Home » Cerita Seks Kakak Adik » Dari Liburan Hingga Ke Ranjang 2

Dari Liburan Hingga Ke Ranjang 2

Pagi harinya aku rencana mau jalan-jalan bersama kak sinta dan curi-curi kesempatan agar bisa ngentotin dia, tapi sial ternyata nenek mengajak kami semua berkunjung kerumah bibi kami yang tidak jauh dari kampong nenek. Singkat cerita kami kesana dan kami bertemu dengan bibi kami.

Dikampung tersebut ada 2 bibi kami yaitu bi ratmi dan bi lastri. Body mereka sangat mengundang birahi. Memang neneku mempunyai anak-anak perempuan yang bodynya sangat mengundang birahi yaitu kedua bibiku dan mamaku sendiri. Aku juga sebenarnya sangat terobsesi dari dulu ingin menikmati tubuh mamaku dan kedua bibiku ini. Tapi belum terlaksana dan belum ada kesempatan.

Singkat cerita kedua bibiku menawarkan aku menginap barang sehari atau dua hari di tempat mereka karena mereka juga sudah lama tidak bertemu dengan aku. Aku menginyakan saja karena ini kesempatan aku untuk bisa menyetubuhi mereka. Namun seperti kak sinta mimic wajahnya tidak senang karena mungkin dia tidak ada pelampiasan nafsu dariku. Aku hanya tersenyum.

Singkat cerita nenek, kak sinta dan kak dewi pulang kerumah nenek dan aku menginap pada hari pertama ini di rumah bi ratmi. Mulai kuatur rencana untuk bisa menikmati bi ratmi karena dirumah Cuma ada aku, bi ratmi dan anaknya.

Setelah makan malam kami beres-beres rumah karena rumah bi Ratmi agak berantakan. Setelah itu kami capek, aku bersandar di sofa. Dan Bi Ratmi juga duduk disitu. Kami menonton tv, aku membiarkan Bi Ratmi bersandar di dadaku. Aku kali ini agak sedikit berRatmi. Perlahan aku meraba payudaranya. Awalnya tanganku ditepis, lalu aku pun merabanya lagi. Kali ini malah dibiarkan. Kugesek-gesek bongkahan empuk itu, dan kurasakan puting mengeras dari branya yang tebal dan daster itu. Berikutnya, aku pelorotkan sedikit celanaku, dan peniskupun muncul.
ÔÇ£Ih.., aldi, apa-apaan sih?ÔÇØ, tanyanya.
ÔÇ£Ndak ngapa-ngapain koq Bi.. ÔÇ£, Elakku.
ÔÇ£Itu koq dikeluarin?ÔÇØ, tanyanya lagi.
ÔÇ£aldi sudah lama ndak onRatmi Bi, pingin onRatmi sambil memegang Bibi, nggak apa-apa ya Bi, sebentar saja sudah kepalang tanggung nihÔÇØ Rajukku.
Bibiku menelan ludah melihat penisku yang mengacung dan keras.
ÔÇ£Kalo saya nggak boleh ngocokin sendiri ya sudah Bibi saja yang ngocokinÔÇØ, Kejarku sedikit bercanda.
ÔÇ£Ya kalau kamu maksa baiklah, sini Bibi kocokin sajaÔÇØ, katanya mengejutkan.

Mulanya aku nggak percaya, tapi ia amati seksama barang ajaib itu. Perlahan-lahan ia pegang dengan jemarinya yang halus itu. Lalu perlahan-lahan ia kocok dengan lembut sampai helm-ku mengeras. Tidak cuma itu, buah pelerku diremas-remas juga. Ohhh.nikmat sekali, apalagi yang melakukannya Bibiku sendiri. Aku mulai meraba toketnya. Ia tak protes.
ÔÇ£Bibi boleh ya buka bajunya?ÔÇØ, Pintaku.
Eh, ee, iiya, katanya tergagap.
Ia membuka dasternya dan jilbabnya.
ÔÇ£Tapi Jilbabnya nanti saja BiÔÇØ, kataku.
Ia heran, tapi tak peduli. Ia kembali lagi mengurut tongkolku. Aku pun makin bergairah setelah melihat bra-nya dan cd-nya yang berwarna hitam tipis itu. Aku mencium bau harum, lalu mulai mencium bibirnya., kami benar-benar berpanggutan, ia masih mengocok penisku dan aku meremas toketnya yang besar. Kami benar-benar berciuman, saling menjilat lidah kami. Lalu aku pun membuka pengait bra-nya menampakkan sepasang buah dada yang besar menggantung. Putingnya coklat, keras dan kencang. Aku menggigit-gigit toket itu, lalu menyusunya.
Oh, aldi, ahh., ahhh., terus nak, oohh, ayo netek ke tetek Bibi ya, katanya merancau. Ia ternyata sudah haus sex.

Tak butuh waktu lama untuk aku sudah menelanjanginya selama ia menikmati sensasi rangsangan di toketnya. Lalu perlahan aku cium perutnya, ia merebahkan diri ke sofa yang empuk dan panas itu. Kini kulebarkan kedua pahanya. Tampak rambut yang tipis menghiasi vaginanya, ohh. ternyata ia rajin mencukur. Aku pun menyapunya, kujilati apa yang bisa dijilat di tempat itu. Ia meremas kepalaku, rambutku dijambaknya, dan kedua pahanya mengapitku erat, aku tak berhenti. bahkan klitorisnya kusapu, kuhisap, kulumat, dan kugigit-gigit gemas. Lidahku menyeruak ke dalam lubangnya.
Ahhh, Aldi jangan, aaahhh., geli, aarggh., Bibi keluar., aaahh.. desahan panjang membuatku tersentak.
Saat itulah ia terkencing-kencing, aku menghindar. Tampak sofa banjir dengan air orgasmenya. Nafasnya tersengal-sengal. Aku belum disepong nih, pikirku. Segera aku menempatkan pahaku di antara kepalanya. Ia mengerti yang kuinginkan. Dengan mata setengah terbuka karena kenikmatan orgasme ia pun menjilati kepala penisku. Ia mengurut penisku sampai ke pangkal jadi tampak penisku mengeras hebat dan ia keluar masukkan kepala penisku hingga separuh ke mulutnya. Ia lakukan itu sambil menyedotnya. Sesekali ia menjilati ujung lubang kencing, ia putar-putar lidahnya di sana.
ÔÇ£Udah Bi, aku mau masukin Bi..ÔÇØ, kataku.
Ia mengerti. Dibukanya pahanya. tampak vagina itu sangat basah dan becek, Aku bersiap di atas, gaya misionari. Ia masih pakai kerudungnya, lalu aku lepas kerudung itu, tampaklah rambutnya yang sedikit berombak, yang aku tak pernah melihatnya kecuali dari videoku itu. Kini wRatmita ini pasrah dan menginginkanku.
ÔÇ£Cepat masukin Aldi, Bibi udah nggak tahan nihÔÇØ, katanya.
ÔÇ£baiklah Bi, tapi kira-kira kita sekarang ngapain Bi?ÔÇØ
ÔÇ£ayolah aldi, entotin Bibimu iniÔÇØ

