Home » Cerita Seks Kakak Adik » Kisah Andi 1

Kisah Andi 1

Namaku Andi. Aku lahir, besar, dan tinggal di Bandung. Aku selalu bersyukur kepadaNya, meski umurku baru 29 tahun tapi aku telah dikaruniai berbagai anugerah. Aku telah mapan dengan pekerjaan yg baik dan penghasilan yang memadai. Rumah yg luas di perumahan elit Alamanda dan mobil bagus keluaran terbaru menjadi salah satu bukti kemapananku. Anugerah lain yang tak henti hentinya aku syukuri adalah isteriku yang cantik. Clara namanya. Rara, biasa dipanggil. Umurnya terpaut 8 tahun denganku, atau tepatnya 21 tahun. Mengingat saat ini ia masih menyelesaikan kuliah di sebuah PTN ternama di Bandung, kami memutuskan untuk menunda mempunyai anak sampai istriku lulus kuliah. Awal perkenalanku dengan Rara terjadi tanpa sengaja. Januari satu setengah tahun yang lalu, saat itu aku tengah memburu buku buku kebudayaan kesukaanku di sebuah toko buku ternama di mal Paris Van Java. Entah bagaimana kejadiannya, saat aku sedang membaca sekilas buku yg mau kubeli, tas buku belanjaanku yang mulai penuh tiba tiba terjatuh. Aduh! Ternyata tas belanjaanku menimpa kaki seorang gadis. Aduh maaf Mbak tidak sengaja, aku terkaget dan segera minta maaf. Sejenak aku termanggu menatap sosok gadis luar biasa cantik di hadapanku. Mantanya yg sipit tapi bening tak mampu disimbunyikan di balik kacamatanya yg mungil. Rambutnya yang lurus tergerai, hidungnya yg bangir, kulitnya yang putih mulus, plus postur tubuhnya yg begitu proporsional. Oh ngga apa apa Mas, mungkin salahku juga tadi tidak lihat lihat, jawabnya bijak. Setelah berbincang beberapa saat, akhirnya kuberanikan diri dgn santun utk meminta no hp nya. Syukurlah Rara memberikannya. Sepanjang jalan pulang ingatanku tak pernah lepas dari sosok gadis yg begitu mempesona itu. Sesampai di rumah aku pun langsung meneleponnya. Setelah beberapa kali hubungan lewat telepon, aku mulai tahu bahwa kecantikannya itu menurun dari dara sunda-manado-china yang mengalir dlm tubuhnya. Ibunya sunda-manado sedangkan ayahnya keturunan Tionghoa. Rara kost di Bandung karena kedua orangtuanya tinggal di Manado. Hubunganku dgn Rara makin akrab seiring dgn janjian kami utk bertemu kembali. Genap pada usia perkenalan kami yg menginjak bulan kedua, aku memberanikan diri utk mengungkapkan perasaanku pdnya bahwa aku jatuh cinta. Gayung bersambut, ia menerimanya. Selama pacaran kami menjaga agar hubungan kami tidak keluar dari jalur agama yg kami yakini. Aku hanya pernah mengesun pipinya, tdk lebih. Aku sampaikan pdanya bahwa aku serius dgn hubunganku padanya. Aku tdk mau berlama lama pacaran. Genap di bulan ke 6, akhirnya kami melangsungkan pernikahan. Meskipun awalnya orangtuanya agak berat krn Rara masih kuliah, namun akhirnya mereka merestui setelah melihat keseriusanku, terlebih aku telah mapan. Sampai akhirnya, malam pertama tiba di sebuah hotel menawan di kawasan Dago. Ra.. Iya A.. Setelah perkenalanku dulu, Rara memanggilku Aa tidak lagi Mas karena aku dari bandung. Aa senang sekali krn kini kita jd suami istri. Kita hrs jaga sama sama agar kita tidak pernah terpisah sampai kakek nenek.. Iya Aa sayang Sebelum Rara melanjutkan perkataannya, kututup matanya lembut dgn jariku. Lalu bibirku tak tahan lagi utk segera melumat bibirnya. Bibirnya terasa begitu hangat dan kenyal. Aahhh.. Rara mulai mengerang. Itulah ciuman pertama kami. Lalu mulai kumainkan lindahku bertemu