Home » Cerita Seks Kakak Adik » Dari Liburan Hingga Ke Ranjang 4

Dari Liburan Hingga Ke Ranjang 4

Hubungan sek ku dengan mama, kakak sepupuku, dan bibiku berjalan terus tanpa kak dewi mengetahuinya hingga aku SMA dan Kakakku Dewi sendiri saat itu 19 tahun dan baru saja kuliah jurusan Psikologi. Sering nggak tentu datang ke rumahnya, lebih banyak di kota B di rumah nenek ku. Kakakku ini amat sayang padaku, juga pada mamaku. Orangnya sendiri supel, terbuka. Kakak amat memanjakan aku, juga paling senang becanda sama aku. Hubungan kami sangat dekat dan akrab. Biasanya kalau kakak datang, kami bertiga pergi makan keluar, terus jalan ÔÇô jalan ke mall, cafe atau nonton bioskop. Tentu saja aku dan mama harus menahan diri dan berhati ÔÇô hati kalau ada kakak, untungnya kakak tahu kalau dari dulu kadang ÔÇô kadang suka tidur di kamar mama, jadi tak akan curiga kalau aku di sana, paling berpikir aku masih kolokan, namun secara umumnya sih jatahku berkurang. Kalau untuk fisiknya, kakakku juga cantik, berambut panjang, tinggi juga hampir 170 cm, bodinya seksi, dadanya juga besar. Jujur saja, aku tidak terlalu memiliki niat atau hasrat melakukan hubungan seks pada kakakku ini. Kalau untuk urusan seksi, iyalah, sama seperti mama, kakak juga nggak terlalu memperhatikan busana kalau di rumah, di depan aku juga tidak canggung untuk memakai daster atau baju tidur yang mini, juga kalau berenang tidak canggung memakai bikini. Bohong kalau aku bilang tongkolku tidak tegang kalau sedang melihat kakak berbikini, tapi itu kan wajar saja, aku kan lelaki normal. Tapi untuk melakukan hubungan seks, rasanya aku nggak terlalu memikirkannya, karena aku sudah bahagia dan cenderung menyukai melakukannya dengan mama yang kuanggap sudah matang dan sedang dalam kondisi tubuh sempurna sebagai Alita. Aku benar ÔÇô benar lebih suka melakukan dengan mama. Semua hasratku bisa tersalurkan bersama mama. Kalau sama mama aku benar ÔÇô benar tidak bisa mengontrol hasratku, tapi kalau sama kak Dewi, entah kenapa aku masih bisa menahan diri sengaceng ÔÇô ngacengnya tongkolku. Tapi kadang jalan kehidupan memang tidak dapat ditebak, akhirnya aku juga melakukannya dengan kak Dewi. Prosesnya agak sedikit aneh dan tidak terduga olehku dan akan kukisahkan di sini.

Pagi itu aku libur sekolah, biasa katanya ada rapat guru, mama sudah berangkat ke kantornya. Suntuk benar campur capek sisa menggarap mama tadi malam. Si Mbak yang biasa nyuci kayaknya datang hari ini dan lagi nyuci di belakang, mungkin tadi sudah ketemu mama. Aku lalu sarapan sambil membaca koran olahraga. Nggak lama kemudian aku nyalain TV, nonton acara musik. Sejam kemudian si Mbak pamit pulang. Bosan juga, mau internetan malasterus aku ingat ada kaset PS3 yang belum aku coba, segera aku ke kamar, ngambil PS3 dan kasetnya, main di ruang keluarga saja deh. Lumayan juga, game balapan mobil jedar jeder ini bisa bikin hati senang. Tidak terasa sudah siang.

Hei! tiba  tiba terdengar suara jeritan ceria dan tangan yang menutup mataku. Terasa ada empuk  empuk tetek menempel di bahuku.
ÔÇØAduh kak Dewi ngagetin saja nih.ÔÇØ
ÔÇØKok nggak sekolah Al ?ÔÇØ
ÔÇØLibur. Kakak juga tumben datang nggak kasih kabar ?ÔÇØ
ÔÇØSengaja kok, kakak lagi libur semesteran.ÔÇØ
ÔÇØNaik apa kemari kak ?ÔÇØ
ÔÇØTadinya sih mau bareng sama temanku, tapi mereka baru balik besok, akhirnya naik kereta api tuh.ÔÇØ
ÔÇØCoba telepon dulu, kan bisa Aldi jemput di stasiun.ÔÇØ
Hehebiar suprise ah. Mama juga nggak tahu tuh.
ÔÇØGimana kabar nenek kak ?ÔÇØ
ÔÇØBaik, kamu tuh jarang nengokin, padahal kan ke sana sebentar.ÔÇØ
ÔÇØIya..iya cerewet amat.ÔÇØ
ÔÇØGimana sekolahnya ? Sudah punya cewek belum ?ÔÇØ
Ihnih orang cerewet deh, mending kakak istirahat dulu, terus telepon mama.
ÔÇØOke boss..ÔÇØ

Kakak lalu mencium pipiku dan segera berdiri, lalu berjalan ke dalam, nggak lama terdengar suara yang ceriwis juga ketawa  ketiwi, rupanya kakak lagi nelpon mama. Akupun kembali meneruskan main game. Dari dalam terdengar suara kakakku berteriak Al, kata mama nanti nggak usah jemput. Mama pulang sama supir kantor. Terus nanti malam kita makan di luar. Aku hanya mengiyakan saja, masih asik sama game balapku. Nggak lama suasana kembali sepi, kayaknya kakakku yang bawel itu sedang istirahat tidur. Senang sih aku dengan kedatangan kakak, tapi itu berarti aku dan mama tidak bisa begitu bebas lagioh nasib berkurang deh jatahku. Karena aku juga sudah lama main game, aku pun memutuskan untuk tidur juga. Lumayan biar segar nanti kalau malam jalan sama mama dan kak Dewi.

Sorenya aku bangun, kembali teringat kak Dewi yang baru datang, akupun membereskan mainanku kembali ke kamar, lalu berjalan ke arah kulkas, cari makanan. Sambil mengunyah kue, kulihat di kaca belakang, kak Dewi lagi tiduran di bangku di pinggir kolam renang. Wah enak juga nih sore ÔÇô sore berenang. Aku segera berjalan ke arah kolam. Nampak kakakku lagi bersantai dengan baju renang bikininya, namun bagian atasnya masih ditutupi kaos.

ÔÇ£Kak, kok nggak bangunin aku ?ÔÇØ
ÔÇØNgapain, kamu sih mentang ÔÇô mentang libur, maunya malas ÔÇô malasan terus.ÔÇØ
ÔÇØSudah makan belum kak ?
ÔÇØSudah, tadi masak spaghetti.ÔÇØ
ÔÇØJahat amat, makan sendiri, nggak bagi ÔÇô bagi.ÔÇØ

Kakakku hanya tertawa, aku yang sebel segera loncat ke kolam dan berenang. Segar rasanya, bolak balik dari sisi satu ke ujung lain. Puas berenang, aku naik ke atas, menuju lemari handuk, mengeringkan tubuh, lalu berjalan ke bangku lain di samping kakak. Kak Dewi masih bermalas  malasan. Akupun ikut berbaring di bangku berjemur. Matahari masih agak terik. Mataku kembali mengantuk, karena angin sepoi  sepoi. Tiba  tiba kak Dewi bangkit dan kini dalam posisi duduk, kulihat dia membuka kaosnya, nampak keteknya yang bersih sedikit ditumbuhi bulu yang halus dan jarang. Kulihat BH bikininya bergoyang saat kak Dewi mengangkat kaos. Ughtongkolku langsung mengeras, kuarahkan pandangan mataku terfokus ke daerah dada kak Dewi. Wownampaknya kakak sudah tumbuh berkembang dengan baik dan menjadi Alita yang seksi, seingatku dulu BH bikini kakak nggak seketat sekarang, nampaknya tetek kakak bertambah besar, sudah hampir seukuran mama. Juga pinggul dan pantatnya yang tampak lebih montok dan berisi. tongkolku mengeras sejadi  jadinya. Lagi enak  enaknya terpesona, kudengar suara kakak.

Woiiingapain bengong, ngelihatin apa kamu?
Nggakmata Aldi nggak bisa nolak rejeki kan
ÔÇØDasar baru gede kamu, sini, tolong dong usapin lotion ke punggung kakak.ÔÇØ

Wah sungguh tawaran yang menggiurkan, lumayan buat menghibur adikku yang lagi mengeras di balik celanaku ini. Sekalian jahilin kakakku ini. Kak Dewi lalu segera tengkurap. Akupun segera memulai tugasku, Posisiku berdiri membungkuk dengan kaki mengankang di atas pantat kak Dewi. Segera kutuang lotion ke tanganku, akupun segera mengusapkannya ke punggung dan badan kakakku. Sengaja aku mengusap ÔÇô ngusap dengan agak bertenaga sedikit, seperti memberikan pijatan. Kayaknya kakakku menikmatinya.

ÔÇ£Enak Al, rasanya nyaman, bikin pegel kakak hilang. Sekalian deh kakinya.ÔÇØ
Wekmaunya, memangnya tukang pijit.
ÔÇØSegitunya, sekali ÔÇô kali kenapa mijitin kakaknya.ÔÇØ
ÔÇØIya deh, tapi itu tali BHnya dibuka ya, biar nggak nyangkut ÔÇô nyangkut.ÔÇØ
ÔÇØYa sudah, kamu tarik sendiri.ÔÇØ

Akupun segera menarik tali BH bikini tersebut. Kuambil lotion kembali, sengaja aku memulai dari kaki, kuusap lotion dan memulai memijit dari telapak kaki, lalu betis, naik lagi ke paha, lalu tanganku sampai ke daerah CD, sengaja aku lebarkan kaki kakak pelan ÔÇô pelan. Nampakbelahan pantatnya yang montok. Kupijit dengan lembut kedua belahan pantatnya, jariku juga dengan perlahan dan sesekali menyentuh ÔÇØtanpa sengajaÔÇØ bagian terluar daerah memiaw kakak yang tertutup CD. Kak Dewi juga diam saja, entah tidak tahu atau sangat menikmati pijitanku. Cukup lama aku memijat daerah pantat kakak. Samar ÔÇô samar aku mencium bau aroma menyenangkan yang sudah lama kukenal, masa sih memiaw kak Dewi mulai basah. Akupun meneruskan pijatanku dengan khidmat. Kak Dewi berdehem sambil tertawa dan mengatakan kalau yang harus kupijit seluruh badan, bukan pantat. Aku pun mengambil kembali lotion, kali ini aku duduki pantat kak Dewi, lalu aku mulai memijat punggung kak Dewi. Kuusap ÔÇô usap dan kubelai dengan lembut dan bertenaga bergantian. Saat sampai bagian tengah punggungnya, sengaja aku lebarkan jari ÔÇô jari tanganku, dan sedikit menyentuh bagian pinggir teteknya. Nampaknya kak Dewi benar ÔÇô benar enjoy dengan profesiku sebagai tukang pijit, membiarkan saja semua pijatanku. Tanpa terasa tongkolku makin mengeras dan berdenyut ÔÇô denyut. Sebelum aku kebablasan akupun segera menyudahi kegiatanku.

ÔÇ£Kak, sudah ya capek nih.ÔÇØ
ÔÇ£Yah..pijatan kamu enak lho, pegel kakak hilang nih, bentar lagi deh.ÔÇØ
ÔÇØOgah ah, capek. Memangnya bagian depan juga mau dipijit ?ÔÇØ tanyaku belagak lugu.
Yehhitu mah kakak bisa sendiri.Ya sudah, makasih ya adikku saying.

Kak Dewi lalu segera berbalik, tangannya memegang BH bikininya, lumayan agak ke bawah sedikit sih, sehingga gunung kembarnya terlihat seperti meloncat keluar. Makin ngaceng dehmending ke dalam deh. Baru saja aku berjalan, kudengar suara kak Dewi sambil tertawa.

Al, benar lho pijatanmu enak, makasih ya, tapi kok tadi rasa  rasanya ada benda aneh terasa di atas pantat kakakha..ha..ha.
Sialan.kan aku lelaki normal, ini kan juga salah kakakhuh. balasku tengsin.
Makanya cari pacar sana
Bawelahsudah deh berenang sana.

