SI Rambut Merah Bab 9

BAB IX Why? “Nit, aku punya tiket buat nonton bioskop, seharusnya hari ini mau ngajak Joshua. Kamu mau? mubadzir kalau dibuang,” katanya kepada Yunita. “Oke, boleh,” jawab Yunita. “Siipp, nanti sore? Kujemput?” tanya Hiro. “Gak usah, kita ketemuan aja di mall,” jawab Yunita. “Baiklah,” kata Hiro. Ya, bagus Hiro. Kamu bisa ngajak Yunita kencan sekarang.… Read More »

Si Rambut Merah Bab 8

BAB VIII Kejutan Hari ini aku naik sepeda ke sekolah. Hampir satu sekolahan heboh melihatku naik sepeda. Kenapa? Ya karena sekarang aku nggak dianter sopir lagi. Nggak keluargaku, nggak orang lain, semuanya heboh. