Bundaku 12

Cerita Sebelumnya : Bundaku 11 Part 12 Tiga hari telah berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda kalau Bunda akan memaafkanku, sementara aku sendiri tetap tak berani menegurnya, aku takut teguranku membuatnya semakin marah. Selain Bunda, hubunganku dengan Putri juga semakin memburuk, dia tak lagi mau bermain denganku lagi. Kuambil sebatang rokok, lalu kuhidupkan rokokku dengan zipo. Fuuh… saat ini hanya rokok yang

Bundaku 11

Cerita Sebelumnya : Bundaku 10 Pov Bunda. Aku benar-benar terkejut dengan apa yang sedang terjadi anatara aku dan anakku, semuanya seperti mimpi, tapi aku sadar ini bukan mimpi. Kembali kupandangi tubuhnya, ada satu bagian yang menarik bagiku, yaitu burungnya, ukurannya memang tidak begitu besar, tapi terlihat sangat kokoh dan keras. Duh ada apa dengan diriku, vaginaku kembali terasa gatal, apa aku menginginkan per

Bundaku 10

Cerita Sebelumnya : Bundaku 9 “Maling… maling… ” Aku terbangun saat mendengar teriakan Bunda, buru-buru aku melompat dari tempat tidurku. Dan benar saja kulihat dua orang pria yang sedang berusaha melarikan diri. Tanpa memperdulikan Bunda, aku mencoba mengejar dua pencuri tersebut, lalu di susul beberapa warga yang mendengarkan teriakan Bunda. Kulihat mereka semakin menjauh, menerobos masuk

Bundaku 9

Cerita Sebelumnya : Bundaku 8 Part 9 Saat aku terjaga, kulihat beberapa pasang mata memandangku dengan tatapan khawatir, apa yang sebenarnya terjadi ? seingatku aku sedang bermain dengan kedua bidadariku, tapi kenapa sekarang aku ada dikamarku dan dikelilingi oleh banyak orang seperti ini ? Kualikan pandanganku kearah Bunda, berharap mendapat jawaban darinya. “Kamu gak papakan sayang ?” Tanya Bunda khwa

Bundaku 8

Cerita Sebelumnya : Bundaku 7 Part 8 Rasanya lega juga setelah ikatan dan sumpalan di mulutku di lepas oleh mereka, aku masih memasang wajah cemberut didepan mereka, enak saja mereka memperlakukanku seperti hewan qurban, awas ya, nanti tak balas lebih sadis lagi. “Cup… cup… cup… jangan ngambek dong Adekku yang ganteng, nanti gantengnya hilang loh.” Bujuk Kak Sifa, sambil memoncongkan b

Bundaku 7

Cerita Sebelumnya : Bundaku 6 Part 7 Sungguh aku sangat terkejut saat melihat Kak Sifa dan Kak Peni sedang menatapku sambil tertawa renyah. Huh, hampir saja aku jantungan akibat ulah mereka berdua, entah apa yang mereka inginkan sehingga sampe harus menculikku. Aku duduk ditepian tempat tidur mereka, sambil memasang wajah jutek. “Udah, gak usah cemberut gitu.” Kata Kak Sifa. “Habis, Kakak si…

Bundaku 6

Cerita Sebelumnya : Bundaku 5 Part 6 Saat aku terbangun, aku tak lagi mendapatkan Kak Nurul di sampingku, kemana dia pergi ? apa jangan-jangan aku sedang bermimpi ? Ah, tidak mungkin, aku masih bisa merasakan nikmatnya hubungan sex kami tadi siang. Kusingkirkan selimutku dari atas tubuhku, meninggalkan tubuhku yang telanjang bulat. Aku berdiri, lalu mengenakan kembali celana kolorku. Aku sempat berkaca sebentar seb