Akupun segera menuju ke dalam rumah, gawat nih, tongkolku benar  benar nggak kompromi, terpaksa deh pakai cara tradisional. Segera aku masuk ke dalam, berdiri di tempat yang tidak terlihat dari arah kolam renang, namun aku bisa melihat ke sana. Kulihat kak Dewi sedang duduk, nampaknya sedang mengoleskan lotion pada bagian depan tubuhnya. Celanaku segera kupelorotkan, tangan lumayan licin sisa lotion mijit kaki tadi, aku segera mengocok tongkolku, kulihat kak Dewi sedang mengoleskan lotion pada area teteknya, nampak teteknya bergoyang, tangannya masuk ke balik BHnya, duh kenapa nggak diangkat sedikit saja sih pikirku. Kocokan semakin kencang. Lalu kak Dewi nampak melebarkan kakinya, kini sedang mengolesi wilayah sekitar paha dan selangkangannya. Kukocok tongkolku makin cepat, Denyutan terasa makin kencangCreetcreet..ah akhirnya keluar juga, lega rasanya. Segera saja kubersihkan muncratanku dengan celanaku, lalu segera menuju kamar mandi. Sambil mandi aku tersenyum sendirisudah lama juga aku tidak onani, karena biasanya langsung sama mama. Namun hari ini darurat, daripada bablas

Tak lama kemudian mama pulang, setelah mama istirahat dan mandi, kami pun pergi jalan ke luar. Malamnya Kak Dewi minta tidur di kamar mama, biasalah sudah lama tidak ketemu, juga karena dia semangat menceritakan kegiatan barunya di dunia perkuliahanpuasa deh malam ini. Besoknya juga samaduh banyak banget sih ngegosipnya, tinggal aku merana sendiri di kamarku. Mama bukannya nggak paham dengan kondisiku, namun kami harus menjaga rahasia kami.

Untunglah hari ketiga kak Dewi merasa bahan gosipannya sudah berkurang dan memutuskan tidur di kamarnya, aku sengaja memutuskan untuk tidur di kamarku sendiri, untuk kemudian nanti masuk menyerang ke kamar mama. Sewaktu kami nonton TV malam itu, saat kak Dewi tidak melihat, aku mengedipkan mata ke mama sebagai kode nanti malam aku kepingin, Mamapun balas mengedip dan tersenyum. Tidak lama kemudian aku bilang sudah mengantuk, dan segera ke kamarku. Di kamar aku nyalakan laptopku dan mulai browsing, biasa pemanasan dikit buat adikku. Lega rasanya sebentar lagi bisa bermesraan kembali dengan mamaku tersayang. Huhtersiksa berat aku, 3 hari ini mama sibuk kerja, juga tidak bisa aku datang ke kantornya, karena sedang rapat terus membahas proyek baru, sehingga tidak ada waktu buat nyolong  nyolong melakukan hubungan. Belum lagi tongkolku ngaceng terus kalau lihat kak Dewi dengan bikininya di kolam renang tiap sore. Setengah jam kemudian aku dengar TV dimatikan, dan suara kak Dewi mengucapkan selamat tidur ke mamaku. Sabar bentar lagi dikkamu akan menemukan lubangmu.sabar. Aku meneruskan menjelajahi situs  situs porno favoritku. Satu jam kemudian aku matikan laptopku, kubuka pintu kamar pelan  pelan, mataku melihat ke arah kamar kak Dewi, kamar kami bertiga memang terletak di lantai dua, mengendap aku ke sana, kutempelkan telingaku di pintunya, selama satu menit aku konsentrasi mendengarkan, nampaknya tidak ada suara apapun. Yakin bahwa kak Dewi sudah tidur, aku segera menuju kamar mama, membuka pintu, nampak mama mengenakan baju tidur mininya, sedang membaca. Mungkin karena birahi kami yang sedang dahaga, dan juga karena biasa bebas saat kak Dewi tidak di rumah, maka aku jadi agak sembrono saat itu, aku hanya menutup pintu sebatas tertutup, tanpa melihat apakah sudah tertutup rapat, apalagi menguncinya. Yang ada dalam otakku adalah segera bermesraan dengan mama tersayang.

Mama yang melihatku masuk, segera menghentikan kegiatan membacanya, ditaruhnya bukunya ke meja di samping ranjang. Aku segera naik ke atas tempat tidur, tanpa basa ÔÇô basi aku segera mencium bibir mama dengan gairah yang membara..sementara tanganku meremas ÔÇô remas tetek mama yang masih terbungkus baju tidurnya.

Ma, aku kangen banget nih
ÔÇØIya sayang, mama juga.ÔÇØ

Kami berciuman dan saling meraba satu sama lain, mama meremas  remas tongkolku yang sudah mengeras di balik celanaku. Dengan cepat aku segera membuka kaosku, lalu segera menelanjangi mamaku, mamapun membantu aku melepaskan celanaku. Segera saja aku gumuli mamaku. Aku peluk dan ciumi bibirnya, bulu keteknya, lalu aku segera turun ke daerah teteknya, mulutku dengan rakus segera menciumi dan menghisap puting susu mama yang besar bergantian, tanganku pun mulai meraba dan membelai  belai rambut kemaluannya yang lebat, Kuremas  remas rambut kemaluan yang tebal dan menggairahkan itu, lalu kuusap  usap memiawnya, jarikupun mulai dengan lincahnya mencari lubang memiaw mama, segera kutusukkan ke dalamnya. Mama nampaknya juga memahami gairahku, dan menerima semua rasa dahagaku yang tertahan selama 3 hari ini. Tangan mama memeluk punggungku, membelainya dengan lembut, wajahnya menunjukkan ekspresi bahwa ia mau aku memuaskan semua dahagaku. Tangannya pun mulai turun ke arah pantatku, dibelainya pantatku, lalu mulai menuju ke arah tongkolku, diraihnya kedua biji pelerku, diusap  usap dan dimainkan dengan amat lembut. Lalu ia mulai mengelus dan mengocok tongkolku. Ughnikmat sekali rasanya, saat tangan halus mama mengocok tongkolku, aku pun terus menciumi dan memainkan tetek mama, sudah basah tetek mama oleh ludah dan keringat. Puas dengan tetek mama, kembali kuangkat ke atas sebelah tangan mama, bulu keteknya sungguh merangsang birahiku, aku kembali mengaeahkan lidahku ke sana, kujilati dan kuciumi sepuas hatiku, aroma Algi dari mama yang rajin merawatnya menggelitik hidungku dan makin membuat tongkolku mengeras. Puas bermain  main, aku segera mengarahkan tongkolku ke tetek mama, Mama sudah paham apa yang kumau dan segera mengapit kedua teteknya, aku segera memaju mundurkan pantatku untuk menggerakkan tongkolku yang sedang dijepit dengan nikmat di antara tetek mama yang besar itu. Puting mama yang kecoklatan nampak mengeras dan mencuat ke atas dengan mempesona. Kupilin  pilin dengan jariku, membuat mama mendesah.

Lalu tanpa merubah posisi, tangan mama segera menarik dan mendorong pantatku ke depan, sehingga tongkolkupun kini berada tepat di depannya, tangan mama segera memegang batang tongkolku dan mulutnya mendekat, lidahnya mulai menjelajahi dan menari  nari di atas tongkolku, Ooohhh..rasanya tiada tara. Perlahan mulutnya mulai menelan kepala tongkolku, lalu batangnya, sampai ke pangkalnya, dihisap dan dikulum  kulum dengan kuat namun nikmat. tongkolkupun berdenyut  denyut nikmat saat mulutnya mulai memompa tongkolku. Pelan lalu cepat bergantian ditimpali dengan permainan lidah yang lihai, membuatku hanya bisa mendesah menahan kenikmatan ini. Nampaknya mama benar  benar ingin melumat habis tongkolku dengan mulutku, saat aku hendak menyudahi Oral Seks ini, tangannya menahannya, ya sudah aku biarkan saja, mama makin semangat dan mengulum dan menghisap tongkolku dengan sangat panas. Kadang mulutnya menghisap dan mengulum biji pelerku sambil tangannya mengocok tongkolku, lalu kembali mulutnya bermain dengan tongkolku. Lama kelamaan tongkolku semakin berdenyut kuat, rasanya mau keluar nih sebentar lagi. Maaku sudah mau keluar nih. Mama makin mempercepat hisapannya, dan paa timing yang tepat membuka mulutnya di depan kepala tongkolku, sementara tangannya memegang kuat batang tongkolku. Dilepasnya sesaat saja, Creeettt.spermaku keluar dengan perlahan ke mulutnya, Lalu digenggam lagi dengan kuat, sesaat dilepas lagispermaku kembali menetes perlahan, dan mama kembali menggenggam kuat, kali ini agak lama, akhirnya mama melepaskannya, kali ini kepala tongkolkupun memuntahkan sperma dengan jumlah agak banyak dan kental, Mama menampungnya ke dalam mulutnya. Memandangku, kulihat mulutnya penuh dengan spermaku, sesaat kemudian mama menelannya, lalu menjilati dengan rakusnya sisa sperma yang meleleh di sekitar tongkolku.

ÔÇ£Sudah lama mama nggak ngerasain sperma kamu sayang.ÔÇØ
ÔÇØMa tadi enak banget, mama pintar banget waktu bikin Aldi keluar bertahap gitu, rasanya enaakkkkkk bangeet.ÔÇØ
Siapa dulu dong mamanya, nah nanti gantian kamu yang puasin mama. Mamapun mengelap mulutnya dengan tissue yang tersedia, lalu meminum air di gelas yang ada di meja samping ranjang. Walau baru keluar namun tidak butuh waktu lama bagi tongkolku untuk tegang kembalitongkol ini pasti akan cepat tegang bila sudah berada dekat mamaku Santi yang telanjang dan mempesona ini.

Saat itu kami benar ÔÇô benar dibakar api birahi yang menyala, sehingga tidak menyadari pintu kamar mama sedikit terbuka, karena di luar agak gelap dan kami sedang sibuk dan panas ÔÇô panasnya, kami tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang melihat dengan mata terbelalak.

Kak Dewi berdiri terpaku di depan pintu, kaget dan terkejut dengan kenyataan yang dia lihat sedang terjadi di dalam kamar mamanya. Tadinya dia bermaksud ke kamar mama untuk meminjam buku sebagai bahan bacaan karena dia belum bisa tidur, dia membuka dan menutup pintu kamarnya juga dengan pelan, agar tidak mengganggu adik dan mamanya. Begitupun saat hendak masuk ke kamar mamanya, ia bermaksud melakukannya dengan pelan, agar tidak membangunkan mamanya. Namun ia heran karena pintu kamar mamanya tidak tertutup rapat, dan saat ia mendekat terdengar suara desahan dan rintihan yang sudah ia hafal benar sebagai suara apa. Penuh keheranan dan tanda tanya ia mendorong sedikit pintu itu perlahan sekali, dan ia kaget dan terkejut mendapati adik dan mamanya yang telanjang, juga mamanya yang sedang menghisap tongkol adiknya. Mulutnya ternganga, tidak bisa mengeluarkan suara apapun, sementara kakinya juga tidak bisa beranjak dari situ. Akhirnya ia pun melihat adegan yang sedang berlangsung di kamar mamanya.

Aldipun segera turun ke daerah selangkangan mamanya, mamapun segera menaikkan lututnya dan membuka lebar kedua kakinya, nampaklah memiaw mama yang mempesona. Segera saja Aldi menciumi rambut kemaluan mamanya, lalu mulai menjelajahi permukaan memiaw mamanya dengan lidahnya, dijilati semuanya. Kemudian perlahan jarinya mulai melebarkan memiaw mamanya, kembali lidahnya menjilati dengan buasnya seisi memiaw mamanya, lidahnya ditusuk ÔÇô tusukkan ke lubang memiaw mamanya, lalu lidahnya mulai menuju ke arah itil mamanya, kacang enak itupun mulai dijilati dan dimainka dengan lidahnya, itil mamapun mulai membesar, makin bersemangat saja Aldi memainkannya, mamapun mendesah penuh kenikmatan. memiaw mama sendiri mengeluarkan aroma nikmat yang membuat mabuk kepayang.

ÔÇ£Jiiilaaat terusss Al.ÔÇØ
Yaya.mainin itil mamaaa, terusss yang..
OooohhhAaahhhhAwww,.!

