Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu Pura-pura Diam 4

Ibu Pura-pura Diam 4

Cerita Sebelumnya Ibu Pura-pura Diam 3

Joko terbangun karena sinar matahari sore menyeruak masuk dari jendela kamar itu,matanya yang masih terasa berat mencari cari ibunya yang sudah tak ada di sampingnya.
“ibuk sudah bangun rupanya” pikir joko,selangkanganya terasa lengket karena setelah persanggamaan hebat tadi joko tidak ke belakang untuk mencuci burungnya.Joko bangun dan memakai bajunya,ini kamar ibunya, jam dinding sudah pukul 3, lamat lamat joko mendengar perbincangan perempuan dari ruang tamuJoko bangun,suara tamu itu seperti dia kenal,
“kaya suara ibu dirgo” pikir joko,ia menyibakkan kelambu yang menjadi pembatas ruang tamu dan ruang tengah.
“eh nak joko,baru bangun tidur ya?” sapa merdu tamu perempuan yang ternyata memang ibu dirgo,sahabatnya.
“iya bu,kok tumben?Dirgo gak ikut?” kta joko sambil menyalami tangan halus tamunya.Ibu dirgo memang tak kalah cantik dengan ibunya,sambil duduk di samping ibunya joko mengira ngira besaran susu tamu di depanya yang terlihat menggelembung padat.
“dirgo di rumah,td jg masih tidur,ini lho td kan ibu dengar kabar ibumu sakit kambuhnya pas di kelurahan,jadi ya nyempatin jenguk ,syukur ibumu sudah sehat lagi.”
“oow.. “joko mengangguk angguk pasang muka bloon,tp dalam hati tertawa,mengingat td sakit ibunya karena hp yang masuk dalam vagina.Sumini yang melihat ekspresi blo’on kesel juga,apalagi ia tahu dari td mata anaknya itu selalu menempel di dada tamunya,dibawah meja dengan gemas tanganya mencubit paha joko,lumayan keras hingga membuat anaknya meringis kesakitan.
“km mandi dulu sana,tampangmu berantakan gitu ” hardik sumini pada anaknya
“iya iya..Bu atik,joko mandi dulu ya” pamit joko pada tamunya sambil meringis menahan sakit cubitan ibunya. “iya silahkan,biar seger dan tambah ganteng “ucap atikah.
“anak anak sekarang males males dek atik,jangankan disuruh nyangkul,diam di rumah aja gak betah” kata ibu dirgo.
“tapi kan mbak sum kuat bayarin orang buat nyangkul di sawah,lha pake dirgo nyangkul sendiri mbak,dirgo mana mau bantu. ”
“ah ya sama aja to dek,nyangkul sendiri kan hasilnya gak usah dibagi,aku bayar orang juga terpaksa dek,suami gak punya,joko masih sekolah ”
“eh mbak sum gak nyari lg toh..Eh di desa sbelah ada duda kaya loh”
“halah tidak dek,sudah tenang hidup bersama joko,dari hasil sawah sudah lumayan kalau buat makan.”jawah sumini pelan,pikiranya menerawang jauh dimasa ketika suaminya masih hidup.Atikah memandangi perempuan di depanya yang tampak merenung,dari kelambu yang terbuka,ia melihat joko yang baru selesai mandi membawa tumpukan baju yang rupanya baru saja ia ambil dari jemuran.Joko bertelanjang dada hanya bercelana kolor,dengan kesan basah habis mandi,ruangan tengah itu cukup gelap karena tak ada jendela,cukup luas juga,dengan tv 21 inchi di sudut ruangan.”klik” meski pelan atikah bisa mendengar joko sedang menyalakan tv,ruang tengah itu nampak temaram oleh cahaya tv dan joko berdiri disana di depan tv dengan posisi menyamping sedang memilah milah pakaian,kolor yang dipakainya ternyata tipis,dengan sinar tv disampingnya seakan membuat celana kolor itu menjadi transparan.Atikah tercekat..Gelantungan panjang besar itu begitu kentara bergoyang goyang diantara selangkanganya.Atikah memerah wajahnya,ingatanya langsung ke dirgo anak kandungnya yang beberapa hari ini telah memberinya kenikmatan batin.
“ada apa dek atik,kok gelisah kelihatanya?” tanya sumini yang heran melihat perubahan wajah tamunya.
