Home » Cerita Seks Mama Anak » Remote Control Universal

Remote Control Universal

Satria. Seorang pemuda tanggung delapan belas tahun. Pulang dengan dengan bangga karena telah memenangkan lomba sains di kotanya. Ia menang dengan alat ciptaannya yaitu remot yang bisa mengontrol tingkah laku katak dengan cara mentransmisikan gelombang radio melalui DNA katak.

Dede dan Dian, orangtua satria sangat bangga pada anaknya. Satria mewarisi ketampanan ayahnya meski lebih tinggi. Dian sangat terlihat matang pada usianya yang ke empat puluh satu. Untuk merayakan kemenangan satria, mereka makan malam di tempat favorit Dede.

ÔÇ£Abis ini kamu mau ngapain lagi nak?ÔÇØ
ÔÇ£Satria masih pingin ngembangin ini lagi yah. Agar lebih sempurna.ÔÇØ
ÔÇ£Ayah rasa kamu mesti patenkan penemuanmu ini. Agar tak dibajak orang.ÔÇØ
ÔÇ£Iya yah. Udah satria urus kok.ÔÇØ
ÔÇ£Bagus. Kalau butuh bantuan, tinggal bilang saja sama ayah.ÔÇØ
ÔÇ£Oke yah.ÔÇØ

Esoknya aku memungut sehelai rambut mama dari sisir yang biasa dipakai oleh mamanya. Lalu ia masukah helaian rambut itu ke DNA separator. Beberapa menit kemudian ia berhasil mengisolasi variabel dari DNA mamanya dan memasukan ke frekuensi analiser. Tak lupa ia setel analiser itu agar selaras. Setelah yakin, ia mulai mengaktifkan analisernya dan menghubungkan ke osciloskop untuk melihat frekuensi yang pas. Lalu ia mulai bereksperimen setelah mendapat frekuensi yang pas.
Beberapa jam kemudian.
Satria mulai mengeset remotnya setelah menambahkan frekuensi dari rambut mamanya. Sekarang yang perlu dilakukan adalah mengetes remot itu. Ia mendengar mamanya memanggil menyuruh makan. Jadi ia letakkan remotnya di meja kerjanya. Lalu ia makan bareng keluarganya. Ia memperhatikan mamanya. Menurutnya mamanya adalah wanita tercantik di dunia. Ia juga tahu papanya punya selingkuhan dan bahkan satria tahu bahwa mamanya juga tahu suaminya punya selingkuhan tapi tak merasa terganggu. Ia telah sering melihat para selingkuhan papanya. Hingga ia tiba pada satu kesimpulan, para simpanan papa tak seperti mamanya. Mereka selalu lebih seksi. Maka dari itu, satria berencana mengubah semuanya.

Andai idenya berhasil, papanya takkan pernah membutuhkan wanita lain lagi selain mamanya. Dan keluarganya akan kembali bahagia.
Tahu  tahu ia lagi menatap paras mamanya. Hhmm meskipun sudah berumur, tapi ia masih menganggap mamanya sangat cantik nan jelita.
Abis makan, satria cabut lagi ke kamarnya. Biasa, ngoprek mainannya lagi. abis ngoprek, satria keluar kamar. Ia heran liat papanya cepet cepet masuk kamar, biasanya selalu ngobrol lama sama mama kalo abis makan. Di sofa, satria liat mamanya lagi ngopi, kesedihan terpancar di raut muka mamanya. Seperti tersambar petir, tiba ÔÇô tiba sebuah ide melintas di kepalanya.
Satria ke kamar dan keluar lagi sambil memegang remot kontrol. Lalu remot itu ia arahkan ke mamanya. Ia tekan beberapa tombol. Efeknya 

Mata mamanya melebar, seperti terkejut. Mama lalu berdiri. Tangan mama meraba tubuhnya sendiri, lalu mengusap susunya dan meremasnya. Satria tak percaya ternyata mainannya bekerja. Satria bisa melihat ada sesuatu di mata mamanya saat tangannya tetap meremas susunya sendiri.

Tak cukup hanya itu, mamanya tiba ÔÇô tiba membuka bajunya hingga tinggal hanya memakai bh dan cd saja. Sungguh sangat menambah kecantikan sang mama di mata satria. Tangan mamanya menarik bh ke atas hingga terpampanglah susu mamanya. Begitu terkejutnya satria karena baru kali ini ia bisa melihat susu mamanya dengan sangat jelas. Matanya tak berkedip melihat susu itu kembali diremas oleh tangan mama sendiri. Lalu jari ÔÇô jari lentik mama mulai memainkan putingnya. Mengelus. Mencubit. Membetot. Bahkan satria bisa mendengar erangan mamanya.

Ternyata, mainannya lebih dahsyat dari yang ia perkirakan. Satria tahu mengutak ÔÇô atik DNA memang penuh misteri, tapi ia tak mengira efeknya sedahsyat ini.

Masih di depan matanya. Tangan mamanya yang satu mulai mengelus perutnya. Lalu turun ke selangkangan. Jarinya mulai mengelus ÔÇô ngelus cdnya sendiri. Rasa ÔÇô rasanya satria ingin kembali ke kamarnya saat itu juga dan mulai masturbasi. Tapi keinginan itu ia tahan sedemikian rupa.

Kedua tangan mama kembali beraksi menurunkan dan membuka cdnya. Pemandangan yang tersaji di depan matanya merupakan hal baru yang tak pernah satria lihat seumur hidupnya. Saat pintu kamar orangtuanya mengeluarkan bunyi, satria buru ÔÇô buru mundur bersembunyi dalam kegelapan. Ternyata ayahnya keluar.

ÔÇ£Mama.. apa ÔÇô apaan ini?ÔÇØ
ÔÇ£Oh, pa. kok mama tiba ÔÇô tiba terangsang gini ya?ÔÇØ
ÔÇ£Gimana kalau satria melihatnya mah?ÔÇØ
ÔÇ£Duh yah, mama pingin banget nih.ÔÇØ

Secepat kilat, satria menekan beberapa tombol sambil mengarahkan remot kontrolnya ke mama.

ÔÇ£Apa yang terjadi?ÔÇØ
ÔÇ£Gak tau pah. Tadi rasanya mama lagi ngopi, eh tau ÔÇô tau papa ada di depan mama terus mama tiba ÔÇô tiba telanjang lagi.ÔÇØ
ÔÇ£Ambil baju mama terus ke kamar ma. cepat!ÔÇØ

Akhirnya, mama en papa kembali ke kamar. Setelah pintu kamar tertutup, satria tersenyum sendiri dan ikut kembali ke kamarnya. Tanpa basa ÔÇô basi, ia langsung membuka celananya dan mulai masturbasi. Setelah ejakulasi, satria pun tidur dengan nyenyaknya.

Esoknya, sabtu, seperti biasa, ayahnya selalu punya alasan agar bisa ke kantor. Satria pun sarapan di dapur ditemani mama. Kali ini, wajah mama terlihat bahagia, tak seperti kemarin.

ÔÇ£Gimana tidurnya mah, nyenyak?ÔÇØ
ÔÇ£Tentu sayang. Kalau kamu nak?ÔÇØ
ÔÇ£Sama mah.ÔÇØ
ÔÇ£Hari ini kamu mau ngapain aja nak?ÔÇØ
ÔÇ£Gak tau mah, mungkin ngelanjutin proyek mainan biasa.ÔÇØ
ÔÇ£Sekali ÔÇô kali kamu main dong sama teman ÔÇô temanmu. Jangan di sibuk sendiri aja.ÔÇØ
ÔÇ£Iya mah. Kalo mama mau ngapain aja hari ini?ÔÇØ
ÔÇ£Mungkin renang aja di rumah. Mumpung lagi cerah.ÔÇØ
ÔÇ£Oh.ÔÇØ
ÔÇ£Mau temanin mama renang gak?ÔÇØ
ÔÇ£Oke deh mah. Tapi nanti ya, mama sendiri aja dulu.ÔÇØ
ÔÇ£Oke sayang.ÔÇØ

Satria kembali ke kamarnya. Beberapa menit berlalu. Ia kembali mengambil mainannya dan menuju ke ruang kerja ayahnya. Dari jendela di ruang kerja ayahnya, ia dapat melihat kolam renang dengan jelas. Terlihat mamanya memakai bikini biru. Mamanya jarang memakai pakaian seksi, kecuali memakain bikini saat renang.