dengan lidahnya. Kadang sedikit kugigit bibirnya. Ciuman kami bertambah liar. Rara pun mulai melakukan hal yang sama. Pada saat yg sama tanganku mulai mengarah ke arah dadanya. Dari luar baju aku mulai meraba payudaranya. Kuelus dgn lembut. Meski dalamnya masih pakai bra tapi kurasakan pasti payudaranya yg seukuran mangkuk itu masih begitu kenyal tanda blm pernah diraba. Ahhh Rara kembali mengerang. Kont*lku yang dari tadi mulai berdiri di balik celana semakin mengeras. Bole aa buka bajunya sayang? Iya Aa.. Akupun mulai melepas bajunya. Kini atasannya tinggal tersisa bra. Luar biasa, tubuh istriku begitu putih mulus. Aku sudah benar benar tak tahan. Langsung kulucuti saja branya. Dlm posisi duduk di pinggir ranjang, kulihat dua gunung payudara yg begitu indah. Pentilnya yang kecil memerah membuatku tak tahan utk melumatnya. Sungguh luar biasa. Kujilati pentinya. Sementara tanganku yang kiri memijit mijit payudara kirinya, benar benar kenyal. Tangan Rara dengan erat mencengkeram kepalaku tanda ia semakin terbuai kenikmatan yang menjalari seluruh tubuhnya. Aku pun semakin tak tahan. Kubimbing tangan kanan Rara utk membuka resleting celanaku. Lalu tersembullah kont*lku yang sudah berdiri keras. Rara mulai mengelus dan mengocok, sungguh nikmat tiada tara. Aku melayang seakang dibawa ke langit ketujuh. Ra, bole kont*lnya diemut? Iya sayang.. Rara lalu menekuk kaki di depanku dan mulai mengulum batang kemaluanku. Ahhhhh Enak banget sayang Rintihku pelan tertahan. Rara semakin ganas mengulum dan menjilat kont*lku. Tangankupun tak mau diam sambil meremas kedua payudaranya yng sungguh kenyal. Akupun semakin tak tahan. Lalu aku segera melucuti seluruh pakaianku. Aku bugil. Dan kubimbing Rara untuk rebah di kasur. Kubuka celana dan cd nya. Untuk pertama kalinya kulihat mem*knya. Ya Tuhan, indah sekali mem*knya. Bentuknya yang mungil, ditumbuhi bulu bulu halus yg belum begitu banyak. Segera saja aku rebah di depan mem*knya dan mulai kujilati. Kubuka kedua kakinya, lalu kujulurkan lidahku utk mencari iti*nya. Dan sembulan daging kecil itu pun kutemukan. Aahhh Geli bgt sayang.. Rintih Rara. Mem*knya makin membasa tanda ia makin terangsang. Begitupun aku yang sudah tak tahan. Sekarang ya sayang kumasukkan kont*lku? Pintaku. Iya A.. Tanpa basa basi lagi aku segera menyerang mem*k Rara dengan kont*lku yang sudah mengeras sekeras baja Blesss. Ahhh.. Pelan pelan sayang.. Rara sepertinya sedikit ngilu karena untuk pertama kalinya mem*knya dimasukin kont*l. Aku mulai memompa kont*lku keluar masuk secara perlahan, dan Rara mulai menikmati. Rasa ngilu itu hilang diganti kenikmatan yang tak terbandingkan. Dinding dinding vagina Rara mulai memilin milin kont*lku menimbulkan efek kenikmatan yang luar biasa. Aku sudah ga tahan sayang.. Bisik Rara. Aa juga Ujarku dengan nafas memburu. Dan cairan kenikmatan itu makin terdesak ke ujung batang kemaluanku. Mengingat saat itu Rara sedang masa subur sementara kami berkomitmen untuk jangan dulu punya anak, maka segera kutarik kont*lku dan crotttt. Crottt Air mani yg begitu banyak tumpah di payudara Rara. Pada saat yg sama cairan vagina membanjiri kemaluan Rara tanda ia juga mengalami orgasme. Setelah membersihkan air pejuh, kamipun saling berpelukan. Sedikit bercak darah tergambar di kasur tanda keperawanan Rara kureguk dengan indah malam itu. Malam itu kami terus bercinta hingga 3 kali dlm berbagai posisi.

