Home » Cerita Seks Mama Anak » Rumah Dosa 2

Rumah Dosa 2

Ibuku yang melihat Marta sudah menjadi gadis remaja menjelang dewasa mengijinkan Marta memakai alat kontrasepsi, karena ibu tahu bahwa banyak remaja yang sudah melakukan hubungan seksual pada masa kini. Dengan demikian aku tidak pernah memakai kondom saat aku bersetubuh dengan Marta.

Ibu tidak pernah tahu bahwa yang selama ini selalu menyetubuhi Marta bukanlah teman atau pun pacarnya, tapi aku kakak laki-lakinya. Sering sekali Marta mengatakan ÔÇ£Aku ingin berkuda tanpa pelana,ÔÇØ katanya padaku sebagai isyarat bahwa dia minta disetubuhi.

ÔÇ£Kau terlalu banyak membaca novel seksualÔÇØ kataku padanya suatu hari, karena Marta sering sekali meminta posisi yang aneh aneh saat bersetubuh. Tapi aku sungguh sangat mencintai Marta terutama keahliannya dalam melayaniku bersetubuh.

Apartemen yang kami tinggali berada di tingkat dua sebuah gedung apartemen yang tingkat pertamanya digunakan untuk lahan bisnis. Tepat dibawah kami adalah toko yang menjual barang-barang dari kulit, seperti tas, jaket, sepatu dan barang-barang lainnya. Dimalam hari cahaya lampu jalan yang temaram sampai juga kedalam kamar-kamar kami. Pada saat-saat tertentu dimalam hari sering saya mencium bau kulit dari took dibawah dan saya cukup menyukai baunya, sedangkan suara kereta api juga terkadang terdengar sayup-sayup melintasi rel kereta yang berjarak kurang lebih 500 meteran.

Tata letak apartemen yang kami tinggali melebar, dengan kamarku dan kamar saudari perempuanku berada di sayap utara, bagian tengah terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur, sedang sayap selatan terdiri dari kamar ibuku. Di kedua ujung sayap juga terdapat kamar mandi.

Sedangkan pintu masuk kedalam apartemen juga ada dua, yaitu yang satu dari ruang lobby, ini merupakan pintu utama dan terhubung pada jalan raya di depan apartemen kami, disana terdapat lift dan tangga yang menghubungkan setiap tingkat dari gedung apartemen, menggunakan jalan ini kita akan sampai pada pintu ruang tamu apartemen kami.

Pintu kedua adalah menggunakan tangga darurat yang berada disamping apartemen kami serta terhubung pada gang disamping gedung apartemen. Jika kita menggunakan jalan ini kita akan sampai pada pintu darurat yang terletak didalam dapur. Dapur itu sendiri berada dekat dengan sayap selatan, sehingga begitu kita keluar dari dapur kita akan keluar pada lorong depan kamar ibuku.

Tata ruang yang seperti ini juga memberi kebebasan pada ibuku saat dia berkencan dengan beberapa orang relasinya. Aku tahu persis bahwa ibuku terkadang memberi pelayanan seksual kepada relasi-relasinya tersebut, baik dengan tujuan memperlancar usahanya, maupun sekedar kencan biasa untuk kesenangannya. Pada umumnya relasi tersebut telah memiliki keluarga sendiri.

Saya ingat salah seorang teman kencan ibu adalah seorang salesman mobil bekas dengan istri dan dua anak yang berusia remaja. Aku tidak tahu apa yang membuat ibu tertarik padanya, mengingat meskipun ibuku menikah diusia muda dan telah memiliki tiga orang anak dari hasil pernikahannya dengan ayahku, tapi ibuku adalah seorang wanita cantik yang awet muda, dengan bentuk tubuh yang masih tetap menggiurkan bagi laki-laki, bahkan aku yakin jika ibu mau ibu masih mungkin mendapatkan jodoh seorang perjaka. Itu terlihat jelas dari cara kaum lelaki memandangnya, apabila ibu keluar rumah.

Aku ingat saat pertama kali aku melihat ibuku telanjang, kejadian itu setelah kurang lebih satu bulan sejak aku dan Marta berhubungan seksual. Suatu hari seperti biasa aku kuliah dan pulang lebih awal dari biasanya, rupanya keluargaku termasuk ibuku menyangka bahwa aku yang biasanya sampai kerumah jam 10 malam, masih belum lagi akan pulang, karena hari baru menunjukkan pukul 7 malam. Hal itu terbukti kemudian dari tidak tertutupnya pintu kamar ibuku, meskipun aku heran kenapa ibu tidak memperhitungkan kedua saudariku. Saat itu karena malas memutar kedepan yang jaraknya lebih jauh aku masuk melalui pintu darurat yang biasanya merupakan tugasku untuk menguncinya.