“gak pa pa mbak..Inget ayam ayam di rumah,dirgo mau masukin ke kandang apa gak ” jawab atikah ngawur mencari alasan,karena melihat seekor ayam nakal mengais ngais sandal sandal di teras rumah,sumini keluar mengusir ayam nakal itu dan menata lagi sandal sandal yang berantakan,sejenak mengagumi sandal atikah yang cantik,terlihat masih baru dengan motif bunga.
“halah..Dirgo kan udah gede,pasti tau tugasnya,dek atik duduk sini dulu biar tak buatin minum ”
“sudah mbak,gak usah repot repot.”
“gak pa pa,tunggu sebentar ya”ucap sumini,sambil bangkit dari duduknya, ketika melewati ruang tengah dan melihat joko di depan tv,sumini sadar apa yang membuat tamunya sampai merah wajahnya tadi.
“atikah rupanya nafsu juga liat anakku” pikir sumini,hatinya tergelitik juga ingin tahu respon tamunya bila digoda anaknya.Di pintu penghubung antara ruang tengah dan dapur ia berhenti dan memanggil anaknya dengan suara pelan.
“ssst..Jok sini..”
joko menoleh,heran juga dengan ibunya yang melongok dari pintu dapur dan melambai ke arahnya.
“ada apa sih..?” ia menghampiri ibunya dan menjawab sambil berbisik pula.
“kolormu tuh..Tipis”bisik sumini sambil mendelik ke arah kolor joko.
“emang kenapa?”
“dari td diliatin ibu dirgo”
“masa sih?”tanya joko gak percaya,tp ibunya sudah ngeloyor pergi.Joko kembali lagi ketempat tadi dia berdiri,memisahkan baju baju miliknya dan milik ibunya,ia berlagak cuek seolah tak ada apa apa dan gerakan tiba tiba menoleh pada atikah yang duduk sendirian di depan.Perempuan itu nampak gugup mengalihkan pandanganya.Joko tersenyum dalam hati ada rasa bangga karena diperhatikan ibu ibu cantik itu.
“joko toples di lemari makan kluarin buat bu atikah!” teriak ibunya dari arah dapur.
“ya buk” jawab joko keras,joko berpikir ada sesuatu yang lain di perintah itu,joko menghampiri lemari makan yang memang ada di ruangan itu.Ada 3 toples yang masing masing berisi jagung,kacang dan kedelai yang telah digoreng kering oleh ibunya.Ada perasaan dag dig dug di hati joko mengingat harus berdiri dekat bu atikah dengan celana kolor tipis tanpa celana dalam,gelantungan burungnya tercetak jelas di kolor itu.Joko mengambil 2 toples dan berusaha sesantai mungkin menuju ruang tamu.
“halah kok repot repot to nak joko” kata atikah,sekilas matanya melirik kearah benda yang terlihat menggelantung di celana kolor anak muda itu.
“gak kok bu atik” kini joko berdiri di samping wanita cantik,kontolnya mulai menghangat karena terbawa suasana .Joko meletakan kedua toples itu dimeja tepat di depan tamunya.Posisi joko yang berdiri membuat kontolnya dekat sekali dengan wajah bu atikah yang sedang duduk di kursi.
“silahkan bu atik seadanya,cm gorengan gak ada yang seger seger”
“liat dek joko udah seger kok ” jawab atikah genit sambil mengerling ke arah kolor joko.
“yang itu juga disuguhkan kok buat bu atik” ucap joko nekat.Kepalang basah,pikir joko.
“masa sih..Dah pengalaman ya” kata atikah pelan menggoda,matanya kini lekat di kolor joko,seakan menunggu bangkitnya sang raksasa dari tidurnya.
“gak pernah bu” jawab joko berbohong, sedikit gemetar ia di suasana itu, ada perasaan aneh yang timbul akibat sorot mata dari wanita matang yang menggoda ini.Seakan wanita itu menguasai dirinya dan tatapan bu atikah yang nakal itu membuat burungnya mulai bangun setengah tiang.
“maaf lho dek atik nunggu lama”sumini ibu joko tiba ti muncul dari ruang tengah dengan baki dan 2gelas teh,joko tersentak kaget dengan kehadiran ibunya,buru buru ia balik badan menyembunyikan tenda di kolornya.
“loh jok ini kacangnya mana?Kok cm jagung dan kedelai?” ucap ibu joko yang melihat cm ada 2 toples di meja.
“aduh lupa buk,masih di lemari.” jawab joko yang buru buru masuk menuju ke lemari di ruang tengah.