Lima bulan lepas dari pernikahanku, hubungan dengan Rara semakin harnonis saja. Apalagi dia juga memiliki libido yang tinggi. Hampir tiap hari kami berhubungan badan. Kalau sedang masa subur kutumpahkan air maniku di luar atau pake kondom, sedangkan kalau sdg tidak masa subur kusemprotkan air maniku di dalam vaginanya.

Hampir semua tempat di rumahku sudah pernah dijadikan tenpat bercinta. Kalau tempatnya di luar kamar, kami pastikan dulu pembantu kami, Sari, gadis manis berusia 16 tahun asal Tasik itu sudah tidur atau sedang di luar rumah. Tak hanya di ruang tamu atau dapur, kami pun sering bercinta di taman belakang dgn berbagai posisi, kadang sambil berdiri atau duduk di sofa.

Sampai kemudian Rara mengutarakan maksudnya bahwa dua adik perempuannya yg ada di Manado sebentar lagi akan masuk SMP dan SMA. Icha umur 12 tahun dan Cinta umur 15 tahun. Rara menuturkan niat baiknya utk membantu orangtua agar kedua adiknya itu melanjutkan sekolah di Bandung dan tinggal di rumah kami serta seluruh biaya hidupnya termasuk sekolah kami tanggung.

Akupun tdk keberatan. Membantu orangtua tentu hal mulia. Terlebih aku anak tunggal dan cukup mampu utk melakukan itu.

Sebulan kemudian Icha dan Cinta datang. Mereka gadis remaja yg tak kalah cantik dari kakaknya. Sesuai umurnya Icha masih kecil sedangkan Cinta badannya mulai tumbuh.

Akupun menyekolahkan mereka ke sekolah sekolah terbaik di kota Bandung. Hingga kini kami tumbuh menjadi keluarga yg indah. Meski mereka adik ipar, aku sangat sayang pada mereka.

ÔÇ£Udah pulang Cha?ÔÇØ Tanyaku siang itu. Kulihat icha di ruang tengah sedang nonton tv dgn masih pakai pakaian seragam.

ÔÇ£Udah Kak, kok kakak udah pulang kerja?ÔÇØ
ÔÇ£Iya sudah beberapa hari ini kakak lembur terus jd hari ini kaka pulang cepet pengen istirahat. Sari ke mana?
ÔÇ£Sedang belanja kak disuruh kak Rara. Kak Rara sendiri sedang kuliah sampai sore.

Lalu kuhampiri Icha duduk di sofa ruang tengah. Deg!! Tiba tiba jantungku berdegup kencang ketika kulihat paha mulus Icha di sampingku. Icha sepertinya tak sadar rok SMP nya tersingkap sampai 10 cm di atas lutut. Kulitnya putih mulus seperti kakanya.

ÔÇ£Tuhan jgn biarkan aku berpikir macam macam, dia adikku, dia jg msh sangat kecilÔÇØ ucapku dlm hati. Namun mata ini tak mampu kutahan terlebih dari sela sela kancing bajunya akupun meliahat sekilas atasan payudara dari balik bra nya. Kubayangkan bayudaranya baru tumbuh, masih kecik, seukuran kepalan tangan. Tanpa dikomando, kont*lku di balik celana mulai mengeras.

ÔÇ£Kenapa kak kok kaya ngelamun?ÔÇØ Tanya Icha membuyarkan khayalanku.
ÔÇ£Ah nggak, cape ajaÔÇØ sergahku.

Akupun segera bergegas ke dalam kamar dan kuputuskan utk masturbasi sambil membayangkan mem*k Icha yg kuyakin masih sangat kecil dan imut.

***
Sejak saat itu aku jadi merasa bersalah karena telah berpikir sesuatu yg seharusnya tak boleh kupikirkan. Apalagi aku ingat Rara yg begitu baik dan tak ada cacat sedikitpun di mataku. Namun pikiran nakal itu tak sepenuhnya dapat kulepaskan. Aku suka berkhayal bagaimana bercinta dengan gadis mungil cantik berumur 12 tahun yg dia adalah adik iparku sendiri.

Dan kesempatan itu datang tanpa diduga. Rara istriku pamit 3 hari akan kuliah lapangan ke pangandaran. Otakku sontak berpikir macam macam.
Hari pertama istriku kuliah lapangan, aku mulai makin mengakrabkan diri dgn icha. Kami ngobrol macam macam termasuk masalah masalah pribadinya. Kubilang padanya agar jangan dulu pacaran, fokus pada sekolah dulu. Icha pun mengiyakan sambil bilang dia sayang padaku dan berterima kasih karena telah membiayai hidup dan sekolahnya dgn penuh kasih sayang.