Setelah aku masuk dan keluar dari dapur, kulihat pintu kamar ibuku terbuka, dan terdengar bunyi yang tak asing lagi suara decit batang penis yang keluar masuk di lubang vagina serta suara kepala ranjang yang mengenai dinding berulang-ulang. Penasaran aku langsung mengintip kedalam, meskipun saat itu lampu di kamar dipadamkan, tapi cahaya lampu jalanan mampu menerangi kamar ibuku melalui jendela kamar, walaupun temaram.

Disana kulihat ibuku tengah bersenggama dengan si Salesman mobil bekas, saat itu mereka tengah pindah posisi dari posisi misionaris menjadi posisi doggy style. Dan aku baru tahu apa yang menarik dari diri si Salesman tadi, rupanya penisnya besar dan panjang melebihi ukuran normal. Aku melihat batang penisnya keluar masuk vagina ibuku dari arah belakang, mereka bersetubuh dengan serunya, sementara ibuku berulang-ulang merintih nikmat, berpadu dengan geraman si Salesman yang juga merasakan kenikmatan gesekan penisnya dengan dinding vagina ibuku.

Okhhhhery akhh rintih ibuku, sambil memanggil si Salesman, kulihat ibuku menggoyangkan pantatnya secara bervariasi, kadang didorong kebelakang menyongsong batang penis Hery yang tengah di dorong kedepan, kadang bergoyang kekiri dan ke kanan secara mendadak. Membuat Hery menggeram tak henti-hentinya Hemmm.ughh.

Kocok lebih keras Her akhhh pinta ibuku pada Hery, yang segera menjawabnya dengan memompa ibuku lebih cepat lagi, Okhh Lin. Linda lubang vaginamu sangat seret dan nikmaatt uugh ceracau Hery pada ibuku. Mereka tetap memacu birahi mereka tanpa mempedulikan keringat yang membanjiri tubuh Hery dan menetes pada pantat ibuku.

Lalu dengan sebuah geraman yang keras, hemmmehm.. tiba-tiba tubuh Hery menggigil, ditancapkannya batang kemaluannya dalam-dalam di lubang vagina ibuku, tubuhnya sejenak mengejang, sedangkan ibuku kalang kabut menggoyang-goyangkan pantatnya dengan keras Akhh sialan kau Her aku hampir sampai kau duluan keluar, uh dulu kau mampu membuat aku orgasme dua kali, sekarang kau cuma mampu sekali keluh ibuku setengah memekik karena kecewa. Sementara batang kemaluan Hery mulai mengerut dengan cepat dan akhirnya keluar sendiri dari lubang vagina ibuku.

Rupanya meskipun ibuku telah menggoyang pantatnya kalang kabut, tapi puncak kenikmatan bersetubuh yang kedua tidak dapat diraihnya. Maafkan aku Lin habis makin sini goyanganmu makin yahud saja aku benar-benar tidak tahan menerimanya jawab Hery meminta maaf sambil merayu ibuku.

Aku sadar ibuku pasti segera keluar dari kamar, maka aku segera menyelinap dibelakang pintu dapur yang sedikit terbuka bekas aku masuk tadi. Dari celah pintu yang terbuka segera kulihat ibuku keluar dari kamar dengan telanjang bulat, sementara wajahnya masih menunjukkan raut kecewa, sedang tangan kanannya ditangkupkan pada selangkangannya lewat celah pantatnya untuk mencegah air mani Hery berceceran kelantai.

Kulihat payudara ibuku yang besar berayun dari kiri kekanan, sementara mount pubicnya tampak melentung kedepan, dengan rambut kemaluan yang lebat menutupinya, kupandangi tubuh mulus ibuku sambil menelan ludah, paha bulat panjang, pinggang yang ramping, pantat besar membulat, dan buah dada yang besar, ditambah dengan wajah yang cantik. Lelaki mana yang tidak akan tergiur untuk memilikinya.

Saat itu juga aku sadar, bahwa aku sangat ingin menyetubuhinya, terbayang dalam benakku, kalau ibu bisa menyukai Hery si Salesman hanya karena batang penisnya yang lebih besar dan panjang dari ukuran normal laki-laki, maka ibuku pasti akan menyukai aku juga yang memiliki batang penis tidak kalah besar dan panjangnya dari Hery.

Ibuku rupanya langsung mandi, karena kudengar suara orang mandi dari balik pintu kamar mandi tersebut, sementara Hery yang telah mengenakan pakaiannya, kemudian keluar dari kamar ibuku. Diketuknya pintu kamar mandi, dan terdengar suaranya Linda aku pulang ya katanya. He eh jawab ibuku pendek, rupanya ibuku masih kecewa.

Hery segera keluar dari apartemen kami lewat ruang tamu, aku sendir segera pergi keluar dengan menggunakan tangga darurat. Dibawah kulihat beberapa temanku yang tinggal di apartemen yang sama, bergerombol di halaman. Rupanya mereka merencanakan main bilyard. Aku ikut dengan mereka main bilyard, tapi hanya satu game setelah itu aku pulang ke apartemen kami.