Bleess.., kontolku pun tenggelam di dalam memek Bi Ratmi, ia mengunci kakinya ke pinggangku. Ia menaikkan pantatnya, membuat punyaku semakin tenggelam di dalam memeknya. Perutnya yang rata itu membuatku bernafsu dan aku goyang akhirnya. Jemari kami saling menyatu. Bibiku tak mau lepas dariku, memeknya seperti meremas penisku, dan aku menggerakkan maju mundur. Oh tidak, aku mau keluar rasanya, baru padahal baru sebentar.
Bi, ndak kuat nih, ahh., ahh , kataku
Keluarin nggak apa-apa, aaahh, katanya.
Dan, Crooott, ku hujamkan batangku sekuat tenaga hingga spermaku pun tumpah ruah di dalam memek Bi Ratmi. Bibiku sampai tersentak merasakannya, ia membelalak sambil mengerutkan dahinya. Ia melirik ke bawah sana. Ia meraba dengan jemarinya pangkal penisku yang masuk penuh. Lama kami diam, Bibiku memejamkan matanya, menikmati setetes-demi-setetes sperma yang membasahi rahimnya setelah 3 tahun tidak pernah dibasahi. Aku tak mencabut punyaku sampai penisku mengecil sendiri. Aku lalu menarik tubuh Bibiku dan kupangku. Ia memelukku, dada kami menyatu dan aku menciumi bibirnya.
Aldi, .kita tak boleh begini harusnya, katanya.
ÔÇ£Tapi aku cinta BibiÔÇØ, kataku.
ÔÇ£Tapi baiklah, asal kamu dapat menjaga rahasia agar tidak ada orang lain yang tahu, Bibi pasti akan melayani kamuÔÇØ, katanya.

Aku meremas toketnya lagi, kami berpanggutan. Lama aku begitu, hingga punyaku mengeras lagi. Kali ini aku suruh dia nungging. Ku tusuk Bi Ratmi dari belakang, pantatnya yang besar bahenol bergetar-getar saat menerima hentakanku. Akhirnya Bi Ratmi meminta ganti posisi, kali ini Bi Ratmi berada di atas tubuhku. Gerakan naik turunnya membuat buah dadanya yang besar menggantung bergoyang-goyang mengikuti gerakan tubuhnya yang kemudian ku jamah dengan tanganku dan ku remas-remas. Persetubuhan saat itu berakhir dengan saling mengejangnya tubuhku dan tubuh Bi Ratmi, saling peluk dengan erat dengan bibir kami saling berpagutan liar, dan sesaat kemudian tubuh ku dan tubuh Bi Ratmi melemah dan kami berdua tidur.

Paginya ternyata bi Ratmi juga bangun agak kesiangan, kecapekan juga. Benarnya Aldi mau ngebetot lagi, sayang ada si Ucil. Bibinya setelah selesai sarapan, minta diantar ke kota, mau beli pil KB, buat jaga  jaga katanya, walau pakai alat KB, tetap lebih baik berjaga. Di puskesmas di balai warga sebenarnya ada dan bisa beli pil KB, tapi nggak mungkin bibinya membeli di sana, bisa geger dunia persilataneh salahmaksudnya bisa geger warga kampung sini, kalau bibinya yang menjanda melenggang santai ke Puskesmas untuk membeli pil KB. Akhirnya mereka berangkat, si Ucil diajak juga tentunya, bocah itu juga takkan paham apa yang akan dibeli ibunya. Agak siangan mereka sudah sampai, bibinya segera ke kebun seperti biasa. Ucil mengajak Aldi ke rumah abahnya, ya sudah Aldi mau saja.

Semalaman Aldi melakukan hubungan seks sama bi Ratmi, sudah bisa dibilang mahir dan mampu memuaskan bibinya. Hari ini Ucil tak di rumah, dijemput abahnya, diajak kondangan ke saudara di bandung, pulangnya besok sore. Dari pagi Aldi ikut bibinya ke kebun, tapi baru sebentaran di sana sudah terus colek  colek bibinya minta pulang. Nggak tahan mau nyodok lagi. Hari ini bi Ratmi memakai kaos dan celana selutut.Akhirnya bi Ratmi nyengir memaklumi kemauan keponakannya yang lagi doyan  doyannya, belum siang mereka sudah pulang. Bibinya masuk ke rumah, menuju kamar.Aldi yang sudah ngaceng berat, segera memasukkan motor ke dalam rumah, menutup pintu asal rapat tanpa menyadari belum terkunci, dengan semangat 45 segera ke kamar bibinya. Bi Ratmi baru juga membuka baju kaosnya, hanya menyisakan BH, Aldi sudah menomploknya merebahkannya ke kasur. Bibinya tertawa kecil

Sabar atuh Al, semalam kan sudah sampai 3 kali, masa sekarang belum tengah hari sudah minta lagi.doyan amat sih ponakan bibi ini.
ÔÇØNamanya juga anak muda masih semangat. Lagian memang bi Ratmi sangat menggoda sih.ÔÇØ

Aldi segera memendamkan wajahnya di antara belahan tetek bi Ratmi, menciuminya, Algi dan harum, aroma Algi tubuh dan sabun bercampur satu dan memabukkan. Tangannya segera meremasi BH bibinya, tak lama, sebentar saja, tangannya tak sabaran segera melucuti paksa Bh bibinya. Kini ia asik mengulum dan memainkan pentil bibinya, menghisapnya kuat ÔÇô kuat. Bibi Ratmi sampai kelojotan. Keponakannya ini benar ÔÇô benar murid yang pandai, sebentar saja sudah mahir mengetahui juga lihai memainkan titik ÔÇô titik sensitifnya. Mampu secara kreatif mengembangkan potensinya. Tangan bi Ratmi menyusup ke balik celana pendek Aldi, mulai meremas ÔÇô remas kont01 Aldi.