Hari kedua aku sengaja tidak masuk kantor. Alasan ke kantor ga masalah karena ku sudah menduduki posisi yg cukup tinggi hingga dgn mudah dpt mengatur waktuku.

Hari itu Cinta akan pulang sore karena harus les dulu. Sari pembantuku agak siangan kusuruh belanja berbagai kebutuhan hingga sore. Sementara Icha seperti biasa sekolah hingga siang.

Aku sendiri tinggal di rumah. Ketika Icha bertanya kubilang aku sedang kurang enak badan hingga ga ke kantor.

Sambil menunggu Icha pulang sekolah, aku terus memikirkan dirinya. Aku msh terbayang pahanya yg putih mulus dan payudaranya yg kubayangkan masih sangat kecil. Tanpa sadar tanganku kembali meraih kont*lku dan mengocoknya hingga air pejuhku keluar cukup banyak. Lalu aku pun tiduran di sofa ruang tengah sampai tertidur.

ÔÇ£Kak, bangun.. Ada tamu,ÔÇØ dgn lembut Icha membangunkanku. Rupanya dia udh pulang.

ÔÇ£Oh icha. Kakak ketiduran nih abis lemes. Tamu siapa?ÔÇØ
ÔÇ£Gatau kak.ÔÇØ Setelah kudatangi ternyata tamunya adalah suruhan pak RT utk minta sumbangan. Setelah aku berikan uang secukupnya ia pun pergi.

Aku pun kembali ke ruang tengah. Kulihat Icha sedang membuka sepatu di sofa, dan degggg! Hatiku langsung berdegup kencang ketika tanpa sengaja kaki icha agak mengangkang, roknya agak tersingap. Dan yg membuatku tercengang dari kejauhan aku melihat sekilas CD nya warna merah menyala. Aku segera merapikan celanaku, takut burungku yg mulai bangun kelihatan membesar.

Aku segera bergegas duduk di samping icha. Aku pun berbincang sejenak ttg aktivitas sekolahnya hari ini.

ÔÇ£Katanya kakak ga enak badan? Udah baikan? Udah makan obat?ÔÇØ
ÔÇ£Ga makan obat cha, kakak cuma pegel pegel kecapean, udah baikan kokÔÇØ
ÔÇ£Syukurlah kak. Mau icha pijitin biar agak enakan?ÔÇØ

Wah, kesempatan, pikirku. ÔÇ£Boleh cha klo icha ga keberatan.ÔÇØ

Segera saja icha naik ke atas sofa di belakangku. Ia mulai memijit pundakku. Tanpa sengaja payudara yg masih mungil itu menggesek gesek punggunggu. Sambil memejamkan mata aku menikmati sensasi yg luar biasa itu. Aku sudah benar benar tak ingat bahwa dia adalah adik iparku sendiri.

Dan aku makin tak tahan.

ÔÇ£Cha..ÔÇØ Ujarku sambil memegang tangannya yg sedang memijit. Kutarik sedikit dan kini kami sudah berhadapan di ata sofa.

ÔÇ£Ada apa kak?ÔÇØ
ÔÇ£Bole kakak jujur ga? Biarpun masih kecil, kamu ini cantik sekali.. Ga kalah sama kakakmu. Kakak sayang sekali sama kamu.ÔÇØ
ÔÇ£Ah kakak bisa aja. Icha jg sayang bgt ama kakak. Emang bener icha cantik?ÔÇØ Ujarnya dgn muka memerah.

ÔÇ£Bener cha, kmu cantik banget.. Kalau icha sayang kakak, boleh ga ngesun kamu tanda sayang,ÔÇØ ujarku dengan tetep memegang kedua tangannya.

ÔÇ£Ah kakak, icha malu kali kak, icha kan ga pernah kaya gitu.ÔÇØ
ÔÇ£Ga usah malu cha, kan ga ada orang.ÔÇØ
Mhmmm iya deh kak

Tanpa menunggu lama aku segera mengesun pipinya. Aku semakin diliputi nafsu birahi yg luar biasa. Akal sehatku sudah hilang entah ke mana. Aku tak tahan untuk menggeser bibirku dari pipi ke bibirnya. Dan mulai kujilat bibirnya yg kecil tipis dgn lidahku. Rasanya sungguh nikmat tiada tara.

Kak apa ini kak, kok sampai bibir? Icha malu Tanya icha mencoba menghentikan ciuman.
ÔÇ£Ga papa sayang ga usah malu. Tutup aja mata icha dan nikmati apa yang terjadiÔÇØ.