Kali ini aku pulang lewat jalan depan, sengaja kubuat beberapa suara yang cukup berisik, agar ibuku tahu aku telah pulang, sambil bernyanyi dengan suara sumbang aku mengunci pintu keluar dari ruang tamu. Lalu aku beranjak masuk ke ruang keluarga. Disana kulihat ibuku tengah duduk menonton TV disofa dengan mengenakan daster yang tipis transparent mempertontonkan keindahan tubuhnya.

ÔÇ£Malam Ma.., ada acara yang menarik untuk ditontonÔÇØ tanyaku pada ibuku, ÔÇ£tidak ada acara yang benar-benar menarik untuk ditontonÔÇØ jawabnya sambil meraih sebungkus rokok Dunhill Light. Diambilnya rokok sebatang dan dinyalakannya, sambil menghembuskan hisapannya yang pertama, ibuku menepuk-nepuk sofa disampingnya, menyuruhku duduk disana.

ÔÇ£Rokok?ÔÇØ tawarnya padaku sambil menyodorkan bungkus rokok Dunhill Light nya, ÔÇ£tentuÔÇØ jawabku sambil duduk disampingnya dan mengambil sebatang rokok. Saat menyulut rokok, diam-diam aku merasa aneh, karena aku ingat saat pertama aku dating kemari setelah ayahku bunuh diri, aku pernah ketahuan olehnya sedang merokok di tangga, dan ibuku saat itu memarahiku sambil berceramah tidak baik seorang pemuda merokok, meskipun dia sendiri perokok.

ÔÇ£Don, Mama sudah berpikir tentang kamuÔÇØ katanya memulai percakapan, sambil matanya tetap terarah pada TV, meskipun aku tidak yakin dia bisa menikmati tontonannya. ÔÇ£Memangnya kenapa Mam?ÔÇØ tanyaku sambil melirik ibuku dan menghembuskan asap rokok.

ÔÇ£itu, tentang insiden di acara kamp gerejaÔÇØ katanya perlahan sambil berpaling padaku. ÔÇ£Mam, aku sangat menyesal atas kejadian itu, aku tahu aku telah membuat malu mama dan keluarga kita, aku tidak tahu harus berkata apa, yang jelas aku hanya ingin tahu bagaimana tubuh gadis-gadis jika tidak memakai baju, itu saja tidak ada maksud lainÔÇØ jawabku mencoba menjelaskan posisiku.

Kau memang laki-laki normal, karena itu wajar jika kau punya rasa penasaran tentang bagaimana sich tubuh wanita jika tidak mengenakan baju, mama tidak terlalu menyalahkanmu mama terhenti sejenak lalu lanjutnya sambil memandang TV kembali.

Don kau tahu bahwa dari dulu kamu adalah anak kesayangan mama, tapi karena sudah terlalu lama kamu tidak tinggal dengan mama, maka terkadang sekarang ini sulit bagi mama untuk menganggapmu sebagai anak mama, bukankah ini suatu hal yang logis?, bisakah kau memahami apa yang mama maksudkan?

ÔÇ£Sedikit kurasaÔÇØ jawabku yang sebenarnya masih kebingungan. ÔÇ£Karena itu, mama sekarang akan bersikap berbeda kepadamu dari sikap mama yang sebelumnya, karena mama akan berbuat lebih jujur, sesuai dengan apa yang mama rasakan, bahwa kamu rasanya bukan anak mama, meskipun mama tetap sangat mencintaimuÔÇØ kata mama kepadaku, ÔÇ£kau bisa menerima itu bukan?ÔÇØ lanjutnya padaku.Sekali lagi meskipun aku masih kebingungan aku menganggukkan kepalaku.

Mama mengulurkan tangannya untuk mematikan rokonya, lalu mama bergeser merapat padaku, sambil tangannya meraih tanganku serta meletakkannya dibuah dadanya. Buah dada mama jauh lebih besar dari buah dada Marta yang masih tumbuh, dan aku ingat aureoles nya juga lebih besar dan berwarna coklat.

Ibuku berdiri dan menarikku sampai aku berlutut didepannya, dibukanya baju daster tipis yang menerawang itu, sehingga dia berdiri telanjang di depan saya. Segera kenanganku kembali pada saat dia keluar dari kamarnya dengan tangan menangkup vaginanya lewat celah pantat, serta payudaranya yang bergoyang saat dia bergegas berjalan ke kamar mandi. Batang penisku segera mengacung tegak kaku seakan ingin menjebol celana yang tengah kupakai. ÔÇ£Peluk mama, nak!, raba, elus dan remas seluruh tubuh mama sesuka hatimuÔÇØ pintanya padaku. Bibir dan tenggorokkan ku terasa kering, dengan menelan ludah aku menuruti permintaannya.

Aku memeluknya dengan erat, sementara tanganku mengelus pinggangnya yang ramping, pantat dan pinggulnya yang membulat, lalu perlahan kucium lehernya yang wangi, serta kujilati daun telinganya sampai dengan lubang telinganya. Ciuman dan jilatanku kembali beralih pada lehernya, akhh desah ibuku ditelingaku.

