Home » Cerita Seks Mama Anak » Obsesi Lain Seorang Ibu Pada Putrinya

Obsesi Lain Seorang Ibu Pada Putrinya

Cerita Obsesi Nakal Seorang Ibu Sudah Tamat. tapi ada cerita Lain Versi Ibu dan Fara.

Suatu hari sepulang sekolah, aku terkejut mendengar apa yang dikatakan Fara. Dia mengaku dapat hadiah peju dari teman-teman cowoknya!!

“Gimana ceritanya sayang?” tanyaku penasaran juga was-was.
“Waktu itu mereka minjam hape Fara Ma, mereka terkejut lihat banyak film bokep di hape Fara. Terus mereka nanya ‘ kamu suka nonton bokep ya Fara? kamu udah pernah ngentot ya? Fara jawab iya Ma” kata Fara santai. Aduh… putriku ini, kok film pornonya masih aja di simpan sih? pake jawab iya pula pernah ngentot.
“Terus?”
“Terus kata mereka, mereka sebenarnya udah lama nafsu sama Fara Ma…Terus waktu pulang sekolah Fara diajak ke wc Ma sama mereka. Fara ngikut aja”
“Ha? Kamu diapain sayang?”
“Fara ditelanjangi sama mereka Ma, ada banyak cowok Ma yang ada di sana. Fara sendirian cewek” Jantungku berdebar-debar mendengarnya.
“Kamu ditelanjangi rame2 di wc sekolah??” sungguh gila. Anak gadisku ternyata dijadikan mainan seks oleh teman-temannya cowok di sekolahnya. Jantungku rasanya mau copot.
“Iya Ma… Terus mereka ngocok rame-rame Ma… ”
“Apa? terus mereka pejuin kamu?”
“Nggak Ma…”
“Terus?”

“Mama buka deh Ma tas Fara” katanya, meski masih bingung kuturuti saja perkataannya. Ku raih tas Fara dan ku buka. Bau sperma langsung menyeruak!! Aku terkejut melihatnya, seluruh isi tas Fara berlumur peju, termasuk buku-buku tulis dan buku pelajaran. Sungguh melecehkan!!
“Mereka tumpahin peju mereka ke dalam tas kamu??”
“Iya Ma, tapi gak itu aja Ma…” Fara lalu menunjukkan tempat minum tupperw*re nya. Tampak cairan kental yang banyak di dalam sana, begitu tutupnya ku buka, ternyata bau menyegat itu lagi!! Mereka mengisi tempat minum Fara dengan sperma. Sungguh gila!!

Setelah kejadian itu, hampir tiap hari aku selalu menemukan ceceran sperma di dalam tas maupun di tempat minum Fara. Memang awalnya aku terkejut, namun anehnya aku tidak merasa marah sama sekali. Aku bahkan jadi horni membayangkannya, ada perasaan dan sensasi tersendiri ketika memikirkan putriku dicabuli orang seperti itu, hingga akupun membiarkan mereka mengulangi perbuatan bejat mereka pada putriku ini berkali-kali.

Tiap hari sesudah Fara pulang sekolah, terpaksa aku selalu membersihkan ceceran sperma itu dari tas dan tempat minumnya. Tanganku bersentuhan langsung dengan cairan-cairan kental tersebut. Suamiku masih belum tahu, akupun tidak berniat memberitahunya, aku takut dia malah ngamuk.

Hingga akhirnya suatu hari teman-teman Fara yang cowok itu main ke rumah, ada empat orang. Fara berbisik padaku kalau mereka itu orang-orang yang suka pejuin tasnya. Aku sih berharap mereka sedikit ganteng lha, tapi ternyata dari tampangnya jelas kalau mereka itu murid nakal dan bengal. Bahkan Fara juga mengatakan kalau mereka itu sebenarnya kakak-kakak kelasnya yang umurnya udah tua dan sering gak naik kelas.

Mereka yang biasanya hanya melihat Fara mengenakan seragam kini akhirnya dapat melihat Fara dengan tanktop dan hotpant. Mereka tampak sangat horni, Fara sendiri cuek-cuek saja. Akupun tetap berusaha ramah pada mereka dan tidak terlalu memperdulikan penampilan mereka yang amburadul itu. Mereka sering curi kesempatan gerepe-gerepein Fara di belakangku, tapi tentu saja si aku tau. Bahkan aku menawarkan sesuatu yang lebih gila.