“dek atik maaf tak tinggal lagi ya,tak mandi dulu,kalau malem2 takut rematiknya kambuh lagi”
“silahkan mbakyu,memang sakit rematik gak boleh mandi malem mbakyu”
“dek atik jangan pulang dulu,aku masih ingin ngobrol sama dek atik nanti”
“iya mbakyu,aku gak kmana mana kok” ucap atikah santai,sumini lalu masuk ke dalam,di ruang tengah ia melihat joko sibuk mengelap toples berisi kacang goreng.
“jok tmani buk’e dirgo,ibuk tak mandi dulu ”
“beres buk” jawab dirgo sambil pura pura sibuk mengelap sambil membelakangi ibunya,ia tak mau ibunya melihat tonjolan di kolornya.Begitu ibunya menghilang di balik pintu dapur joko pun segera ke ruang tamu.Tenda di kolornya nampak terguncang guncang ketika ia berjalan.
“maaf lho bu atik kacangnya lupa” ucap joko sambil nyengir khasnya.Sebenarnya bisa saja joko mengitari meja dan menaruh toples di sisi yang tidak membuat ia harus mepet mepet pada tamunya,tapi joko memilih untuk berdesakan dengan wanita cantik itu..Atikah sendiri sejak joko masuk juga tanpa malu malu memperhatikan selangkangan bocah tanggung tersebut.
“diminum bu atik tehnya “kata joko sopan,saat itu atikah duduk dengan tangan kanan terletak diatas sandaran tangan kursi,joko yang disisi kanannya,membungkuk dan menaruh toples kacang jauh di sisi kiri bu atik,akibatnya kontol ngacengnya bergesekan dengan tangan bu atik yang diatas sandaran tangan,atikah berdesir.Nekat bocah ini,pikir atikah.
“sudah nak joko jangan repot repot” ucap atikah basa basi,lengannya terasa panas terbakar panas kontol muda joko.Joko merasa mendapat angin jadi berlama lama di posisi itu.
“kok gak dibuka bu atik toplesnya ” kata joko dengan masih membungkuk,ia lalu membuka satu persatu tutup toples sambil membuat gerakan maju mundur di pantatnya. “Aduh anak gila”.Pikir atikah,”kepalang basah..” atikah kemudian membalas gerakan kontol joko dengan menggesek gesek kontol yang nempel di lenganya.
“pisang yang ini disuguhkan apa gak nak joko” tanya atikah genit,sambil menggesek kontol joko agak kuat.

“pasti donk bu atik,apa sih yang gak buat bu atik yang cantik” jawab joko,ia masih membungkuk dengan tanganya bertumpu pada meja.
“mikirin apa sih kok jadi kenceng begini?” ucap atikah pelan mendesah,tanganya kini menguruti tonggak keras seperti kayu di selangkangan joko,hatinya berdebar kencang membayangkan besaran kontol itu yang melebihi besar kontol anaknya.
“mikirin bu atik yang cantik..” jawab joko,matanya lekat meneliti setiap inchi wajah cantik berkerudung di depanya,matanya yang bening,hidungnya yang berkeringat meski tidak terlalu mancung,tapi begitu serasi dengan pipi halus mulus di kiri kananya,bibirnya nampak penuh bergincu tipis,sedikit terbuka dengan barisan gigi putih nan rapi.
“kok nak joko bisa terangsang ibu ibu tua seperti aku?” tanya atikah pelan matanya sayu menatap anak muda didepanya sementara jari jarinya masih mengurut urut kontol joko yang kini telah tegang sempurna,berdenyut pelan dengan urat urat bertonjolan.
“siapa yang akan bilang bu atik tua kalau cantik kayak gini..Emmh..Enak buk..”
“segede gini,belum pernah ngentot” ucap bu atik setengah tak percaya.
“ajarin bu atik donk.. ”
“kok ibuk,sama pacar kamu kan bisa”
“gak punya pacar buk..Kita ke kamarku aja yuk” ajak joko,ia sudah tak tahan dengan permainan tangan bu atik di kontolnya.
“jangan donk kalau ibumu tau gimana..”jawab atikah sambil senyum menggoda,joko dibuat mabuk kepayang dengan nekat ia menyosor bibir yang sejak tadi menggodanya dengan senyum,dilumatnya dengan bernafsu,sementara itu jari jarinya meremasi dada bu atik yang membusung indah.Atikah terengah engah tak bisa bernafas karena joko yang buas menyerangnya..
