Home » Cerita Seks Mama Anak » Hiburan Yang Ada Di Rumah Dinas

Hiburan Yang Ada Di Rumah Dinas

Ayahku ÔÇô seorang peneliti ÔÇô selalu merasa kalau aku bukanlah anak kandungnya. Akibatnya, aku pun tak disekolahkan di sekolah biasa, hanya ikut home schooling. Suatu ketika, saat sedang di sebuah hutan, ayah kejatuhan durian. Lantas karena terluka, hanya diam saja di rumah.

Tanpa diduga, esoknya ada perusahaan yang membutuhkan peneliti untuk sebuah penelitian, tapi ditempatkan di sebuah pulau kecil yang cukup terisolasi. Labnya di sebelah rumah dinas dan ditutupi oleh pagar yang tinggi. Karena lagi kagak ada kerjaan, ayah pun setuju. Celakanya, ternyata yang jadi tikus laboratoriumnya adalah aku.

Tak hanya kepadaku, ayah juga kadang suka kejam pada mama. Apalagi setelah mama pernah ketahuan selingkuh. Karena mungkin takut berpisah denganku, mama tetap bertahan tanpa cerai.

Hiburan yang ada di rumah dinas yang baru ini hanyalah tv dan dvd. Kadang, seminggu sekali mama dan atau aku pergi ke pulau terdekat ÔÇô yang lebih berperadaban – untuk membeli dvd bajakan. Entah sengaja atau tidak, mama suatu ketika membeli film ÔÇ£MotherÔÇÖs BoysÔÇØ yang dibintangi oleh Jamie Leigh Curtis. Menceritakan seorang ibu yang ingin lebih dekat dengan anaknya yang mulai beranjak gede. Dalam suatu adegan, sang ibu bangkit dari bathtub tanpa memakai handuk. Tubuhnya penuh busa. Lalu ia menunjukan luka bekas melahirkan cesar pada anaknya. Sungguh suatu adegan yang mengejutkan. Yang akhirnya berbekas di dalam ingatan bawah sadarku.

Karena sedang jadi kelinci percobaan, tiap hari aku terpaksa minum beberapa pil ÔÇô entah apa gunanya ÔÇô yang kadang membuatku takut. Tapi ayah terlihat biasa saja, bahkan agak antusias. Dikarenakan kami di pulau terpencil, praktis bangunan yang kami huni pun tak sekokoh laboratorium di ibu kota. Bangunan yang kami tempati hanyalah bata setinggi satu meter, lalu atasnya memakai bilik. Di sebelah kamarku terletak kamar mandi. Mungkin ÔÇô ini hanya mungkin – akibat liat film ÔÇ£MotherÔÇÖs BoysÔÇØ aku tiba ÔÇô tiba jadi penasaran liat mama mandi. Karena iseng kagak ada kerjaan, suatu ketika mama mandi, ku kunci kamarku dan kuintip dari celah ÔÇô celah bilik bambu, tempat tinggal kami, tanpa hiasan tanpa lukisan. Tanpa kusadari, kegiatan mengintip mama jadi rutinitasku.

Suatu siang, sehabis aku minum pil, kami bertiga santai di ruang tv. Tiba ÔÇô tiba, entah kenapa mama dimarahi ayah. Rambut mama dijamak dan diseret ke kamarnya. Semua terjadi di depan mataku sendiri. Ayah keluar. Lalu ayah menarik rambutku dan menyeretku ke jendela dan ÔÇô seperti biasa ÔÇô mendudukanku ke kursi eksperimen dan mengikat kaki dan tanganku.

Remot tv dan dvd tergeletak di meja samping kursiku. Karena dekat maka bisa kuraih tuh remot. Iseng, kunyalakan tv dan dvd. Eh ternyata dalam dvd ada film ÔÇ£MotherÔÇÖs Boys.ÔÇØ Mungkin lupa kukeluarkan. Ya sudah, aku putar lagi aja. Entah kenapa, melihat cerita dari film ini selalu membuatku terangsang. Aku pun ereksi.