ÔÇ£Sayang, kamu udah mandi belum?ÔÇØ tanyaku pada Fara.
Iya Ma, bentar lagi
ÔÇ£Ajak teman-temanmu mandi bareng gih sekalianÔÇØ suruhku. Tentu saja mereka terkejut. Aku menyuruh mereka mandi seakan mereka semua masih anak-anak saja, padahal umur mereka sudah remaja semua. Terlebih mereka semua laki-laki dan putriku sendirian cewek.

ÔÇ£Mandi sama mereka Ma?ÔÇØ tanya Fara.
ÔÇ£Iya, Papa kan di luar kota beberapa hari, jadi biar ada yang temani kamu mandiÔÇØ
Hmm Iya deh Ma

Dan merekapun pergi, empat cowok dan satu cewek itu ke kamar mandi untuk mandi bersama. Aku melihat mereka menelanjangi Fara beramai-ramai sebelum akhirnya pintu kamar mandi tertutup dan aku tidak bisa melihat apa-apa lagi. Hanya tertawa cekikikan Fara yang terdengar. Dari cerita Fara ku tahu kalau mereka hanya mandi biasa saja, Fara bilang mereka takut macam-macam karena ada aku. Padahal aku sih ngebolehin aja kalau mereka pengen ÔÇÿsedikitÔÇÖ nakalin Fara di rumahnya sendiri, hihihi.

Merekapun lanjut ngobrol dan nonton film, tapi sorenya hujan turun dengan lebatnya. Akupun punya ide yang lebih gila lagi. Aku menyuruh mereka untuk nginap saja, lagian kan sekarang lagi libur sekolah.
ÔÇ£Beneran tante?ÔÇØ tanya mereka terkejut.
Iya Kalian tidurnya di kamar Fara saja, temani Fara. Mau kan? tanyaku.
ÔÇ£Wah, aku sih mau tanteÔÇØ
Iya tante, aku juga mau ujar mereka setuju dan tampak antusias. Tentu saja mereka mau.

ÔÇ£Tapi udah minta izin orangtua kalian belum?ÔÇØ
ÔÇ£Itu sih gampang tante, kita udah biasa kok gak pulang ke rumah, heheÔÇØ Gila, ternyata mereka cukup liar juga, dan aku membiarkan mereka bergaul dengan putriku!! Akupun ke kamar Fara untuk menyiapkan kasur tambahan untuk mereka.

Malamnya, aku terbangun tengah malam. Ku lihat lampu kamar Fara masih saja menyala. Akupun mencoba mengintip apa yang sedang mereka lakukan, dan ASTAGA!!! Putriku sedang dicabuli!! Mereka sedang mengocok penis mereka beramai-ramai mengellingi Fara yang sedang bersimpuh telanjang bulat!! Tangan mereka juga menggerepe-gerepa badan Fara, meremas-remas susunya, memainkan clirotis Fara, sampai menciumi Fara. Tampaknya mereka sudah melakukan hal mesum itu dari tadi. Itu jelas dari wajah mereka yang sudah memerah penuh nafsu yang tertahan. Tubuh Fara dan mereka pun juga penuh peluh.

Hingga akhirnya mereka menumpahkan sperma mereka hampir bersamaan ke tubuh Fara. Tubuh Farapun penuh peju. Setelah itu mereka berpakaian kembali, tapi Fara lagi-lagi seenaknya tidur telanjang bulat dengan tubuh penuh peju. Gila banget.

ÔÇ£Kamu semalam ngapain aja sama mereka sampai malam?ÔÇØ tanyaku pada putriku esok paginya. Teman-teman Fara itu masih tidur dengan nyenyaknya di kamar Fara.
ÔÇ£Mama lihat?ÔÇØ
ÔÇ£Gak semuaÔÇØ
Mmmh, mereka cuma ngocok aja kok Ma
ÔÇ£Beneran cuma ngocok?ÔÇØ
ÔÇ£Iya, awalnya sih mereka katanya pengen ngentotin Fara, tapi Fara cuma mau ngentot sama Papa. Jadi mereka ngocok aja Ma, gak apa kan Ma?ÔÇØ
Iya gak apa tapi jangan kamu kasih tau Papa ya kalau kamu sering dipejuin teman-temanmu itu
ÔÇ£Iya Ma, nanti Papa marah yah Ma?ÔÇØ
Iya

Beberapa saat kemudian aku ke kamar Fara, mereka ternyata sudah bangun. Tampak ceceran peju mereka di lantai.
Waduh peju siapa nih? Kecil-kecil kok udah main semprot-semprot peju sih? Emang udah bisa keluar pejunya? Jangan-jangan ini iler doang. Hihihi godaku berlagak bloon tidak sengaja menginjak peju mereka. Fara yang juga ada di sana tertawa cekikikan. Mereka tampak pucat awalnya, tapi melihat aku yang malah senyum-senyum membuat mereka jadi santai kemudian.