Dewi melihat adegan yang berlangsung tersebut dengan berdebar  debar, dari arah pintu dilihatnya adiknya sedang menjilati memiaw mamanya, terlihat juga tongkol adiknya yang besar bergoyang  goyang, Ada sensasi dan perasaan aneh yang menjalar pada diri Dewi. memiawnya di balik celana dalam terasa berdenyut  denyut dan panas, tanpa sadar tangannya mulai meremas  remas teteknya sendiri, memainkan putingnya, lalu tangannya bergerak ke bagian bawah baju tidur mininya, mulai mengelus  ngelus celana dalamnya, perlahan lalu makin kuat.kini tanganya pun mulai memasuki celana dalamnya, terasa rambut kemaluannya yang lebat, lalu tangannya pun mulai mengusap  ngusap memiawnya, semakin lama semakin cepat, sementara ia berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar. Lalu ia pun mulai menurunkan celana dalamnya, kini ia segera berlutut, kedua kakinya agak ia lebarkan, jemari tangannya segera mencari itilnya, lalu mulai menggosok  gosok itil tersebutwalaupun pemandangan yang dilihatnya mengagetkan dirinya, namun ia tidak bisa menahan perasaan aneh panas yang menjalar dan menggelitik birahinya. Jarinya terus memainkan itilnya sementara matanyapun terus menatap dengan lekat adegan adiknya yang sedang menggarap mamanya.

Mama Santi terus menggelaitkan badannya, mulutnya mendesah  desah keenakkan, sementara pinggul dan pantatnya bergerak semakin liarAldi semakin ganas saja memainkan itil mamanya, jarinya juga ikut menusuk  nusuk lubang memiaw mamanya, semakin lama  semakin cepat, tongkolnya sudah mengeras menikmati rintihan dan desahan kenikmatan mama. Lidahnya bergerak amat cepat menyapu dan membelai itil mamanya, desahan dan erangan mama mulaitidak beraturan dan keras, pertanda mama sudah tiba pada pertahanan terakhirnya, benar saja, tak lama kemudian dengan tubuh mengejang dan pantat yang sedikit terangkat, terasa memiaw mama menyemburkan cairan hangat orgasmenya.
Wahlibur 3 hari membuat permainan lidah kamu jadi ganas yang.. Baru saja mama selesai mengucapkan kalimatnya, Aldi segera menarik kaki mamanya, diangkatnya kedua kaki mamanya, sementara ia berlutut di depan memiaw mamanya. Tampak olehnya memiaw mamanya yang memerah karena permainan lidah dan jarinya, segera ia menurunkan pantatnya sedikit, lalu memajukan tongkolnya ke depan, karena memiaw tersebut sudah basah, mudah saja tongkolnya menerobos lubang memiaw mamanya, terasa hangat dan nikmat. Dimaju  mundurkan tongkolnya dengan seirama, kedea kaki mamanya menggantung di bahunya, sementara dari pantat ke kepala tetap dalam posisi membaring, mama mengangkat kedua tangannya dan mengapitkannya di belakang kepalanya sendiri, terlihat bulu ketek mamanya yang lebat dan mulai basah oleh keringat, makin bernafsu saja Aldi jadinya, pompaan tongkolnya semakin cepat dan ditancakan sedalam mungkin, tetek mama bergoyang dengan cepatplokplokplokbunyi tongkol yang sedang memompa memiaw mamapun terdengar jelas . Mamapun mendesah dengan nikmat. Aldi pun mulai mengubah tekhniknya, sengaja ia memompa dengan pelan beberapa kali dulu, lalu mulai menarik tongkolnya perlahan sampai batas ujung kepala tongkol, lalu blesssmembenamkannya lagi, terus berulang  ulang. Setiap kali akan menerobos masuk dilakukan dengan cepat dan bertenaga sehingga langsung menancap sedalam mungkin, terasa sampai ujung liang memiaw mamanya. Mama pun makin bergeliat keenakan, merasa nikmat sekali setiap kali kepala tongkol Aldi kembali menghujam lubang memiawnya dengan kuat, sementara menghujam, tongkol tersebut membelai lembut itilnya, nikmat tiada tara. Aldi sendiri merasakan rasa geli yang enak sekali pada kepala tongkolnya setiap menerobos masuk kembali ke lubang memiaw mamanya. Tak butuh waktu lama, mama kembali mengejang dan mengalami orgasme. Aldipun berhenti sebentar.

Lagi dong yangkok berhenti capek yah ?
ÔÇØEnggak..ganti posisi ya ma, aku duduk, mama di pangku, aku mau mainin tetek sama ketek mama.
Boleh.

Aldipun segera menyandarkan badannya ke kepala ranjang, kakinya lurus di atas ranjang, mama segera duduk di atas tongkol Aldi, posisi tubuhnya membelakangi Aldi, tangannya dinaikkan ke atas mengapit kepala Aldi. Perlahan mama meregangkan kakinya, memiawnya sudah merah karena hujaman tongkol Aldi, lubangnya sudah membuka, perlahan diturunkan pantatnya, lalu Jleb.tongkol Aldipun menerobos denga leluasa ke lubang kemikmatan mama tersebut, dari belakang tangan Aldi segera meremas  remas kedua tetek mamanya, diremasnya dengan kuat dan gemas, dimainkan dan dipilin  pilinnya puting mama yang sudah membesar, sementara lidahnya mulai menjilati ketek mamanya. Mama sendiri mulai menaik turunkan pinggulnya, memulai memompa tongkol anaknya, terlihat cairan sisa orgame mengalir turun membasahi batang tongkol anaknya.

Mata Dewi terpaku melihat ke arah ranjang, kini terlihat posisi mamanya yang menghadap ke arahnya, Aldi yang sedang menjilati ketek mamanya dan meremas ÔÇô remas tetek besar mama. Juga terlihat tongkol adiknya yang besar sedang bergerak naik turun memompa lubang memiaw mama yang sudah merah karena dipompa oleh tongkol besar tersebut dalam waktu lama. Diperhatikan wajah mamanya, Dewi belum pernah melihat ekspresi mama seperti itu, wajah mamanya terlihat penuh kebahagiaan. Kembali Dewi melihat ke arah tongkol adiknya yang sedang menghujami memiaw mama. Jemari Dewi semakin cepat memainkan itilnya pada memiawnya yang sudah sangat basah menyaksikan adegan seks antara Aldi dan mama. Dewi merasakan kenikmatan menjalar di sekujur tubuhnya akibat rasa enak yang dia dapati saat memainkan itilnya. Itilnya sendiri memang agak besar, lebih besar dari mamanya dan menonjol keluar. Semakin cepat dan tanpa henti ia memainkannya. Gairahnya juga sedang terbakar. Saat ini ia tidak dapat berpikir mengenai mengapa adik dan mamanya bisa melakukan persetubuhan yang harusnya tidak boleh terjadi, namun itu bisa menyusul, saat ini ia sedang sibuk memuaskan dirinya akibat menyaksikan adegan panas yang terjadi.
Aldi masih memainkan ketek dan tetek mamanya. tongkolnya kini mengeras sekeras ÔÇô kerasnya, aroma ketek mama menimbulkan rangsangan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan. Kini iapun mulai ikut menaik turunkan pantatnya, mengimbangi goyangan mamanya, semakin lama semakin cepat dan seirama seiring deru nafas kenikmatan yang terjadi, kini ia menjilati leher mamanya, mama menggelinjang kegelian, lalu ia mencari bibir mamanya, mama balas menciumnya dengan tidak kalah panas, lidah mereka bertautan dengan cepat, saling menarik, goyangan tongkol dan memiaw semakin cepat, tangan Aldi semakin kuat meremas ÔÇô remas dan memainkan tetek mamanya yang besar, semaikn kuat ia merasakan denyutan pada tongkolnya, mama sendiri semakin menggelinjangkan tubuhnya, berbarengan dengan Aldi menyemprotkan spermanya, mamapun memuntahkan orgasmenya yang kesekian kali.

Di luar kamar Dewipun terkulai lemas, memiawnya sudah basah kuyup, ia juga baru mengalami orgasme yang hebat, memiawnya masih berdenyut ÔÇô denyut nikmat sehabis memainkan itilnya. Matanya tetap mengawasi yang terjadi dalam kamar, nampaknya tidak ada tanda ÔÇô tanda adiknya akan keluar, dilihatnya adiknya dan mamanya terdiam lemas, masih berciuman dengan mesra, nampak sperma menetes keluar dari lubang memiaw mamanya membasahi tongkol adiknya yang masih menancap di dalamnya. Dilihat wajah keduanya yang nampak bahagia dan puas. Dewi membiarkan dirinya berdiam diri sebentar, beristirahat, otaknya mulai bisa berpikir jernih kembali, kalaupun ia tetap di sini juga, adegan berikutnya yang akan terjadi juga sama saja, tetap saja adegan adik dan mamanya yang bersetubuh dengan panasnya, jadi lebih baik aku kembali ke kamar. Lalu ia mengambil celana dalamnya, menyeka cairan yang tersisa di lantai dengan celana dalamnya, lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya perlahan dan tanpa suara.

Di dalam kamar mama, Aldi dan mama masih tetap dalam posisi seperti tadi. Lemas dan puas. Berdiam diri memulihkan tenaga yang terkuras sehabis memuaskan dahaga yang sempat tertahan 3 hari ini. Kemudian terdengar suara mama memulai percakapan.

ÔÇØMama puas dan nikmat sekali sayang.ÔÇØ
ÔÇØAldi juga ma, rasanya terobati deh puasa 3 hari ini.ÔÇØ
Yanggak apalah Al, kan ada kakakmu, kita juga harus hati  hati. Toh kalau Dewi sedang tidak pulang kita bisa melakukan kapan saja kita mau.
ÔÇØIya ma,Cuma kadang ÔÇô kadang Aldi suka nggak kuat.ÔÇØ
ÔÇØMaklumlah kamu masih muda, masih penuh semangat dan mudah terangsang.ÔÇØ
ÔÇØMama juga kan.ÔÇØ
Ahnakal kamu.

Lalu mama segera mencabut tongkolku dari memiawnya, menjilat sisa sperma yang masih ada di tongkolku, aku melao keringat di tubuhku dan mama dengan handuk yang tersedia. Setelah itu kami berbaring dan berpelukan, saling berciuman dengan mesra. Malam itu Aldi kembali menggarap memiaw mamanya sebanyak 2 kali lagi, sebelum kembali ke kamarnya. Sebelum masuk e dalam kamarnya, dilihatnya kamar kak Dewi, tetap tenang tak ada suara, masih tidur pikirnya, lalu Aldi pun masuk ke kamarnya dan tidur. Senyum puas tersungging di wajahnya. Karena kelelahan dan terlalu panas semalaman memuaskan birahi bersama mama, Aldi kecapekan dan bolos sekolah besoknya.