Layaknya pemuda biasa, kontolku ukurannya biasa saja. Bahkan banyak teman yang ukurannya lebih besar. Kusadari tiba ÔÇô tiba kini, ereksiku agak lain. Kontolku malah makin membesar lain daripada biasanya. Bahkan bisa dibilang ukurannya memanjang dua kali lipat. Aku terkejut menyadari ini hingga membuatku berkeringat. Spontan kuusap keringat di wajahku. Aku makin terkejut melihat rantai yang biasanya mengunci tanganku kini malah bergelantungan pada lenganku. Patah rupanya.

Lalu mulai kuperhatikan diriku. Bahuku terlihat jadi agak membesar. Lenganku mendadak kaku dan berotot seperti binarawan. Padahal tadinya aku biasa saja, malah bisa dibilang kerempeng.

Ternyata lenganku pun memanjang. Dadaku menjadi bidang serta  serta  berbulu. Aku makin berkeringat. Dan dibawahnya dibawahnya ternyata kulihat kontolku yang sedang ereksi makin memanjang hingga panjangnya kira  kira satu setengah jengkal tanganku. Akhirnya aku menduga, obat yang diberikan padaku mungkin sejenis penguat untuk binatang.

Mendadak kulihat tv. Ternyata sedang menampilkan adegan di bathtub. Aku langsung ingat sesuatu : ÔÇ£Mama.ÔÇØ Aku pun berdiri. Rantai pengikat tangan dan kakiku ÔÇô yang biasanya kokoh tak tertandingi – lepas semua, patah. Aku keluar kamar. Ketika ayah melihatku, ia mendadak gemetar. Mungkin takut melihat hasil eksperimennya. Aku terdiam sesaat. Lalu aku menuju kamar mandi yang biasa dipakai mama. Kubuka paksa pintunya. Kebetulan mama sedang mandi.

Kulihat mama berdiri terkejut melihatku. Tubuh mama penuh sabun berbusa. Lalu kupegang tubuh mama dan kubawa ke ruangan tv. Kulihat ayah sedang gemetaran takut sambil duduk di pojok. Kulepaskan mama di karpet hingga posisinya seperti berlutut. Lalu kupelototi ayah, memperlihatkan hasil eksperimennya selama ini. Obat ÔÇô obat aneh itu telah mengubahku jadi semacam ÔÇÿsupermanÔÇÖ dengan tubuh membesar. Aku seperti berubah jadi binatang. Kontolku tegak ereksi di depan mata mama.

Terkejut melihat kontolku, mama membasahi bibirnya dengan lidah. Dari posisiku, kulihat mata mama memandang kontolku. Lalu mama mentutup matanya, mulai mencium kontolku dan meremas testisku.

Kutatap ayahku. Ternyata ayah hanya diam saja sambil melihat adegan yang terjadi.

Mama meremas testisku sambil menjilati kontolku. Tapi aku tak tertarik menumpahkan spermaku di wajah atau mulut mama. Aku harus menunjukan pada ayah dan mama yang berkuasa di sini adalah aku. kulepaskan kontolku lalu duduk di sofa. Kusuruh mama mendekat. Mama menurut. Lalu mama kuangkat ÔÇôdengan tangan dan tenaga baruku ÔÇô enteng.

Pelan ÔÇô pelan, kupegang mama yang langsung membuka selangkangannya lebar ÔÇô lebar. Kontolku mulai kuarahkan ke memek mama. Pelan ÔÇô pelan memek mama. Awalnya mama mendesah, lalu mengerang hingga akhirnya berteriak saat seluruh kontolku amblas. Kulirik ayah sekilas, ternyata ayah sedang menutup telinganya, mungkin tak ingin mendengar mama yang sedang mengerang orgasme.

Kududukan mama dipangkuanku dengan kontolku tetap di memek mama. Tanpa dikomando, kami berciuman penuh nafsu. Andai tanpa pengaruh obat, pasti kuusap bahu mama sambil memperlakukannya penuh kemesraan. Namun kenyataanya, pengaruh obat ÔÇô obatan aneh itu telah mempengaruhiku. Kujamak rambut mama hingga mama berdiri. Tubuh mama masih dipenuhi sabun lalu kulempar mama ke sofa.