Sejenak muka kami merenggang, kami saling bertatapan sejenak, lalu entah siapa yang memulai, tapi bibir kami akhirnya saling melekat dalam suatu ciuman yang nikmat. Kukulum bibirnya dengan gemas, sementara tanganku meremas payu daranya yang besar, okh betapa kenyal dan halusnya payu dara ibuku batinku.

Oh, yabegitu caranya, itu terasa begitu nikmat. Ehm marilah kita ke kamar mama Don!, dan buka seluruh pakaianmu kata ibuku kepadaku setelah kuluman bibir kami terlepas. Bagaimana dengan saudari-saudariku tanyaku dengan suara gemetar karena dorongan nafsu.

ÔÇ£Tenang, tadi siang mereka datang ke restaurant untuk pamit kepada mama, bahwa mereka malam ini akan menginap dirumah teman-temannya. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk saling mengenal lebih intim, dengan cara yang berbeda dari biasanyaÔÇØ jawab ibuku. Baru kini aku mengerti, kenapa ibuku sedemikian lalainya tidak menutup pintu kamarnya saat tadi bersetubuh dengan Hery, rupanya ibuku sudah tahu saudari-saudariku tidak ada, dan aku pasti belum pulang.

Aku nyaris tidak percaya dengan apa yang kualami, aku ingat betapa aku sangat ingin menidurinya hanya dua jam lalu, saat aku memergokinya dia bersetubuh dengan Hery. Sekarang dia mengundangku ke kamarnya di mana dia baru saja menghibur orang lain, sepertinya semua keinganku yang tadi segera akan terlaksana.

Dengan segera aku membopong tubuh ibuku yang telanjang bulat, sambil berjalan kekamarnya, mulutku kembali mengulum puting susunya yang telah menegak, seakan menantang untuk diemut.

Sesampainya di kamarnya kulihat tempat tidur ibuku masih berantakan, meskipun ibuku telah merapikan seprainya, aroma persetubuhannya tadi masih tercium diudara, dan itu membuat gairahku bertambah dua kali lipat, dan batang penisku didalam celana berdenyut-denyut. Dalam hatiku aku bertanya-tanya, apakah ibuku menyadari hal itu.

Kuturunkan ibuku, sampai dia terbaring diatas ranjang dalam keadaan telanjang bulat, seperti yang tengah menggodaku, kedua kakinya segera dikangkangkan memperlihatkan secara jelas vaginanya di bawah cahaya lampu kamar. Kulihat rambut kemaluan ibuku yang lebat, dan bibir vaginanya yang setengah terbuka, dan secuil daging tampak mengintip tepat pada bagian atas bibir vaginanya.

Segera kulepaskan seluruh bajuku, dan aku segera berbaring disampingnya, Wow rupanya anak mama memiliki batang penis yang luar biasa, ughhh begitu indah, sangat besar dan panjang, dengan otot yang kuat pekik ibuku saat melihat batang penisku, sambil mengangkat sedikit kepalanya memandang penisku.

Ibuku segera memiringkan tubuhnya, dan dia mendekapku erat-erat dengan tubuh telanjangnya. Kain spreinya terasa masih basah dan lengket saat dia memelukku dengan kuat.
Hal itu semakin merangsang aku, karena mengingatkan akan batang penis Hery yang menerobos lubang vagina ibuku dari belakang, dan aku nyaris tidak sabar untuk memasukkan batang penisku ke lubang yang sama.

ÔÇ£Cium aku, NakÔÇØ pinta ibuku sambil perlahan mengelus batang penisku, sedikit tergelinjang karena elusannya, aku segera mencium bibirnya yang mungil, kukulum bibirnya dengan penuh nafsu, kurasakan lidah ibuku menujah gigiku dan perlahan mengelusnya dengan ujung lidahnya.

Segera kukejutkan ibuku dengan lidahku yang kujulurkan langsung kedalam mulutnya, mmmhhh lenguh ibuku, sambil membalas perbuatanku dengan menghisap lidahku, kami berciuman dengan penuh gairah, lidah kami saling elus dan saling belit membuat gairah kami melambung ke atas awan.

Hmmm.., memm dengusan kami saling bersahutan semetara nafas kami menjadi tersengal, bukan saja karena pernafasan kami sedikit terhalang oleh ciuman kami yang sangat lama, tapi juga karena nafsu yang semakin memuncak.

ÔÇ£Kamu tampaknya sudah sangat berpengalaman, apakah kamu pernah meniduri perempuan sebelum ini?ÔÇØ tanya ibuku padaku setelah pagutan bibir kami terlepas. Aku sempat panik sejenak, aku khawatir mama mengetahui aktifitasku selama sebulan ini meniduri Marta adikku, tapi segera kuingat satu-satunya bukti adalah kain sprei ku yang selalu dicuci Marta setiap habis bersetubuh, karena mencucikan baju dan lainnya memang tugasnya. Jadi tidak mungkin dapat ditemukan bukti. Dan hal ini menenangkanku.