Aku kembali melumat bibirnya yang kecil ranum. Kali ini icha mulai memberikan reaksi. Ia mulai menyedot bibirku. Aku segera menimpali dengan menjulurkan lidah dan ia pun membalasnya. Lidah kami salih beradu.

Shhhh. Icha mulai merasakan sensasi dari ciuman kami.

Aku bimbing tangannya utk memeluk pinggangku dan kupeluk pula pinggangnya hingga kami berciuman sambil berpelukan.

Birahiku makin menjadi jadi. Gadis kecil ini telah mengubahku menjadi singa yang lapar. Aku mulai ga tahan untuk membuka kancing baju seragamnya. Dan ternyata icha ga berontak. Kulepaskan bajunya. Kulepas branya. Pemandangan yg sungguh indah kini terhidang di depan mataku. Sepasang payudara kecil yang baru tumbuh dgn puting kecilnya yg coklat memerah. Segera saja kujilati.

Aahhh.. Geli kak Icha makin terbuai dgn sensasi yg kuberikan.

Sejenak kubuka saja seluruh pakaianku, senjataku yang sudah keras langsung mendongak ke atas. Icha terlihat sedikit kaget. Mungkin baru kali ini ia melihat kemaluan laki laki yg sedang ereksi. Entah terinspirasi oleh aksiku saat mengulum putingnya, dan ia merasakan itu sungguh nikmat, tiba ia mendekati dadaku dan mulai menjilat putingku. Sungguh kenikmatan yg tiaada tara.

Terus sayang Enak sekali Ujarku sambil mengerang. Sembari itu aku mulai mengarahkan tangn mungil icha utk mulai mengelus dan mengocok kont*lku. Kenikmatan itu makin menjadi jadi.

Segera kurebahkan icha di atas sofa. Dan kulucuti rok seragamnya. CD merah menyala itu kini di hadapanku dan kini mulai kubuka.

Kini aku menikmati pemandangan yg sungguh langka. Mem*k yg msh kecil yg belum ditumbuhi bulu sedikitpun.

Sejenak akal sehatku menyergap. Aku tak tega memasukkan kont*lku yg besar ini ke dlm mem*k yg masih kecil itu. Takut tdk masuk atau menimbulkan sakit.

ÔÇ£Kenapa kak kok jadi melamun?ÔÇØ
ÔÇ£Mhmmm ngga cha. Kakak ingin masukin kont*l kakak ke mem*k kamu tapi ga tega takit kamu sakit..ÔÇØ
ÔÇ£Ga pp kak. Icha sayang kakak.. Lakukan kak..ÔÇØ Sebuah jawaban tak terduga keluar dari mulut icha.

Akan sehat yg sempat singgah itu seketika sirna. Aku mulai mengarahkan batang kejantananku ke vaginanya. Saat kepala kont*lku menyentuh bibir vaginanya, kurasakan vaginanya sudah sangat basah, tanda Icha sudah begitu terangsang.

Lalu kumasukkan kont*lku dgn perlahan dan slebbb
Ahhh. Teruskan kak Rintih icha semakin tak bisa menahan diri.

Meskipun terasa begitu sempit akhirnya aku bisa memasukkan seluruh kont*lku dengan sempurna. Setelah itu aku semakin memacu memompa kont*lku dengan cepat. Keringat mengucur deras.

Setelah beberapa lama, kak icha pengen pipis Rupanya icha sudah mau puncak orgasme. Begitu pula aku. Dan benar saja icha sudah pada puncak orgasme. Dinding vaginanya berdenyut denyut keras, air vaginanya membanjir. Aku pun segera menarik kont*lku dan menumpahkan air pejuh di payudaranya. Kulihat sekilas di kont*lku ada sedikit bercak darah tanda malam itu aku merenggut kegadisan adik iparku sendiri yg masih berusia 12 tahun.

Kami saling berpelukan sambil aku merenung terjerat kenikmatan sekaligus rasa bersalah karena telah memerawani icha.

Kak jangan menyesal. Icha ga sedih kok. Icha malah senang sudah menyenangkan kakak dan ini juga pengalaman paling indah buat icha.. Sepertinya icha membaca pikiranku. Kami pun berpelukan semakin erat.