Di sisi lain, satria melihat bang ucok [tukang kebun] lagi merawat tanaman deket kolam. Satria jadi penasaran, jika dan hanya jika mainannya kembali dipencet dan diarahkan ke mamanya di saat di dekatnya ada orang lain, akankah mamanya kembali berlaku seperti malam tadi? Dengan sabar, satria menunggu hingga bang ucok mendekati mama yang sedang berjemur di kursi. Saat jarak bang ucok dan mama dirasa cukup dekat, mainannya pun mulai dipencet.

Saat itu juga, tangan mama mulai mendarat di susunya lagi. satria memperhatikan dengan seksama saat bang ucok menoleh ke arah mamanya. Pasti mamanya mengerang dan terdengar oleh bang ucok.

Tangan mama lalu menyibakna bikininya hingga susunya menyembul dan terlihat jelas. Jari ÔÇô jari mama mulai memainkan putingnya. Satu tangan mulai diturunkan ke area bawahnya. Satria tahu tangan mama sedang bergerilya di selangkangannya. Bang ucok berdiri tepat di depan kaki mama, hingga pasti bisa melihat keseluruhannya. Satria sebenarnya cemburu tapi ia meyakinkan diri bahwa kali ini penting untuk bahan pertimbangan proyeknya.

Perlahan, bang ucok melangkah mendekati mama. Terlihat selangkangannya membesar. Satria terkejut melihat tiba ÔÇô tiba bang ucok ditarik oleh kaki mama hingga mereka saling berdekapan. Satria ingin mendekat, mendengar dan melihat apa yang terjadi, tapi ia masih bisa menahan diri demi proyeknya. Saat ia akan memijit tombol stop, ia lihat mamanya meremas selangkangan bang ucok. Membuka sletingnya dan mengeluarkan kontolnya. Akhirnya ia biarkan aksi mamanya sambil menikmati tontonan gratis itu. Satria pingin tahu seberapa jauh remot kontrol buatanya berfungsi.

Dari wajah bang ucok, satria menyimpulkan bahwa bang ucok sedang dilanda ketakutan sekaligus kenikmatan atas aksi mama. Satria makin terkejut saat mama memasukan kontol bang ucok ke mulutnya. Sepertinya bang ucok terkejut karena tangannya mencoba mendorong kepala mama menjauh. Tapi mama tetap menyepong kontol bang ucok.

Akhirnya mama menghentikan aksinya. Bukan untuk berhenti tapi untuk membuka bikininya hingga mama telanjang dan berbaring. Mama tarik bang ucok hingga kepalanya ada di atas selangkangan mama. Sedangkan kontol bang ucok tepat berada di atas mulut mama. Mama kembali nyepong bang ucok. Tak lama kemudian, bang ucok seperti kejang. Lalu keluarlah spermanya di dalam mulut mama. Terlihat sperma bang ucok mengalir keluar dari bibir mama. Saat itu ia putuskan memencet tombol stop di mainannya.

Yang terjadi selanjutnya sungguh luar biasa.
Mama tersedak mencoba berteriak dan mendorong bang ucok. Bang ucok pun terkejut lalu lari meninggalkan mama berbaring dengan mulut penuh spermanya. Mama memuntahkan sperma dan mengelap mulut dengan tangannya. Tangan mama menutupi wajahnya lalu menangis. Tak lama kemudian mama mengambil bikininya dan lari masuk rumah.

Melihat mamanya lari, satria buru ÔÇô buru keluar dari ruang kerja ayahnya dan kembali ke kamarnya. Terlintas di benaknya eksperimen selanjutnya. Tapi ia agak ragu ÔÇô ragu menjalankannya. Ia tanggalkan pakaiannya hingga hanya memakai celana pendek. Remot kontrolnya ia sembunyikan dalam handuk. Ia berjalan ke kolam. Tak mendapati mama, ia panggil mamanya beberapa kali. Tak ada jawaban, ia pun mendekati kamar mamanya.

tok.. tok mah, mama di dalam? Katanya mau renang sama satria. Ayo mah!
ÔÇ£Mama udah gak mood lagi nak. Kamu renang aja sendiri ya.ÔÇØ
Ini kan ide mama. Sengaja satria gak ngerjain proyek agar bisa sama mama. Tapi kalau mama udah gak mood
ÔÇ£Bukan gitu nak.ÔÇØ
ÔÇ£Ya udah. Satria lanjutin proyek satria aja.ÔÇØ
ÔÇ£Jangan nak. Kamu perlu gerak, jangan di kamar mulu.ÔÇØ

Mama pun membuka pintu kamar. Matanya terlihat merah, mungkin menangis terus. Pun tubuhnya hanya dibalut selimut.

ÔÇ£Renang sendiri gak seru. Lebih seru renang berdua sama mama.ÔÇØ
ÔÇ£Kamu memang anak mama.ÔÇØ
ÔÇ£Jadi gimana mah? Mau renang gak?ÔÇØ
ÔÇ£Baiklah. Kamu tunggu mama di kolam ya.ÔÇØ
ÔÇ£Oke mah.ÔÇØ

Satria pun menunggu mama sambil berbaring di rumput dekat kolam. Mama datang dan duduk di sebelah satria. Mama memakai bikini yang lain. Mereka duduk sambil ngobrol basa ÔÇô basi.

ÔÇ£Nyebur yuk ma.ÔÇØ
ÔÇ£Duluan aja nak. Mama lagi pingin santai nih.ÔÇØ

Hati ÔÇô hati, tangan satria mulai masuk ke handuknya. Ia raih remot kontrolnya dan mulai memijit beberapa tombol lalu meluncur ke kolam. Saat ia melirik, ia lihat mamanya sedang memainkan tangan di tubuhnya sendiri. Bahkan erangan mama pun terdengar.

ÔÇ£Ma, mau turun gak?ÔÇØ

Gak ada jawaban. Satria pun menepi. Ia panggil lagi mamanya tapi yang keluar dari mulut mama hanyalah erangan. Satria pun naik. Ia lihat mamanya sedang asik sendiri. Satu tangan mama memainkan puting dan susunya. Sedang tangan satunya sibuk di selangkangan. Mulutnya tak berhenti mengerang. Matanya mengarah ke satria, tapi penglihatannya entah ke mana.

Perlahan, satria mengambil remot kontrol di handuknya. Oh tuhan, puting mama begitu besar, begitu seksi.

ÔÇ£Mah. Mama kenapa mah?ÔÇØ

Mamanya menjawab dengan erangan sambil tangannya tak henti bergerak. Satria kembali memposisikan jarinya di remot kontrol lalu memencet tombol ÔÇÿpauseÔÇÖ.

ÔÇ£Mah, mama baik ÔÇô baik saja?ÔÇØ
Satria? mama terkejut, mencoba terlihat tenang. Apa  apa yang terjadi?.
Mama menyadari ia setengah telanjang dan tangannya ada di selangkangannya.
Apa 

Tapi mama tak menyelesaikan ucapannya. Karena satria memencet tombol ÔÇÿplayÔÇÖ di remot konrolnya. Mama terlihat kembali santai kembali beraksi.

ÔÇ£Mah, mama gak apa ÔÇô apa? Bisa satria bantu mah?ÔÇØ
ÔÇ£Unghh, nak,ÔÇØ mama terengah, ÔÇ£oohh, ya, tolong,ÔÇØ mama melenguh, jarinya memainkan putingnya.
ÔÇ£Oke mah, satria mesti ngapain mah?ÔÇØ
ÔÇ£Unggghh,ÔÇØ mama melenguh. ÔÇ£Oh, yes,ÔÇØ tangannya aktif di selangkangannya.
ÔÇ£Kayak gini?ÔÇØ
Perlahan, satria menempelkan tangannya di tubuh mama. Diam tak bergerak.
ÔÇ£Ohhhh, yes,ÔÇØ mama mengejang saat tanganku menyentuhnya.