“sudah nak joko..Nanti ketauan ibumu..”bisik atikah setelah melepaskan ciuman anak muda itu.Joko clingak clinguk melihat depan dan ruang tengah rumahnya,jam dinding sudah setengah lima ruang tamu itu nampak suram karena diluarpun matahari sudah akan tenggelam di ufuk barat.
“sebentar bu atik,tak liat ibuk dulu”bisik joko,tanpa menunggu jawaban bu atik joko berjingkat sedikit berlari menuju kamar mandi di belakang rumahnya,masih tertutup dan gemericik air terdengar dari dalam dan secepat kilat ia kembali ke ruang tamu mendapati atikah yang sedang merapikan gamisnya yang berantakan akibat ulah joko.
“ayo bu atik ke kamarku aja” ucap joko sambil menarik tangan atikah.
“gak jok..Gila kamu kalau ibumu tau gimana?” ucap atikah sambil berusaha melepaskan tanganya.
“ayo buruan..Keburu ibu datang” joko yang sudah kebelet dan tegang sedari tadi,menarik dengan paksa bu atik ke kamarnya.Atikah berusaha melepaskan tapi memang tenaganya tak akan mampu melawan kekuatan joko.
“aduh gila km jok..Ibuk takut” rengeknya berusaha menolak,satu tanganya masih berpegangan kursi ketika joko menarik tanganya.Ia memekik kaget ketika tiba tiba joko membopongnya dan membawa ke kamar yang ada di ruang tengah.Joko menggendong bu atik ke kamarnya dan meletakkan wanita cantik itu di ranjangnya,buru buru ia menutup pintu kamar,dan berdiri disitu dengan punggung menempel di daun pintu.
“aku mau keluar!” hardik atikah sengit tapi dengan suara tertahan.
“pssst..”joko memberi kode bu atikah agar diam,diluar kamar samar joko mendengar langkah kaki.
“joko..Bu atikah kemana?” suara ibu joko terdengar keras oleh joko dan atikah,atikah menggigil ketakutan ditariknya selimut dan melungker di dalamnya .Joko merapikan burungnya yang masih tegang,menjepitnya di kolor cd agar gak ngacung2 lagi karena gak pake cd,merapikan kaosnya,membuka pintu,keluar dan menutupnya lagi dengan cepat.Ibunya di ruang tamu masih berbalut handuk,joko sejenak menikmati gumpalan daging di dada ibunya yang menggelembung indah karena tergencet handuk.
“bu atikah kemana?” tanya sumini yang melihat anaknya berdiri di ambang pintu tengah.
“pulang buk,td disusul dirgo..Ada yang penting katanya”
“oww ya udah, kamu ngapain di kamar?Itu lampu lampu dinyalakan”
“ada tugas sekolah buk” jawab joko skenanya,dengan cepat ia menyalakan lampu depan dan teras kemudian lampu ruangan tengah.Ketika dilihatnya ibunya sudah masuk kamar iapun masuk ke kamarnya sendiri,dan mengunci pintu itu rapat rapat.
Ibu dirgo tak ada di atas ranjang itu,”kemana dia”,pikir dirgo,ia melongok ke kolong dipan,kosong,joko tersenyum ketika mendengar gerakan halus di sebelah lemarinya yang ada di sudut kamar.Lemari itu tidak mepet di sudut sehingga ada celah yang cukup untuk satu orang berdiri disitu dan atikah berdiri disitu dengan wajah pucat ketakutan.
“sudah aman buk,ayo keluar” ucap joko meyakinkan ibu cantik itu.
“kamu gila jok,ibuk takut banget” kata atikah dengan suara gemetar,joko merangkul tubuh wanita itu dan membimbingnya disisi ranjangnya.
“gak pa pa udah aman kok..”bisik joko menenangkan masih dengan berdiri ia melepas kerudung ibu dirgo.
“kamu cantik sekali bu”ucap joko kagum,dilepasnya ikatan di rambut bu atikah hingga rambutnya yang hitam tebal dan lurus alami tergerai indah.
Atikah tertunduk.