Dengan cepat akhirnya keduanya kini sudah tak berbusana lagi, Aldi masih di atas menindih bibinya, mengangkat lengan bibinya, menciumi dan menjilati rimbunan keteknya, enak dan harum. Bibinya masih asik mengocok kont01nya, karena sudah tak tahan, Aldi menurunkan pantatnya sedikit danblessskont01nya menerobos m3mek bibinya. Kini Aldi sudah tak culun lagi, sudah pandai menjaga tempo. Ia mulai memompa dengan semangat, kaki bibinya terkangkang lebar, Aldi menyodokkan kont01nya, kuat dan bertenaga serta sedalam mungkin. Tetek bibina bergoyang nafsuin. Gemas banget Aldi melihatnya, ia dekatkan mulutnya, menghisap pentil itu kuat, sodokannya makin kuat, hampir 3 menit lewatt, masih tetap menghisap kedua pentil tetek bibinya secara kuat dan bergantian juga menyodok dengan cepat dan konstant, efeknya bibinya mendesah kuat dan penuh gairah

Aaahh..Ssssshhh..lagiii ii.
Huahhhh.ooohhhhWooow www
Yessss

Tubuh bi Ratmi menggeliat dan mengejang kuat, menyemburkan cairan orgasmenya, sebenarnya Ratmi juga heran di awalnya, dulu sama suaminya yang bejat, sulit sekali ia orgasme, tapi sama keponakannya ini, sangat mudah dan sering, mungkin karena ia sendiri enjoy dan menikmati semangat Aldi yang penuh gairah tanpa surut. Aldi tak memperdulikan bibinya yang masih lemas, makin mantap menyodokkan kont01nya, mata bi Ratmi merem ÔÇô melek menrima gempuran sodokan kont01 Aldi, tangannya memeluk erat pundak Aldi.

Sementara kedua insan ini masih seru memacu birahi, Bi Lastri melongok melalui hordeng yang sedikit terbuka di pintu depan, motornya ada, kenapa dari tadi tak ada yang menjawab, masa si Ratmi sama Aldi jam segini sudah tidur siang. Penasaran ia memutar gagang pintutuh ceroboh sekali tak dikunci, mana ada motor, nanti digondol maling lagi. Perlahan ia masuk dan menutup pintu, menguncinya. Memandang sekelilingsepi amat sih. Oh ya, si Ucil kan ikut si Abah, tadi pagi Ratmi sempat ngomong waktu ketemu di kebun. Ah paling adiknya lagi tiduran di kamarnya. Yakin dengan perkiraannya, Lastri segera menuju kamar adiknya, sambil berseru..

Rat, teteh minta kecap dulu dong, nanggung lagi masak, tadi ke warungnya si Ros, tapi tutup, lagi belanja ke pasar, makanya minta sedikit keAPA?

Lastri membelalak, saat menyingkap gordeng yang menutup kamar adiknya, ia mendapati pemandangan yang tak pernah ia duga atau bayangkan. Keponakannya Aldi sedang menindih adiknya Ratmi, keduanya tanpa busana. Matanya terbelalak memandangi keduanya bergantian.

Ratmi dan Aldi diam membatu, kont01 Aldi masih menancap di m3mek bibinya. Terkejut sekali tentunya, situasi amat memojokkan mereka, mau ngomong apapun posisi mereka sangat nyata sedang melakukan hubungan yang terlarang. Rasanya mulut mereka terkunci rapat sulit menjelaskan. Setelah lama terombang  ambing dalam kesunyian yang menegangkan, rasa keterkejutan sudah berkurang, pikiran mulai mengalir kembali

Ehteteheha..anu
Bieng bi LasLastri,..Aldi bi.bisa jelasjelaskaniini sa..salah Aldi.

Lastri masih terkejut, dalam pikirannya, ampun Ratmi, banyak lelaki yang mengejar kamu, mau memperistri kamu, tapi kenapa kamu malah memilih ngewek samakekeponakan kita, Aldi ? Harus ada penjelasan yang masuk akal, karena saat Lastri memrgokinya, walau sesaat saja, jelas keduanya melakukannya dengan sukarela, tak ada pihak yang terpaksa. Dia duduk di pinggir ranjang, masih terkejut, semuanya diam, akhirnya Lastri bisa menguasai diri. Ratmi sudah mendahului bicara. Saking tegangnya, Aldi sampai lupa mencabut kont01nya.

Tehnanti Ratmi pasti jelaskan, ada alasan yang membuat Ratmi melakukan hal ini.
Rasanya tak perlu kamu jelaskan. Teteh bisa membaca pikiranmu. Selama ini teteh dan teh Santi sudah mengerti kalau kamu memang trauma sama perkawinan, tapi juga butuh pelampiasanCuma kenapa sama si Aldi..?
Awalnya tak pernah terencanakan, terjadi begitu saja dan tak bisa dihindarkan.

Lastri diam saja, saat itu Aldi baru sadar masih posisi menancap, ia mencabut kont01nya, bergulir ke samping bi Ratmi. Mata Lastri sempat memandang kont01 Aldi, dan sama seperti Ratmi dulu kala pertma kali melihat kont01 Aldi, Lastri juga terkesiap. Sebenarnya Lastri juga belakangan ini selalu uring  uringan, ia kurang terpuaskan. Mana terakhir ia ngewek hampir setengah tahun yang lalu, suaminya juga masih lama pulangnya. Matanya memandang kont01 Aldi dengan raut kepingin. Tak heran kalau Ratmi sampai mau melakukannya sama keponakannya ini pikir Lastri. Dia mulai bergairah dan merasakan denyutan pada m3meknya. Kalau tadinya hal ini hanya menjadi rahasia Ratmi dan Aldi berduakini sudah saatnya menjadi rahasia mereka bertiga. Tapi keduanya harus dihukum dulu. Ratmi dan Aldi masih tegang menunggu reaksi Lastri selanjutnya, makin tegang melihat Lastri yang sedang serius berpikir. Untunglah Lastri kembali berbicara

Kalianselesaikan apa yang sedang kalian perbuat
HAH? Ratmi dan Aldi mengucapkan keheranan mereka berbarengan, melongo bingung menatap Lastri minta penjelasan lebih lanjut.

ÔÇØKenapa ? kalian dengarkan. Lanjutkan saja apa yang sedang kalian perbuat.ÔÇØ
Ta..tapi tehnggak mungkinlahdi di depan teteh.
ÔÇØMungkin saja, kenapa malu ? Untuk apa ? Melakukannya sama keponakanmu kamu bisa nggak malu, apa bedanya sekarang ?ÔÇØ
TitidakRatmi nggak mau. Ini lain soal.