Waktu semakin sore. Kami pun segera membereskan ruang tengah agar tdk ada yg curiga. Lalu kami mandi bareng dengan syahdu. Tak lupa di kamar mandi kami sempat bercinta cepat sambil berdiri. Sungguh pengalaman yg sangat indah.

Kamipun kembali ke ruang tamu. Tak lama kemudian Cinta datang sambil menolek ke adiknya.

ÔÇ£Wah cha keliatannya cerah sekali. Abis dapet hadiah ya dari kak andy?ÔÇØ
ÔÇ£Iya dong!ÔÇØ
ÔÇ£Hadiahnya apa tuh?
Ada deh Pokoknya special
ÔÇ£Uhhh pelit ga ngasi tau..ÔÇØ Ujar cinta sambil pergi ke kamarnya. Dari belakang kulihat jelas bentuk pinggul Cinta yg begitu indah.

Tak lama berselang, Sari datang dengan barang belanjaannya yg begitu banyak. Aku ikut membantunya. Saat membantu aku tak henti memandang Sari. Semakin kulihat, aku semakin menyadari bahwa Sari terbilang cantik. Walaupun kulitnya tak seputih Rara, Icha, atau Cinta, tetapi kulit Sari juga mulus. Hidungnya mancung, matanya besar bening. Dan yang paling bikin penasaran adalah payudaranya yg besar. Entah ukurannya berapa, yg pasti cukup untuk menjepit kont*lku hingga keluar.

Malamnya aku melamun. Setelah petualanganku dgn Icha aku jd terinspirasi utk melakukan hal serupa dgn Sari dan Cinta. Namun tinggal sehari besok aku tanpa isteriku. Bagaimana caranya bisa bercinta dgn dua orang dlm satu hari? Itupun belum tentu mereka mau. Lalu aku berpikir, mengapa malam ini aku tdk mencoba Cinta, dan besok Sari.

Malam itu sudah pukul 21.00. Lalu aku mencoba sms Cinta.
ÔÇ£Sudah tidur cin?ÔÇØ
ÔÇ£Belum kak lagi ngerjain PR matematik, susah bgt nih. Kakak mau bantu?ÔÇØ
ÔÇ£Ok. Kakak ke situ ya?ÔÇØ
ÔÇ£Ok kak.ÔÇØ

Saat berharap, kesempatan itu datang. Barangkali itu kalimat yang cocok untuk disebutkan. Segera aku bergegas ke kamar Cinta. Ia sedang khusus di meja belajarnya, kuhampiri dia. Akupun berdiri di sampingnya.

Cinta memakai celana pendek biru dan kaos putih dengan bagian bagian leher yang cukup lebar. Otomatis belahan dadanya yang putih indah terlihat dari atas karena aku berdiri. Namun sebelum aku sempat menikmati lebih jauh, Cinta keburu memberondongku dengan berbagai pertanyaan tentang PR Matematikanya. Beruntung aku jago ilmu yang satu ini. Ternyata benar, matematika itu benar-benar bermanfaat, salah satunya untuk merayu adik iparku ini.

Setelah selesai buka bimbel dadakan, kata kata nakal tak mampu kutahan lagi.
Cin, indah sekali.
ÔÇ£Apa yang indah kak?ÔÇØ
Belahan dadamu..
Ih Kakak nakal..
Biarin kamu juga nakal.
ÔÇ£Apanya Cinta yang nakal?ÔÇØ
Mhmmm. jujur aja deh, kamu udah pernah bercinta kan? Aku berkata sekenanya. Tapi sejujurnya feelingku mengatakan memang Cinta sudah tidak perawan lagi.

Dikatakan demikian, Cinta terlihat kaget. Dia diam sejenak.
Mhmm kok kakak tahu? akhirnya dia menjawab.
ÔÇ£Feeling kakak kuat Cin. Kalau boleh kakak tahu dengan siapa kamu pernah melakukan itu?ÔÇØ
Tapi cinta mohon kakak jangan katakan sama Kak Rara yah. Cinta melakukannya dengan pacar cinta.. hanya satu orang itu kak, tidak kurang tidak lebih

ÔÇ£oh gitu yah.. tenang aja kakak ga akan bilang sama Rara. Tapi boleh tidak kakak minta satu permintaan padamu Cin?ÔÇØ
ÔÇ£Permintaan apa kak?ÔÇØ
ÔÇ£Boleh ga kakak minta bercinta dengan kamu?ÔÇØ