Saat mama mengangkat pinggulnya, langsung kupelorotkan cd mama hingga mama telanjang. Kutatap tubuh telanjang mama. Kakinya dilebarkan sedangkan tangannya sibuk bermain di memeknya sendiri. Kini baru kusadari ternyata memek mama bersih tanpa sehelai rambut pun. Jari ÔÇô jari mama keluar masuk di memek mama. Kutekan kembali tombol ÔÇÿpause.ÔÇÖ

ÔÇ£Mah, mama kenapa?ÔÇØ
Mama terlihat bingung dan terkejut.
ÔÇ£Nak, apaÔǪÔÇØ lalu mama menyadari, ia berbaring telanjang, kedua jarinya di memeknya. ÔÇ£Oh tuhan,ÔÇØ mama kembali beraksi saat kutekan lagi tombol ÔÇÿplay.ÔÇÖ

Mama mengerang dan kembali memainkan jari di memeknya. Kunikmati adegan ini sambil kurasakan kontolku membesar.

ÔÇ£Mah, mau aku bantu?ÔÇØ
ÔÇ£Oh, tuhan.ÔÇØ
ÔÇ£Mau kubantu mah?ÔÇØ
Kupegang susu mama dengan tanganku.
Ya, itu. Oh.. mama melenguh saat tanganku menempel. Jarinya makin sibuk di memeknya.
ÔÇ£Aku mesti ngapain mah?ÔÇØ

Tanpa menjawab, tangan mama menyentuh kepalaku dan mengarahkan ke susunya. Kubuka mulutku dan kukenyot puting mama. Rasanya nikmat sekali. Sambil menikmati susu mama, kuelus ÔÇô elus paha mama. Tiadanya perlawanan membuatku semakin berani menaikan tanganku hingga menyentuh memek mama. Kurasakan jari ÔÇô jari mama sibuk keluar masuk di memek mama.

Sejak awal tak kuhentikan mulutku di susu mama. Memek mama terasa hangat, basah. Kurasakan tangan mama mendorong kepalaku dan mengarahkannya ke memek mama hingga hidungku menyentuh sebelah atas memek mama.

ÔÇ£Jilat nak. Jilat.ÔÇØ

Saat lidahku menyentuh memeknya. Mama bergetar. Kusarakan asin yang baru kali ini kurasa. Tanpa jijik, kumainkan lidahku di memek mama. Kujilat dan kumasukan lidahku. Ternyata kontolku telah digenggam dari luar celana. Saat mama mencoba mengeluarkan kontolku dari celana, kujilat dan kuhisap itil mama hingga membuat mama mengerang lebih keras.
Ingin tetap bereksperimen, kuraih remot kontrolku dan kutekan ÔÇÿpauseÔÇÖ sambil mengangkat wajahku dari memek mama.

ÔÇ£Mama gak apa ÔÇô apa?ÔÇØ kurasakan kontolku diremas mama.
ÔÇ£Oh nak, apa yang terjadi?ÔÇØ

Mama terkejut, membeku diam sambil menggenggam kontolku.

ÔÇ£Mama menyuruhku.ÔÇØ Sambil kembali kujilat memek mama.
ÔÇ£Tapi ini tak boleh nak!ÔÇØ mama menangis, mencoba menjauh.

Kembali kutekan tombol ÔÇÿplayÔÇÖ dan mama mengerang kembali. Mengangkat memeknya lebih tinggi. Sungguh enak rasanya cairan yang keluar dari memek mama. Tangan mama kembali meremas kontolku. Kujepit itil mama dengan bibirku dan kumainkan dengan lidahku. Erangan mama makin keras dan tubuhnya mulai mengejang. Kumasukan lidahku ke memek mama dan coba menelan semua cairan yang keluar saat mama orgasme. Rasanya sungguh enak.
Kutekan lagi tombol ÔÇÿpauseÔÇÖ saat mulutku masih menikmati memek mama yang orgasme.

ÔÇ£Oh, oh, oh,ÔÇØ mama mengerang sambil menggenggam lebih erat kontolku. Kontolnya diangkat hingga menekan kepalaku.
ÔÇ£Apa ÔÇô tidak, tidak, jangan,ÔÇØ mama menangis tapi tak melepaskanku.
ÔÇ£Rasanya enak ma.ÔÇØ Kujilat lagi memek mama.
Oh, nak, tidak, tidak ya, oh,

Kutekan lagi tombol ÔÇÿplayÔÇÖ dan kutekan juga kepalaku ke memek mama. Akhirnya aku bangkit. Mama menarik kontolku dan mulai mendekatkannya ke bibir mama. Mama mulai menjilat kontolku. Lalu ia masukan dan menghisapnya. Bisa ÔÇô bisa tak lama lagi aku orgasme. Saat kontolku sepenuhnya di mulut mama, kutekan lagi tombol ÔÇÿpause.ÔÇÖ

ÔÇ£Tidak, tidak,ÔÇØ mama menyadari kontol yang di mulutnya adalah kontolku, anaknya.

Saat mama akan mencabutnya, kutekan lagi tombol ÔÇÿplayÔÇÖ dan mama kembali memainkan kontolku di mulutnya sambil mengerang. Kurasakan orgasmeku semakin mendekat. Aku tak percaya mama sedang nyepong kontolku. Akhirnya kontolku menyemburkan lahar panas di mulut mama. mama menyedot semuanya dengan rakus.
Selesai orgasme, kutekan lagi tombol ÔÇÿpause.ÔÇÖ Mata mama melebar menyadari apa yang terjadi tapi kali ini mama tak berhenti. Mama terus saja menghisap sperma di kontolku hingga tetes terakhir. Habis itu, mama melepaskan kontolku dari mulut dan tangannya. Mama terlihat bingung dan malu.

ÔÇ£Nak, mama gak ngerti apa yang terjadi pada mama.ÔÇØ terdapat tetesan sperma di wajah mama dan mengalir di dagu dari mulut mama. matanya meneteskan air mata.
ÔÇ£Gak apa ÔÇô apa mah. Lagian juga nikmat kok. Memek mama juga rasanya enak.ÔÇØ
ÔÇ£Tapi ini salah. Mama udah nikah, juga kamu anak mama.ÔÇØ
Mama menangis.
ÔÇ£Ya. Kita berdua juga tahu gimana papa. Satria sayang mama. mama juga sayang satria kan? Papa gakkan tahu apa yang dia lewatkan.ÔÇØ
ÔÇ£Mama mesti dibaju.ÔÇØ Matanya mencari bikininya. ÔÇ£Singkirkan itu!ÔÇØ sambil menunjuk kontolku. ÔÇ£Siapa tahu papamu datang.ÔÇØ
ÔÇ£Mama juga tahu kan papa jarang pulang jam segini.ÔÇØ
Kupakai kembali celanaku. Kupungut cd mama.
ÔÇ£Sini !ÔÇØ tangan mama meminta cdnya.
ÔÇ£Biar satria nikmati sekali lagi.ÔÇØ
Kuhisap cd mama di depan matanya.
ÔÇ£hentikan nak!ÔÇØ

Pipinya memerah saat mama duduk telanjang di depanku. Kuraih kembali remot kontrol dan kutekan tombol ÔÇÿplay.ÔÇÖ

ÔÇ£Oh nak,ÔÇØ mama mengerang saat kubaringkan mama dan kudekatkan kepalaku ke memek mama. rambutku dipegang mama saat kujilat memek mama lagi. akhirnya kutekan tombol ÔÇÿstopÔÇÖ saat kuhisap memek mama.

ÔÇ£Hentikan nak. Sudah.ÔÇØ Mama mengangkat kepalaku dari memeknya.
ÔÇ£Apa mama gak menyukainya?ÔÇØ mulutku belepotan cairan mama.
ÔÇ£Bukan itu maksudnya. Kamu anakku.ÔÇØ
ÔÇ£Satria suka memek mama. satria juga suka saat mama nyepong kontol satria.ÔÇØ
ÔÇ£Mama pergi sekarang.ÔÇØ

Mama bangkit dan mengambil pakaiannya. Aku tersenyum melihat mama masuk rumah. Remot kontrolku bekerja diluar imajinasiku rupanya. Aku kembali ke kamarku. Ternyata remotku bisa juga dipake ke orang lain. Tinggal sedikit kuoprek. Akhirnya, ada seseorang yang akan ku test.
Lelah. Aku tidur. Ketukan di pintu membangunkanku. Kulihat jam ternyata aku ketiduran beberapa jam.