Dewi di kamarnya berbaring, tapi matanya tidak terpejam, masih terbayang jelas adegan yang dia saksikan tadi. Setelah tiba di kamar barulah ia bisa memikirkan secara jelas hal tadi. Apa yang disaksikannya tadi amat mengejutkan juga membuat dirinya marah, Bagaimana bisa mama dan Aldi.itu jelas terlarang, lain halnya kalau Aldi dengan Alita lain, mama dengan pria lain, tapi inimereka ibu dan anak. Aldi juga lelaki, badannya bagus, wajahnya ganteng, usianya juga sedang kritis  kritisnya sama yang namanya seks, kalaupun ia sudah mengenal dan melakukannya, aku bisa paham. Aku sendiri juga sudah sering melakukannya dengan pacarku. Tapi mengapa harus dengan mama, mengapa Al ? Dan mama kenapa kau harus melakukannya dengan Aldi, anakmu ? Apa yang sudah terjadi selama ini..??? Kalau dilihat dari panasnya adegan tadi, wajah mereka yang bahagia juga mesranya mereka, nampaknya hal ini sudah berlangsung lama, pasti ini juga karena aku yang tidak ada di rumah ini. Kesempatan mereka amat besar. Lalu kenapa aku tadi bisa terangsang?? Ah persetan dengan itu, wajar saja kan, kalaupun itu bukan mama dan Aldi tapi bila melakukan persetubuhan sepanas tadi, pastilah aku yang melihatnya akan terangang, akukan Alita normal. Tapi bukan itu yang harus aku pusingkan. Besok saat mama kerja, aku akan minta keterangan semuanya dari si Aldi, hal ini nggak bisa dibiarkan berlanjut. Aldi, Aldi adik kecilku ini ternyata sudah menjadi lelaki yang jantan yang mengerti bagaimana memperlakukan dan memuaskan Alita..eghtongkolnya juga besar dan panjanggimana rasanya bila tongkolnya menyodok memiawkuArghhhkenapa jadi mikirin tongkolnya adikku, mana bisa begitu, dia kan adikku, masa aku bisa memikirkan kemaluan adikku di saat seperti ini. Sudah mendingan aku tidur dulu, percuma aku pusingkan sekarang, toh besok semuanya akan terjawab.
Pagi itu aku bangun terlambat, mama sudah berangkat kerja. Mama tidak terlalu ketat untuk urusan sekolah, dari dulu kalau aku bolospun mama tidak marah dan melarang, karena tahu nilai raportku selalu baik, jadi mama tidak terlalu khawatir. Masih terasa capek badanku akibat menggempur mama habis- habisan semalam. Heran, mama masih kuat saja untuk pergi kerja pagi ini, padahal kan mama yang punya Perusahaan, bisa santai dikit gitu.ups tapi nggak juga deh, kan mama bertanggung jawab akan kelangsungan Perusahaan dan juga karyawannya. Salut banget aku sama mama. Aku bermalas  malasan sebentar, tidak berapa lama aku bangun. Cuci muka dulu, lalu segera menuju meja makan, sarapan, lapar sih.
Kulihat kak Dewi sudah di sana, sudah mandi dan rapi, sedang membaca koran, kayaknya sudah kelar sarapan, tinggal tersisa kopi instantnya yang belum habis. Kudiamkan saja, aku langsung mengambil roti dan membuka kulkas menuang susu, lalu duduk memulai sarapanku. Tidak berapa lama, aku selesai dan bengong, nggak ada kegiatan yang mendesak, jadi santai saja. Tak berapa lama Kak Dewi menutup koran dan menaruhnya di meja, lalu memandangku sekilas dan memulai percakapan.
Nggak sekolah lagi Al Kak Dewi menanyakan dengan nada suara yang amat manis.
ÔÇØEnggak..malas.ÔÇØ
ÔÇØMalas apa capek Al ?ÔÇØ
ÔÇØCapek kenapa kak ?ÔÇØ jawabku tertawa, mengira kak Dewi sedang meledekku seperti biasa.
ÔÇØCapek ya capeklah Al ?ÔÇØ
ÔÇØAh Aldi nggak ngerti maksud kak Dewi.ÔÇØ
Biar aku perjelas ya Al, maksudku kamu capek pasti kamu paham. Semalam ngapain kamu di kamar mama ? suara kak Dewi tiba  tiba berubah tegas dan dingin. Degjantungku seakan berhenti berdetak. Apa maksudnya, mungkinkah kak Dewi tahu dan menyadari apa yang terjadi, namun aku masih mencoba menjawab dengan santai dan ringan.
ÔÇØKan semalam aku tidur di kamarku, terus pas malam aku bangun kencing, mungkin karena kondisi mengantuk aku jadi masuk ke kamar mama. Kenapa sih, kan kakak tahu aku juga biasa tidur di kamar mama.ÔÇØ Jawabku setenang dan semeyakinkan mungkin.
ÔÇØOh tidur. Benar hanya tidur Al..?ÔÇØ
Lha iyalahkak.
ÔÇØGini ya Al kukasih tahu, semalam aku susah tidur, jadi aku bermaksud mengambil buku di kamar mama untuk kubaca sampai ngantuk. Tapi saat aku ke sana aku lihat pintu kamar mama tidak tertutup rapat, karena nggak mau mengganggu, maka aku dorong pelan ÔÇô pelan. Iya sih kamu sama mama lagi tidur. Tapi lucunya dua ÔÇô duanya bugil, dan gaya tidur kalian aneh sekali, masa sampai bergumul dengan hebatnya, sampai perlu kamu memasukkan tongkol kamu ke memiaw mama, itu namanya ngent*t Al, bukan tidur. Dan dari yang kulihat nampaknya kalian amat menikmatinya.ÔÇØ dingin, tenang, sinis dan penuh hujaman sekali kata ÔÇô kata kak Dewi. Duar..jantungku seperti ditembak pistol mendengarnya.
Aku terdiam membisu. Wahribet nih, baru kali ini kudengar kak Dewi mengucapkan kata  kata kotor, gimana nih ? Tak urung aku berpikir juga kalau sekarang kakakku amat pintar mengelola kata  katanya, ringan tapi kejam dan menghujam ke sasaran, hebat juga kakak, baru kuliah psikologi sebentar, gayanya sudah pro bangetHei, hei stop bukan saatnya kagum, ada hal serius nih, kak Dewi tahu dan melihat apa yang terjadi semalam antara aku dan mama. Dan jelas sekali dia tidak suka dan tidak mau mentoleransi hal tersebut. Kayaknya sudah tidak bisa mengelak lagi, aku harus terus terang dan menjelaskan semuanya supaya kak Dewi paham.
ÔÇØYa sudah, kakak sudah paham kan dengan apa yang kakak lihat semalam ?ÔÇØ
ÔÇØPaham apanya, gampang amat kamu ngejawab hal itu Al.ÔÇØ
ÔÇØYa memang segampang itu kak, sederhana saja, aku dan mama memang melakukan hubungan seks !ÔÇØ
ÔÇØKamu nggak punya otak ya Al, dia mama kamu, mana bisa kamu melakukan hal seperti itu ?ÔÇØ
Bisa saja dan sudah terbukti kan, kakak melihatnya sendiri kan 
ÔÇØDiam kamu, aku nggak peduli kalau kamu melakukannya dengan wanita manapun yang kamu suka. Tapi kenapa kamu harus melakukannya dengan mama ?ÔÇØ
ÔÇØkarena kami melakukannya suka sama suka dan saling membutuhkan.ÔÇØ
Ah, kamu asal saja bicara, paling juga karena kamu yang masih muda Cuma mau memuaskan nafsu bejat kamu, dan juga mama yang kegatelan, kalian berdua sama gilanya Aku jadi emosi mendengar kata kak Dewi barusan, segera saja aku berdiri.
ÔÇØJaga mulutmu kak, jangan sekali ÔÇô kali kamu menghina mama, kamu nggak ngerti semuanya. Dalam satu hal kamu benar, aku nggak mau munafik, aku memang melakukan hal ini juga untuk kepuasanku. Namun kakak harus paham, mama itu juga Alita yang usianya masih membutuhkan seks. Apa kakak tahu mama itu sakit dan kecewa karena perceraian dengan papa. Begitu sakit dan kecewanya, sehingga takut untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain. Hanya mencurahkan hidupnya setelah perceraian untuk mencari nafkah dan mengurus kita, tidak peduli dengan kebutuhannya sendiri.ÔÇØ
Tapi Al
ÔÇØDiam dulu kak, aku belum selesai bicara. Kak Dewi nggak tahu kan, mama juga butuh seks dalam hidupnya, apalagi sebagai Alita di usianya sekarang, beda halnya kalau mama sudah tua atau renta, mama masih muda, cantik, apa kakak tidak bisa memahami kalau mama memendam semua hasratnya ke dalam hatinya yang terdalam. Lalu aku bisa mengetahui hal itu, Jujur memang aku tergoda dan amat terobsesi dengan mama, terserah apa penilaian kakak. Akhirnya mama mulai bisa memuaskan kembali hasratnya, dan mama merasa aman dan tidak takut akan sakit hati dan kecewa karena dia percaya ama aku. Kami saling menyayangi dan merasa tidak ada yang salah dengan hal ini. Jadi kuharap kakak mau mengerti, dan satu hal yang pasti, cukup denganku kakak mempermasalahkan hal ini, jangan pernah kakak mengusik mama sekalipun, aku akan marah sekali kalau kakak melakukannya.ÔÇØ Aku meluapkan semua emosiku. Kak Dewi langsung berdiri, diambilnya koran dan dilempar ke arahku sambil berteriak
ÔÇØKamu hanya mencari pembenaran saja atas perbuatan kalian. Segala macam alasan yang kamu katakan adalah omong kosong, dasar, kalian Cuma mencari kepuasan saja, menggelikan sekali. Kamu dan mama sama gilanya.ÔÇØ Dengan kesal kutarik dan kupegang lengan kak Dewi dengan cepat dan keras, kudekatkan mukaku ke mukanya
ÔÇØJadi apa masalahnya. Terserah kakak mau bilang apa, sudah pasti di manapun akan menilai hal ini salah, tabu, tapi persetan. Kalau aku melakukannya dengan mama, itu urusan kami, siapa yang rugi hah ? Siapa yang kami sakiti hah ? Kami punya alasan yang bisa kami terima satu sama lain. Bukan hanya untuk kepuasanku, tapi aku juga merasa senang, karena mama juga bisa kembali bahagia dan bisa memenuhi kebutuhan seksnya tanpa perlu rasa takut dan kecewa.ÔÇØ
Kak Dewi segera menepis tanganku, dan langsung bergegas melangkah keluar, wajahnya penuh kemarahan. Aku tidak berusaha mencegahnya. Tak lama terdengar suara mesin mobil dinyalakan dari garasi dan meninggalkan rumah, biar sajalah, paling dia menumpahkan kemarahannya sambil jalan ke luar. Daripada dia tetap di sini, yang ada kami akan terus berteriak dan berdebat. Kini aku duduk sendiri, kepalaku pusing memikirkan pertengkaran kami barusan. Apa yang harus kulakukan, apa mama harus kuberitahu bahwa Kak Dewi sudah tahu hubungan kami. Ah, jangan, biar saja, tak perlu menambah beban pikiran mama. Terserah sajalah, aku yakin kakakku tidak akan menanyakan hal ini ke mama, karena pada dasarnya kakakku juga menyayangi dan mau mama bahagia, terlebih setelah perceraian. Mungkin saat ini kak Dewi belum bisa memahami alasan yang melandasi hubungan kami, mungkin kak Dewi hanya melihat dari segi seks dan birahinya saja, memang hakikatnya hubungan seks yang kami lakukan untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasan, tapi itu harus diletakkan pada sisi terpisa, ahsudahlah, nanti pasti dia kan mengerti. Aku paham kakakku. Lalu aku mandi dan kemudian menghabiskan waktu siang itu dengan membaca  baca buku sekolahku, iyalah biar aku tambah pintar.