ÔÇ£Tidak, aku hanya pernah mencium beberapa orang gadis itu saja, selebihnya aku melihatnya di film porno yang kutonton beramai-ramai dengan temankuÔÇØ jawabku berbohong. Ibuku menatapku dengan lekat, seakan ingin meneliti apa aku bohong atau tidak. Aku balas menatapnya sambil menenangkan diri.

Jadi kamu masih perjaka? tanya ibuku sambil tersenyum. Kecuali mama menganggap melacap berarti kehilangan keperjakaan, maka aku memang masih perjaka  kembali aku berbohong. Doni Doni kamu memang anak baik, mama pikir kini saatnya kamu merasakan pengalaman pertamamu, kemari anakku sayang, biar mama tunjukkan sesuatu lanjut mama sambil tersenyum senang.

Aku tergelinjang kegelian, geli yang nikmat, saat ibuku menjilati telingaku aghh erangku tak tertahankan. Lalu ibuku menciumi leherku dan menggigitnya dengan gigitan mesra, kembali aku tergelinjang, nah kau dapat berbangga kepada kawan-kawanmu bahwa seorang perempuan telah memberimu gigitan cinta, tapi awas jangan mengatakan mama yang melakukannya bisik ibuku ditelingaku.

Lidah ibuku menyusur kebawah, diciuminya dadaku sambil terus dijilatnya, saat sampai pada puting susuku tiba-tiba diemutnya, sambil ujung lidahnya menggelitik ujung puting susuku, akhh. ma tak tetahankan aku kembali mengerang kenikmatan. Ibuku beralih melakukan hal yang sama pada puting yang satunya lagi, kembali aku tergeliat sambil berdesah akhh.

Sementara ibuku melakukan aksinya, tanganku tidak tinggal diam, tapi meremas-remas kedua buah dadanya dengan nikmatnya, ketika jilatan ibuku sampai diperut, aku segera sadar, dia ingin membuatku mengalami orgasme dengan mulutnya, karena itu aku segera menahan kepalanya, sambil berkata ÔÇ£mam, posisi tubuh mamanya jangan begitu, aku pernah melihatnya di film, ini seharusnya ada dimulutkuÔÇØ kataku sambil mengusap selangkangannya.

ÔÇ£Kau benar, itu posisi 69ÔÇØ jawab ibuku, ÔÇ£tapi itu kita lakukan nanti, sekarang mama ingin membuatmu merasakan kepuasan terlebih dahuluÔÇØ jawab mama sambil melanjutkan aksinya. Lidahnya kembali menjilati perut bawahku, sampai pangkal paha, lalu dia menjilati kantung pelirku, dan menghisapnya.

Terasa agak ngilu tapi nikmat saat ibuku mempermainkan buah pelirku, lalu lidahnya menjilat makin keatas, kini batang penisku yang dijilatnya, sampai aku mengeluarkan air madi yang cukup banyak, dan hup mulut ibuku, tiba-tiba mengulum kepala penisku, sambil menghisap air madi yang meleleh keluar, akhhh kembali desahku tak dapak kutahan.

Kini mama selain menghisap batang penisku, lidahnya juga bermain-main dilubang kencingku, mataku terbeliak merasakan kenikmatan itu, akhh mama.okh.. nikmat sekasekali ceracauku, sambil meremas-remas rambut ibuku. Ibuku mulai menaik turunkan mulutnya untuk mengocok batang penisku, saat mulutnya turun, selalu dibarengi dengan hisapannya pada batang kemaluanku, serta jilatan lidahnya pada kepala penisku.

Aku benar-benar tidak tahan lagi, hasrat yang telah muncul sejak aku melihat ibuku bersetubuh, dan telah kutahan sedemikian lama, membuatku dengan cepat merasakan rasa geli yang nikmat pada penisku, segera kujambak rambut dikepalanya dan kupegang kepalanya agar mengulum batang penisku lebih dalam, dan Akhhh.okhhhh mam akhuuokhhh dengan erangan yang keras aku memuncratkan air maniku didalam mulut ibuku.

Ibuku tetap mengulum dbatang penisku, kini gerakannya searah, dari pangkal kekepala penis, sambil terus menghisap dan menelan seluruh air maniku, tanpa tersisa. Badanku kejang beberapa saat, lalu ketika semprotan air maniku berakhir, tak terasa tubuh melemas.

Gimana nikmat? tanya ibuku sambil melap mulutnya dengan tisue, wow hebat sekali mam, jauh lebih nikmat dari pada melacap jawabku kepada ibuku. Nah ingat-ingatlah mulai kini mama melarang kamu melacap, kalau kamu ingin mama akan membantu memuaskan kamu Doni lanjut ibuku sambil mencium bibirku.