ÔÇ£Makan dulu nak!ÔÇØ mama memanggil dari belakang pintu.
ÔÇ£Ayah ada?ÔÇØ
ÔÇ£belum pulang.ÔÇØ
ÔÇ£Pintunya gak dikunci kok mah.ÔÇØ

Aku menunggu. Akankah mama masuk? Aku berbaring memakai kimono mandiku. Kupegang kontolku. Tak lama kemudian, pintu membuka perlahan ÔÇô lahan. Muncullah mama di daun pintu. Juga memakai kimono mandi.
Matanya melihat ke kontolku yang menyembul dari kimonoku. Kumasukan tanganku dan menggenggam kontolku. Sedang tanganku yang lain memegang remot kontrol.

ÔÇ£Jangan gitu nak!ÔÇØ tapi mata mama tak berpaling.
ÔÇ£Masuk aja mah. Sini bantu satria.ÔÇØ

Saat kukeluarkan kontolku saat itu juga kutekan tombol di remot kontrolku. Mama melangkah mendekati ranjang. Kulihat di balik kimono, mama gak memakai apa ÔÇô apa. Mama lalu memposisikan kepalanya hingga ada di atas kontolku. Mama mulai menyepong kontolku. Setelah beberapa saat, kuangkat kepala mama dan kubuka kimononya hingga berdiri telanjang. Kembali kuposisikan mama di ranjang hingga kami bergaya enam sembilan. Mulut kami sibuk. Terus kumainkan itil mama agar cepat orgasme. Benar saja. Mama menekan lebih dalam memeknya saat mengejang orgasme. Kuhirup semua cairan yang keluar dari memek mama. setelah itu kuposisikan mama mendindih di atasku hingga susunya menindih dadaku.
Mulut mama mencari mulutku. Kami berciuman cukup lama. Lidah dan mulut beradu saling serang dan hisap. Kurasakan kontolku menekan memek mama.

Oh nak entot mama, nak. Entot mama!
Sambil ciuman, tangan mama meraih kontolku dan mengarahkannya ke memek mama.
ÔÇ£Masukan mah. Entot satria.ÔÇØ

Kucari puting mama dan kumainkan serta kupijit dan kupelintir. Mama mengerang saat menangkat pantatnya dan menurunkannya kembali. Akhirnya tangan mama mengarahkan kontolku ke memeknya. Lalu ia tekan perlahan ÔÇô lahan. Kulihat bagainama kontolku masuk mili demi mili ke memek mama hingga akhinya masuk semua. Rasanya sungguh nikmat. Mama mendiamkan memeknya. Lalu mama mulai menggoyang pinggulnya membuat kontolku keenakan. Mama ngentot sambil mendudukiku. Susunya gerak ÔÇô gerak tak bisa diam. Sungguh enak hingga rasanya bentar lagi aku mau orgasme. Kuraih itil mama dan kumainkan dengan jariku saat mama menggoyang pantatnya.
Erangan mama makin tak karuan. Otot memek mama makin mencengkram. Saat spermaku akan memuncrat, kuraih remot dan kutekan tombol ÔÇÿpause.ÔÇÖ Mata mama membesar menyadari kontol anaknya menyembur di memeknya saat ia dalam posisi women on top. Mama mencoba bangkit tapi kupegang pinggulnya saat aku orgasme.

Satria! Hentikan nak! Jangan, oh oh oh

Semburan spermaku di memek mama membuat mama juga orgasme. Mama mengejang lalu menangis. Di wajahnya terlihat rasa malu. Mama mencoba bangkit tapi kucengkram pinggulnya.

ÔÇ£Duh mah. Memek mama enak. Mama suka kontol satria gak?ÔÇØ
Kutekan lagi tombol ÔÇÿplay.ÔÇÖ
ÔÇ£Iya nak. Mama suka kontol kamu. Sungguh besar dan panjang.ÔÇØ
Mama mengerang merasakan semburan spermaku. Kulepasakn cengkramanku.
ÔÇ£Hisap kontol satria ma!ÔÇØ
ÔÇ£Iya. Iya nak.ÔÇØ
Mama bangkit. Lalu memegang kontolku dan mulai menjilatinya.
ÔÇ£Kontolmu nikmat nak.ÔÇØ

Mama menghisap kontolku membersihkan sisa ÔÇô sisa spermaku. Saat mama akan selesai, kutekan tombol ÔÇÿstop.ÔÇÖ mama kembali terkjut saat menyadari sedang menghisap kontol anaknya dan di mulutnya ada sisa ÔÇô sisa orgasem anaknya dan dirinya. Mama mengangkat kepala dan menatapku, tapi tetap memegang kontolku.

ÔÇ£Oh nak. Mama gak tau kenapa bisa begini.ÔÇØ
ÔÇ£Gak apa ÔÇô apa mah. Satria suka kok ngewe sama mama.ÔÇØ
ÔÇ£Tapi mama gak tau apa yang terjadi?ÔÇØ
Air matanya jatuh tak tertahankan.
ÔÇ£ mama hanya masuk ngajak makan lalu mama ngentot satria hingga kita keluar. Sungguh nikmat mah. Satria menyukainya. Lalu mama membersihkan kontol satria.ÔÇØ
Aku tersenyum sambil menatap mama.
ÔÇ£Tapi mama gak sadar apa yang mama lakuin.ÔÇØ
ÔÇ£Meski begitu, teruskan dong ma. kontol satria tegang lagi tuh. Boleh satria ngewe mama lagi gak?ÔÇØ
ÔÇ£Apa?ÔÇØ mama terkejut menyadari tangannya masih menggenggam kontolku.
ÔÇ£Ayolah ma. satria pingin kita ngewe sekali lagi sebelum papa datang.ÔÇØ
ÔÇ£Kita mesti hentikan ini.ÔÇØ Mama melepaskan genggamannya lalu bangkit.
ÔÇ£Yakin ma?ÔÇØ kutekan lagi tombol di remot.
ÔÇ£Iya dong nak. Ayo entot mama lagi.ÔÇØ
Mulut mama membuka dan mulai menghisap kontolku lagi.
Ya kalau mama maksa sih

Aku tersenyum melihat kontolku terbenam di mulut mama. beberapa menit kemudian, kuangkat kepala mama. kusuruh mama nungging. Kuewe mama pake gaya anjing. Nikmat sekali. Mama makin meracau gak karuan. Beberapa kali kumainkan tombol ÔÇÿpauseÔÇÖ dan ÔÇÿplayÔÇÖ mencoba mencari tahu reaksi mama. makin lama kesadaran mama pun semakin lama. Saat kurasa akan orgasme, kucabut kontolku. Kubalikan mama dan kuposisikan kontolku di depan mulut mama. akhirnya kulepaskan spermaku muncrat di dalam mulut mama. mama terlihat menikmatinya. Habis itu kutekan tombol ÔÇÿstop.ÔÇÖ

ÔÇ£Oh nak. Apa yang terjadi sama mama?ÔÇØ tanya mama. tapi mulutnya tetap menghisap dan menjilati kontolku.
ÔÇ£Satria suka sepongan mama. mama juga suka kan nyepong satria?ÔÇØ
ÔÇ£Ini gak boleh nak.ÔÇØ Kata mama sambil tetap menghisap kontolku. ÔÇ£Mama gak ngerti.ÔÇØ
ÔÇ£Satria gak peduli. Sudah mah, bentar lagi papa pulang.ÔÇØ
ÔÇ£Oh tuhan. Ayahmu.ÔÇØ Mama melepaskan kontolku. ÔÇ£Apa yang mesti mama bilang?ÔÇØ
ÔÇ£Kenapa mesti bilang? Papa selalu ngewe wanita lain. Kenapa mama gak cari kesenangan juga?ÔÇØ
ÔÇ£Apa yang akan mama lakukan?ÔÇØ
Mama terlihat panic.
ÔÇ£Saat pulang, papa selalu langsung ganti baju kan. Nah saat itu, langsung mama entot papa. Mungkin cara itu bisa mengembalikan papa ke mama.ÔÇØ
ÔÇ£Dimana kamu belajar mikir dan ngomong kasar kayak gini?ÔÇØ
Mama bicara sambil kembali memakai pakaiannya.
ÔÇ£Pergilah mah. Tenang, gakkan ada apa ÔÇô apa kok.ÔÇØ Kataku sambil menyentuh bahu mama dan tangan satunya mencolek memek mama.
ÔÇ£Hentikan nak.ÔÇØ Mama menjauh
ÔÇ£Esok pagi saat papa pergi. Satria temuin mama sebelum sekolah.ÔÇØ
ÔÇ£Apa maksudmu?ÔÇØ mama terlihat malu.
ÔÇ£Ah, kayak gak ngerti aja?ÔÇØ

Kutekan kembali beberapa tombol remot. Kubiarkan beberapa saat hingga lutut mama melemas. Kudengar mobil papa datang.