Aldi hanya diam saja, bingung dan nggak tahu harus ngomong apa. Akhirnya Lastri menggetokkan palu terakhir, final.

Baikkalau begitu bersiaplahteteh akan membicarakan hal ini ke Santiya tetehmu Ratmi, dan juga ibumu,Aldi. Dan teteh yakin kalau Santi tak akan senang dan bisa menerima hal ini. Bagaimana?

Aldi sangat terkejut. Gilamampus deh..wah nggak bisa begini, ia akhirnya membuka suara.

ÔÇØSudah bi Ratmi, kita teruskan saja. Daripada berabe.ÔÇØ
Ta..tapi Aliitu
Sudahtenang saja, ayo, santai saja.
ÔÇØKamu dengarkan Rat, Aldi benar, daripada berabe. Lagipula teteh sudah berbaik hati mau membiarkan kalian menuntaskan ngewek kalian yang terputus menddak tadi.ÔÇØ

Akhirnya Ratmi siap melanjutkan, canggung rasanya. Aldi walau tadi terkejut, tapi kont01nya masih ngaceng, maklum tadi dalam posisi tempur dan terangsang berat. Ratmi kembali berbaring, melebarkan kakinya dengan agak ragu. Aldi sudah di atasnya, beda dengan Ratmi, Aldi tak ada keraguan, kalau bi Lastri bilang teruskan dan ia tak akan mengadukan hal ini ke ibunya, ya sudah, teruskan saja. Blesss.kont01nya dengan cepat sudah menerobos, mulai memompa. Aldi sih tetap semangat, cuma Ratmi sudah kehilangan selera. Jadilah ini pergumulan satu arah. Kont01 Aldi menyodok dengan mantap. Mulutnya juga mulai menciumi dan menghisapi pentil bi Ratmi. Nafsunya sudah kembali normal, seakan jeda yang menegangkan barusan tak pernah terjadi.

Lastri duduk menyaksikan, duduk mRatmis di pinggir ranjang, dekat kaki pasangan yang sedang bergelut itu, sedikit demi sedikit gairahnya naik, menyaksikan kont01 keponakannya yang gede itu menerobos m3mek Ratmi, memompanya keluar masuk membuat m3mek Lastri mulai basah, tangannya perlahan menyingkap kainnya, kini asik mengelus CD-nya yang tebal, perlahan lalu makin cepat, akhirnya tangannya enyusup ke balik Cd-nya, mulai asik mengelus belahan m3meknya. Merasa kurang nyaman, ia lepskan CD-nya. Melepas kainnya. Lastri di usianya yang ke 40 juga masih menggairahkan. Bodynya memang sedikit lebih montok dan berisi, tapi tetap tperutnya juga rata, nyaris tanpa timbunan lemak yang berarti. Kakinya mulai ia kangkangkan, m3meknya juga sama seperti saudaranya, ditumbuhi jembut yang lebat samapi ke belahan pantatnya, tangannya mulai mengelus belahan m3meknya yang sudah basah, segera saja belahan itu mekar, menampakkan lobang m3meknya yang merah. Jarinya masih asik hanya mengelus. Ratmi dan Aldi masih belum sadar dengan yang sedang dilakukan Lastri.

Lama  lama karena sodokan kont01 Aldi, Ratmi mulai On lagi, desahannya mulai terdengar kembali. Aldi menjilati lehernya, memompa kont01nya kuat  kuat, terasa sangat mentok di m3meknya, jilatan Aldi juga sangat merangsangnya. Bi Ratmi menggelinjang kegelian, rasa nikmat makin menjalar ke seluruh tubuhnya. Geli dijilati, enak disodok di bagian m3mek. Tanganya memeluk pundak Aldi kuat

Awww.Al.geliiiiii 
Oooohhhh.Owwwww..Sshhh. ..
Dikiiiitttt.laaaggiiiii .Aaaaahhhh.

Tanpa ampun bi Ratmi kembali jebol, Aldi jadi makin bergairah, senang karena bi Ratmi kembali menikmati pergumulan mereka. Aldi sebenarnya mau ganti posisi, tapi malas, ada bi Lastrimendingan cepat tuntaskan saja yang sekarang.

Lastri mulai menyodokkan jarinya ke lobang m3meknya, dikocoknya dengan cepat, tangan yang lain mulai memainkan dan mengelus it1lnya yang besar dan menonjol, memainkannya dengan ujung jari jempol dan telunjuk, cepat dan konstant, menahan desahannya agar tak terdengar. Makin naik gairahnyaAaahhSsshhh. enakrasa nikmat yang sangat, ditambah melihat adegan yang terjadi di depan matanya. Saat ia melihat dan mendengar Ratmi mendesah kuat terakhir tadi, nafsunya jadi naik. Makin cepat jemarinya beraksi.Ooooohhhhhhh.ia menekan bibirnya kuat, menahan agar suara desahannya saat orgasme tak terdengar.

Ratmi mengangkangkan kakinya selebar mungkin, sudah kepalang enak, sebodoh amatlah sama teh Lastri,eh di mana dia.ia agak mengangkat bahunyalho.lho.ngapai n teh Lastri, ke mana kain dan Cd-nyalagian dia kok lagi mainin m3meknya pakai jarinya sendiri. Seketika otak Ratmi seperti diterangi cahaya terangsialanpikirnya..te h Lastri ngerjain aku sama Aldi. Saat itu teh Lastri sedang asik bermasturbasi, matanya terpejam. Ratmi menarik kepala Aldi, mendekatkan kuping Aldi ke mulutnya, ia segera membisikkan sesuatu, Aldi masih tetap memompakan kont01nya. Aldi mengangguk.