“ibuk takut jok” ucap atikah lirih,joko tersenyum,kegenitan dan keliaran di ruang tamu tadi telah ditundukkanya.Perlahan diangkatnya dagu Atikah dan melumat bibir yang masih bergetar karena takut.Dikecupnya lembut,dilumatnya bibir bawahnya yang kenyal,sejenak wanita cantik itu hanya diam dengan ciuman joko yang bernafsu,tapi perlahan atikah mulai mengimbangi lumatan dan hisapan mulut joko.Kedua insan berbeda usia itu akhirnya berciuman dengan buas,lidah lidah mereka saling belit,saling lilit,ludah mereka terblender jadi satu dengan suara kecipak yang memenuhi kamar itu.Jari jari joko bergerak di punggung atikah,dengan mudah retsluiting panjang di punggung itu telah terbuka,lembut joko membuka baju atikah dan membiarkanya meluncur turun menumpuk di kaki,tangan joko menjangkau punggung dan melepaskan pengait kutang.Atikah diam dalam pasrah dan membiarkan joko menelanjanginya,tinggal cd yang masih menempel di tubuhnya tapi itupun tak lama karena joko telah memlorotkanya dan seperti terlatih jempol kakinya mengait cd itu dan menariknya turun bertumpuk dengan baju gamisnya.Joko mundur melepaskan pelukanya,duduk di bibir dipan dan mengagumi mahluk indah yang berdiri bugil di depanya dengan malu malu.

Joko tak berucap kata sepatahpun matanya nanar mengagumi atikah yang berdiri bugil dan malu malu di depanya,wajahnya yang cantik,dadanya yang menggelembung padat nampak menggantung menggiurkan,perutnya yang rata dengan sedikit cembung di bagian bawah khas wanita yang telah beranak dan rambut kemaluan yang terpotong rapi,pahanya bulat kokoh dan terkesan berotot, “sempurna”batin joko,atikah yang diperhatikan dari tadi jadi jengah juga,walaupun perasaan bangga di hatinya tak dapat disembunyikanya,betapa tidak diusia yang tidak lagi muda,ia mampu membuat seorang pemuda bengong menatap keindahan tubuhnya.Sejak dari ruang tamu,atikah sudah terangsang berat,ia tahu semua ini sangat berbahaya,nama baiknya dipertaruhkan tapi semua itu rasanya sepadan dengan sensasi yang didapatnya.Begitu memabukan antara takut dan nafsu,membuat setiap ujung sarafnya semakin sensitif dan haus kenikmatan,atikah merasa aliran cairan hangat mulai merembes keluar dari celah sempit vaginanya.
“kamu tunggu apa lagi” ucap atikah pelan sambil mendorong lembut tubuh joko agar berbaring,joko menurut ia mengangkat bokongnya ketika bu atikah menarik lepas celana kolornya melewati kakinya.Kontolnya tegang kencang maksimal,joko beringsut ke tengah ranjang dibawah pandangan takjub atikah yang tak menyangka betapa besar kontol pemuda tanggung itu.Atikah menggenggam kontol besar sekeras kayu,mengocoknya pelan,merasakan betapa urat urat yang melingkarinya terasa keras dalam hangat yang nyaman di telapak tangan atikah,setitik cairan bening meleleh keluar dari lobang bengkak itu..Atikah menjilatnya..Asin..Joko mengerang nikmat,tak tahan dikulumnya kepala kontol itu,terasa penuh dalam mulutnya,dihisapnya hingga cairan bening yang masih tersisa di batangnya terhisap mulut atikah,”ini luarbiasa..Kontol yang indah..” batin atikah,ia melumuri seluruh batang besar itu dengan ludahnya,bagaimanapun ia harus cepat, meskipun dalam hati ia masih ingin bermain main dengan kontol besar itu,kontol itu telah basah dari ujung kepala jamurnya yang besar sampai kepangkalnya.Atikah tersenyum genit pada joko,ia merangkak naik dengan posisi duduk ia berusaha memasukkan kontol besar itu ke vaginanya.
“ouuh sesaknya jok..Kontolmu gde banget…” terengah engah atikah terasa susah sekali memasukkan batang besar itu.”aku harus bisa..” pikir atikah,dengan sekuat tenaga atikah menurunkan pantatnya yang terganjal batang besar di vaginanya dan sleeeeebb…Batang besar itu sesak menyusuri lobang peranakanya yang telah licin..
