Istana Pasir Milik Sang Ayah 3

Cerita Sebelumnya : Istana Pasir Milik Sang Ayah 2 Bagian 3 – Piknik Menemui Ibunda Tercinta (revised) Sekarang hari Sabtu. Pukul 6:30 pagi hari, angin segar dan sejuk di daerah seputar perbukitan menerpa pipi kanan di wajah Diro yang ganteng dan maskulin, lewat buka-an kaca pintu kanan mobil ‘*and*over’-nya yang usianya sudah lumayan ABG alias 11 tahunan. Setelah hampir dua setengah jam mengendar

Istana Pasir Milik Sang Ayah 2

Cerita Sebelumnya : Istana Pasir Milik Sang Ayah 1 Bagian 2 – Yang Muda Yang Berbisa! Sekarang hari Sabtu, pukul 9:00 di pagi hari yang cerah. Dari arah depan, di halaman rumah yang rumputnya berwarna hijau segar, seekor ayam Bekisar mulai memperdengarkan suara kokoknya yang indah, nyaring dan bergema. ‘Telat… Yam! Sekarang giliran burung kicauan yang berbunyi!’, kata Diro didalam hatinya

Istana Pasir Milik Sang Ayah 1

Pelaku peran: Darso (57) = duda, ayah Daniati, kakek Diro. Danang (38) = mantan duda, sekarang suami Weni. Daniati (37) = janda, ibu kandung Diro. Weni (36) = mantan janda, sekarang isteri Danang. Dini (18) = (pr), anak kandung Weni. Diro (18) = (lk), anak kandung Danang & Daniati. Bagian 1 – Tidak Muda, Tua Pun Jadi Sekarang hari Jum’at, di pagi hari, malahan masih sangat pagi! <Tenggg…!&g

Anak Nakal 18 (Tamat)

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal 17 Bab 18 ISTRIKU AULA “Ric?!” aku menelpon salah seorang kenalanku yang ahli dalam dunia hacking yang bernama Ricard. “Butuh bantuan lu nih.” “Anjrit! Doni?? Masih hidup lo?” tanyanya. “Monyet, ya hiduplah. Eh aku ada plat nomer nih, kau bisa lacak nggak rumahnya di mana?” tanyaku. “Oh beres, like old times,” katanya. “

Anak Nakal 17

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal 16 Bab 17 MENCARI ISTRI Petualanganku dengan banyak wanita yang lalu membuatku harus memberikan sebuah keputusan yang mana akan mengubah hidupku sepenuhnya. Yaitu aku harus punya istri. Mbak Juni kah? Atau siapa? Sampai sekarang pun aku tidak pernah bertemu lagi dengan Mbak Juni. Dia sempat mengisi hatiku tapi ia menghilang. Bunda, Kak Vidia dan Nur tahu rasa kehilanganku, dan mereka

Anak Nakal 16

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal 15 Bab 16 The Twist Malam telah merayap mengerubung seperti semut hitam. Perasaanku mulai tenang karena polisi sepertinya tak menaruh curiga kepadaku. Pulang ke rumah merupakan sesuatu hal yang lebih nyaman kurasa. Ibarat pepatah bilang, “Rumahku adalah surgaku” mungkin memang benar. Di rumah aku bisa menemukan kedamaian daripada di luar sana. Rumah sepertinya sepi, terlih

Anak Nakal 15

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal 14 BAB 15 HORROR Narasi Doni AKu tak percaya atas apa yang barusan diceritakan oleh Laura. Tapi kalau itu kenyataan maka, Anisa dan aku sama saja incest. Dan aku telah melakukan sebuah kesalahan. “Kalau begitu celaka!” gumamku. Aku segera keluar dari rumah itu. “Don, ada apa? Ada apa?” tanya Laura. “Tetap di sini, tunggu sampai aku kembali!” kataku.