Lastri sudah lupa dengan Ratmi dan Aldi, ia asik bermasturbasi sambil terpejam, hal yang biasa ia lakukan di rumahnya sendiri, kalau sudah bergairah dan orgasme,ia makin asik menikmati pemainan jarinya. Tiba  tiba ia merasakan tubuhnya seperti ditarik merebahkannya. Siapa.Aldi yang menariknyawalau kuat tapi tetap lembut. Ratmi nampak sedang mengaso berbaring memulihkan tenaga. Dengan cepat Aldi segera beraksi, mulutnya langsung menyasar daerah selangkangan bi Lastri, tanpa sungkan lagi mulutnya dengan ganas menciumi m3mek bi Lastri, aromanya enak. Bi Lastri yang sadar kalau sekarang gilirannya telah tiba, mengangkangkan kakinya. Lobang m3meknya menganga jelas. Aldi segera menjilatnya dengan rakus, Lastri mendesah Lidah Aldi segera menjilati it1lnya yang besar, menggoyangkannya dengan cepat membuat bi Lastrinya kelojotan. Melihat lobang m3mek bi Lastri yang sangat merangsang, Aldi segera mempersiapkan jari telunjuk dan jari tengahnya, menyodok lobang m3mek itu dengan cepat, Lastri kelabakan. Sementara Aldi menggarap m3meknya, Lastri dengan cepat melepas kaos dan BHnya, keteknya juga rimbun, dan teteknya jauh lebih besar dari tetek Ratmi. Tentu Aldi belum sadar, masih sibuk bergerilya di bawah sana. Bi Lastri meremas teteknya dengan tangannya sendiri

Ratmi melihat Aldi sedang gantian mengerjai bi Lastridasar tetehpadahal kepengen, pakai acara nakutin segala. Gairah Ratmi mulai naik lagi. Ia mendekat ke arah tetehnya. Memang kalau gelombang seks sudah memancar, kadang pengertian yang paling mustahilpun akan timbul, tanpa perlu diucapkan lagi, pelakunya bisa memahami niat dan kemauan yang lain. Ratmi mulai meremas tetek Lastri. Lastri diam saja tak protest, tangan Ratmi mulai memilin pentilnya yang sudah mengacung, dia sudah sering melihat tetehnya ganti baju, tapi tetap saat ini ia megagumi betapa besar dan kenyalnya tetek tetehnya. Mulutnya mulai menghisap pentil teh Lastri.menjilati dan menggoyangnya dengan lidahnya. Lastri makin kelojotan, tangannya menarik lembut pantat Ratmi, mengarahkannya m3mek Ratmi ke mulutnya, dia belum pernah menjilat m3mek perempuan, tapi tak sulit, tinggal melakukan seperti yang dilakukan suaminya dan kini Aldi pada m3meknya sendiri. Lidah Lastri mulai menyapu m3mek Ratmi, m3mek Ratmi kemerahan karena baru disodok Aldi, juga belahannya dalam posisi mekar. Lidahnya mulai menjilati it1l Ratmi. Awalnya canggung, tapi makin lama makin terbiasa, buktinya Ratmi di tengah kesibukannya menghisap pentil Lasm mulai mendesah.

Aldi terlalu konsent bermain dengan m3mek bi Lastri, tak menyadari bi Ratmi telah bergabung, saat ia mendongakkan kepalanya sedikityaampuun.ini.. .ini.terlalu hot buat dirinya. Gilaaaatetek bi Lastri.kont01nya berdenyut, ngaceng dengan keras sekali. Makin ganas menyerang m3mek bi Lastri. Lidahnya makin cepat menggoyang it1lnya demikian sodokan jarinya. Lastri menggoyang pantatnya, desahannya tertahan keasikannya menjilati m3mek Ratmi.
Akhirnya bi Lastri tak tahan, pantatnya terangkat, badannya mengejang.awwworgasme yang dashyat baru saja menghantamnya.

Aldi segera berhenti memainkan mulut dan lidahnya. Karena posisi bi Lastri agak di pinggir ranjang, Aldi menarik pelan kaki bi Lastri, menjuntaikannya menggantung di pinggir tempat tidur. Aldi turun berdiri di pinggir tempat tidur.blesss kont01nya menerobos m3mek bi Lastri. Bi Lastri bergetar, tubuhnya serasa luluh lantak saat kont01 keponakannya menghujam tadigilaaaa.penuh dan terasa sesak di m3meknya. Aldi segera memulai pompaannya, ia condongkan badannya, mulai meremas tetek bi Lastri, mainan baru bagi Aldi. Buseeet.kalah deh bi Ratmi, Aldi membatin. Ia meremasnya kuat  kuat, pentilnya gede sekali. Gemas Aldi memilinnya. Karena Aldi mulai sibuk memainkan tetek bi Lastri, Bi Ratmi mengalah, berhenti menghisap tetek teh Lastri. Kini bibirnya berganti haluan mencium bibir Aldi. Aldi makin cepat saja menyodok m3mek bi Lastri, membuat bi Lastri mengimbangi dengan ikut menggoyangkan pantatnya.

Lastri makin asik saja menjilati it1l adiknya, Ratmi, bahkan jari tengahnya sudah sedari tadi menyodok lobang m3mek Ratmi. Lidahnya menggoyangkan dan menghisap pelan it1l adiknya itu. Ratmi yang posisinya agak nungging karena mecondongakan tubuhnya untuk kemudian asik berciuman dengan Aldi mulai kewalahan. Pinggulnya bergoyang liar, mengejanglalu orgasme. Setelah Ratmi orgasme, Lastri menghentikan kegiatannya, konsentrasi pada sodokan Aldi yang makin lama makin enak. Ratmi berhenti mencium Aldi, terkapar berbaring, kecapekan. Kini Aldi melawan Lastri. Aldi langsung menghisap pentil bi Lastri, mantap banget, sangat kuat ia menghisapnya, bi Lastri sampai mendesah kuat, belum lagi sodokan keponakannya itu makin bertenaga, ia mendesah, mengangkat lengannya ke atas, menikmati serbuan nikmat. Aldi terpesona memandang rimbunan ketek bi Lastri, mulai menciumnya dengan ganas sambil menjilatinya bergantian, pompaan kont01nya sudah sangat cepat.Bi Lastri makin kewalahan

Aaahh..Pelaaaaannn.diki iitttt
Ooooh.janggaaaannnn dipelRatmiiiinnnn..
Ughhhh.ampuuunnnn..Awww 

Bi Lastri pun menggelepar penuh kenikmatanternyata keponakannya sungguh hebat. Aldi mulai menciumnya dengan ganas dan panas, bi Lastri tanpa sungkan melaAldi, lidah mereka saling beradu, tapi tekhnik Aldi belum maksimal, ciuman bi Lastri jelas lebih tinggi tekhniknya, ia menyedot lidah Aldi membuat Aldi serasa melayang, nyaris lepas kendali, untung tak lama kemudian bibinya melepas ciumannya, Aldi samapai megap  megap.Awas yapikir Aldi, ia bertekad membalas, sodokannya kini sudah amat sangat cepat,membuat bi Lastri merasakan sensasi yang tertinggi, belum pernah m3meknya disodok dengan secepat dan seganas ini, apalagi kont01 Aldi sangat memenuhi m3meknya.