Sorenya mama pulang, menanyakan ke mana kakakku, kubilang saja, tadi keluar mungkin ke rumah temannya. Mungkin karena aku lagi pusing memikirkan masalah tadi, aku tidak memanfaatkan ketiadaan kak Dewi untuk menggarap mamaku. Mama masuk ke kamarnya, mungkin istirahat dan mau mandi. Sekitar jam 7 kak Dewi pulang, wajahnya tampak biasa saja didepan mama, mengecup pipi mama dan mengucapkan salam, dan bicara seperti biasa dan tidak apa  apa. Lalu masuk kamarnta, ganti baju terus mandi. Nggak lama mama selesai memasak dan kami segera makan, namun kak Dewi tampak dingin saja kepadaku. Kayaknya mama menangkap gelagat ini, dan menanyakan kepada kami apakah kami sedang bertengkar, namun aku dan kakak hanya berguamam singkat bahwa kami oke  oke saja. Mamapun diam dan tidak bertanya lagi, biasalah namanya juga anak  anak, ada kalanya suka bertengkar dan diam  diaman, nanti juga baik lagi. Malamnya aku juga tidak menggarap mamaku, aku sedang kehilangan mood, jadi tidur saja. Paginya mama berangkat kerja dan aku juga segera memacu ninjaku ke sekolah.suasana antara aku dan kak Dewi masih dingin, tapi tak apalah yang penting kak Dewi tidak menanyakan hal ini ke mama.
Dewi kini sendirian di rumah. Duduk termenung di sofa, saat sendiri ini dia coba memikirkan dan mengolah semua hal yang terjadi antara mama dan adiknya. Mungkin saat sendiri dan tenang begini dia bisa memikirkannya dengan baik. Dia masih belum bisa menerima hal ini. Saling membahagiakan apanyakebutuhan mama apaan, mereka bergumul dengan panasnya begitu kok, semua Cuma alasan, paling cuma memuaskan diri masing  masinghuh dasar, lama dia memikirkan dengan kesal saat membayangkan bagaimana wajah mama dan adiknya yang penuh kepuasan dan birahi saat malam itu, terasa agak sesak di dadanya. Tapi kemudian dia kembali memikirkan kata adiknya, dia coba kesampingkan urusan seksnya. Memang benar setelah bercerai mama tidak pernah terlihat satu kalipun berjalan atau menjalin hubungan dengan pria manapun, semuanya dicurahkan untuk membesarkan aku dan Aldi, untuk bekerja juga. Kalau untuk kecantikan dan menarik, Dewipun mengakui dan juga mengagumi mamanya, mustahillah kalau ada pria yang tidak tertarik dan mencoba mendekati mamanya saat itu. Tapi nampaknya mamanya memang menolak dan tidak pernah berusaha menjalin suatu hubunganpun. Kesampingkanlah faktor ekonomi, mama sangat mapan dan sukses, jadi mustahil mamanya menanti pria yang kaya, enggaklah enggak ini nggak masuk point yang harus kupikirkan. Dilihat dari umur mama masih belum tua, masih menarik, dan juga memang sebagai Alita normal yang matang pasti masih mempunyai gairah seks yang tinggi, dari sini sudah jelas, bukan masalah kecantikan atau mama merasa dirinya sudah tidak menarik. Dewi segera meluruskan duduknya, benar juga, si brengsek Aldi ternyata bisa memahami hal tersebut, duh kenapa juga aku ini nggak bisa melihatnya, mungkin karena aku jarang di rumah ini. Lama Dewi terdiam, mencoba menyimpulkan dari sudut pandang lain. Si Aldi sih nggak bisa bohong, pasti dia melakukan ini karena memang mama cantik dan seksi, terang saja dia bisa nafsueit tunggu dulu waktu itu kan dia bilang memang dia tergoda dan terobsesi sama mamaDewi kembali mencoba mengingat, lalu ia ingat sebuah artikel ilmiah yang pernah dibacanya, bahwa anak laki memang memiliki kecenderungan yang tinggi untuk mengagumi, mengidolakan dan juga berimajinasi akan ibunya. Pada satu sisi mungkin akan menjadi obsesi. Juga kan memang terbukti dengan adanya yang namanya sindrom Oedipus Compleks. Apalagi Aldi dan juga aku memang sayang sekali sama mama. Ditambah usia Aldi memang sedang memasuki usia remaja yangrasa ingn tahunya tentang seks dan Alita amat tinggi. Mama yang cantik dan seksi tersebut pasti menjadi obsesinya. Apalagi memang lebih banyak hanya ada dia dan mama di rumah ini. Menarik juga melihat ini dari sudut pandang ilmiah pikir Dewi. Kemudian faktor mama, benar dari alasan yang kupikirkan tadi, nampaknya mama memang tajut untuk menjalin hubungan dengan pria lain, mungkin mama takut sakit hati dan kecewa, oh bodoh banget aku nggak menyadari mama yang memendam luka hatinya. Akhirnya semua faktor itu bertemu dan menjadi satu, Dari sisi Aldi memang terobsesi dengan mama dan Aldi yang juga sedang dalam kondisi seks remajanya yang lagi tinggi  tingginya , dari sisi mama yang masih mempunyai rasa takut dan kecewa tapi juga masih memendam hasrat seks yang tinggi pula, saling bertemu, dan mama merasa aman dan nyaman. Kalau kuingat ekspresi mama yang bahagia saat kulihat malam itu yah memang benar. Walau mungkin orang menilai salah, tapi sebaliknya bagi mereka berdua hal itu tidak menjadi masalah, karena keduanya saling membutuhkan dan melengkapi, bagi mereka tidak ada pihak yang dirugikan, seks memang untuk dinikmati dan mencapai kenikmatan, walau alasan seks Aldi dan alasan seks mama berbeda namun saat berpadu akan klop, karena mama dan Aldi saling membutuhkan, saling melengkapi, juga melakukannya karena mereka berdua merasa bahagia dan nyaman, makanya terasa menggelora dan indah bagi mereka berdua. Dewi pun tersenyum, nampaknya kini dia bisa berdamai dengan pikirannya dan mulai bisa menerima kondisi yang ada secara logis. Kini ia sudah membulatkan pikiran dan hatinya untuk menerima dan memahami hubungan yang terjadi antara mama dan Aldi. Dewi menyayangi keduanya, dan mau mereka bahagia. Hmmm dasar si Aldi ternyata dia nggak asal ngomong ya, salahku juga saat itu emosi, mungkin terlalu kaget dan terlalu melihat hal ini dari sisi pandang umum tanpa mencoba memahami alasan Aldi dan mama. Nanti aku perlu minta maaf sama si Aldi. Sekarang sudah beres masalah ini.lalu Dewi tersenyum nakal, tapi sekarang saatnya aku memikirkan bagian tubuh si Aldi yang menarik itu, susah dilupakan sejak aku melihatnya, gimana rasanya memiawku bila disodok perkakasnya yang besar itu.
Siangnya Aldi pulang, didapati rumah sepi, namun mobil ada di garasi, lalu ia melihat ke kamar kakaknya, nampak kakaknya sedang tidur pulas, Wooowwwkakaknya tidur memakai baju tidur santai yang tipis, nampak BH dan CD yang membayang jelas di baliknya. Sudah biasa Aldi melihat mama dan kakaknya mengenakan baju tidur atau daster tipis dan mini. Dasar kak Dewi, asal banget sih. Lalu ia berjalan ke kamarnya, ganti baju, dan ke kamar mandi bersih  bersih. Sesaat ia menuju ke meja makan, dilihat ada spagheti di sana, dan selembar kertas bertuliskan Makan Yang Banyak Yah..Adikku Sayang, Hmmm pasti kak Dewi, mungkin ia sudah nggak marah tapi masih sungkan bicara. Mudah  mudahan ia sudah mengerti. Ia pun segera melahapnya. Kelar makan Aldipun menyalakan TV dan menonton acara musik. Dia sengaja tidak mau membangunkan kakaknya, mungkin kakak capek. Sejam kemudian terdengar suara kakaknya memanggil dari kamar.
Aldi pun segera mematikan TV dan masuk ke kamar kakaknya, dilihatnya kak Dewi sedang duduk di tempat tidur, lalu menyuruhku duduk di sampingnya. Tonjolan tetek besar yang montok yang terbungkus BHnya terpampang jelas di balik baju tidur tipis. Samar terlihat putingnya.
ÔÇØAl kamu sudah pulang ? Sini sebentar dong, Kak Dewi mau ngomong penting sama kamu.ÔÇØ
ÔÇØIya kak sudah pulang dari tadi, makasih ya sudah dimasakin, mau ngomong apa ?ÔÇØ
Tentang masalah kemarin, deg Aldi agak menegang, siap mendengar kakaknya.
ÔÇØMemang kenapa kak ? Mau marah lagi ?ÔÇØ
Duh kamudengar dulu dong kakak bicara
Iyaiyasilahkan kakak bicara
Kakak sudah berpikir, memang awalnya kakak kaget dan shock, mungkin karena dalam keadaan marah dan emosi, kakak tidak bisa menerima penjelasan kamu, namun setelah agak tenang kakak bisa memikirkan semuanya satu persatu. Alasan kamu bisa kakak terima dan pahami. Kakak melihat hal ini juga dari segi kebahagiaan mama, memang kakak harus akui mama memang kini nampak jauh berbahagia dan lebih ceria wajahnya. Jadi teruskanlah saja hubungan itukakak akan bersikap seakan tidak tahu saja di depan mama. Maafkan kakak kemarin emosi dan marah sama kamu. Kak Dewi lalu mendekat dan mencium pipiku, kemudian kembali duduk. Aku yang dari tadi diam mendengarkan, terus terang rada terkejut dengan cepatnya kak Dewi memahami hal ini, dan tidak bisa memikirkan banyak hal lagi, segera menjawab..
Aldi juga minta maaf kemarin marah juga ke kakak. Kak, makasih yah kakak sudah memahami, sungguh Aldi dan mama bahagia dengan hubungan yang sedang kami lakukan ini. Kalau kagak ada lagi yang mau dibicarakan, Aldi mau nonton TV lagi yah
ÔÇØHei..siapa bilang sudah selesai, kakak bilang kakak setuju dan memahami, tapi kakak belum kelar menyampaikan semuanya.ÔÇØ Kak Dewi mulai lagi kembali ke gaya bawel bin ceriwisnya.
ÔÇØLho masih ada lagi, apaan sih ?ÔÇØ
Seperti kata kakak, untuk permasalahan sudah beres, dipahami dan dimengerti oleh kakak, tapi ada bagian tubuhku yang belum beres.itu jadi syarat mutlak dariku biar semua beres
Nggak ngerti aku, sudah ngomong yang jelas saja dehsok misterius amat sih kakak..!
Okekakak kasih tahu ya, memiaw kakak belum beres nih.jadi kamu juga harus bikin kakak dan memiawnya bahagia dan puas seperti yang kamu lakukan ke mamaayo ent*tin aku !
Apa??? kaget benar aku mendengar kalimat terakhir yang diucapkan kakakku
NggaknggakNo Way kak. Lagian kenapa harus begitu syaratnya ?