Udah bisa dong tante Itu beneran peju kok Kalau gak percaya pengen lihat? Hehehe Gila, ternyata mereka beneran mesum. Pake nantangin aku segala. Hmm. Lihat gak yah?

Entah kenapa rasanya aku ingin terus menggoda bocah-bocah tanggung mesum ini.

ÔÇ£Benar sayang kalau ini peju?ÔÇØ tanyaku pada Fara.
Iya Mah itu peju mereka. Seenaknya aja semprotin Fara pake peju!! Marahin mereka Ma!! hihihi ujar Fara sambil cekikikan.

ÔÇ£Dasar yah kalian, seenaknya aja semprotin peju kalian ke anak tante!!ÔÇØ kataku memasang ekspresi marah, tentu saja aku tidak benar-benar marah. Mereka yang tahu kalau aku cuma pura-pura malah cengengesan.

Aku lalu duduk di atas tempat tidur ikut ngumpul dengan mereka semua. Kami ibu dan anak sedang dikelilingi para remaja pria mesum!! Tanganku lagi-lagi menyentuh cairan kental, kini yang ada di kasur Fara. Aduh Sperma mereka ada dimana-mana gini. Kamar putriku betul-betul penuh aroma peju.

ÔÇ£Emang kalian udah sering yah coli di depan cewek?ÔÇØ tanyaku kemudian.
ÔÇ£Gak kok tante, baru dengan Fara ajaÔÇØ
ÔÇ£Coli doang di depan cewek secantik Fara, emang gak pengen kalian cobain lubang surganya Fara?ÔÇØ godaku. Tampak mereka terkejut mendengar omonganku. Tapi sepertinya itu malah membuat mereka makin bersemangat, begitu juga diriku.

ÔÇ£Gak boleh sama Fara tante, katanya cuma untuk Papanya. Emang benar yah tante kalau Fara sering gituan sama Papanya?ÔÇØ
ÔÇ£Iya benar, hampir tiap hari Fara digenjot ayah kandungnyaÔÇØ kataku menekankan kata ÔÇÿayah kandungÔÇÖ. Sepertinya mereka masih sulit percaya kalau Fara sering bersetubuh dengan ayahnya sendiri.
ÔÇ£Kenapa? Kalian sendiri udah pernah gituan belum?ÔÇØ tanyaku kemudian.

ÔÇ£Saya belum pernah tante, Amir tuh yang pernahÔÇØ jawab Dodi.
ÔÇ£Beneran Mir?? Sama siapa sih? kecil-kecil udah pernah gituan ternyata kamuÔÇØ tanyaku.
Hehehe Iya tante, sama pacar aku dulu, terus sama kakak tiri, terus sama janda sebelah rumah jawabnya.
ÔÇ£Hah? Sering?ÔÇØ
Lumayan sering Gila nih bocah, ternyata dia sudah pengalaman ngentot, bahkan dengan perempuan yang lebih tua.

ÔÇ£Tapi kamu jangan coba macam-macam sama anak tante ya… Dia cuma mau sama Papanya. Awas kalau Fara ngadu ke tante kalau kamu ngentotin dia!!ÔÇØ
ÔÇ£Iya tante, tapi kalau cuma pegang-pegang boleh kan?ÔÇØ
Boleh kalau cuma gerepe-gerepe sampai kamu muncrat sih gak masalah. Itupun kalau Faranya mau. Kalau dia gak mau ya gak boleh dipaksa, iya kan sayang?
Mmh.. Iya Ma jawab Fara tersenyum pada mereka. Mendengar itu Amir langsung meraih Fara kemudian memeluknya. Betul-betul seenaknya saja Amir ini. Putriku sedang dipeluk-peluk mesra oleh remaja lusuh seperti dia di depanku, dan aku sebagai ibu kandungnya Fara hanya tersenyum membiarkan!!