Cinta kembali terkaget.
Kakakku sayang, bukannya Cinta ga mau tapi kakak kan udah punya Kak Rara. Lagian saat ini Cinta nggak tega ntar malah mikirin pacar Cinta. Jadi untuk sekarang tidak ya kak, entah kalau nanti Tapi kalau kakak ingin sesuatu yang tak terlupakan dari Cinta, Cinta punya sesuatu yang spesial untuk kakak
ÔÇ£Apa tuh Cin?ÔÇØ
Cinta emutin barangnya kakak sampai keluar

Nggak ada rotan, akar pun jadi. Aku tak bisa menjawab, hanya tersenyum.
Tanpa dikomando, Cinta langsung menarik tanganku dan menundukkanku di kursi. Ia sendiri segera berlutut di depanku dan membuka resleting celanaku. Ia buka celana dan celana dalamku hingga lutut. Aku yang sedari tadi sudah berfantasi bersetubuh dengan adikku, jelas saja ketika celanaku dibuka senjatahu langsung tegak berdiri. Cinta segera menyentuhnya dengan lembut dan mengulumnya.

Duh enak Cin. erangku. Cinta hanya melihatku sambil tersenyum dan terus melanjutkan aksinya. Aku benar-benar dibuat melayang.

Cin, kakak penasaran dengan payudaramu Boleh kakak menyentuhnya? pintaku dengan menghiba.
ÔÇ£Iya kak, tapi jangan minta lebih ya..ÔÇØ

Tanpa menjawab apapun tanganku segera menyelusuh ke dalam kaosnya dan mencari-cari puncak keindahan payudara bernama pentil. Ah benar saja, pentil Cinta juga masih kecil, dikelilingi payudara yang kenyal. Ingin aku segera mengulumnya, tapi aku tak berani takut Cinta merasa tersinggung. Lagi pula aku tidak mau melakukan hal, selama yang kuajak itu tidak menyukai atau menikmatinya. Bukankah kenikmatan sempurna itu terjadi kedua-duanya merasakan kenikmatan serupa?

Di saat aku sedang mereguk kenikmatan yang diberikan Cinta, tanpa kami sadari pintu kamar Cinta sedikit terbuka. Dan saat itu Sari yang baru beres-beres di dapur menuju ke peraduannya, melintasi kamar Cinta. Tanpa sengaja ia melihat apa yang sedang kami lakukan. Sejenak Sari terlihat begitu kaget.

ÔÇ£Ya Tuhan, apa yang sedang dilakukan Pak Andi dan Neng Cinta?ÔÇØ pikirnya. Sari lantas menjadi gemetar terjebak antara rasa kaget dan gairah yang dimunculkan dari adegan yang tersaji di depan matanya. Dan tanpa ia sadari, gelas yang tengah ia pegang terjatuh. Beruntung gelas itu terbuat dari sejenis kaca yang sangat kuat kuat hingga tidak sampai jatuh.

Glentrangggg
Aku yang tengah terbuai nikmat langsung terperanjat.
ÔÇ£Siapa tuh?ÔÇØ ucapku.
ÔÇ£Maaf Pak ini Sari.. Maaf Pak Sari tidak sengaja lewat..ÔÇØ Kulihat Sari dibalik pintu dengan tubuh gemetar dan muka pucat.

ÔÇ£Sudah gak apa-apa, kamu jangan takut Sar. Sudah deh masuk saja,ÔÇØ ucapku. Cinta yang dari tadi sedang melakukan aksinya berhenti sejenak. Ia juga terihat kaget, tak menyangka aksi kepada kakaknya bakal terlihat orang lain.

ÔÇ£Apa yang terpikirkan di benakmu Sar saat meliat tadi? Jawab jujur sar, aku ga akan marah.ÔÇØ
Mhmm. maaf Pak, maaf sari pak
ÔÇ£Iya aku maafkan. Asal kamu jangan bilang apapun ke istriku ya.ÔÇØ
ÔÇ£Iya pak, sari janji gak akan bilang-bilang ke siapapun.ÔÇØ
ÔÇ£ok makasih sar. Terus apa yang kamu pikirkan tadi?ÔÇØ
Mhmmm terus terang saja sari kaget pak, bukannya yang tadi itu harusnya dilakukan dengan Bu Rara, tapi ini dengan neng Cinta. Tapi sari juga penasaran. ungkapnya jujur.
ÔÇ£Penasaran kenapa Sar?ÔÇØ
penasaran akhirnya seperti apa.
ÔÇ£Memang sari belum pernah melakukan yang seperti ini?ÔÇØ
Belum jawabnya singkat.