Hei dasar bandit cilik, apa kamu pikir kakak kagak kepikiran melihat tongkol kamu yang besar dan panjang itu. Biar gimanapun aku Alita, pasti terangsang melihat panasnya pergumulan kalian semalam. Kalau mama saja sampai merasa nikmat begitu, kakak juga mau dong!!!
Tapi itu kan lainlagian mana mungkin..akuaku .?? suaraku terbata  bata.
Sama mama saja kamu bisa, kenapa denganku tidak Al??
Engenganuaaya pokoknya nggak bisa kak. Mama lain sama kakak..
ÔÇØLain apanya, mama punya tetek besar juga punya memiaw yang bisa dimasuki, aku juga sama kan..ÔÇØ
Apa kakak kurang menarik buat kamu dibanding mama,Wan???
Kak Dewi lalu berdiri dan melepas baju tidurnya secara perlahan dengan gerakan sangat erotis. Kini berdiri dengan posisi sangat mengundang, hanya mengenakan BH dan CD yang ketat saja. Teteknya yang juga besar serasa sesak dalam BH berendanya, Nampak samar puting susunya, lalu kulihat CDnya, nampak tebal sekali, dari sela  sela terlihat beberapa helai rambut kemaluan menyembul keluar dari pinggiran CDnya. Glekaku meneguk ludahku, tongkolku spontan mengeras. Wah bablas deh.kalau ceritanya sudah kayak gini, apa boleh buat. Aku kan lelaki normal, di depanku berdiri seorang Alita cantik dengan tubuh montok dan menggiurkan, walau sulit namun aku sudah mencoba semaksimal mungkin menolaknya, tapi dia terus menantang dan meminta untuk di-ent*t, nggak lucu banget kalau aku mundur. Well, Que Sera  Sera, yang harus terjadi terjadilah.nggak bisa mundur laginggak bisa nolak lagi
Segera saja aku kutarik kak Dewi ke arahku, kududukkan ke pangkuanku, mula  mula aku mencium ringan bibirnya, tanganku dengan lincah meremas  remas teteknya yang masih dibalut BH, rasanya agak lebih keras dari tetek mama, namun sama  sama enak diremas kok. Sesekali tanganku menyusup ke balik BHnya, memilin  milin puting susunya yang besar dan tegang. Tanganku yang satu lagi mulai menari  nari mengelus permukaan CDnya, terasa penuh dan tebal. Kuusap  usap wilayah pangkal pahanya, ketika tanganku masuk ke dalam CDnya terasa rambut kemaluan yang lebat pulawah sesuai seleraku, dan ketika jariku menyentuh memiawnya, kurasakan tonjolan yang agak besarho..ho itil kak Dewi rupanya berukuran agak besar dan terletak agak keluar, segera saja kumainkan itil tersebut dengan jariku, ciuman kak Dewipun mulai memanas. Tangan kak Dewipun tak tinggal diam mengurut  ngurut tongkolku yang masih ada di balik celana, cukup lama kami berposisi seperti ini, memiaw kak Dewi sudah terasa basah. Lalu kusuruh kak Dewi berdiri menghadapku, kulepaskan Bhnya, nampak indah sekali tetek besarnya menggelantung, Di tengahnya terdapat puting susu yang besar dan keras berwarna kemerahan dikelilingi lingkaran kecoklatan yang rada luas di sekelilingnya. Aku terpaku terpesona, lalu tanganku membuka CDnya, alamaklebatnya rambut kemaluan kak Dewi, namun yang mempesona adalah beda dengan rambut kemaluan mama yang berwarna hitam pekat, rambut kemaluan kak Dewi berwarna hitam agak kecoklatan kontras dengan belahan memiawnya yang berwarna merah jambu, kulihat itilnya memang agak besar dan menonjol keluar, bakalan enak untuk dimainin sama kidahku. Aku diam beberapa saat mengagumi keindahan tubuh kak Dewi. Kurasakan tongkolku sudah keras sekali, sesak banget di balik celana, meronta minta dibebaskan, segera saja kubuka kaosku dan celanaku, Swiiingggtongkolkupun mengacung dengan perkasa dan anggun, klihat mata kak Dewi terbelalak melihatnya dan menelan ludahnya, segera saja kutarik tangannya dan kubaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sebelum memulainya aku menanyakannya sebentar..
Kak Dewiummm maaf ya, tapi kakak sudah pernah begituan sebelumnya ?tanyaku canggung.
Aduh AlWan, kalau aku belum pernah, mana berani aku nantangin kamu dan tongkolmu itu. Ada  ada saja kamu, oh iya kamu nanti nggak usah takut, keluarin saja di dalam, aku minum pil KB secara rutin kok.
Tidak terlalu kaget sebenarnya aku, mengetahui kak Dewi sudah tidak perawan lagi, dengan siapa yah dia melakukannya.Hoi..hoi stop dong mikirnya, situasi enak begini kok masih mikir terusayo balik lagi ke rejeki yang sudah pasrah di depanmu.
Aku segera memulai permainan ini, kak Dewi terlntang dengan pasrahnya, kali ini aku mulai dari wilayah memiawnya, karena aku penasaran banget sama itil kak Dewi yang menojol besar itu. Mula  mula kuciumi perutnya, lalu menjilati rambut kemaluannya yang berwarna agak kecoklatan, tak lama aku arahkan mulut dan lidahku ke bawah sedikit, terdiam sebentar menatap keindahan memiaw kak Dewi yang tebal dan kemerahan, kusapukan lidahku dengan rakus pada permukaan memiawnya, kusodok  sodok lubang memiawnya dengan ujung lidahku, puas, aku mulai menuju itilnya yang membuatku penasaran, kali ini kumainkan dulu dengan menjepit dan mengelus  ngelusnya dengan jari telunjuk dan jempolku, nampak badannya bergetar penuh kenikmatan, lidahku mulai beraksi, kujilat ke kiri kanan, atas bawah, sekali  kali kugigit dengan lembut dan penuh rasa gemas, kuemut  emut perlahan dengan mulutku, nampak sekali kak Dewi merasa ser  seran saat itilnya kumainkan, sengaja aku lama bermain dengan itilnya, karena terus terang saja aku menyuka bentuknya yang menonjol keluar dan besar itu, amat pas dan enak dimainkan oleh lidahku.Tidak berapa lama, memiaw kak Dewi tampak basah sekali dan desahan serta geliat badannya semakin liar, nampaknya orgsmenya sudah dekat, kupercepat jilatan lidahku pada iilnya, dan dengan satu desahan nikmat yang sangat erotis terdengar, kak Dewi merayakan orgasme perdananya dari diriku. Terasa hangat dan agak asin di mulutku. Akupun segera menaikkan badanku, kali ini aku lahap tetek besarnya yang montok itu dengan buas, lidahku dengan professionalnya memainkan puting susunya, tangan kak Dewipun kini tidak mau tinggal diam, ia mulai meraih tongkolku,diremas  remas lebut sambil dikocok  kocok, ughlembut sekali tangan kak Dewi. Makin ganas saja aku melumat teteknya.
Al.sabar dikit dong, jangan nafsu gitu ah, aku kewalahan nih.
Habis tubuh kakak amatlah berbahayabagi jiwa dan tongkolku, terlalu nafsuin.
Huhdasar, sempat  sempatnya merayu, sini dekatin tongkol kamu.
Tanpa pakai lama segera kudekatkan tongkolku ke arah mulutnya, kak Dewi diam sejenak, mengagumi sepenuh hati, lalu lidahnya mulai bergerak, mula ÔÇô mula hanya menjilati secara perlahan kepala tongkolku, tangannya mengelus dan meremas lembut bijiku. Lalu lidahnya makin bergerak cepat menjilat batng tongkolku, memainkan dan menggelitik titik ÔÇô titik sensitif di tongkolku dengan lidahnya, perlahan tapi pasti mulutnya mulai mengulum tongkolku, dihisap dan diemut ÔÇô emutnya. Memang kalau aku bandingkan, untuk urusan Oral, mama lebih hebat, kak Dewi masih kalah jam terbang, aku tidak mau bilang tidak ahli, tapi kalah jam terbang, karena kalau jam terbangnya sudah tinggi, pasti bisa seenak Oralnya mama. Namun permainan lidah kak Dewi jauh lebih enak dari mama, lidahnya bergerak terus tanpa henti, dan benar ÔÇô benar mampu menggelitik tongkolku dengan nikmat. Aku hanya mampu mendesah dan meremas ÔÇô remas rambutnya saja. Lidahnya menyapu seluru tongkolku dengan sangat agresif. Matanya terus menatap mataku saat melakukan oral, membuat makin nafsu saja pada diriku. Tidak berapa lama kak Dewi sudah nggak tahan untuk merasakan memiawnya dimasuki sama tongkolku. Dia segera memposisikan pinggulnya di atas tongkolku wajahnya menghadap ke arahku yang sedang berbaring. Perlahan ÔÇô lahan diturunkan pinggulnya, lubang memiawnya dia lebarkan dengan menariknya sedikit dengan jari ÔÇô jarinya, kepala tongkolkupun mulai memasuki lubangnya, agak sulit sedikit, karena lubangnya masih agak sempit, setelah berusaha dengan telaten, tongkolku mulai masuk, pelan tapi pasti, kulihat badannya agak bergetar saat akhirnya tongkolku benar ÔÇô benar sudah masuk seluruhnya ke dalam lubang memiawnya. Tidak langsung ia goyangkan, ia diamkan dulu, sepertinya ingin membiasakan diri dahulu, lalu perlahan kakinya yang dalam posisi jongkok mulai ia lebarkan dan kak Dewi mulai menaik turunkan pinggulnya, memompa tongkolku dengan irama yang konstan. Lubang memiawnya masih terasa agak sempit, mungkin karena belum terlalu sering digunakan dan jga belum pernah melahirkan. Aku yang terbaringpun benar ÔÇô benar menikmati pemandangan saat memiawnya memompa tongkolku dengan jelas. Teteknya bergoyang ÔÇô goyang dengan sangat merangsang, aku naikkan sedikit kepalaku, dan kak Dewipun paham, dia condongkan badannya ke arahku, segera saja aku lumat tetek dan putingnya dengan mulutku, Goyangan kak Dewi makin cepat. Satu hal yang pasti memiaw kak Dewi memang terasa lebih dan mudah becek daripada memiaw mama, namun itu justru makin menambah kenikmatan tongkolku, yang bisa bergerak dengan leluasa dan bebas dalam lubangnya yang agak sempit. Mungkin semua itu karena pengaruh itilnya yang menonjol keluar, jadi setiap kali tongkol bergerak keluar masuk, otomatis itil itu akan ikut tergesek dan terelus oleh batang dan kepala tongkol, tentu saja rasa geli ÔÇô geli enak akan lebih sering dinikmati kak Dewi, yang akhirnya membuat memiawnya jadi cepat basah karena frewkensi kenikmatan yang besar yang diterima itilnya ( Sok tahu dikitlah si Aldi ). Aku benar ÔÇô benar senang dengan keputusan kak Dewi mengajakku bersetubuh dengannya. Lumayan lama kaka Dewi bergoyang di atas tongkolku, akhirnya aku memutuskan untuk gantian, kini aku yang pegang kendali.
ÔÇØKak, sudahan dong, ganti posisi.ÔÇØ
ÔÇØYah Al lagi enak nih, itil kakak lagi nikmat.ÔÇØ
Nggak ahganti gaya deh, jangan takut itil kakak akan merasa kenikmatan yang sama.