Ada yang merenggangkan kaki Aldi, Aldi melirik, ternyata bi Ratmi yang sudah merasa segra kembali berjongkok di bawah selangkangan Aldi yang sedang berdiri sambil menyodok bi Lastri. Bi Ratmi mulai menghisap dan menyedot biji pelernya, tentu saja menyesuaikan dengan ritme gerakan pompaan dan sodokan kont01 Aldi. Sintiiiingg..enaknya tak terkira, sambil tetap asik menyodok bi Lastri, bijinya diemut sama bi Ratmi, Aldi merasa dirinya menjadi manusia paling berbahagia di bumi saat ini. Tapi ketahanan Aldi juga ada batasnya, seiring sodokannya yang makin kuat, ia merasakan denyut nikmat pada kont01nya, ia hujamkan sedalam mungkin kont01nya. Bi Lastri nampaknya sadar Aldi ma ngecret segera berucapdi dalam sajadi dalam saja. Bi Lastri bergetar saat pejunya menyemprot kuat..selesaidan melelahkan. Bi Ratmi masih asik menghisap biji pelernya, membuat dengkul Aldi makin lemas. Aldi segera mencabut kont01nya. Bi Ratmi dengan rakus segera memburu kont01 Aldi, menjilati sisa peju yang menempel. Setelah Bi Ratmi menuntaskan jilatannya yang terakhir Aldi segera menghempaskan diri ke atas kasur. Sangat lelah saat ini. Hanya bisa berdiam diri. Bi Ratmi juga bergabung tiduran di atas ranjang. 3 orang tanpa busana tergeletak lemas penuh kepuasan. Aldi masih diam saja, menengarkan bi Ratmi dan bi Lastri yang mulai bercakap

Ih teh Lastri jahat, nakut  nakuti saja, padahal juga maudasar.
ÔÇØAwalnya sih nggak begitu. Tapi kont01 Aldi sangat menggoda, akhirnya aku terangsang.ÔÇØ
ÔÇØTerus bagaimana komenter teh Lastri.ÔÇØ
Ya puaslah, tapi.
Tapi apa teh?
Belum puas bangetRat, malam ini Aldi menginap di rumah teteh saja ya.
Huh maunyanggak,.
Yajangan begitu dongsuami teteh masih lama pulangnya..

Mana rela Ratmi membiarkan jagoannya dibajak sama tetehnya. Lagian tadi teh Lastri sudh tega menakuti mereka. Akhirnya Ratmi berkompromi.

ÔÇØTeteh saja yang nginap, Ucil kan lagi pergi sama abah.ÔÇØ
ÔÇØYa sudah, tapi nanti banyakkan teteh ya, kan kamu sudah puas, sedang teteh baru hari ini.ÔÇØ
ÔÇØTerserah teteh saja.ÔÇØ
Iyateteh mau ngerasain keponakan teteh sendirian, mungkin masih bisa maksimal lagi kemampuannya.

Aldi yang menjadi object hanya diam, selain masih lelah, juga ia sedang berpikirgilaaaa.beruntun g banget dirinya hari ini. Bi Lastri jelas  jelas masih cantik dan juga nafsuin, ia bisa ngewek bi Lami tanpa terduga.sangat beruntung. Akhirnya semua membersihkan diri, nggak melanjutkan lagi, walau jarak rumah di sini renggang  renggang, tetap nggak enak sama tetangga, siang  siang rumah terkunci rapat. Akhirnya bi Lastri pulang, mau pinjam kecapmalah dapat saos putih kental..

Malamnya bi Lastri menginap, sore  sore sudah datang. Rumahnya paling dititipin sama tetangga yang juga ikut bekerja d kebun. Bi Lastri ikut makan di sini, setealah makan, mereka bersantai. Aldi asik menghisap rokok di dekat pintu sambil ngopi, baru SMS mamanya, sekedar say hello dan mengabarkan kalau ia betah di kampung. Kalau mamanya masih kurang suka ia merokok, beda sama bibi  bibinya, di kampung sini mah sudah wajar saja. Bahkan bi Lastri sesekali merokok, seperti sekarang. Bi Lastri asik ngobrol sama bi Ratmi sambil menonton TV. Keduanya memakai busana kesukaan Aldi, kain dan kutang model kampung. Lumayan seru obrolan mereka. Tak lama bi Ratmi ke kamar mandi, keluar lagi, masuk kamar seprti mengambil sesuatu di lemari, lalu kembali ke kamar mandi. Agak berapa lama ia keluar, menghampiri tetehnya, sambil nyengir campur sedikit BeTe bi Ratmi berbicara

Wah..sepertinya teh Lastri memang beruntung, aku baru dapat tamu bulanan. Nasib
ÔÇØYa..mau gimana lagi Rat.ÔÇØ
Tapi sudahlahteteh nggak usah pulang sudah terlanjur, nginap saja.
Iyatakut amat si Aldi dibawa kabur sama teteh hehehe.
ÔÇØNggak kok teh. Ya sudah, hitung ÔÇô hitung teteh mengejar ketinggalan teteh.ÔÇØ

Bibi Lastri terkekeh geli, setelah puas tertawa, ia berbicara kepada Aldi yang masih asik bertengger di pintu, kayak burung saja bertengger hehehe.

ÔÇØAl sudah dengar kan, nanti malam tidur sama bi Lastri ya.ÔÇØ

Aldi hanya mengangguk saja, baginya tak masalah, baik bi Ratmi maupun bi Lastri sama  sama yahud kok, ada kelebihan tersendiri. Bahkan kini ia bisa memuaskan diri bermain berdua sama bi Lastri, kalau tadi siang kan keroyokan, nanti malam bisa puas ngewek berduaan. Keduanya masih asik menonton TV, sambil ngobrol, Aldi tak mendengar apa obrolan mereka, tapi yang pasti mereka nampak gembira, cekikikan terus. Aldi menyalakan sebatang rokok lagi. Sambil menghirup kopi, santai, mengumpulkan energi. Akhirnya jam 7 Aldi menaruh gelas kopinya yang sudah habis, menutup dan mengunci pintu, sambil memeriksa jendela. Seelah semua diperiksa dia duduk bergabung menonton TV, bi Lastri lagi ke WC, jadi Aldi mengambil tempatnya di sofa panjang, kini Aldi duduk berdampingan sama bi Ratmi. Ketika bi Lastri kembali, ia duduk di sofa kecil. Mereka menonton TV, sesekali mengobrol ringan. Jam 8-an Aldi mulai merasakan bergairah kembali, acara TV juga tak menarik. Ia berucap

Bi Lastri..eh anuAldi mau netek dulu ya sama bi Ratmi, habis sudah kebiasaan, nggak enapa kan ?
ÔÇØSama bi Lastri juga bisa kan, tapi sudahlah, sesukamu.ÔÇØ
Ya..bi Ratmieng..boleh kan.
 Dasar deh si Aldi, tadi nanya dulu ke bi Ratmi, baru ngomong ke bi Lastri, tapi kamu cuma bisa netek saja yaayo sini.