ÔÇ£Kalian jangan tiru si Amir yah… Masa kecil-kecil udah pernah gituan, gak boleh… Umur 18 tahun nanti baru bolehÔÇØ kataku sok menasehati mereka, padahal putriku sendiri yang masih 14 tahun ku tuntun agar berzinah dengan ayahnya sendiri.

I-iya tante 
Kalau kita ngentot sama tante aja boleh nggak? Tante pengen cobain kontol aku nggak? Kayanya lebih gede dari punya suami tante lho. hehe ujar salah satu dari mereka. Sungguh lancang dan kurang ajar. Sangat tidak pantas sebenarnya mereka ngomong seperti itu. Seandainya ada suamiku di sini mendengarnya mungkin mereka sudah dihajar habis-habisan. Tapi aku sendiri bukannya marah, malah tertawa renyah mendengarnya.

Hahahaha. Ya ampun. Kalian ini bandel banget sih dibilangin, udah tante bilang belum boleh gitu-gituan kalian itu masih dibawah umur

Habis tante cantik sih. Pantas saja anaknya juga cantik kata Amir sambil menciumi pipi Fara, yang lain juga ikut-ikutan mencium dan meraba Fara. Putriku digerayangi di depanku!! Tapi karena mereka tidak menyakiti Fara, bahkan ku lihat Fara menggelinjang dan mendesah keenakan, jadinya ku biarkan saja. Aku sendiri juga jadi ikut-ikutan horni menyaksikannya.

Emang lebih nafsuin siapa? Tante atau Fara hayo? kataku. Libidoku mulai naik, aku semakin tertarik meladeni omongan mereka.
ÔÇ£Sama-sama nafsuin, soalnya sama-sama cantik sih tante, heheÔÇØ

Huuuu Udah bisa ngerayu yah kalian Pandai banget. Hmm terus, ini seandainya aja yah, cuma seandainya. Kalau kalian disuruh milih, kalian pengen ngentot dengan Tante atau Fara? tanyaku pada mereka sambil memasang senyum nakal. Sebuah pertanyaan yang pastinya membuat mereka semakin mupeng. Aku tidak percaya kalau aku bisa bertanya hal seperti itu. Aku yakin penis mereka sangat tersiksa di dalam celana mereka saat ini, biarin deh.

ÔÇ£Kalau aku sih sama tante duluanÔÇØ kata Amir menjawab pertama, dia tampaknya yang paling bersemangat.
Ha? Tante duluan? Berarti anak tante kamu entotin juga dong habis itu dasar maruk!! Kalian semua pengennya gitu juga? tanyaku pada yang lain.
Iya tante hehe
Dasar kalian gerutuku pura-pura kesal, tapi tetap tersenyum sesudah itu.

ÔÇ£Jadi boleh nggak nih tante?ÔÇØ tanya Bayu, si anak yang paling kurus, botak lagi.
Apa? ngentotin kita berdua? Nggak lah ya

Yaaah Kalau dipejuin aja boleh nggak tante? Hehe
Hah? Kalian mau pejuin tante juga? Duh Fara, teman-teman kamu ini kok genit-genit sih?? kataku menjawab pertanyaan mereka sambil tertawa-tawa. Melihat aku tidak marah dan menolak, pastinya membuat mereka makin berani.

Iya, tante kita jadi pengen nih Kan kata tante pengen tahu kita bisa keluarin peju atau nggak, hehehe
Iya tante boleh yah? kata mereka terus-terusan membujukku. Duh, kok aku jadi ikut-ikutan gini sih? Sebenarnya aku penasaran juga sih. Bagaimana sperma-sperma muda itu menempel di kulitku, merasakannya di mulutku, bahkan masuk ke dalam rahimku. Tapi kalau nanti keterusan dan aku hamil? Masak aku selingkuh dengan bocah-bocah tanggung gak jelas ini sampai mengandung anak mereka? Hii. Membayangkannya saja aku sudah merinding.

Hmm gimana yah. Sayang, emang boleh Mama ikutan? tanyaku pada Fara.
Mmmh Mama mau ikutan? Ikutan aja Mah ucap Fara polos sambil masih tetap digerayangi beramai-ramai.
Tuh tante Faranya penasaran tuh lihat mamanya yang cantik juga dipejuin sama kita, hahaha kata mereka sambil tertawa mesum. Salah satu dari mereka kemudian langsung berdiri dan menurunkan celana dalam mereka, kemudian mulai mengocok di depanku. Sembarangan aja nih bocah, padahal aku belum bilang iya.