Yah sudah kalau begbegitu.
Kak Dewipun segera menghentikan goyangannya dan mencabut tongkolku dari lubang memiawnya. Aku segera bangkit, membelakangi kak Dewi, kusuruh kakak nungging, namun tanganya kusuruh memegang kepala ranjang. Belahan memiawnya terlihat merah mengundang, langsung saja kusodok memiawnya dari belakang. Kupompa tongkolku dengan semangat tinggi, sesekali kak Dewi ikut menggoyangkan pantatnya mengimbangi sodokanku, tanganku meremas tetek besarnya yang menggantung, sesekali kuremas dengan gemas pantatnya. Kusodok kak Dewi dengan kuat sehingga saat tongkolku amblas sampai dalam, perutku menempel di belahan pantatnya.
Oh.YeaahhOoooh.Jangan berhenti Al
UghhhhhEnaaaakk.
ÔÇØmemiaw kakak benar ÔÇô benar kammmuuu hajar niihhhh.ÔÇØ
ÔÇØNikmati saja Kak.ÔÇØ
Posisi nungging kak Dewi benar  benar membuat tongkolku keenakan, rasanya amat lancar memompa lubang memiawnya, Tangankupun mulai nakal, memainkan lubang pantat kak Dewi, kutusuk  tusukan jariku ke lubang pantatnya, dan kak Dewi makin kencang saja mendesah. Desahan kak Dewi itu benar  benar seksi dan amat merangsang nafsuku. Kak Dewi benar  benar pasrah kedua lobangnya dimainkan oleh aku. Nafas kak Dewi makin memburu, dan kulihat tubuhnya mulai agak mengejang, benar saja tak lama berselang kakakku mengalami orgasme lagi. Aku segera mencabut tongkolku, segera kak Dewi kutarik perlahan dan kusuruh berbaring, sekarang aku hajar memiawnya dengan posisi biasa, aku di atas. Terasa tongkolku membelai itilnya setiap kali bergerak, aku makin bernafsu, kali ini aku pompa tongkolku secepatnya, tanpa mempedulikan kak Dewi yang berteriak  teriak karena terlalu merasa nikmat dengan tongkolku. tongkolku terasa berdenyut denyut, nampaknya sudah mau muntah, maka segera saja kutindih kakakku dan kupeluk dengan amat kuat, seiringan pompaan terakhir, Crootcrooooot.crot, tongkolku memuncratkan sperma yang cukup banyak ke seluruh liang memiaw kak Dewi, Kak Dewi agak bergetar saat spermaku menyemprot kuat dalam dinding  dinding memiawnya. Aku terkulai lemas, diam sesaat menikmati rasa enak ini. Kak Dewipun membelai  belai punggungku yang sedang menindihnya. Lama kami terdiam dalam posisi ini, lalu aku segeri menggulingkan tubuhku, berbaring sejajar dengannya. Kak Dewi menoleh ke arahku dan tersenyum
ÔÇØPantas saja mama tidak menolak dan doyan kamu ent*tin Al, gila sampai lemas aku karena puas dan nikmat disodok sama tongkol kamu.ÔÇØ
Aku juga sama kak
Kamu jauh lebih hebat dan lebih tahan daripada pacarkusampai rontok rasanya badanku.
Makanya kakak harus lebih giat lagi melatih pacar kakak
Ahngeledek saja kamu.
ÔÇØNgomong ÔÇô ngomong kakak sering ya ngent*t sama pacar kakak..ÔÇØ
ÔÇØMau tahu ajaaa deh kamu. Tapi biar deh kakak kasih tahu ke kamu, kakak pacaran dengan Indra sejak kelas 2 SMA dan tetap awet sampai sekarang, mulai dari pertama kali melakukan sampai sekarang dengan dia saja. Pertama kali melakukan karena kami memang sama ÔÇô sama menginginkannya, tidak ada keterpaksaan. Jadi bisa dibilang nakal dan pengalamanku semuanya kulakukan bareng dia walau tidak terlalu sering.ÔÇØ
ÔÇØTapi sekarang tambah pengalaman ya sama aku kak..hehehe.ÔÇØ
Dasar anak bandel, kamu sendiri mana pacarnya Al???
ÔÇØWah belum tahu deh kak, aku belum merasa perlu sih, kan aku sudah ada pacar yaitu mama. Apalagi sekarang aku punya pacar lagi yaitu kak Dewi, aku makin nggak merasa perlu deh cari pacar yang lain.ÔÇØ
Duuhhh kamu ini..serius dikit dong, kamu tahu nggak kakak percya kamu tuh nggak bakalan kesulitan cari pacar, wajah kamu oke, badan kamu bagus, ditambah sekarang kakak juga baru tahu, kamu juga pintar 
Pintar apaan kak???
Pintar bikin perempuan puasssss.
Kamipun tertawa dengan candaan kami. Aku masih tidak percaya bahwa aku baru saja menyetubuhi kak Dewi, setelah masalah yang terjadi saat kakak marah mengetahui hubungan yang kulakukan dengan mama, rasanya tidak akan pernah terpikir olehku kemungkinan kakak malah minta aku setubuhi. Dia yang minta lho bukan aku. Ah wanita kadang memang aneh, bisa marah, tapi tetap punya penasaran juga melihat tongkol yang besar. Lalu kak Dewi mulai bicara kembali.
ÔÇØAl, kakak senang dengan keputusan kakak meminta kamu ngent*t sama kakak, kamu boleh melakukannya lagi, kakak akan dengan senang hati meladeni kamu, kamu hanya tinggal bilang saja.ÔÇØ
ÔÇØTapi ini menjadi rahasia kita berdua ya, mama jangan sampai tahu, bukan apa ÔÇô apa, kita tidak boleh merusak kebahagiaan mama Al. Biarkan mama menikmati kebahagiannya, aku takut mama akan marah dan kecewa kalau sampai mama tahu bahwa kita juga punya hubungan.ÔÇØ
ÔÇØIyalah kak, tenang saja, aku tidak akan bilang, lagian kalau mama marah, aku yang rugi dong, bisa ÔÇô bisa kehilangan memiaw mama yang enak..ÔÇØ
Deh ni anak, dasar pemikirannya kagak jauh dari memiaw deh.!
Lumayan lama kami berbaring dan berbicara sambil bergurau dengan cerianya. Tak lama kak Dewi bangun dan menuju meja riasnya terus membuka lemari bajunya, aku hanya memperhatikan saja punggungnya yang sedang berjalan, tidak melihat apa yang dia lakukan, tak lama dia kembali, di tangannya dia membawa baby oil dan selimut kain yang panjang, belum paham aku maunya, lalu ia berdiri di pinggir ranjang dan tersenyum dengan amat nakalnya dan berkata
ÔÇØMasih ada waktu banyak sebelum mama pulang, ronde berikutnya bisa segera dimulai adikku sayang ?ÔÇØ
Tentu saja, aku pun kembali bergairah. Kak Dewi naik ke atas ranjang, melebarkan selimut di atas ranjang, ukurannya cukup besar, dia bilang buat tatakan. Dia segera membuka baby oil dan menuangkan isinya sedikit demi sedikit keteteknya yang besar dan montok itu, lalu tangannya mengusap dan meremas tetek yang kini nampak berkilau dan seksi dalam balutan licinnya baby oil. Aku masih melihat saja, menikmati adegan yang sedang kakakku lakukan, Dia mainkan teteknya yang kini amat licin sehingga sering melejit lejit nakal saat tangannya memainkannya. Ughhhtongkolku jadi keras seketika, tanpa diminta ku segera berpartisipasi ikut bermain dengan teteknya. Enak rasanya memegang tetek besarnya yang licin, walau kita remas kuat, tak perlu khawatir kak Dewi merasa sakit, karena tetek itu akan melejit liar kalau kita remas kuat, kumainkan juga putingnya, kupilin dengan jariku, namun fokusku tetap meremas dan memijit tetek kak Dewi. Kak Dewi menikmati sekali sentuhan tanganku pada teteknya, kepalanya agak menengadah ke atas dan mulutnya mendesah. Sebenarnya aku mau mulai menjepitkan tongkolku di antara teteknya itu, namun kakakku ini nampaknya masih mau aku bermain  main dengan tubuh montoknya, ia pun segera membalikkan badannya, tengkurap dan menyuruhku meminyaki punggung dan pantatnya. Kumulai dari punggungnya, kubelai dan kuusap dengan lembut, memijatnya, kakak nampak rileks dan nyaman, Lalu aku menuju ke arah pantatnya, kuremas  remas pantatnya yang licin karena minyak itu, gemas sekali aku sama pantatnya yang seksi itu, jariku bergantian mengelus belahan memiawnya dan area sekitar lubang pantatnya, hanya mengelus saja, untuk memberikan rasa nyaman. Lama aku mengusap dan meremas  remas daerah pantatnya, lalu kak Dewi kusuruh berbalik, kutuang baby oil ke wilayah memiawnya, kuusap selangkangannya, mengelus bagian luar memiawnya dengan jarinya, lalu memainkan rambut kemaluannya. Rambut kemaluannya yang lebat kini nampak tebal menggumpal karena baby oil. Sungguh pemandangan yang terasa erotis. Setelah itu kembali aku naik ke arah dadanya, kuusapi lengannya, daerah sekitar keteknya yang ditumbuhi bulu ketek yang sedikit dan jarang, lalu kembali memijat  mijat teteknya dengan gerakan tangan melingkar, putingnya yang merah agak kecoklatan mengacung, mengkilat karena minyak. Puas dengan semua aku segera memposisikan diri agar bisa meletakkan tongkolku gtepat di tengah tetek besar tersebut.
Al, gaya apa lagi nih?
ÔÇØLho, kakak memang belum pernah seperti ini..istilahnya sih Titfish ?ÔÇØ tanyaku agak heran.
Belum pernah
ÔÇØWah bego amat pacar kakak nggak mau memanfaatkan tetek sebesar dan semontok ini..ÔÇØ
ÔÇØHabis dia nggak pernah minta gaya begini sih. Memang enak Al..???ÔÇØ
Enak banget kak, rasain saja sendiri ya, nanti kakak praktekin juga sama pacar kakak. Dijamin nanti dia mau lagi deh. Sekarang kakak dekap pinggiran tetek kakak yang kuat, biar bisa mencengkram tongkolku
Lalu aku segera memaju mundurkan pantatku, rasa nikmat yang kurasakan sangat terasa karena tetek kak Dewi yang sudah licin berminyak itu membuat gerakan tongkolku menjadi lancar dan membuat kepala tongkolku terasa geli  geli enaksetiap bergesakkan. Sesekali aku mendongakkan kepalaku ke atas sambil mendesah. Kak Dewipun nampaknya mulai merasakan enaknya gaya ini, sepertinya teteknya merasa nyaman dengan sodokan tongkolku, lidahnya beraksi menjilat kepala tongkolku saat gerakanku maju ke depan, sesekali aku berhenti agar ia bisa memainkan dan mengulum ujung tongkolku. Kedua puting susunya terus aku mainkan, kupilin  pilin sehingga makin terasa mengeras dan membesar secara maksimal. Nikmat sekali melakukan gaya ini dengan tetek besar yang sudah diminyaki baby oil. Namun aku tidak mau mengalami klimaks di sini. Segera saja aku memberi tanda bahwa aku bDewiat berhenti dan mengganti gayanamun kak Dewi sudah berbicara duluan..
ÔÇØAl sodok aku dari pantat ya..ÔÇØ
Boleh saja, memang kakak senang main belakang ya??
ÔÇØDulu sebelum aku melepas keperawananku, biasanya aku hanya memperbolehkan pacarku memasuki lubang pantatku saja.ÔÇØ
Hebatternyata kakak nakal juga yah, ya sudah kakak tetap berbaring saja deh.