Mam, bolehkah aku menciumi seluruh tubuhmu? tanyaku setelah bibir kami terpisah. Tentu tentu Doni boleh melakukannya, bahkan mama akan mengajari Doni bagaimana caranya memuaskan wanita jawab ibuku sambil tersenyum, dan berbaring terlentang disebelahku.

Aku mulai dari menciumi dahinya, lalu menjalar mengarah kebawah, mata, hidung, pipi, dan akhirnya kukulum bibir ibuku, cukup lama aku mengulumnya sambil lidah kami saling hisap dan saling belit. Lalu kutiru gerakkannya dengan menjilati lubang telinganya, aughh kamu pintar sayang desah ibuku sambil tergeliat kegelian saat lidahku menggelitik lubang telinganya.

Kugigit pelan daun telinganya, lalu kujilati belakang telinganya, jilatanku kemudian menjalar pada leher dan kuduknya kubalas gigitan ibuku dengan memberinya cupangan yang besar dilehernya. Ssst jangan Don, nanti banyak yang akan memperhatikan mama cegah ibuku sambil tubuhnya tergelinjang karena cupanganku. Tapi aku tidak mempedulikannya, aku terus mencupangnya sampai akhirnya ibuku menyerah dan membiarkan aku mencupangnya.

Lidahku kemudian menjalar pada bahunya, lalu dengan suatu gerakan pasti kubuka ketiak ibuku, dan kujilati ketiaknya yang tidak berbulu karena rajin ke salon. Ssttt hess. desis ibuku kegelian karena ulahku. Kini lidahku menjalar di dadanya, dengan sebuah tangan kuremas buah dada kirinya, sedangkan mulutku kini mengulum buah dadanya yang kanan, perlahan tapi pasti, akhirnya kuemut puting susunya yang telah tegak menantang. Aku mengemut sambil mengelus-elus kepala puting itu dengan ujung lidahku. Puas dengan yang kanan, emutanku berganti pada puting yang kiri, sementara tanganku meremas dan mempermainkan buah dadanya yang kanan.

Lalu lidahku menjilati perutnya, semakin kebawah dan tampaklah sekarang vaginanya terpampang tepat didepan mataku, aku tertegun sejenak memandang vagina ibuku, vagina itu lebih besar dibanding punya Marta, dengan rambut kemaluan yang lebih lebat juga. Kugerakkan tanganku untuk membuat kaki ibuku lebih terkangkang.

Terlihat klitorisnya juga lebih besar dan lebih menonjol dibandingkan Marta, sementara bibir vaginanya tampak sedikit menggelambir. Kusiakan bibir vaginanya dengan jariku sehingga bagian dalam vaginanya yang berwarna merah kecoklatan muncul, terlihat cairan pelicin mulai muncul dari lobang vaginanya.

ÔÇ£Apa yang sedang kau lihat sayang, ini namanya klitoris dan merupakan pusat kenikmatan wanita, semua wanita akan segera mengalami orgasme, jika itu dimainkan dengan benarÔÇØ kata ibuku sambil jari telunjuk kanannya menunjuk seupil daging yang berada tepat diatas bibir vaginanya.

Tanpa membuang waktu lagi kujulurkan lidahku dan kujilat sepanjang vaginanya. akkhhhh.. okhhh erang ibuku kenikmatan, selama beberapa saat kulakukan hal itu lalu dengan tiba-tiba kukulum klitorisnya. Ibuku tergelinjang dengan hebat sambil mengerang lebih keras aaakkkhhhh. okhhhhh. akkkkhhhh erang nikmatnya terasa menggetarkan jiwaku.

Kulihat tangan ibuku meremas-remas kain sprei dengan kuatnya, sementara kakinya mulai menyepak-nyepak tempat tidur. Aksiku kini berubah kujilat sekali dari atas kebawah, lalu lidahku kujulurkan masuk dalam lobang vaginanya, terasa cairan pelin ibu sedikit asin rasanya.

Aku kembali mengulum klitorisnya, sementara dua jariku kumasukkan kedalam lobang vaginanya, baru juga dua kali jari-jariku menggelitik bagian dalam vaginanya, pantat ibuku tiba-tiba terangkat keatas, sedangkan kedua tangannya menekan kepalaku ke arah selangkangannya, aaakkkhhhh okhhhh dengan erangan yang keras puncak kenikmatan seksual ibuku diraihnya.