ÔÇ£kalau aku meminta melakukan itu dengan sari boleh nggak?ÔÇØ pintaku, segera saja ke tujuan, kadung sudah ketahuan. Sari terlihat kaget dan sejenak termenung. Aku tahu, permintaan yang tidak memaksa itu bukanlah sesuatu yang tidak sopan bagi Sari. Aku merasa, aku sudah sangat baik kepada Sari. Aku sering memberinya uang karena dia sudah bekerja sangat baik di rumahku. Akupun tidak pernah memposisikan dia sebagai pembantu karena sudah kuanggak saudaraku sendiri. Kuyakin dengan pasti, kebaikanku itu dirasakan dengan baik pula oleh sari.

Sari tidak tahu bagaimana Pak tapi sari akan melakukan apa yang bisa membuat bahagia.. Bapak sudah baik sekali sama Sari.
makasih banyak sari boleh dibuka bajumu sekarang? Tapi tolong pintu kamarnya ditutup dulu dan dikunci pintaku.

kak, aku lanjutin yah sementara itu Cinta meminta melanjutan aksinya. Aku mengangguk sambil tersenyum. Cinta segera melanjutkan aksinya. kont*lku yang tadi sempat sedikit mengkerut kini tegak kembali. Sementara itu Sari kembali ke arahku dan mulai melucuti pakaiannya. Tanpa kuduga sari langsung melucuti seluruh pakaiannya hingga bugil. Dan ternyata benar, meskipun kulit sari tidak seputih Rara, Cinta, atau Icha tapi tubuhnya benar-benar mulus. Mulus alami susunya yang bikin penasaran kini tersaji dihadapanku. Benar-benar berukuran jumbo. Aku segera memanggil sari untuk berdiri di sampingku dan langsung kuemut payudaranya. Sementara tanganku yang kiri menjelajahi susu sari yang sebelahnya dengan lembut..

Nafas sari seperti tertahan, ia mulai dirasuki kenikmatan.
Shhhhhhh. desahnya. Tangannya mulai mencengram kepalaku.

Akupun tak tahan untuk segera melumat bibirnya. Kutarik sari agak membungkuk karena aku posisi duduk. Dan langsung saja kulumat bibirnya. Sementara Cinta terus saja mengulum kont*lku tanpa lelah. Dua kenikmatan yang membuatku kelojotan tak tentu arah..

Kini satu-satunya yang belum kulakukan adalah menyerah lubang kenikmatan sari dengan rudalku. Aku meminta izin pada Cinta untuk melakukan itu, dan iya mengangguk sambil tersenyum. Segera aku berdiri dan gantian Sari yang duduk di kursi. Belahan mem*knya kini terlihat jelas karena kakinya dibuat mengangkang. Langsung saja kuserang dengan senjataku. Sementara Cinta kini dalam posisi berdiri dan melumat bibirku.

sakit pak erang sari.
sebentar sayang aku pelan-pelan, nanti juga enak. dengan perlahan aku masukkan kont*lku ke dalam mem*k sari. Sementara Cinta sekarang mengulum pentil dadaku.

iya pak enak pak terus pak. sari rupanya mulai merasakan sisi kenikmatan. Kini aku tak ragu untuk menggenjot kont*lku lebih kencang.

aduh pak. aduhh. ahhhhhhhhhhhhhhhhhh rupanya Sari orgasme duluan. Dan akupun semakin tak tahan. Segera kucabut batang kemaluanku. Sari dan Cinta pun kusuruh berlutut didepanku. Dan cotttttt. cort air pejuhku yang begitu banyak melumuri muka Cinta dan Sari. Aku pun merasakan kenikmatan luar biasa yang akhirnya berimbas pada rasa lemas yang luar biasa. Sekilas kulihat bercak darah di kursi belajar Cinta. Sari benar benar masih perawan. Setelah Icha adik iparku, kini kurenggut pula kegadisan Sari pembantuku.

Kami bertiga saling berpelukan. Sementara pikiranku melayang, apa yang akan terjadi besok, sehari sebelum istriku pulang, sementara seluruh isi rumahku, Icha, Sari, dan Cinta telah kureguki kenikmaaannya, meskipun Cinta belum sampai pada bersetubuh karena ia belum sampai hati pada pacarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*