Kak Dewi menyempatkan mengulum tongkolku dulu sebentar, lalu mengolesinya dengan baby oil, tak ketinggalan ia siramkan baby oil ke daerah lubang pantatnya. Aku segera memiringkan sedikit posisi badan kak Dewi, kakinya kuangkat satu ke atas dan kutempelkan di dadaku dengan kedua tanganku mengapit kaki tersebut. Aku segera mengarahkan tongkolku ke lubang pantatnya, kak Dewi sudah siap dengan melebarkannya dengan jarinya, karena sudah biasa dan juga sudah licin dengan baby oil, mudah saja tongkolku menerobos lubang pantatnya. Kak Dewi nampak agak mengernyit, akupun segera memulai pompaanku, sempit dan enak rasanya, kupompakan tongkolku dengan ritme agak pelan, sementara jari kak Dewi mulai beraksi memainkan itilnya sendiri, membuat nafsuku makin bertambah, Pompaanku mulai kupercepat karena lubang pantatnya kurasakan kini mulai melebar dan makin memperlancar gerakanku. Desah nafas dan erangan kak Dewi mulai terdengar. Kulihat ke arah wajahnya, matanya merem melek dan dari bibirnya kerap terdengar desahan nikmat yang erotis, nampaknya kak Dewi merasa sedang di awang  awang. Jarinya makin cepat memainkan itilnya.Hmm, aku tak pernah membayangkan kalau ternyata kakakku juga panas dalam urusan seks.
WanOughhhtongkol kamu sama enaknya di lubang memiaw atau pantattt!!
Sama, Kak Dewi jugaa
Aaahhh..SsshhhOohhh.terussss Al
ÔÇØNggak perlu disuruhhh kok kak..ÔÇØ
Aku makin semangat saja, namun aku sempatkan sebentar menyodok memiawnya sesaat, lalu kembali berkonstrasi menyodok lubang pantatnyaPermainan kami kali ini sudah berlangsung cukup lama , tubuh kami mulai berkeringat, namun tidak mengurangi gairah kami, aku kini memompakan tongkolku dengan cepat dan bertenaga, kak Dewipun mendesah semakin kuat, pinggulnya bergetar setiap tongkolku menyodok ke dalam lubang pantatnya. Itil kak Dewi terlihat semakin besar saja di mataku, makin asik dilihat karena jari kak Dewi memainkannya dengan terampil. Pinggul kak Dewi kurasakan mulai terangkat sedikit, dan badannya mulai agak mengejang, dan seiring desahan yang kuat kak Dewi mendapatkan orgasme, memiaw kak Dewi terlihat makin memerah karena lama dimainkan. Sodokan dan goyanganku kini kulakukan secara maksimal, akupun mulai merasakan denyut denyut nikmat di tongkolku, dan menyemburlah cairan spermaku membasahi lubang pantat kak Dewi. Segera aku terdiam sesaat sambil tetap memegang kaki kak Dewi yang menempel di dadaku. Lalu aku segera mencabut tongkolku dan berbaring di sampingnya. Setelah lama terdiam aku memulai percakapan.
ÔÇØKak, jujur saja aku tidak pernah bermimpi atau bisa melakukan hal ini sama kakak, bukan karena kakak tidak menarik, aku mungkin sulit menjelaskan, namun yang pasti aku tidak pernah bermimpi kalau akhirnya akan seperti ini.ÔÇØ
ÔÇØKakak juga sama Al, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Sedikit aneh dan tidak terduga.ÔÇØ
ÔÇØBetul kak, makasih ya kak.ÔÇØ
ÔÇØAku juga makasih Al. Nampaknya liburan kali ini benar ÔÇô benar bagus dan menyehatkan jasmaniku. Pokoknya selama aku masih di sini kamu harus terus mengservis aku dengan tongkolmu itu ya adikku sayang.ÔÇØ
Waduhhhbisa  bisa gempor kakiku harus meladeni kakak dan mama yang sama  sama doyan. Mana kakak liburannya masih 3 minggu lagiduh lembur terus deh
ÔÇØAku bisa kompromi kok Al, jatahku dari kamu pulang sekolah sampai mama pulang. Saat malam aku mau kamu melayani dan membahagiakan mama.ÔÇØ
Kamipun lalu berciuman dengan hangat dan mesra, lalu aku membantu kakak merapikan ranjangnya kembali, dan bersiap menyambut mama pulang. Saat makan malam mama menyadari aku dan kakak sudah akrab kembali dan mengatakan bahwa ia senang karena kami sudah rukun dan tidak marahan lagi. Malamnya aku bisa dengan bebas dan tidak perlu khawatir untuk memuaskan mamaku. Selama 3 hari semua berlangsung begitu, siang jatah kakak, malam mama, namun setelah itu aku mulai keluar dari jadwal itu, malamnya aku ÔÇØbolosÔÇØ dari mama dan malah kembali menggarap kakakku, mama tidak curiga karena dia pikir karena ada kakak jadi aku berhati ÔÇô hati, sementara pada kakak kubilang sengaja tidak ke kamar mama, aku harus membuat mama berpikir bahwa aku juga berhati ÔÇô hati saat ada kakak di rumah. Pada akhirnya untuk hari ÔÇô hari selanjutnya memang aku tetap ,elakukan dengan mamaku, namun frewkensi saat malam hari mulai bertambah ke kamar kakak. Yah kalau mau jujur semua kulakukan mungkin karena aku baru ÔÇô baru ini saja melakukan hubungan seks dengan kakakku jadi wajar saja masih penasaran sama tubuh kakak. Akhirnya aku merasa tidak nyaman dengan situasi ini, juga karena aku tidak enak berbohong sama mama. Aku bilang ke kakak, bahwa aku akan berterus terang ke mama, tentu saja kakak menolak niatku, tapi aku jelaskan juga ke kakak bahwa aku tidak nyaman berbohong ke mama. Ke depannya aku akan terus merasa nyaman karena menyembunyikan rahasia ke mama. Setelah berargumen aku berhail meyakinkan kakak bahwa aku bisa mengatasi situasi ini. Kakak menyerahkan sepenuhnya ke aku untuk bicara ke mama dan memilih untuk menginap satu malam di rumah Tante Ani, adik mamaku agar aku bisa bicara dengan bebas ke mama. Maka malam itu di ruang keluarga, aku siapkan mentalku untuk menjelaskan hal ini ke mama.
Tentu saja tidak mudah membicarakan hal ini ke mama, mama benar ÔÇô benar marah dan tidak mengerti mengapa aku harus melakukan hubungan seks juga dengan kakak. Kemarahan mama paling besar karena aku dan kakak juga melakukan hubungan seks Bagi mama kalau kakak akhirnya mengetahui hubungan kami, dan kakak marah dan tidak terima itu sudah resiko, dan mama akan meminta maaf, memberi penjelasan dan alasannya serta meminta pengertian kakak. Akhirnya dengan susah payah kuminta mama tenang dan diam dulu, aku sudah dengarkan kemarahan mama, jadi kini biar aku mulai menjelaskan semuanya dari awal ke mama biar mama paham. Aku bilang apa yang akan kujelaskan dapat mama cek kebenarannya ke kakak. Kujelaskan ke mama, memang saat akhirnya melihat yang terjadi malam itu, kakak marah dan tidak terima, lalu aku bertengkar dengannya dan saling beradu argumen, mempertahankan pendapat kami masing ÔÇô masing, makanya kami sempat saling diam ÔÇô diaman satu sama lain. Kuterangkan ke mama semuanya yang aku dan kakak ucapkan saat pertengkaran itu terjadi. Tentang bagaimana upayaku menerangkan alasan juga memohon pengertiannya, juga tentang bagaimana akhirnya kakak akhirnya menerima dan mau mengerti. Sampai sini aku berhenti dan menunggu reaksi mama.
Mama terdiam sejenak, nampak berpikir, kemarahan agak berkurang dari wajahnya, lalu mama bilang dia berterima kasih karena aku dengan segala daya upayaku bisa menerangkan dan membuat kakakku bisa mengerti dn menerima hubungan kami. Namun mama menyesali karena kami terlalu ceroboh hingga kakakku bisa melihat saat kami berhubungan seks di malam itu. Mama lalu terdiam sejenak dan kembali teringat akan kemarahan utamanya, wajahnya mulai menegang dan mengulangi pertanyaannya : Kenapa kamu harus melakukan hubungan seks dengan kakak ? Kenapa kamu harus merusak masa depan kakakku ? Apa dengan mama saja kamu tidak puas ? Kembali aku minta mama tenang dan mendengar lanjutan keteranganku. Kujelaskan ke mama memang akhirnya kak Dewi memang bisa memahami dan menerima semua yang terjadi, namun dengan tambahan satu syarat, kak Dewi juga minta untuk disetubuhi olehku. Kulihat mama nampak terperangah saat mendengar hal itu, lalu aku lanjutkan bahwa saat itu aku menolak dan mama harus percaya hal itu. Aku memang benar ÔÇô benar menolaknya. Aku kembali melanjutkan keteranganku, kukatakan ke mama tentu saja sebagai lelaki wajarlah aku juga terangsang melihat keseksian kakakku, kalau tidak aku tidak normalkan. Sebelum aku melakukan hubungan seks dengan kak Dewi, aku terus terang ke mama bahwa kadang nafsuku suka naik melihat keseksian kak Dewi, namun tidak pernah dan memang aku selalu mampu menahan diri. Kenapa akhirnya aku melakukannya juga ? karena saat itu situasinya lain, ada faktor kak Dewi mengetahui hubungan aku dan mama, pertengkaran, akhirnya ada pengertian, dan syarat darinya ditambah rangsangan yang kak Dewi lakukan tentu saja aku sbagai lelaki tidak kuasa menolaknya. Sampai sini kuhentikan kembali keteranganku. Mama nampak mulai memahami situasi saat itu.
Aku mulai lagi penjelasanku, aku katakan saat aku melakukan hal itu dengan kak Dewi, kak Dewi juga sudah tidak perawan dan meminumpil KB secara rutin. Sekilas kulihat kekecewaan di wajah mama saat mengetahui kondisi kak Dewi yang sudah tidak perawan lagi. Lalu aku jelaskan bahwa aku dan kakak tetap melakukan hubungan seks sesudahnya, karena selain kami saling menyayangi, juga tidak munafik kami menikmatinya. Kujelaskan juga percuma mama melarang, aku dan kakak pasti akan tetap melakukannya. Hal ini baru akan berhenti bila kami telah memiliki pasangan atau memang merasa sudah saatnya berhenti, kalau dipaksa berhenti percuma, saat ini aku dan kak Dewi sedang dalam tahap awal, baru mulai, jadi sedang panas ÔÇô panasnya, masih penasaran dan ingin lebih lagi. Sama seperti saat awal hubungan antara aku dan mama, sulit berhenti. Lalu aku jelaskan hal yang terpenting pada mama : Kejujuran dan Perasaanku. Aku bilang ke mama, bisa saja aku dan kakak menyembunyikan hubungan ini, resikonya mungkin suatu hari kelak mama kemungkinan juga bisa memergoki kami. Kak Dewi juga sama tidak mau mama tahu, karena tidak mau merusak kebahagiaan mama, namun akulah yang memaksanya untuk jujur sama mama. Kulihat mama agak bingung dengan penjelasanku, katanya kenapa ? Bukannya kalau kamu tidak bilang justru mama tidak akan tahu hubunganku dengan kak Dewi. Aku katakan ke mama, ini masalah hati ma, aku selalu menganggap mama sebagai orang yang special dan kusayangi dalam hidupku, aku akan merasa tersiksa dan tidak nyaman selamanya kalau menyembunyikan hal seperti ini dari mama. Hatiku tidak mau aku membohongi mama, aku belum bisa menghentikan hubunganku dengan kak Dewi, namun aku juga tidak mau membohongi mama. Sekilas kulihat nampak wajah mama berseri mendengar penjelasan akhirku, sekilas namun dapat kulihat. Kubilang penjelasanku sudah jelas dan selesai. Lama mama terdiam, akupun diam juga, membiarkan mama berpikir. Akhirnya mama berbicara..
ÔÇØTerimakasih kamu sudah mau jujur dan terbuka sama mama. Satu sisi diri mama masih belum bisa membuat keputusan dan asih bingung dengan situasi ini, tapi satu sisi yang lain mama merasa bangga karena kamu punya keberanian menjelaskan semuanya ke mama. Mama yakin kamu sangat menyayangi mama, karena kalau kamu tidak sayang, mana mungkin kamu akan merasa tersiksa dan tidak nyaman hatinya, kamu merasa seperti itu karena kamu sayang dan tidak mau mengkhianati mama, untuk masalah yang itu mama sudah paham dan mengerti.ÔÇØ
ÔÇØAldi lega karena bisa jujur sama mama. Aldi mau hubungan Aldi sama mama didasari kejujuran juga ma.ÔÇØ
ÔÇØKamu benar ÔÇô benar mulai menjadi lelaki sejati Aldiku tersayang.ÔÇØ
ÔÇØTerimakasih ma.ÔÇØ
ÔÇØBiarkan mama sendiri malam ini ya, mama perlu tenang untuk berpikir lebih jauh Al.ÔÇØ
ÔÇØBaik ma.ÔÇØ
Akupun mencium pipi mamaku, membiarkan dia sendiri untuk tenang memahami dan memikirkan semuanya. Aku berjalan ke arah kamarku, tidak ada seks malam ini, tapi biarlah, aku dan mama juga sedang dalam tahap baru dalam hubungan kami. Tahap di mana hubungan kami akan berkembang ke arah yang lebih baik, lebih matang dengan bisa jujur dan mampu mengatasi permasalahan yang ada. Tidak lama kudengar mama masuk ke kamarnya. Akupun akhirnya tertidur, lelap dan nyaman.
Besok paginya hari minggu, mama dan aku libur. Sudah kam 9 pagi dan mama masih di kamarnya, tak berapa lama kak Dewi pulang. Setelah masuk ke kamarnya untuk ganti baju, ia menghampiriku yang sedang menonton TV. Dia menanyakan semuanya, aku terangkan yang terjadi semalam, dan kini aku dan kak Dewi hanya perlu membiarkan mama tenang untuk berpikir. Kami pun lalu menonton TV dan membicarakan hal ÔÇô hal lainnya. Menjelang siang mama keluar dan memanggil kami. Aku matikan TV, dan bersama kakak menghampiri mama yang sudah duduk di ruang keluarga. Mama menunggu kami duduk, lalu memulai pembicaraan.
ÔÇØTerus terang mama memang terkejut mendengar apa yang Aldi ungkapkan semalam. Semalaman mama tidak tidur memikirkannya. Kini mama akan coba membicarakannya dengan kalian. Pertama mama ingin minta maaf karena mama dan Aldi mempunyai hubungan yang kami rahasiakan dan akhirnya kamu ketahui. Mama juga berterimakasih akhirnya kamu mau mengerti dan menerimanya.ÔÇØ
ÔÇØMa, mama tidak perlu minta maaf. Dewi sudah menerima penjelasannya dari Aldi, jadi singkatnya Dewi mengerti dan mau mama bahagia.ÔÇØ
Kamu memang sayang mama Dewi. Mama lanjutkan yamama kembali ke kamu Dewi, kamu dengar saja dulu yaterus terang sebenarnya ada kekecewaan saat mama tahu kamu sudah tidak perawan lagi, orangtua manapun mau yang terbaik untuk anaknya kan ? Tapi mama mencoba berpikir secara jDewih, kamu adalah kamu, apa yang menjadi hak pribadi kamu adalah kehendak kamu. Mama hanya bisa memberikan nasehat atau wejangan, namun mama tidak bisa 24 jam selamanya memantau kegiatan kamu. Jadi mama bisa memahami hal itu, dan cukup lega mengetahui kamu melakukan hal itu pertamakali bukan dengan paksaan atau terpaksa tapi dengan pasangan yang kamu percayai.. Untuk selanjutnya mama hanya minta kamu bisa bertanggung jawab atas segala resiko dan konsekwensinya. Mama diam sejenak, menarik nafas lalu melanjutkan pembicaraannya.
ÔÇØUntuk kalian berdua, mama kaget dan tidak pernah berpikir sedikitpun bahwa akhirnya kalian berdua melakukan hubungan seks. Berat menerima kenyataan itu. Namun mama berpikir secara logis, juga setelah mendengar penjelasan Aldi, hal ini mamapun tidak bisa larang. Semua sudah terjadi, kalian melakukannya juga tanpa paksaan, jadi mama hanya bisa bilang silahkan kalian lakukan selama memang kalian berdua masih menginginkannya, namun berhentilah melakukannya bila di kemudian hari salah satu dari kalian memang bDewiat berhenti. Juga jaga rahasia ini sebaik mungkin, apa yang terjadi antara Mama dan Aldi yang ketahuan Dewi, harus jadi pelajaran untuk berhati ÔÇô hati.ÔÇØ
ÔÇØMama juga tidak akan memonopoli Aldi, Aldi bebas menentukan kapan dan dengan siapa ia ingin melakukannya, bila sedang ingin dengan mama, silahkan, bila sedang ingin dengan Dewi, mama tidak akan egois, kamu juga harus bersikap yang adil ya Dewi, jangan memaksa Aldi. Lebih baik begini tidak ada yang perlu disembunyikan. Mama rasa itu saja, mama harap apa yang mama putuskan ini bisa memuaskan semua pihak.ÔÇØ
Secara spontan aku segera berdiri dan menghampiri mama, kukecup pipinya dan memeluknya sambil mengucapkan terimakasih atas semuanya dan telah berlaku adil. Kak Dewi pun menghampiri mama, memeluk dan mengecup pipinya. Lama kami bertiga berpelukan, dalam kehangatan satu keluarga, kini semua sudah jelas dan tidak ada yang pelu disembunyikan. Lalu mama menyuruh kami mandi dan siap ÔÇô siap makan di luar.
Kini aku dapat melakukannya dengan nyaman, tanpa perlu terikat waktu, sekarang dengan mama atau sekarang dengan kak Dewi. Kalau aku sedang sama mama, kak Dewi paham, begitu sebaliknya. Karena kak Dewi hanya pulang ke rumah pada saat ÔÇô saat tertentu, maka kalau ada kak Dewi di rumah, maka aku lebih banyak melakukan dengan kak Dewi, mama juga menganggap hal ini wajar, karena biar bagaimanapun saat kak Dewi sedang masa kuliah, mama memiliki aku setiap waktu.
Kalau ada pembaca yang bertanya, apa pernah kami main bertiga, aku akan jawab tidak. Kalau dari aku, tentu mau dong, kak Dewi juga pasti bisa kuyakinkan, tapi kurasa mama tidak akan nyaman melakukan 3Some dengan anak perempuannya, jadi antara aku, mama dan kak Dewi tidak pernah melakukan 3Some.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*