ÔÇ£Cepat ke kamar mah!ÔÇØ
ÔÇ£Oh tuhan.ÔÇØ
ÔÇ£Lakukan saja seperti tadi sama satria. Pasti aman.ÔÇØ
Beberapa menit kemudian, aku melangkah mendekati pintu kamar ayah ibu. Menguping. Kudengar ranjang berdecit tak karuan. Aman rupanya.
Malam itu kami makan bersama. Ayah dan mama terdiam. Tak seperti biasanya. Biasanya setelah makan ayah langsung ke ruang kerjanya. Tapi kali ini ayah langsung ke kamar. Ibu mengikutinya. Aku pun kembali ke kamar.
Esoknya kudengar mobil ayah pergi. Kuambil remot kontrol dan kuketuk kamar ibu.

ÔÇ£Ya. Ada apa?ÔÇØ ibu terdengar masih mengantuk.
ÔÇ£ini satria mah. Boleh masuk gak?ÔÇØ
ÔÇ£Mau apa?ÔÇØ
ÔÇ£Hanya ingin liat mama.ÔÇØ
ÔÇ£Oh. Masuk saja.ÔÇØ
Aku pun membuka pintu dan masuk.
ÔÇ£Satria penasaran mah. Gimana malam tadi mah?ÔÇØ
ÔÇ£Sempurna. Makasih.ÔÇØ
ÔÇ£Apa papa ngewe mama?ÔÇØ
ÔÇ£Satria. Jaga ucapanmu!ÔÇØ mama membentak.
ÔÇ£Kita lihat.ÔÇØ
Kusingkapkan selimut yang menutupi mama. ternyata mama telanjang.
ÔÇ£Apa yang kamu lakukan?ÔÇØ mama terlihat marah dan mencoba menutupi kembali tubuhnya.
ÔÇ£Mama bilang mau ngentot satria abis papa pergi.ÔÇØ Kataku sambil memencet tombol remot.
ÔÇ£Oh nak, kamu apain mama?ÔÇØ mama mengerang merasakan seluruh tubuhnya serasa hidup.
ÔÇ£Apa yang kamu lakukan?ÔÇØ mama bangkit dan menarikku.
ÔÇ£Nih.ÔÇØ Kukeluarkan kontol dari celanaku, ÔÇ£coba ini.ÔÇØ
ÔÇ£Mmm,ÔÇØ mama mulai menjilat kontolku.
ÔÇ£Bagus mah.ÔÇØ Kuelus rambut mama. ÔÇ£Tapi satria ingin ngentot mama. tidur ma!ÔÇØ

Mama nurut. Kulebarkan selangkangan mama. kulihat bercak ÔÇô bercak putih peninggalan ayah masih tertinggal. Kumasukan kontolku ke memek mama membuat mama mengerang. Saat kuentot, mama memainkan susunya dengan tangannya. Kurasakan bentar lagi aku orgasme. Kucabut kontolku dan kusuruh mama duduk. Mama membuka mulut saat kumasukan kontolku. Baru saja mama hisap kontolku sudah menyemburkan lahar panas dalam mulut mama. langsung kutekan tombol ÔÇÿpause.ÔÇÖ Tapi kali ini mama tak terkejut. Saat orgasmeku selesai. Mama menelan spermaku. Kuangkat wajah mama dan kutatap.

ÔÇ£Mama sungguh hebat. Satria menyukainya mah.ÔÇØ
ÔÇ£Ya. Ya. Ya. Sekarang waktunya kamu pergi. Mama mau mandi.ÔÇØ
ÔÇ£Oke mah. Sampai nanti.ÔÇØ
ÔÇ£Ya.ÔÇØ
Saat keluar, aku hampir menabrak bi mumun, pembantu kami yang datang dua hari sekali tiap minggu.
ÔÇ£Oh, maaf bi. Gak keliatan sih.ÔÇØ
Terlihat sehelai rambut di bahunya. Kuambil dan kutunjukan ke bi mumun.
ÔÇ£Rambutnya ada yang patah bi.ÔÇØ

Aku pun pergi ke sekolah. Pulang sekolah, kembali ku olah sehelai rambut bi mumun. Setelah selesai, aku keluar kamar berharap bi mumun belum pulang. Ternyata masih ada.

ÔÇ£Hai bi mumun, apa kabar?ÔÇØ
ÔÇ£Biasalah. Baik aja.ÔÇØ
ÔÇ£Oh ya bi, kalau bibi gak sibuk, tolong bikinin sirup buat aku dan mama. sekalian juga bikin buat bi mumun deh. Terus anterin ke kolam ya bi.!ÔÇØ
ÔÇ£Iya den.ÔÇØ

Kulihat mama lagi baca majalah dekat tv.
ÔÇ£Hai mah.ÔÇØ
Kucium pipi mama. kupegang bahunya.
ÔÇ£Gimana sekolahnya nak?ÔÇØ
ÔÇ£Biasa. Tadi kusuruh bi mumun bikinin sirup buat kita. Ntar di ke kolamin. Mau?ÔÇØ
ÔÇ£Mau dong.ÔÇØ
ÔÇ£Oke.ÔÇØ Kuelus punggung hingga pantat mama.
ÔÇ£Mau liat bi mumun buka baju di depan kita gak?ÔÇØ
ÔÇ£Apa?ÔÇØ
ÔÇ£kira ÔÇô kira Bi mumun mau gak ya?ÔÇØ
ÔÇ£Tentu gak mau dong?ÔÇØ
ÔÇ£Mama aja mau. Bi mumun juga pasti mau.ÔÇØ
Mama seperti mau ngomong, tapi gak jadi. Kami pun menuju kolam. Beberapa saat kemudian, bi mumun datang membawa sirup. Mama memperhatikannya.
ÔÇ£Bi mumun, buka dong pakeannya.ÔÇØ
ÔÇ£Apa? Den mau Bi mumun buka pakean?ÔÇØ
ÔÇ£Ya, kalau bi mumun gak keberatan.ÔÇØ Kataku sambil menekan beberapa tombol remot.
ÔÇ£Oh, oh, bi, bi..ÔÇØ wajah bi mumun terlihat bingung.
ÔÇ£Mau satria bantu bi?ÔÇØ
Bibi bibi merasa

Mama terlihat terkejut saat aku bangkit dan mulai membuka pakaian bi mumun hingga hanya memakai bh dan cd saja. Kubuka bhnya.
ÔÇ£Tinggal cdnya bi. Itu celana dalanya bi mumun.ÔÇØ
ÔÇ£Oh.ÔÇØ
Bi mumun melepaskan cdnya hingga terlihatnya jembutnya yang cukup lebat. Susunya yang besar dihiasi areola yang lebar. Sedangkan putingnya terlihat keras dan menonjol.

ÔÇ£Tuh kan mah. Bi mumun gak keberatan.ÔÇØ
Aku menoleh ke mama dan tersenyum.
ÔÇ£Tubuhnya juga bagus mah. Iya kan?ÔÇØ
Aku berdiri di belakang bi mumun dan memegang susunya dari belakang. Kumainkan puting bi mumun hingga mengerang.
ÔÇ£Satria, apa ÔÇô apaan kamu?ÔÇØ
Mama bertanya. Pipinya memerah melihat anaknya memainkan susu pembantunya.
ÔÇ£Buka juga dong baju mama.ÔÇØ
Satu tangan kuturunkan hingga menyentuh memek bi mumun.
ÔÇ£Apa yang kau bicarakan?ÔÇØ mama berdiri.
ÔÇ£Sini satria bantu.ÔÇØ

Kulepaskan bi mumun dan kembali menekan remot kontrol. Beberapa menit kemudian mama dan bi mumun telanjang dihadapanku. Tangan kananku memeluk mama dan tangan kiriku memeluk bi mumun. Lalu kucium bibir mama, terus gentian ku cium bibir bi mumun. Sambil tanganku mengelus pantat mama dan bi mumun.