Aldi mendekat, memojokkan bi Ratmi, kini bi Ratmi posisi kepala bi Ratmi bersandar di atas pinggiran sofa. Aldi menurunkan kutangnya, segera asik menetek dan menghisapi pentil bi Ratmi. Aldi membandingkan, saat sedang datang bulan pentil bibinya kelihatannya lebih membesar. Juga nantinya Aldi baru tahu waktu bibinya memberitahu, kalau lagi datang bulan sebenarnya nafsunya justru meningkat. Tapi ya itu, tetap nggak bisa disodok, hanya orang yang tak sabaran saja yang nekad menyodok orang lagi palang hehehe. Aldi sangat menikmati menetek di teteknya bi Ratmi, ia menghisapnya kuat, sambil sesekali menggoyangkan pentil itu dengan lidahnya. Bi Ratmi mendesah. Jadi tambah ngaceng kont01 Aldi, Aldi menurunkan tangannya segera mengelus tonjolan di balik celananya itu.

Lagi enak  enaknya mengelus kont01nya sendiri, ada tangan halus menepikan tangannya, lalu menurunkan celananyaoh Bi Lastri rupanya tak sabar ingin berpartisipasi. Celananya sudah lepas, kini kont01nya mengacung bebas. Aldi membiarkan bi Lastri erbuat semaunya pada kontonya, masih asik menetek. Tangan Aldi mengangkat lengan bi Ratmi, mulai menciumi dan menjilati keteknya, nyaman sekali rasanya.

Kont01nya terasa dibelai, biji pelernya dipijat  pijat cukup lama, enakmembuat Aldi merasa rileks dan nyaman, sementara tangan satunya bertugas juga, batang kont01nya dikocok perlahan oleh bi Lastri. Jempolnya mengelus lembut kepala kont01 Aldi mengusapnya dengan penuh perasaan. Sesekali jempol bi Lastri memainkan lobang pipisnya. Setelah agak lama menggenggam, mengelus dan mengocok dengan tangannya, bi Lastri mulai memakai jurus lidahnya. Satu tangannya masih tetap memijat  mijit biji peler Aldi. Lidah bi Lastri mulai menjilati kepala kont01nya, ringan saja, bahkan hanya ujung lidahnya yang beraksi, tapi rasanya sangat nikmat menjalar ke seluruh tubuh Aldi. Amboiii.kayaknya bi Lastri lebih piawai buat urusan Oral pikir Aldi. Lidah bi Lastri mulai bergerak lagi, menjilati batang kont01 dan juga biji pelernya, menggelitik urat  urat pada batang kont01nya, Aldi samapai merem melek dibuatnya, entahlah, gerakannya santai namun sensasi yang diberikan sangat besar. Akhirnya mulut bi Lastri mulai menelan kont01nya, perlahan dari kepala kont01, sampai batangnya, akhirnya amblas seluruhnyaampuuun..mulut Bi Lastri terlihat sesak disumpal kont01nya batin Aldi dalam hati. Aldi jadi nggak konsen neteknya, sesekali melirik. Mulutnya mulai mengulum, meghisap dan mengemuti kont01nya, mulai mengocoknya, lagi  lagi dengan santai, nyaris tanpa semangat, tapi anehnya kok enak ya terasa bagi Aldi. Oh rupanya walau sambil mengulum ujung lidahnya tetap aktif bergerak menjilati. Aldi menggoyangkan pantatnya keenakan. Lalu kembali bi Lastri menelan kont01nya samapi pangkalnya, mendiamkan sebentar, dan kemudian mengemut dan menghisapnya kuat, Aldi merasakan lemas sekli, saking nikmatnya. Hisapan Aldi pada pentil bi Ratmi makin kuat saja seiring rasa kenikmatan yang ia rasakan pada kont01nya. Akhirnya bi Lastri mulai mengulum dengan cepat, tanpa jedaentah berapa lama, akhirnya Aldi merasakan klimaks, tanpa permisi pejunya muncrat membasahi mulut bi Lastri. Aldi melepas hisapannya pada pentil bi Ratmi, mendesah puaaassss. Bi Lastri memainkan pejunya sebentar lalu menelannya samapi habis, belum cukup, dijilatinya sisa peju di ujung kont01 Aldi. Giladihisap sampai ngecret pikir Aldimantap juga bi Lastri.

Bi Lastri beristirahat sebentar, meminum air di gelas yang ada di meja. Bi Ratmi yang sadar kali ini bukan dia pemeran utama wRatmitanya, merapikan kutangnya, permisi masuk kamar, capek mau tidur. Aldi mengambil remote, mematikan TV, masih duduk di sofa, ia segera membuka kaosnya. Bi Lastri juga mulai melucuti busananya, kini juga bugigilgil.kont01 Aldi segera saja mengeras, Bi Lastri menatapnya dngan antusias. Bi Lastri duduk di samping Aldi. Dasr nggak sabarn Aldi langsung saja tancap gas, mulai meremas  remas teteknya Bi Lastri tertawa melihat ketidaksabaran keponakannya ini.

ÔÇØAl sabar dulu, ke kamar saja ya, lebih enak.ÔÇØ
ÔÇØAyo..ayo bi.ÔÇØ

Bibinya bangun, Aldi mengikuti dari belakan masih saja meremas tetek bi Lastri yang memang sangat besar, kencang dan menantang.

Sesampainya di kamar bi Lastri malah ngobrol dulu.

