Anak Nakal Season 2 BAB XXIV

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XXIII BAB XXIV Malam Pertama NARASI FAIZ KEMBALINYA SANG PANGERAN, itulah judul headline surat kabar. Sehari setelah aku melamar Iskha di depan umum dan disiarkan secara live sebuah stasiun tv swasta itu, langsung media masa heboh. Aku dan Iskha dinobatkan sebagai pasangan selebritis yang paling romantis. Aku pun serius dengan lamaran itu. Nggak usah ditanya deh, ayahnya

Anak Nakal Season 2 BAB XXIII

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XXII BAB XXIII Return of the Prince NARASI ISKHA Aku hari ini ada konser di Srikandi Hall. Bukan aku saja sih yang mengisi. Banyak. Dan semuanya artis-artis papan atas. Kalau dulu aku yang menyanyi menjadi pembuka panggung, sekarang aku jadi main character. Panggung sudah ditata sedemikian rupa. Bentunya seperti tanda X. Aku ada di tengah dan bisa berjalan ke sana kemari.

Anak Nakal Season 2 BAB XXII

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XXI BAB XXII What The Fuck??? NARASI HANI Aku senang sekali, ketika Pak Hendrajaya menawariku kerja di kantornya setelah aku lulus kuliah D2 Sekretaris. Beliau benar-benar memberikan posisi yang sangat penting bagiku. Selain aku senang karena aku bisa dekat dengan beliau yang notabenenya adalah ayah biologisku, aku juga senang karena gajinya cukup besar untuk seorang sekr

Anak Nakal Season 2 BAB XXI

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XX BAB XXI Engkau adalah Hidupku NARASI FAIZ Kuliah di luar negeri, sebenarnya nggak beda jauh sih ama di Indonesia. Hanya saja di sini lebih terstruktur dan memang budayanya beda. Aku sendiri sudah menyesuaikan diri. Mulai banyak teman, nggak cuma dari Amrik saja tapi juga dari negara-negara lain. Dari Indonesia sendiri sebenarnya ada tiga orang, dari India ada banyak. D

Anak Nakal Season 2 BAB XX

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XIX BAB XX Rindu NARASI ISKHA Sudah tiga tahun ini Mas Faiz pergi keluar negeri. Ayahnya beberapa kali menemuiku. Aku menceritakan kalau Faiz sekarang berada di Havard atas usaha dan kerja kerasnya sendiri. Dia sangat bangga sekali. Terus terang hubunganku dengan ayahnya sangat dekat sekarang. Dia sudah menganggapku sebagai anaknya sendiri. Ayahku pun mulai menjalin hubun