Lalu saat tubuhnya melemas, aku segera menelungkupinya, dan kumasukkan batang penisku kedalam lubang vaginanya, blesss penisku masuk yang langsung disambut dengan emutan dinding vaginanya. Dari posisi klitorisnya yang menonjol, aku tahu aku harus lebih banyak melakukan gesekkan, agar klitorisnya juga lebih banyak tergesek rambut kemaluanku. Dan aku melakukannya, tubuh ibuku yang mula-mula masih lemas dan membiarkan aku memompanya, perlahan berubah, kini dia memberi respon dengan menggoyangkan pantatnya kekiri kekanan mengimbangi desakanku. akhhh.okhh kau pintar sekali Don okhhh ceracau ibuku ketika dia mulai mengimbangi pompaanku. Aku sendiri hanya bisa mendengus-dengus karena nikmatnya, ternyata dinding vagina ibuku masih ketat meskipun dia sudah berusia 40 tahun.

aaakkkhhh okkhhh desahan ibuku berpadu dengan lenguhanku, ughhh ukhhh... Kupercepat pompaanku, lalu kurasakan ibuku mulai memutar-mutar pantatnya, aku segera merubah cara memompaku dengan memompa sambil memutar-mutar pantat ku berlawanan arah dengan putarannya. Akhhhhokkhhhh desah kami semakin keras.

Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba tubuh ibuku mengejang, sambil menaikkan pantatnya tinggi-tinggi Doniiiii.okhhakhmam..a akhh kelua rghhceracau mama sambil menekan pantatku dengan kedua tangannya. Kubiarkan ibuku menikmati orgasmenya, sampai akhirnya tubuhnya melemas sedangkan matanya terpejam.

Kucium bibirnya sekilas lalu aku segera memompanya lagi. Ibuku masih belum menunjukkan reaksi, tapi aku tetap memompanya perlahan untuk membangkitkan kembali gairahnya. Dan harapanku terlaksana beberapa menit kemudian, kurasakan ibuku mulai merespon pompaanku.

Linda sayang, aku ingin kamu menungging bisikku ditelinganya, ibuku yang sejak tadi memejamkan matanya, tiba-tiba membuka matanya, hussDoni mulai kurang ajar ya sama mama? katanya sambil mencubit pelan pinggangku. Kenapa Lin bukankah kau tidak bisa menganggap aku anakmu, maka akupun tidak bisa menganggapmu ibuku, bahkan kini aku sudah menyetubuhimu maka kamu sekarang sudah jadi istriku Linda sayang jawabku.

Uh kamu ada-ada saja, tapi emmm Doni boleh memanggilku Linda saat kita bersetubuh, atau hanya ada kita berdua, tapi kalau ada orang lain Doni tetap harus memanggilku mama, mengerti? katanya sambil tetap memutar-mutar pantatnya ketika dilihatnya aku mengangguk, ibuku tersenyum dan mencium bibirku, ayolah kalau kamu ingin posisi doggystyle katanya.

Aku menghentikan pompaanku lalu kami berganti posisi dan kembali kumasukkan batang kemaluanku kedalam lobang vagina ibuku, dalam posisi ini kemutan dinding vagina ibuku terasa lebih ketat, pantas Hery segera menyerah. Tapi tidak dengan aku, aku telah bertekad untuk memuaskan ibuku sampai dia bertekuk lutut pada diriku, karena aku berniat menghilangkan kebiasaannya bersetubuh dengan lelaki lain. Aku bertekad sejak sekarang hanya aku yang boleh menyetubuhinya.

Kulakukan segala cara untuk membuatnya cepat menggapai orgasmenya, sementara aku sendiri harus bertahan sekuat tenaga agar tidak muncrat lebih dahulu. Pengalamanku dengan Marta banyak membantuku, kuulurkan sebelah tanganku untuk meraih klitorisnya, dan mengulir-ulirnya. Ibuku hanya bertahan beberapa menit sampai akhirnya dia mencapai orgasmenya yang kedua.

Akhhh okhhherangnya dengan keras sebelum tubuhnya mengejang kaku, kembali kubiarkan ibuku sampai tubuhnya lemas kembali, lalu segera kuminta padanya agar berbaring terlentang kembali. Okhhh kamu hebat sekali Don katanya dengan suara lemah, sambil membaringkan tubuhnya yang masih lemas.

Tanpa banyak bicara lagi aku segera memompanya, lagi dan lagi sampai akhirnya akupu tidak dapat bertahan lebih lama, ughhh Lindaakhuu tidak tahan lagi kataku kepada ibuku, tahan sebentar sayang aku juga mau sampai jawabnya sambil mengguncang-guncangkan pantatnya dengan dahsyat. Aku kini berdiam diri, berusaha keras agar bisa merasakan orgasme secara bersamaan.

Dan ketika tangan ibuku kembali mencengkram pantat dengan kerasnya akupun memucratkan air maniku yang kedua kalinya malam itu, bersamaan dengan orgasme kelima ibuku karena ulahku. Linn akhhh, Doniiii.. okhhh erang kami bersamaan saat puncak kenikmatan persetubuhan kami raih secara bersamaan.

Tubuh kami mengejang dengan kuatnya, lalu perlahan melemas dan aku ambruk diatas tubuh ibuku. Sejenak kami terdiam merasakan sisa-sisa kenikmatan. Setelah beberapa saat baru aku mengangkat kepalaku menatap wajah cantik ibuku. Seulas senyum tampak dibibir ibuku ketika mata kami bertemu pandang.

