eza mengeluarkan lidah nya dan masuk kemulut tante Sari.
Lidah mereka saling berbelit, bibir mereka saling menempel. Eza menghisap lidah tante Sari seperti yg di lakukan tante Sari tadi.

Kini mereka berdua saling jual beli serangan.

Eza semakin ahli dalam berciuman. Kini dia sudah bisa mengimbangi permainan tante Sari.

Tangan tante Sari menarik kedua tangan Eza, kemudian di letakkannya di atas teteknya.
Kemudian diremasnya tangan Eza yg ada di tetekknya.

Eza mengerti maksud tante Sari.
Dia kemudian meremas kedua tetek tante Sari yg kenyal dengan lembut.
Eza yg gemas makin memperkuat remasannya di tetek tante Sari.

“hmm…hmm.,” tante Sari mendesah dalam ciumannya.
Dia memegang kepala Eza dengan kedua tangan nya agar ciuman mereka tidak terlepas.

Perlahan Eza merebahkan tubuh tante Sari di sopa panjang itu.
Masih tetap berciuman, tangan Eza masuk kedalam baju tante Sari dari bawah kaos nya.
Dia kaget langsung menyentuh kulit payudara tante sari.
Di remas-remasnya payudara itu, kemudian di tariknya pentilnya keatas dan langsung dilepaskannya.

“Ahk!” tante Sari melepaskan ciumannya dan mendesah kuat.

Eza kemudian menurunkan ciumannya ke leher tante Sari.
Masih tetap memainkan tetek tante Sari, ciuman Eza kemudian pindah ke bawah kuping.
Dia menggigit kecil kuping tante Sari, makin mendesah.

“Ahh..!”

Eza kemudian membuka kaos tante Sari. Dia kaget melihat tante Sari yg tdk menggunakan BH.
Barulah di dilihatnya tetek tante Sari yg besar, putih dengan aerola dan puting yg kecoklatan.
Eza melongo melihat tetek tante Sari yg masih kencang itu.

“Di lihatin aja nih, ngak mau di cicipin dulu.. hihi” goda tante Sari yg tertawa cekikikan dan mata berkedip. Seksi sekali.

Eza langsung mengulum pentil tante Sari sebelah kiri dan tangan kirinya meremas dan memainkan pentil kanan tante Sari.
“Ahk.. Enak banget sayang.. Terus.. Yg satu lagi sayang..ahh..”

Tante Sari tak dapat manahan rangsangan yg sudah lama tidak di rasakannya dari suaminya dulu.
Kepalanya menggeleng ke kanan dan kekiri, matanya merem-melek dan rambut nya yg panjang di acak-acaknya sendiri.

Eza yg mendengar rintihan dan desahan tente Sari makin menggila. Di gigit kecing puting tante Sari dan di tarik nya ke atas.
Sehingga membuat yg mpunya tete mendedah tak karuan.

Eza melanjutkan penjelajahan nya di tubuh tante Sari ke bawah.
Di jilatinya perut dan pusar tante Sari.
Kemudian dia membuka celana tidur panjang beserta CD punya tante Sari.
Terpampanglah tubuh telanjang tante Sari yg seksi.
Tetek kencang, perut langsung (karena belum melahirkan dan rajin olahraga) dan vagina yg di tumbuhi jembut hitam lebat dan keriting.

Eza langsung melebarkan kaki tante Sari dan membenamkan mukanya di selangkangan nya.
Dia mencium aroma yg keluar dari vagina tante Sari yg aneh.
Kemudian di julurkannya lidahnya dan di usapnya vagina tante Sari dengan lidah nya.
Terasa cairan asin yg keluar dari vagina tante sari yg di jilat nya.
Bukannya merasa jijik, dia malah tambah bersemangat menjilati vagina tante Sari.

“Ahh… Sayang… Enak.. Terus…ah!”
tante Sari makin memuncak gairah nya kala Eza menjilati vaginanya.

Eza yg sedang asik menjilati vagina tante Sari, melihat clitoris yg berupa tonjolan di bagian dalam atas vagina tante Sari yg sebesar kacang.
Dia kemudian menghisap clitoris tante sari dan menggigit nya kecil.

“Ahhh.. Jgn di gigit sayang.. Ahh”
tante Sari makin menggelinjang tak karuan. Di remas-remasnya rambut Eza, menekan kepalanya agar tak lepas dari selangkangannya.