ÔÇ£Ayo mah, bi mumun, ciuman dong!ÔÇØ
Mereka nurut. Mama dan bi mumun ciuman. Penuh nafsu serta erotis. Tangan mama dan bi mumun saling menjamah. Sedangkan aku, kulepas pakaianku.
Udah udah ciumannya. Mah, berbaring ma. Nah gitu. Terus bi mumun, ayo tindih mama. tapi di balik ya. Nah mah, tuh jilat memek bi mumun. Bi mumun juga jilat tuh memek mama. nah gitu. Ayo, nikmat kan.

Mama dan bi mumun bermain enam sembilan dengan penuh nafsu. Kudekati kepala mama, kudekati memek bi mumun dari belakang dan mulai kutusukan kontolku ke memek bi mumun. Kadang, lidah mama kena ke kontolku. Rupanya memek bi mumun telah basah. Sekarang bi mumun makin liar. Kadang melolong sambil menjilat memek mama. otot memeknya serasa mencengkram kontolku. Setelah lima hentakan, kucabut kontolku lalu kumasukan ke mulut mama. setelah lima hentakan kucabut kontolu dari mulut mama dan kumasukan lagi ke memek bi mumun. Begitulah seterusnya.
Kurasakan bentar lagi aku orgasme. Kubenamkan kontolku lebih dalam lagi ke memek bi mumun hingga akhirnya menyemburkan spermaku di dalamnya. Saat kucabut kontolku, spermaku mengalir keluar dari memek bi mumun dan langsung dihisap habis oleh mamaku. Aku menjauh dari mereka dan kutekan tombol ÔÇÿstopÔÇÖ di remot. Ternyata meski telah di stop, mama dan bi mumun tetap melanjutkan aksinya hingga mereka berdua orgasme dan tumbang.

ÔÇ£Oh nak. Mama gak ngerti kenapa bisa begini.ÔÇØ Kata mama sambil menatapku dari selangkangan bi mumun.
ÔÇ£Gimana bi mumun?ÔÇØ
ÔÇ£Bibi terkejut den. Bibi gak pernah gini. Tapi kok enak ya den?ÔÇØ
ÔÇ£Bibi suka memek mama gak?ÔÇØ
ÔÇ£Sungguh enak. Bibi gak pernah gini belumnya den.ÔÇØ
ÔÇ£Ibu juga belum pernah mun. memekmu sangat basah. Memek ibu gimana mun?ÔÇØ
ÔÇ£Iya bu.ÔÇØ Tawa bi mumun. ÔÇ£Seperti madu. Punya ibu dicukur jadi kaya anak anak.ÔÇØ

Mama bangkit. Sedangkan bi mumun tetap berbaring di rumput.
ÔÇ£Mah, coba dudukin dulu kepala bi mumun.ÔÇØ
Mama nurut. Kini memeknya diatas mulut bi mumun. Kuposisikan mama di gaya anjing lalu kuentot mama dari belakang, sedang kan dari bawah bi mumun menjilati itil mama.
Baru kali ini aku ngewe tanpa remot. Tapi mama tak protes. Kurasakan hidung bi mumun menyentuh bolaku saat kuentot mama. kutekan kepala mama hingga menyentuh memek bi mumun. Seolah mengerti, mama langsung menjilat memek dan itil bi mumun. Saat kurasa akan orgasme, kucabut kontolku dan kumasukan ke mulut bi mumun. Kusemburkan spermaku di mulut bi mumun. Setelah kontolku kucabut, mulut bi mumun langsung menyerang itil mama hingga mama dan bi mumun pun orgasme.

ÔÇ£Ayo kita pake baju dulu. Ayah bentar lagi datang.ÔÇØ
ÔÇ£Oh tuhan, ayahmu. Aku lupa.ÔÇØ
ÔÇ£Kita bakal begini lagi gak den?ÔÇØ
ÔÇ£Tentu saja. Iya kan mah?ÔÇØ
ÔÇ£Iya.ÔÇØ Kata mama malu ÔÇô malu.
ÔÇ£Iya den.ÔÇØ
ÔÇ£Oke bi. Tapi kalo bi mumun lagi disini, gak perlu pake cd. Biar seru. Setuju?ÔÇØ
ÔÇ£Setuju den.ÔÇØ
ÔÇ£Mama juga, jangan lagi pake cd kalo di rumah.ÔÇØ
ÔÇ£Dasar anak mama nakal. Apa yang akan papa bilang coba.ÔÇØ
ÔÇ£Jika papa tau, pasti papa juga suka.ÔÇØ

Kami semua tertawa dan kembali kerumah. Bi mumun kembali lagi. sedangkan ayah baru saja pulang. Mama menyambutnya. Saat ayah ke kamar mau ganti baju, mama mengikuti. Lalu mama berlutut, mengeluarkan kontol papa dan langsung menyepongnya.

ÔÇ£Mama kenapa ma? Kayak kerasukan gitu?ÔÇØ
ÔÇ£Mama lagi pingin pa, papa masih kuat kan?ÔÇØ
ÔÇ£Kok gini mah?ÔÇØ
ÔÇ£Entot mama pah. Ayo.ÔÇØ

Mama pun duduk di sisi ranjang, membuka lebar selangkanannya dan menarik roknya hingga tersibaklah memeknya di hadapan papa. Papa langsung telanjang. Membaringkan mama. melebarkaln lagi selangkangannya dan menusukkan kontolnya ke memek mama. setiap kali kontol papa menyodok, mama mengkangkat pinggulnya agar sodokan kontol papa makin dalam. Meski hari itu papa sudah ngentot sekretarisnya dua kali, tapi saat papa orgasme, memeknya penuh dengan sperma papa hingga meleleh keluar. Lalu kontolnya papa cabut kembali. Yang membuat papa terkejut adalah mama bangkit, mendekati papa dan mulai menjilat serta menghisap kontol papa, sesuatu yang sebelumnya tak pernah mama lakukan tiap kali mereka habis ngewe. Setelah mama selesai nyepong kontol papa, mama tersenyum.

ÔÇ£Mama abis kerasukan apa sih? Baru kali ini jadi begini?ÔÇØ
ÔÇ£Kalo mama ingin papa kembali, mama tentu mesti lebih kreatif dari sekretaris papa, iya kan?ÔÇØ
ÔÇ£Papa gak ngerti ucapan mama.ÔÇØ
Mama tersenyum. Papa mencoba memalingkan mukanya.
ÔÇ£Tentu saja papa ngerti. Hanya saja dulu mama diamkan. Nah sekarang mama baru bereaksi. Kalo papa ingin ngentot sekretaris papa, atau cewek lainnya, silkahkan saja. Tapi entot mama juga dong. Mama ingin dientot tiap papa mau kerja, saat papa pulang dan saat kita mau tidur. Jika papa bisa menghandlenya, ya bagus. Ingat pa, aku ini istrimu.ÔÇØ
ÔÇ£Benar nih mama gak keberatan?ÔÇØ
ÔÇ£Kalau papa mau, sekalian aja bawa mereka ke sini. Asal papa mesti layani mama saat mama pingin. Mama tak ingin ini diam tak berguna.ÔÇØ Kata mama sambil meremas kontol papa.
ÔÇ£Jika papa gak mau peduli sama mama. mama akan cari orang yang peduli sama mama. ngerti pa?ÔÇØ
ÔÇ£Kayak mama berani aja.ÔÇØ
ÔÇ£Coba aja pa.ÔÇØ
ÔÇ£Papa mandi dulu ma.ÔÇØ
ÔÇ£Oke pah. Mama cari bi mumun dulu.ÔÇØ

Mama tersenyum. Sekarang dia mengerti kenapa akhir ÔÇô akhir ini ia bersikap aneh. Mama pikir mama begitu karena sedang terangsang. Dan akhirnya berani bicara sama suaminya. Mama cari bi mumun, tapi gak ketemu. Tiba ÔÇô tiba mama dapat ide. Mama dekati kamarku dan mencoba mendengar lewat pintu. Saat mama mendengar suara wanita, mama yakin itu suara bi mumun. Mama pun membuka pintu dan masuk.

Di ranjang mama lihat bi mumun sedang terbaring. Kepalanya melambai di sisi ranjang. Sedang di atasnya ada aku yang sedang ngentot memek bi mumun. Meski kulihat mama masuk sambil senyum ÔÇô senyum tapi tak kuhentikan aksiku. Mama mendekat hingga mendekati kepala bi mumun. Senyum mama makin lebar. Lalu mama angkat roknya dan agak menurunkan memeknya hingga beradu dengan mulut bi mumun dan langsung dijilati oleh bi mumun.

