Mama Gitu Dehh.. 2

Cerita Sebelumnya : Mama Gitu Deh.. 1 “Kalau begitu pelajaran kita akhiri sampai disini, Tolong tugas yang bapak berikan tadi jangan lupa untuk dikerjakan, Minggu depan dikumpul setelah itu kita langsung ulangan harian” “Huuuuuuuuuuuuuuu” sorak anak- anak satu kelasku ketika mendengar kata ulangan harian. Jam pelajaran terakhir pun tanpa terasa sudah selesai , tetapi jujur saja semua yang dijelaskan oleh pa

Mama Gitu Dehh.. 1

Cerita Sex Sedarah Berjudul : Mama gitu deh… “Hoaaamaaaaaaam…………………….”, suara itulah yang pertama kali keluar dari mulut ku di pagi hari ini seperti hari hari yang lain, pagi ini pun aku dibangunkan oleh suara yang cukup berisik dari pintu kamar ku dor dor dor “ do bangun do sudah siang nanti kamu telat kesekolah loh sayang ……..” Yah teriakan

Kak Alya 13 (Tamat)

Cerita Sebelumnya : Kak Alya 12 Aku mengikuti kak Alya dan teman-temanku ke kamar mandi. Aku sudah benar-benar tak berdaya. Sebelumnya aku melihat mulut kak Alya dijejali penis oleh Dado dan membuat kak Alya menelan semua spermanya, bahkan kak Alya melakukannya dengan suka rela dan tampak menyukainya. Hal yang lebih gila lagi adalah ketika kak Alya menerima panggilan telpon dari Papa, dia tetap berbicara ketika sed

Aku Jadi Pengantin Muridku 9 (Tamat)

Cerita Sebelumnya : Aku Jadi Pengantin Muridku 8 Lama kelamaan, muncul rasa nikmat dari vaginaku akibat gerakan penis Rendy. Walaupun masih bercampur dengan rasa perih, aku bisa merasakan bahwa sensasi baru ini berbeda dari saat vaginaku dioral dan dipermainkan oleh jari Rendy. Sensasi ini lebih menyentuh sekujur syarafku. Rendy kembali membelai pahaku sambil menjilatinya pelan sehingga gairah seksualku kembali ban

Aku Jadi Pengantin Muridku 8

Cerita Sebelumnya : Aku Jadi Pengantin Muridku 7 “Waah, tulisan kakak jelek sekali! Padahal katanya sudah kuliah!” kembali Rendy mempermalukan diriku. Ia lalu berjalan kehadapanku, melepas lakban mulutku dan menarik keluar celana dalamku yang sedari tadi telah menjejali mulutku. “Ahh.. ohk.. ohkk..” Aku terbatuk-batuk dan menghela nafas lega. Kulihat Rendy sedang mengendusi celana dalamku ya

Aku Jadi Pengantin Muridku 7

Cerita Sebelumnya : Aku Jadi Pengantin Muridku 6 “Oke, kak! Sekarang giliran kakak yang main! Ayo kulum dan mainin pakai lidah kakak!” perintah Rendy sambil menghentikan gerakannya. Aku sendiri sudah mati kutu, kepalaku terjepit diantara selangkangan Rendy dan bantalku, sehingga aku tidak bisa bergerak bebas. “Ayo, Kak! Atau mau kugerakkan sendiri dimulut kakak seperti barusan?” ancamnya pad

Aku Jadi Pengantin Muridku 6

Cerita Sebelumnya : Aku Jadi Pengantin Muridku 5 Aku menghela nafas dan menutup pintu kamar itu. Memang kulihat gaun itu dilengkapi dengan mahkota, sarung tangan, bahkan stocking dan sepatu yang semuanya berwarna putih susu. Luar biasa! Sejenak aku kagum dengan kepandaian bu Diana dalam merancang gaun itu, komposisi yang disusunnya benar-benar serasi. Aku lalu menuruti perintah Rendy untuk memakai semua pakaian itu