Dasar kalian genit. Ya sudah, kali ini saja yah Cuma ngocok saja yah di depan tante ujarku akhirnya yang disambut sorak gembira penuh tawa mesum. Yang lainpun kini mulai melepaskan celana dalam mereka, ada juga yang bugil total. Tampaklah penis-penis ukuran standar khas remaja itu di depanku. Bohong yang dia bilang tadi kalau punyanya lebih besar dari punya suamiku.

ÔÇ£Tante, buka dikit dong bajunyaÔÇØ pinta mereka. Ku turuti perkataan mereka, ku turunkan dasterku sampai ke pinggang. Merasa tanggung, akupun meloloskan seluruh daster itu dari tubuhku, hanya menyisakan bh juga celana dalam.
ÔÇ£Puas kalian? Dasar abg mesumÔÇØ kataku.

ÔÇ£Dibuka semua aja dong tante. Bugil, pasti lebih cakepÔÇØ pinta mereka.
ÔÇ£Lha, kalian kan sudah sering lihat Fara bugilÔÇØ kataku.
Tapi tante kan belum
ÔÇ£Nggak, cukup segini saja atau Tante pake lagi nih baju tanteÔÇØ kataku. Bagaimanapun aku harus tegas. Kalau nggak bakal keterusan.

ÔÇ£Ya sudah, yok kita bugilin anak gadisnya saja, hahahaÔÇØ ucap Amir. Meski ucapannya terkesan kurang ajar namun aku tetap tersenyum dan membolehkan. Merekapun mulai menelanjangi putriku, langsung di depan ibunya. Mereka lepaskan tanktop dan celana pendek Fara bersama-sama, tentu saja juga diiringi remasan dan elusan tangan mereka yang kurang ajar. Gilanya aku bahkan membantu melepaskan celana dalam Fara yang merupakan pakaian terakhir yang melekat pada tubuhnya, bagaikan tanda kalau aku mempersilahkan mereka berbuat mesum sesuka hati pada putri kandungku. Aku penasaran apa yang akan dilakukan suamiku bila dia ada di sini, apa dia juga akan berbuat sama?

Mereka mengocok penis mereka sambil menggerepe-gerepe Fara. Bahkan ada yang meminta Fara mengulum penisnya. Putriku yang tampak keenakan diraba-raba seluruh tubuhnya menuruti dan membiarkan semua perlakukan cabul mereka. Begitupun diriku, sebagai ibunya Fara juga hanya membiarkan.

Saat mereka menghujam penisnya dalam-dalam ke mulut Fara sampai Fara mau muntahpun aku tetap juga membiarkan. Meskipun ini tidak pantas dilakukan oleh seorang ibu, tapi sensasinya sungguh luar biasa. Rasanya sungguh aneh melihat Fara, anak kandungku sendiri, dicabuli dan dilecehkan begitu oleh orang-orang seperti mereka. Lebih bikin berdebar-debar dibandingkan bila seandainya aku yang dicabuli.

Uh enaknya nih cewek, coba aja dibolehin ngentot racau salah satu dari mereka.
ÔÇ£Iya, padahal kan enak kalau kita entotin anaknya di depan ibu kandungnya, hahahaÔÇØ
Tante, Faranya keenakan tuh kita entotin aja boleh nggak? hehe

ÔÇ£Nggak, dasar kalian bandelÔÇØ jawabku gemas dengan rasa penasaran mereka yang kebelet pengen ngegenjotin vagina putriku. Bagaimanapun kalau Fara gak mau, aku juga gak bakal bolehin.

Kalau gitu tante telanjang dong atau Faranya kita entotin nih hehehe pinta mereka seenaknya.
Huuu pake ngancam segala. Emang segitu pengennya ya lihat tante telanjang?
ÔÇ£Iya tante, kita kan penasaran juga bagaimana tubuh wanita dewasaÔÇØ

Ampun deh tante sama kalian. Ya sudah, cuma kali ini saja lho aku mengiyakan. Akupun bangkit, melepaskan bhku, mereka bersorak. Lalu ku turunkan celana dalamku, mereka semakin bersorak. Dasar abg labil.