ÔÇ£Mama akhirnya ngomong sama papa.ÔÇØ
ÔÇ£Masksud mama?ÔÇØ
ÔÇ£Mama bilang mama tahu soal sekretarisnya dan wanita ÔÇô wanita lainnya. Juga bilang kalo mama gak keberatan. Tapi mama juga bilang papa mesti puaskan mama minimal tiga kali sehari. Kalau gak sanggup, mama cari orang lain yang sanggup. Papamu kayaknya gak menyukai itu.ÔÇØ
Kami ngobrol sambil tetap kuentot memek bi mumun. Sedangkan lidah bi mumun tetap bermain di memek mama.
ÔÇ£Gimana mama ngomongnya?ÔÇØ
ÔÇ£Ya gitu. Mama jilat kontolnya abis ngentot. Sebelumnya mama gak pernah gitu.ÔÇØ
Oh enak rasanya bentar lagi mau keluar.

Cerita mama malah bikin aku makin terangsang. Mama langsung berbaring di sebelah bi mumun serta mengeluarkan kontolku dan memasukkannya ke mulutnya. Menyemburlah spermaku ke rongga mulut mama hingga beberapa semburan. Mama dengan rakus menyedot dan menelan semuanya. Setelah bersih, mama keluarkan kontolku. Lalu mama jilati memek bi mumun hingga bi mumun pun orgasme. Setelah itu, mama berdiri lagi.

ÔÇ£Mama bilang ke papa mau cari bi mumun. Sekarang dah ketemu. Mending keluar bareng bi mumun.ÔÇØ
Bi mumun ikut bangkit. Mengikuti mama keluar kamar menuju dapur. Di dapur papa sedang cari minuman.
ÔÇ£Ketemu mah?ÔÇØ
ÔÇ£Iya pa. tugasnya udah selesai nih. Makasih bi.ÔÇØ
ÔÇ£Sama ÔÇô sama nyonya.ÔÇØ
ÔÇ£Nanti ke sini lagi ya, seperti biasa.ÔÇØ
ÔÇ£Iya nyonya.ÔÇØ

Saat makan, kupikirkan hasil racikanku. Ternyata sekarang remotku bisa mem-bypass mekanisme otak hingga orang yang dituju akan melakukan apa yang dia inginkan. Tanpa tedeng aling ÔÇô aling. Inilah penjelasan rasional tentang kelakuan mama dan bi mumun hari ini.

Minggu berikutnya kulihat mama en papa en totan. Mereka makin dekat kembali. Saat bi mumun datang , ku entot tiga atau empat kali per hari. Jadi, kalau mama gak bisa dientot, masih ada bi mumun. Lalu suatu pagi

ÔÇ£Papa ntar pulang larut. Jadi gak ikut makan.ÔÇØ
Papa pun melangkah ke ruang kerjanya.
ÔÇ£Mama rasa ntar mama bakal ke kantor ngunjungi papa.ÔÇØ
ÔÇ£Benarkah? Jam berapa?ÔÇØ
ÔÇ£Kira kira sejam saat mestinya papa pulang. Mama ingin tahu papa sedang ngerjain apa aja.ÔÇØ
ÔÇ£Akhir akhir ini mama dan papa terlihat makin mesra. ÔÇ£
ÔÇ£Betul. Dan itu karena kamu nak.ÔÇØ
ÔÇ£Lho, kenapa?ÔÇØ
ÔÇ£Mama rasa kamu juga tahu. Kamu pasti merasa terlantar kan?ÔÇØ
ÔÇ£Tidak mah. Yang penting bagiku adalah mama.ÔÇØ
ÔÇ£Mama juga tahu kamu selalu sama bi mumun ya.ÔÇØ
ÔÇ£Dan mama juga tidak lagi pake cd kan?ÔÇØ
ÔÇ£Tau dari mana?ÔÇØ
ÔÇ£Kan bi mumun yang selalu nyuci.ÔÇØ
ÔÇ£Terus menurutmu gimana?ÔÇØ
ÔÇ£Jadi lebih gampang nyentuh memek mama.ÔÇØ kataku sambil menyentuh memek mama dari balik roknya.
ÔÇ£Satria.ÔÇØ Kata mama mencoba menghindar tapi tanganku sudah mengelus memeknya.
ÔÇ£Kamu jangan begitu!ÔÇØ
ÔÇ£Tapi mama suka kan?ÔÇØ kataku sambil jempolku mengelus itil mama.
ÔÇ£Kita gak boleh,ÔÇØ protes mama, tapi mama mengerang saat jari ÔÇô jariku bermain.
ÔÇ£Duduk di sini.ÔÇØ Kataku sambil mengeluarkan kontolku. Kuberdirikan mama di depanku, lalu kudekatkan memek mama hingga ada di atas kontolku.
ÔÇ£Oh nak,ÔÇØ mama memegang pahaku mencoba menahan tubuhnya. ÔÇ£Kok kita jadi gini?ÔÇØ tanganya meraih kontolku.

Lalu mama merendahkan memeknya hingga mengenai kontolku. Kontolku mulai masuk dan mama mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan. Kubukan baju mama hingga mama telanjang. Susu mama kuremas dan kujilat serta hisap. Saat kontolku berdenyut, kuangkat mama dan kusuruh nyepong kontolku. Hisapan dan jilatan mama akhirnya membuatku orgasme memuncarkan lahar panas dalam mulutnya. Mama menghisap semuanya hingga tetes terakhir.

Duh mama mama memang yang terbaik.
ÔÇ£Kuharap papamu juga berpikir seperti itu. Jadi mama gak perlu mematai ÔÇô matai dia.ÔÇØ
ÔÇ£Satria boleh ikut gak?ÔÇØ kataku sambil meremas memek mama.
ÔÇ£Mama rasa gak perlu.ÔÇØ
ÔÇ£Kenapa? Bilang saja kita datang jemput papa buat makan di luar. Jadi papa gak berpikir yang aneh ÔÇô aneh.ÔÇØ
ÔÇ£Bagus juga idemu.ÔÇØ
ÔÇ£Jadi satria ikut ma?ÔÇØ
ÔÇ£Baiklah nak.ÔÇØ

Kuraih kepala mama dan kucium. Lidah kami beradu. Malamnya saat mau pergi, aku terkejut melihat dandanan mama. mama hanya memakai blus sutra tanpa bh dan cd. Putingnya dapat terlihat, keras dan menantang. Sedangkan roknya mini hingga paha mulusnya terlihat jelas.

ÔÇ£Mama seksi sekali.ÔÇØ
ÔÇ£Tentu.ÔÇØ
Apa mama   tanganku mengelus pahanya. Naik hingga meremas memek mama.
ÔÇ£Hentikan. Jangan sekarang.ÔÇØ

Aku tersenyum. Kami pun menuju kantor. Saat mau masuk, pintunya terkunci, sedangkan mobil papa masih terparkir. Untungnya mama punya kunci kantor cadangan papa. Mama pun membukanya. Saat mau ke ruangan papa, mama menguping suara dari pintu. Setelah beberapa menit, mama menatapku sedih. Setelah menghirup nafas dalam dalam, mama membuka pintu.

ÔÇ£Halo pa. kita mau ngajak papa makan diluar nih. Tapi kayaknya papa udah makan.ÔÇØ

Terlihat desi, sekretaris papa, sedang berbaring di meja papa. Kakinya ada di bahu papa dan kepalanya terbaring di sisi meja. Rupanya papa sedang menjilat memek desi.