Eza yg mendengar rintihan tante sari malah makin menggigit gemas dan menghisap kuat clitoris tante Sari.
Membuat tante Sari mencapai orgasme yg dasyhat.

“Sayang.. Ahh… Jgn ku..at…kuat.. Tante Sampeeee… Ohhh!”
Badan tante Sari menegang, badannya bergetar, pahanya di rapatkan menjepit kepala Eza tangan nya menekan kepala Eza ke selangkangan nya.
Membuat Eza tak bisa bernafas.

Beberapa detik kemudian, barulah tante Sari melonggarkan jepitan pahanya dan melepaskan cengkraman tangannya di kepala Eza.
Barulah Eza bisa mengambil Nafas.

“Ah..ha..ha..ha.. Enak banget sayang” kata tante Sari di Tengah nafas nya yg ngos-ngosan.
“Sekarang buka baju nya sayang”
perintah tante Sari.

Dengan cepat Eza membuka seluruh pakainnya hingga telanjang bulat. Tampak penis nya yg sudah lumayan besar itu sudah menegang dengan sempurna.
Kemudian di naik ke atas sofa dan memposisikan dirinya untuk melakukan penetrasi.

“Ayo sayang, tante udah gk tahan nih. Masukin sekarang” perintah tante Sari.

Eza langsung memposisikan penis nya dan menusuk vagina tante Sari. Tapi dia meleset hinggal penis meleset ke atas.
Setelah mencoba 3x dan gagal, maka tante Sari membantunya.

“Sini tante bantu” kata tante Sari ambil memega penisnya dan mengarahkan ke dalam vaginanya.
“Ayo dorong pelan-pelan sayang”

Eza mendorong penis nya secara perlahan. Karena vagina tante Sari sudah basah, maka penis Eza masuk seluruhnya ke vaginya tante Sari.

‘Bless’

“ohhg”

“Ahhg”

mereka berdua mendesah bersamaan saat penis Eza masuk ke dalam vagina tante Sari.
Untuk sesaat mereka berdua terdiam.
Menikmati sensasi yg mereka rasakan.

Setelah beberapa saat, tante Sari menyuruh Eza mengocok vaginanya.
“Ayo sayang di goyang”

Dengan perlahan,Eza memaju-mundurkan penisny.

Sensasi yg baru dirasakan Eza pada penis nya yg hangat dan terasa di jepit di dalam vagina tante Sari, membuat di jd merem melek.

“Ahg… Tante, enak banget”

“iya sayang…ohh..tante juga enak…ahh”

Desahan mereka berdua makin menjadi.
Kocokan penis Eza di vagina tante Sari makin lama makin cepat.
Sekitar 10 menit kemudian mereka berdua sampai pada kenikmatan yg mereka kejar.

“Ahh…Ahh.. Tante, ah.. Aku mau pipis tante” ucap Eza mempercepat kocokannya yg sebentar lg akan menuju puncak.

“iya sayang…ahh..ahh.. pipis di dalam aja…ahh..tan…te juga… ma..u sampeeeeee… Ohhhg..!”

“tante aku gk kuatttt,,,ahhhk!”

‘croot..croot..’
‘serrr…serrr…’

Eza dan tante Sari keluar secara bersamaan.
Eza menindih tubuh tante Sari dan memeluknya erat-erat. Dia menancapkan penis nya dalam-dalam ke dalam vagina tante Sari, dan menyemburkan spermanya ke dalam rahim tante Sari banyak sekali sampi meluber keluar.

Mereka berdua terengah-engah. Setelah beberapa saat, nafas mereka sudah teratur. Penis Eza yg mengecil pun keluar dari vagina tante Sari.
Mereka berdua akhirnya saling berpandangan dan tersenyum penuh arti bersama.

“Keponakan tante ini nakal juga ternyata ya” kata tante Sari sambil memencet hidungku.

“apaan sih tante, kan tante td yg goda-goda Eza” katanya membela diri sambil memasang muka cemberut.

“Iyah deh. Gitu aja ngambek. Ntar ganteng nya ilang loh.. hihi” goda tante Sari sambil cekikikan.

“Bodo ah!” jawab Eza sambil bangkit dari tubuh tante Sari.