ÔÇ£Puas?ÔÇØ tanyaku sambil mengerlingkan mata.
P-puas tante gede mantap Mata mereka menelusuri setiap tubuh telanjangku, terutama buah dada dan daerah vaginaku yang ditumbuhi rambut yang cukup lebat. Kocokan mereka semakin cepat. Tentu saja. Siapa sih yang gak bakal mupeng? Udah ngelihat tubuh telanjang remaja cantik seperti Fara, kini malah melihat ibunya yang gak kalah cantik juga bertelanjang. Aku sebenarnya cukup malu bertelanjang di depan orang lain selain suamiku. Namun ku anggap saja mereka semua masih anak-anak, walaupun kenyataannya bukanlah demikan, karena mereka semua sudah cukup dewasa untuk menghamili wanita!! Jantungku jadi berdebar-debar semakin kencang.

ÔÇ£Awwwhh!!ÔÇØ teriakku kencang saat buah dadaku tiba-tiba dicaplok mulut Bayu, si bocah ceking. Tentu saja aku langsung mendorongnya. Sialnya, dia sepertinya malah sengaja menjatuhkan badannya ke arah Fara. Mereka berduapun tersungkur di lantai kamar. Fara sampai mengaduh kesakitan.

Kamu ini apaan sih!!?? Jangan ngelunjak yah ujarku cukup kesal, sebenarnya aku hanya terkejut sih tadi dia tiba-tiba menyentuhku.

ÔÇ£Sorry tante, gak tahanÔÇØ jawabnya sambil masih terus menghimpit Fara. Tuh bocah malah membuat gerakan cabul menggoyangkan pinggulnya seperti menyetubuhi Fara, tapi tidak benar-benar memasukkan penisnya, hanya menggesekkan di belahan pantat Fara saja. Tidak lama dia melakukannya, Bayupun bangkit dan kembali berdiri di depanku bersama teman-temannya yang lain. Beronani ria mengocok penis mereka sambil menatap seluruh tubuh telanjangku.

Suasana pagi yang dingin, lalu nafsu mereka yang memang sudah tinggi, membuat mereka sepertinya tidak butuh waktu lama untuk memuntahkan peju.
Tante ohhh ugghhhh erang mereka.

Crooot crooot
Sperma merekapun berhamburan hampir bersamaan. Sebagian besar mengenai wajahku, aku dibukkake para remaja tanggung!! Peju-peju mereka juga meleleh sampai ke buah dadaku, bahkan ada yang terus meleleh hingga ke permukaan vaginaku. Sangat banyak. Entah kenapa aku membiarkan perbuatan mesum mereka ini padaku. Ya Sekali ini saja jadi lah

ÔÇ£Tuh kan tante, benar kan kalau kita udah bisa ngeluarin peju, hahahaÔÇØ
Dasar, iya iya  kataku mencubit gemas perut mereka bergantian. Mereka mengaduh sok kesakitan meskipun cubitanku tidak keras.

ÔÇ£Lihat tuh Fara, Mama kamu kita pejuinÔÇØ ujar mereka kurang ajar pada putriku, namun baik aku dan Fara malah tersenyum manis.
ÔÇ£Ma, ini mereka kok dari kemarin pejunya gak abis-abis yah? Emang peju ga bisa abis ya Ma?ÔÇØ tanya Fara polos. Duh, putriku ini, mamanya habis dipejuin malah bertanya seperti itu.
Nggak tuh mereka bandel sih. Jadinya pejunya ada terus jawabku sekenanya.

ÔÇ£Tante, Om tau nggak nih kalau anak dan istrinya kita pejuin? Kalau Om tau gimana yah? Kayanya seru nih kalau kita pejuin tante dan Fara di depan Om, heheÔÇØ kata mereka semakin kurang ajar.

Paling kalian bakal kena hajar, hihihi Mau kena hajar? tapi aku tetap saja meladeninya dengan ramah.

Setelah membersihkan wajah dan tubuhku dari ceceran sperma mereka. Aku lalu bangkit, berniat untuk mengenakan pakaian kembali lalu membuat serapan pagi. Tapi mereka tiba-tiba bilang,

ÔÇ£Tante, kayaknya asik deh kalau kita ngelihat Tante dan Fara lesbian, heheÔÇØ

APA??? Gila saja!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*