Al, tadi bi Ratmi cerita ke bi Lastri, katanya kamu belum lama ya diajarin sama diahebat juga kamu, cepat pandai ya, si Ratmi juga pintar ngajarnya.
Iyaiya..ih bi Lastri ngobrol melulu
Hehehesabar dong, nah kalau bi Ratmi bisa ngajarin kamu, nanti bi Lastri juga berharap bisa menambahkan pelajaran lagi deh, biar kamu makin pintar.
Iyaiyaayo deh dimulai pelajarannya.
Ih kamu ini, pemanasan dulu kek, maunya langsung nyodok saja

Mana mikirin pemanasan sih, dari tadi sudah panas bi, batin Aldi.Aldi segera menidurkan bibinya, bersiap menindihnya, bi Lastri malah mendorongnya, membuat Aldi berbaring sejajar dengannya, posisi bi Lastri di depannya. Bi Lastri memiringkan tubuhnya, mengangkat satu kakinya ke atas, tangannya meraih kont01 Aldi, diarahkan ke lobang m3meknyablesss. Aldi segera memompakan kont01nya, sodokannya masih agak santai. M3mek bi Lastri terasa nyaman, sama nyamannya dengan m3mek bi Ratmi. Bi Lastri menaikkan satu tangannya ke atas, meraih bagian belakang kepala keponakannya itu, didorongnya kepala Aldi, bi Lastri agak memiringkan kepalanya, mulutnya mulai mencium bibir Aldi, mulanya santai, lalu makin panas, dan seperti tadi siang, kembali menyedot lidah Aldi, kembali membuat Aldi kehilanga kendali, sodokannya makin cepat. Bibinya melepaskan ciumannyaayo Den coba kamu sedot lidah bibi saat berciuman. Bibinya kembali menciumnya, menautkan dan beradu lidah dengan Aldi, Aldi berusaha menyedot  nyedot lidahnya, sulit jugalagilagi, akhirnya berhasil, dan ketika Aldi menyedot, bibinya balas menyedotmantaaappp, enak banget rasanya berciuman dengan gaya ini, lidah serasa saling membetot.

Aldi melepaskan ciumannya, pandangannya segera menuju ketek bi Lastri, jarinya segera saja asik mengelus dan memainkan bulu ketek bi Lastri, pompaan kont01nya sudah stabil. Tapi bi Lastri segera membimbing tangan Aldi ke selangkangannya, menaruhnya di atas tilnya, kalau ini Aldi paham, segera saja ia memainkan it1l bi Lastri yang menonjol, sodokan kontonya juga mulai ia percepat, gemas, mulutnya menciumi ketek lebat bibinya. Jemarinya mengurut  ngurut it1l bibinya dengan cepat, sodokannya makin kuat dan dalamtetek bibinya bergoyang  goyang.

TerussssAlPintar. 
Arghhhh..Uhhhhh.Awww 
YesssYesss.Ssshhhh 

Bibinya mengejang, orgasme. Aldi makin beringas, bi Lastri yang baru keluar jelas kelojotan digenjot Aldi habis  habisan, matanya kini merem melek.Sodokan kont01 Aldi yang gede, it1lnya yang dimainin, belum lagi kini Aldi menambahnya dengan menghisap pentilnya, kuat sekali. Aaahhh..suaminya kalah jauh sama keponakannya yang pemula ini. Mulut bi Lastri mendesah terus. Saat melihat pantat bi Lastri yang montok, Aldi jadi mau nyodok m3mek bi Lastri dari belakang, seperti di film bokep yang sering ia tonton. Aldi berhenti menyodok, bi Lastri mengambil nafas sejenak, Aldi mencabut kont01nya..

Nungging dong bi
Siapa takutayo

Bibinya segera nungging, tangannya bertumpu pada kepala tempat tidur. Montok benar pantatnya pikir Aldi. Ia segera meyodokkan kont01nya ke lobang m3mek bibinya, gila pakai posisi begini, lobang m3mek bibinya terasa lebih nikmat, terasa lebih sempit dan mencengkram. Aldi memompakan kont01nya, matanya asik melihat saat kont01nya menerobos keluar masuk, gemas ia tepok pantat bi Lastri perlahan, bi Lastri tertawa kecil. Aldi mulai mempercepat pompaannya, plokplokplok.bunyi kont01nya saat keluar masuk m3mek bibinya yang sudah basah menambah kenikmatan tersendiri. Belum lagi desahan bi Lastri. Aldi pasang gigi paling tinggi, tanpa pengumuman, ia menyodok dengan cepat sekali dan bertenaga, kedua tangannya memegang pinggiran pantat bi Lastri, bi Lastri kelojotan dan mendesah sejadi- jadinyagimana nggak keenakan, kalau m3meknya disodok dengan penuh semangat begini. Pantatnya juga bergoyang mengimbangi rasa nikmat. Aldi terus memperthankan kecepatan pompaan kont01nya, hampir 4 menitan sejak ia mulai mempercepat sodokannyamakin terasa denyutan pada kont01nya, bibinya orgasme kembali, dan sedetik kemudian kont01 Aldi memuncratkan pejunya. Keduanya terdiam lemas, akhirnya Aldi mencabut kont01nya, berbaring dulu memulihkan tenaga, demikian pula bi Lastri.

Walahuntung banget bii tadi siang mergoki kamu sama bi Ratmi, akhirnya bibi bisa ikutan ngerasain enaknya kont01 kamu.
ÔÇØSamalah Bi. Aldi juga senang bisa nyodok m3mek bibi.ÔÇØ
ÔÇØYa sudah istirahat dulu, sebentar lagi kita sambung.ÔÇØ

Dan akhirnya karena bi Ratmi sedang halangan, selama 2 hari ke depan Aldi diboyong bi Lastri untuk menginap di rumahnya. Pendeknya sisa liburan ini benar ÔÇô benar menyenangkan dan membahagiakan mereka bertiga.

Aldi nampak termenung, ia bukannya tak sadar liburannya akan berakhir. Senin besok ia harus kembali sekolah. Dan sekarang hari Sabtu. Sengaja ia tak menjawab telepon ibunya atau membalas SMS ibunya. Ia tak mau pulang. Tapi pagi ini ia mau tak mau harus menjawab telepon mamanya..

ÔÇØAduh anak ibu tak ingat pulang ya..? Ditelepon tak menjawab, SMS tak dibalas.ÔÇØ
Ingat bubesok Minggu pagi Aldi pulang.
ÔÇØSayang ayahmu sibuk tak bisa jemput. Ibu juga repot. Oh ya, ibu sudah urus daftar ulang sekolahmu.ÔÇØ
ÔÇØIya..bu. Sudah dulu ya bu. Besok pagi Aldi pulang.ÔÇØ
AlAlnanti dulu dong, ibu kan masih kangen lama tak ketemu kamu. Kamu sakit ya, kok lemas banget.
Nggak bu..sudah yabye.

Aldi mematikan HP-nya mencari bibinya. Mengabarkan ia akan pulang. Aldi pamit pulang, sedih hatinya. Ia mencium pipi kedua bibinya, nggak enak cium bibir ada Ucil. Si Ucil juga nampak sedih. Mereka mengantar kepulangan Aldi. Menunggu angkot yang ke rumah neneknya. Aldi berharap angkotnya tak akan pernah lewat, tapi tak lama angkot lewat, Aldi naik melambaikan tangan.sedih sekali hatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*