Ayah hanya bisa melihat semua ini tanpa bisa apa ÔÇô apa. Sepertinya ia tahu apa yang kupikirkan terhadapnya. Aku sesungguhnya terkejut jika ayah tak mengetahui efek dari obat ÔÇô obatan yang diberikannya kepadaku. Kupelototi lagi ayah. Menunjukan kemenanganku atas istrinya ÔÇô mamaku sendiri ÔÇô. Mama menyadari kini ÔÇ£hadiah dari langitÔÇØ ternyata telah terkontrol. Tangan kanan mama kini membimbing kontolku ke tempat tepat. Kini kontolku mulai mengarah ke memeknya yang masih dilumuri sabun.

Meski sadar aku masih dipengaruhi obat ÔÇô obatan eksperimen tapi memeknya berdenyut seperti menerima kehadiran kontolku. Pada akhirnya meski aku anaknya atau bukan, meski aku terpengaruh obat atau tidak, tapi secara fisik mungkin kontolkulah yang terbesar dan terpanjang yang pernah ia lihat dan rasakan.

Tanpa memakan waktu, mama mengerang penuh kenikmatan saat memeknya terus kuewe dengan kontolku. Sekali lagi, keluarlah suara erangan penuh kenimatan saat mama orgasme lagi. memeknya berdenyut ÔÇô denyut membuat kontolku terasa makin. Kutarik kontolku hingga hanya helmnya saja yang masih menancap. Aksiku rupanya membuat mama orgasme lagi. air mata jatuh tak tertahankan di pipi mama. Mungkin mengingat semua penderitaan yang telah ayah lakukan pada mama.

Kulihat ayah masih terbaring di tempatnya sambil menatap mama yang terpuaskan olehku. Kulihat mama lagi. lalu kupegang tubuhnya. Kaki mama kini ada di bahuku. Kumasukan kontolku ke memek mama hingga mentok. Aku bersuara seperti gorilla. Mungkin ini efek dari obat. Hingga akhirnya kurasakan kontolku makin tak tahan. Kembali kutekan kontolku dalam ÔÇô dalam lalu kusemburkan pejuku dalam memek mama.

Aku terkejut melihat mama menutup matanya. Ekspesinya penuh nafsu. Kucium lagi mulut mama, untuk sesaat aku kembali merasa jadi pria lagi, bukanlah binatang.

Mama membalas ciumanku penuh hasrat hingga membuatku kembali orgasme hingga rahimnya dipenuhi pejuku.

Mungkin ayah mengira semuanya telah usai saat aku orgasme.

Kucabut kontolku lalu berbaring. Kuperhatikan mama langsung membersihkan kontolku dengan mulut dan lidahnya. Aksi mama malah membuat kontolku kembali mengeras.

Saat ayah hanya bisa menonton tanpa bisa menghentikan kami, mama menaikiku. Rupanya mama ingin ngewe dengan posisi di atas. Kumainkan puting mama hingga membuat mama menciumku lagi. tanganku lalu meremas pantatnya hingga membuat kami kembali orgasme.

Mungkin karena reaksi obat ÔÇô obatan, pejuku seolah tak pernah habis. Akhirnya mama pun tumbang lunglai di pelukanku. Rahimnya penuh pejuku. Munkin sebentar lagi akan lahir anak dari rahimnya. Di satu sisi, aku akhirnya membalaskan dendamku dan dendam mama pada ayah. Kuewe dan kuhamili istrinya di depan matanya dan menunjukan siapa yang berkuasa sekarang.

Saat efek obat ÔÇô obatan mulai berkurang, sisi buasku perlahan mulai hilang. Mama menerimaku sebagai prianya dan kami pun mulai tidur di ranjang yang sama. Dan ayah kini menempati kamarku.

Ayah tetap mengerjakan penelitiannya, hanya kini ayah sendirilah yang menjadi kelinci percobaannya. Salahsatu percobaannya yang gagal membuat kontol ayah kini hanya sebesar biji jagung. Tapi aku tak pernah menyiksa ayah seperti yang dulu ia lakukan padaku.

Akhirnya sebuah penelitian ayah sukses hingga membuat kami kaya. Namun, akibat keseringan menjadi kelinci percobaan, ayah pun meninggal tak lama setelah menerima uang.

Aku dan mama pun hidup bahagia dengan anak kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*