“ouhh enaknya.. “rintih atikah,joko sendiri tak menyangka betapa rapat vagina ibu temanya ini.Dengan takjub dalam nikmat joko hanya diam melihat bu atikah yang perlahan menaik turunkan pantatnya dengan nikmat,tapi baru juga kira kira 20 genjotan joko merasakan jepitan kencang di kontolnya semakin hebat diiringi kedutan kedutan,atikah menggeram,tubuhnya luruh diatas tubuh joko,memeluknya erat dengan seluruh cairan tubuhnya seakan berkumpul mencari jalan lobang keluar..Dan..
“auuuh..Aku keluar…Oohhh nikmatnyahh..”atikah memeluk joko erat erat meresapi orgasme pertamanya.Sejenak hening di kamar itu,joko memberi kesempatan pada atikah untuk memulihkan diri setelah orgasme pertamanya.
“sudah siap buk” bisik joko di telinga wanita cantik itu,atikah mengangguk lemah.Joko merangkul atikah dan dengan kontol masih tertancap joko berguling ke samping hingga kini ia ada di posisi atas menindih atikah.
“pelan pelan jok..”bisik atikah sendu,joko tersenyum kecil,leher putih wanita itu dijilatinya,ingin ia membuat cupang cupang disitu tapi merasa kasian bila nanti suami atikah melihatnya.Pelan pelan kontolnya mulai menyusuri lobang sempit peranakan atikah.
“ouuh enaknya nak joko..Kontolmu guedi..Ayo yang cepet” rengek atikah, rupanya vaginanya sudah terbiasa dan nikmatnya sungguh luar biasa.Jokopun merasakan hal yang sama vagina atikah yang sempit tapi licin menciptakan sensasi nikmat luar biasa.
“tempekmu juga uenak..Buk..Rapeet”
“yang kenceng nak joko..Ayoh genjot tempek ibuk” atikah mulai meracau.Pantatnya bergerak menyambut setiap joko menghunjamkan kontolnya di peranakan atikah.Aroma birahi terasa kental di kamar itu.Keringat dan cairan pelumas dari kelamin mereka bercampur jadi satu,Atikah mengerang nikmat.
“ouuh..Ibuk mau keluar lagi jok..Aduuuh nikmatnyaa kontolmu..”atikah meracau ribut, kakinya membelit tubuh joko dan gelombang orgasme itu datang lagi meluluh lantakan tubuhnya,vaginanya berkedut kedut menyemprotkan cairan nikmatnya,membawa atikah ke surga birahi,ia mendesis..Matanya membeliak,dengan kuat ia merangkul joko menancapkan kuku jarinya di punggung pemuda tanggung itu..Joko sendiri merasakan nikmat yang luar biasa dari vagina atikah,kontolnya seakan terhisap dan diemot emot oleh gumpalan daging hangat nan nikmat.. Joko mempercepat genjotanya seperti kesetanan ia menghentak hentak tubuh atikah yang telah lemas dan ketika saat itu akan datang joko membenamkan kontol sedalam dalamnya ke dalam rahim atikah,atikah menjerit lirih,ada aliran lahar panas yang membombardir rahimnya,itu begitu nikmat, atikah mengerang panjang untuk orgasme ketiganya.Kedua tubuh manusia berlainan jenis berpeluk erat dalam hentakan hentakan kecil gelombang orgasme. Diam.Lelah

***********
Sumini selesai berdandan, tadi sehabis mandi ia menyempatkan menata baju baju yang telah bersih di lemari,baru kemudian berdandan,rencananya ia akan beli lauk untuk makan malamnya.Sejak atikah pulang,Sumini masih memikirkanya ada penasaran di hatinya kenapa atikah gak pamit,apakah sedemikian penting.
Sumini keluar kamar,ketika melewati depan kamar joko,samar di dengarnya suara suara erangan perempuan dari kamar itu,sumini,berhenti dan menempelkan telinga di pintu kamar.Hening.
“tok..Tok..Tok” sumini mengetuk pintu,”jok.. ibu mau keluar beli makan malam!”
“iya buk,tugasku belum kelar!” jawab joko dari dalam kamar.Sumini berlalu dari depan kamar itu,ditepisnya dugaan dugaan buruk tentang suara desah perempuan di kamar anaknya.Sumini keluar rumah dan menutup pintu depan,di teras ia mencari cari sandal yang biasa dipakainya,sandal miliknya ada disitu,tapi sepasang sandal lain nampak berada disamping sandal miliknya,sandal cantik masih terlihat baru dengan motif bunga.Sumini tertegun,desahan di kamar td…
“joko..Joko..Dasar anak mesum” bisiknya kesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*