ÔÇ£Mama, ngapain mama ke sini? Kenapa bawa satria ma?ÔÇØ
ÔÇ£Kan mama bilang, tadinya kita mau ajak papa makan di luar.ÔÇØ
Mama tak henti tersenyum dan mendekati mereka. Desi mencoba bangun, tapi tak bisa.
ÔÇ£Gak usah repot ÔÇô repot des,ÔÇØ mama kini berdiri di dekat kepala desi. ÔÇ£Kamu udah nyaman gini kan?ÔÇØ
Mama, mama bilang mama gak?
ÔÇ£Ya, mama memang gak keberatan. Lagian nafas desi juga hangat. Iya kan?ÔÇØ kata mama sambil mengangkat roknya. Papa bisa melihat memek mama hanya sejari dari wajah desi.
ÔÇ£Apa dia udah makan?ÔÇØ kata mama sambil menekan memeknya ke wajah desi.
ÔÇ£Mama!ÔÇØ kata papa tapi mama tetap mengesek ÔÇô gesek memek ke wajah desi.
ÔÇ£Apa papa mau muaskan kami pah? Kan itu perjanjiannya, ingat gak? Papa boleh nikmati siapapun, tapi papa mesti memuaskan mama juga. Betul?
ÔÇ£Gimana menurutmu des?ÔÇØ kata mama sambil mengankat memeknya dari wajah desi.
ÔÇ£Apa dia sanggup memuaskan kita?ÔÇØ
ÔÇ£Aku gak tau mesti bilang apa bu,ÔÇØ senggah desi.
ÔÇ£Gak apa ÔÇô apa. Lagian memekmu kecil. Iya kan?ÔÇØ kata mama sambil jarinya menjangkau memek desi.
ÔÇ£Mama ingin liat kalian ngentot, pa.ÔÇØ senyum mama pada papa.
ÔÇ£Jangan bercanda ma! Gimana dengan satria?ÔÇØ
ÔÇ£Mama rasa satria udah gede pah. Sini nak! Lihat lebih dekat!ÔÇØ kata mama sambil melepas roknya.
Aku mendekat. Menurut.
ÔÇ£Sana, berdiri di pinggir papamu. Coba liat memek desi. Mama ingin kamu nonton papamu ngentot desi.ÔÇØ
ÔÇ£Mama, Cukup!ÔÇØ
ÔÇ£Kalau papa nurut, abis papa ngentot desi. Kontol papa pasti mama bersihin deh. Kalau papa gak nurut, papa gak boleh pulang, selamanya. Jadi, terserah papa.ÔÇØ
ÔÇ£Baiklah kalau mama pingin itu.ÔÇØ
ÔÇ£Ya. Kali ini pake lidahmu des.ÔÇØ

Mama pun kembali mendekatkan memeknya ke mulut desi. Kulihat papa melepas celananya. Kontol papa tak sebesar kontolku. Kulihat memek desi telah basah. Itilnya pun terlihat menantang. Kontol papa perlahan memasuki memek desi.

ÔÇ£Pake lidahmu des!ÔÇØ kata mama sambil menggesek ÔÇô gesekkan memek di wajah desi.
Ya, gitu oh nikmat kamu pasti belum pernah ginian kan? kata mama sambil meremas susu desi. Lalu membuka blus desi. Bhnya pun ikut dilepas.
ÔÇ£Susumu bagus.ÔÇØ Komen mama sambil meres susu desi. Jarinya pun memainkan putinya.
ÔÇ£Mau lihat?ÔÇØ kata mama tersenyum ke papa.

Melihat semuanya, aku hanya bisa menahan keterkejutanku. Rupanya papa orgasme dan memuntahkan spermanya di memek desi. Mama melepaskan memek di wajah desi dan mendekati papa. Lalu mama mencabut kontol papa dari memek desi dan memasukannya ke mulut mama. papa mengerang kenikmata mendapat serangan mulut mama di kontolnya.

ÔÇ£Umm, enak,ÔÇØ kata mama sambil menjilati kontol papa.
Lalu mama melepaskan kontol papa dan mendekati memek desi. Mama kini menjelati memek desi. Wajah papa penuh birahi melihat istrinya melahap memek sekretarisnya hingga membuat kontol papa tegang kembali. Mama menagkat wajahny, berbalik dan tersenyum melihat kontol papa.

ÔÇ£Inilah yang mama mau. Sekarang entot mama!ÔÇØ
Mama lalu berbaring di atas desi. Kepalanya di atas memek desi. Papa melangkah dan mulai menuku memek mama dimana mulut mama asik melahap memek desi. Kontolku membesar. Tapi aku bingung mesti ngapain. Di wajah papa tercampur perasaan marah dan birahi. Papa pun menatapku sambil tersenyum.

ÔÇ£Gimana menurutmu nak tentang ibumu. Kamu pasti gak nyangka betapa binalnya ibumu.ÔÇØ
ÔÇ£Mama dan papa ternyata sama aja.ÔÇØ Ucapku tanpa berpikir.
ÔÇ£Kamu betul nak. Tapi papa rasa kamu juga pasti pingin kan?ÔÇØ
Aku terdiam membeku. Tak percaya papa nanya apa aku mau ngentot mama. melihatku, papa hanya tertawa.
ÔÇ£Ayo, coba kamu entot desi. Pasti dia juga menikmatinya. Iya kan des? Singkirkan wajah mama agar satria ngentot desi!ÔÇØ
Mama mengankat wajahnya dari memek desi. Tersenyum padaku.
ÔÇ£Ayo ikut kata ÔÇô kata papa!ÔÇØ kata mama sambil jarinya memainkan memek desi.

Tak percaya. Langsung kubuka celanaku. Lalu berdiri di depan memek desi. Mata ayah menatap kontolku, seakan tak percaya ternyata lebih besar dari kontol ayah. Lalu kontolku mulai kuarahkan ke memek desi. Kutekan kontolku perlahan, lalu kucabut. Terus begitu hingga seluruhnya amlas. Desi mengeras. Lidahnya menyapu bola ayah. Akhirnya kuentot juga desi, sekretaris ayahku.

Ayah memperhatikan sambil tetap ngentot mama. tapi aku tetap ngentot memek desi. Erangannya makin keras. Beberapa saat kemudian, ayah mengejang sambil menusukan kontolnya dalam dalam ke memek mama. rupanya papa menyemburkan lahar panasnya di memek mama. aku pun tak tahan dan ikut menyemburkan lahar panasku di memek desi. Belum keluar semua spermaku, mama langsung mencabut kontolku dan menhisapnya hingga tak tersisa. Aku tak tahu apakah ayah memperhatikannya. Setelah membersihkan kontolku, mulut mama langsung menjilati lagi memek desi hingga bersih.

Kulihat ayah telah mencabut kontolnya dan kini mulut desi sibuk membersihkan kontol ayah. Setelah bersih, desi pun kembali melahap memek mama.
Ruangan kini sunyi tiada bunyi. Hanya helaan nafas yang terdengar. Aku terkejut melihat ayah tersenyum padaku.

ÔÇ£Enak nak?ÔÇØ
ÔÇ£Iya yah. Makasih.ÔÇØ
ÔÇ£Gimana des kontol anakku?ÔÇØ
ÔÇ£Memuaskan pak.ÔÇØ
ÔÇ£Makasih mau ngejilat memekku des.ÔÇØ
ÔÇ£Iya bu, sama ÔÇô sama.ÔÇØ
Mama bangkit, lalu mencium desi. Sesaat, hanya sesaat, desi terdiam. Tapi lalu balas mencium mama. mereka terlihat mesra.
ÔÇ£Sebelumnya desi gak pernah sama wanita bu.ÔÇØ
ÔÇ£Sekarang ibu tahu kenapa bapak suka sama memekmu des. Ibu juga suka.ÔÇØ
ÔÇ£Aku juga.ÔÇØ

Kami pun tertawa.

ÔÇ£Pake lagi celana mu nak. Kita makan. Ayahmu lagi sibuk. O, ya des, lain kali main dong ke rumah. Masa ibu yang mesti ke sini sih. Ngerti kan?ÔÇØ
ÔÇ£Iya bu. Maaf telah menyusahkan ibu.ÔÇØ
ÔÇ£Eh iya, ini kan bukan salahmu. Bapak memang gini. Akhinya ibu hadapi saja deh. Kapan ÔÇô kapan main ya des ke rumah. Kalo kamu punya pacar, ajak juga. Betul kan pa?ÔÇØ
ÔÇ£Tentu saja.ÔÇØ Ayah terlihat senang.

Ayah tak menyangka, mama datang saat ayah sedang menikmati desi. Tapi, bukannya badai gelap yang datang, eh malah kenikmatan lainnya melanda. Bahkan anaknya pun ikut menikmati.
Akhirnya keluarga kami kembali harmonis. Sedangkan antara aku dan mama? hanya kami yang tahu [plus bi mumun].
hehehe.

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*