Kucium bibirnya lembut, lalu kupandangi kembali wajahnya yang cantik. ÔÇ£Mama tidak mengira kau begitu hebatnya, untuk membuat kamu mengeluarkan airmani kedua kalinya harus mama bayar dengan empat kali orgasme. Tahukah Doni hal seperti ini baru kali ini mama alamiÔÇØ katanya dengan suara lirih setengah mengambang.

ÔÇ£Sebenarnya mama hampir tidak percaya kalau Doni masih perjaka, karena apa yang tadi Doni lakukan sulit dikerjakan oleh orang yang sangat berpengalaman sekalipun, tapi mama terpaksa percaya, karena hanya perjaka yang langsung bisa tegang lagi setelah memuncratkan air maninyaÔÇØ lanjutnya dengan suara tetap lirih, tapi kurasakan tangannya meraba batang kemaluanku yang memang menegang lagi.

Aku hanya tersenyum sambil kembali memasukkan batang penisku kedalam lubang vaginanya, ughh kau memang luar biasa Doni sayangku kata ibuku saat batang penisku masuk kembali kedalam vaginanya. Linda sayang, mulai kini Doni tidak mengijinkan kamu berhubungan seks dengan laki-laki lain, hanya aku yang boleh menyetubuhimu, Doni minta kamu tinggalkan kebiasaan membawa laki-laki kedalam kamar ini, baik dengan alasan bisnis maupun hanya sekedar memenuhi hasrat seksualmu, Doni akan setia memuaskanmu kapan pun juga, sehingga kamu tidak memerlukan siapapun lagi, berjanjilah padaku sekarang kataku kepada ibuku.

ÔÇ£Darimana kamu tahu aku suka membawa laki-laki kekamar ini?ÔÇØ tanya ibuku dengan kening berkerut. ÔÇ£Aku, Lena dan Marta tidak buta Lindaku sayang, karena itu kuminta kamu berjanji padaku untuk tidak bersetubuh dengan siapapun juga kecuali dengankuÔÇØ kataku sambil mulai memaju mundurkan pantatku, tapi mataku tetap memandang mata ibuku.

Mata ibuku sedikit meredup saat dirasakannya gesekan batang penisku di lubang vaginanya, ÔÇ£aku berjanji sayang, asal Doni juga berjanji selalu siap menyetubuhikuÔÇØ katanya sambil mulai menggoyangkan pantatnya lagi.

Malam itu aku menyetubuhinya sebanyak tiga kali, dan membuat ibuku mengalami orgasme tak kurang dari sebelas kali. Sejak saat itu Linda, ibuku tidak pernah lagi menerima tamu laki-laki, dan aku harus membagi waktuku untuk meyetubuhi dua orang perempuan sekaligus, Linda, Ibuku dan Marta, adikku.

Aku dan ibuku sering mandi bersama dan aku menyabuni sekujur tubuhnya, termasuk payudaranya yang besar dan rambut kemaluannya yang lebat dan hitam, serta vaginanya. Pada saat seperti itu selalu ibuku menghisap batang kemaluanku, tapi aku tidak pernah lagi mengijinkannya menghisap air maniku, tapi saat dia memberiku blowjob, setiap kali pula aku memasturbasinya, sampai dia orgasme. Dan setiap kali aku menuntaskan permainan dikamar mandi dengan persetubuhan yang mengasyikan. Berbagai mavcam gaya kami lakukan, mulai dari ibuku menyender dinding kamar mandi sambil mengangkat sebelah kakinya dan aku berdiri memompanya, atau dia berdiri sambil nungging sementara aku memompanya dari belakang, sampai dia duduk dipinggir bak mandi sementara aku memompanya dari depan.

Tapi saat-saat yang paling kusukai adalah ketika ibuku dengan telanjang bulat menyelinap ketempat tidurku. Kadang disiang hari jika kami ada yang terangsang, selalu saling menghubungi, lalu janjian bertemu disebuah motel dan kami bercinta habis-habisan di kamar motel.

Bertahun kami melakukannya, sampai akhirnya Lena menyandang gelar sarjana dan menikah dengan teman kuliahnya, mereka pindah ke kota lain yang jauh karena suaminya bekerja disana. Sedang Marta adikku setamat SMA dia menikah karena hamil oleh ulahku, suaminya adalah laki-laki yang dijebaknya untuk menyetubuhinya, lalu dia harus bertanggung jawab untuk kehamilan yang disebabkan ulahku.

Ibuku sendiri senang Marta cepat menikah, karena dengan demikian hanya tinggal kami berdua yang ada dirumah, apalagi Marta juga dibawa suaminya pindah ke kota yang cukup jauh, kami makin bebas bertindak seperti suami istri di apartemen kami, meskipun sebetulnya kami adalah ibu dan anak. Saat aku meraih gelar sarjanaku setahun setelah Marta menikah, aku tidak bekerja tapi mengurus restauran milik ibuku atau istriku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*