Tante Sari menahan tubuh Eza yg mau bangkit dari atas tubuhnya.
“Jgn bangkit dulu sayang, gini aja dulu. Tante pingin nikmatin dulu kita kyk gini. kamu jgn ngambek dong, kan tante cuman becanda aja td… Muacchh” tante Sari meminta maaf dan memberikan kecupan di bibir Eza.

Eza tersenyum sesudah menerima kecupan tante Sari.

“Nah, gitu dong. Kan ganteng ponakan tante kalau senyum gitu”
kata tante Sari sambil mencubit pipi kanan Eza.

“Jd klu Eza gk senyum, Eza gk ganteng nih?” tanyanya

“Ganteng kok, tp klu senyum malah makin ganteng ponakan tante ini. Mainnya juga kuat, tante senang banget. Makasih ya sayang.. Muuuuaaaccchh” puji tante Sari smbil memberikan kecupan yg agak lama di bibir Eza.

“Iya tante, Eza juga senang kalau tante senang.. Muuuaacchh”
“Tp aku td pipias di anu nya tante, gpp tante?” tanya Eza kemudian.

“Gpp sayang. Itu pukan pipis namanya, itu ejakulasi. Klu kamu keluarkan di dalam anu nya tante, nanti tante bisa hamil” kata tante Sari menjelaskan.

“Gitu ya tante. Tp td aku keluarinnya di dalam. Berarti tante nanti hamil donk?”

“Kalau cuman sekali belum sayang, tp klu kebanyakan baru bisa hamil” kata tante Sari sambil Tersenyum.

“Oh gitu ya tante” kata Eza mangguk-mangguk.

Setelah beberapa saat beristirahat. Akhirnya mereka berdua pergi ke kamar mandi untuk membersih kan diri.

“Sayang, mandi di kamar tante yuk” ajak tante Sari.

“Ayuk tante”

Akhirnya merka berdua pergi ke kamar mandi tante Sari utk membersihkan diri.
Sesampainya di dalam kamar mereka langsung menghidupkan shower. Kamar mandi tante Sari ini lebar dan juga lengkap. Ada wastafel dan juga badthubnya.
Mereka berdua saling memandikan.

Tante Sari mengambil sampo untuk menyampoi rambut Eza. Setelah di bersih kan, tante Sari mengambil sabun dan menyabuni Eza dan mengguyurnya dengan air untuk membersihakan busa sabun dari tubuhnya. Setelah itu, Eza menyabuni tante Sari.
Tapi pada saat menyabuni tetek tante Sari yg besar, Eza kembali terangsang.
Penisnya kembali tegang.

Tante Sari tersenyum melihat penis Eza kembali tegang.
Dia kemudian meraih penis Eza dan di remas perlahan.

“Ponakan tante bangun lg nih..hihi”

“Hehe.. Iya tante, gk tahan liat susu tante yg gede ini” jawab Eza sambil meremas tete tante Sari.

Tante sari kemudian jongkok tepat di depan penis Eza.
Kemudian dia menjulurkan lidah dan menjilati ujung penis Eza.

“Ah..geli tante.. Enak ..sst..”

Tante Sari kemudian membuka mulutnya dan mengulum penis Eza. Kepala tante Sari maju mundur, lidah nya dimainkan di lubang kencing Eza.

“Ohhg…sstt…aduh..tante..enak banget.. Ohh”

Tante Sari yg melihat wajah Eza merem melek keenakan dan mulutnya tak pernah berhenti meracau, tambah bersemangat memaju-mundurkan kepalanya.

5 menit kemudian, Eza menyuruh tante Sari untuk berhenti karena dia ingin menyodok kembali vagina Tante Sari.

Tante Sari melepaskan penis Eza, kemudian dia nungging di lantai kamar mandi dengan siku dan lutu sebagai penyangga tubuhnya.

Eza kemudian mengarahkan penis nya ke lobang memek tante Sari.
Dengan sekali dorong, penis Eza masuk seluruh nya.

Eza kemudian memaju-mundurkan pinggul nya mengocong vagina tante Sari.
15 menit kemudian mereka berdua keluar bersama dgn tante Sari keluar 2x.
Setelah itu mereka melanjutkan mandi dan keluar dari kamar mandi.

Setelah kejadian itu mereka tampak mesrah di rumah berduaan. Apalagi kini Eza sedang libur, jd di bisa larut malam tidur. Kapan mereka mau dan dimanapun mereka mau, klu sudah tdk tahan maka mereka akan bersetubuh.

“Tamat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*