Jangan Sampai Papa Mama Tahu

Siang ini begitu panas. Perjalanan pulang dari sekolah menuju rumah terasa sangat melelahkan walau aku mengendarai motor. Aku tidak pulang sendiri, tapi membonceng kakak perempuanku. “Dek, buruan… panas nih” “Iya… tau kok” “Tapi jangan ngebut kayak gini juga!” “Tadi katanya buruan, gimana sih kakak ini?” “Eh, diam, jangan ngelawan” Duh, kakakku ini sungguh semena-mena. Namaku Andre. Aku masi

Mama Impian 4

“Duh, mati kita bob.. Percuma kalo kamu keluar juga pasti papa tau. Kamu sembunya ditoilet aja ya sayang. Biar mama yang bukain pintu kamar mandi.” Pinta mama sambil memakai handuk. Aku langsung berdiri memungut semua pakaianku yang berserakan dan membawanya masuk ke dalam bilik toilet, karena toilet mama disekat kaca tebal berwarna gelap, jika dilihat dari posisi luar toilet tidak terlihat jika didalam

Bundaku 21

Part 21 Aku pulang dalam suasana hati yang bahagia, apa lagi mengingat kejadian barusan, aku meresa seperti berada di dunia khayal, aku tidak menyangka kenekatanku mengintip Ustadza Karima, akan berakhir dengan perasaan bahagia. Apa lagi minggu depan mereka berjanji akan memberiku sebuah kejutan. Rasanya aku tidak sabar menunggu minggu depan Tapi kebahagianku tidak berlangsung lama, saat aku tiba depan rumahku, kul

Ibuku Cintaku dan Dukaku 6

“Kemana perginya ya?” aku masih bertanya-tanya sambil terus melacak keberadaan celana dalamku itu di sekitar tempat tidur Ibuku. Namun tetap saja tak kutemukan. “Ah! Capek! Pake baju dulu deh. Dari tadi nyari celana dalam sambil telanjang gini kayak orang gila aja.” Aku kembali ke kamarku untuk berpakaian. Kubawa serta celana dan baju kotorku tadi ke kamarku. Kulemparkan begitu saja di dekat ranjang. Kubuka

Ibuku Cintaku dan Dukaku 5

Sesaat aku berpikir akan nasibku kemudian. Kemungkinan Ibu akan menjulukiku ‘Si Tukang Ngompol’, atau ‘Si Anak Mami’, atau mungkin ‘Si Bayi Besar’, dan sebagainya yang akan menjatuhkan harga diriku di mata Ibu. Aku pastinya hanya bisa pasrah. Aku sungguh tidak habis pikir. Bagaimana bisa aku ngompol lagi? Aku kan sudah berhenti ngompol sejak umur 5 tahun? Kok sekarang, gara-gara nonton Ibu ‘bermain’

Ibuku Cintaku dan Dukaku 4

“Kukkrukukkuuuuukk…” suara kokok ayam yang terus bersahutan di sekitar rumahku. Bunyi itu muncul bagaikan alarm otomatis setiap harinya. Jumlah ayam jantan Pak Imron dan Bu Halimah yang cukup banyak membuat suara kokok mereka seperti paduan suara. Dan semua ayam mereka memang sengaja dilepaskan ke alam liar setiap subuh dan akan pulang ke kandang dengan sendirinya ketika petang. Biasanya fenomena paduan suara

Wild Love 34

Di taman ketika aku mulai menyesali semua yang telah terjadi, semua yang telah aku lakukan. Di guyur hujan deras yang membasahi setiap nanometer tubuhku. Mencoba meresapi dan merenungi semua yang terjadi. Hingga sapuan air mata langit tak lagi mengenai tubuhku. Sebuah payung melayang di atasku dengan tangan indah memegang. Kulihat wanita itu tersenyum kepadaku. “Pulang…” begitu ucapnya “Tidak aku ingin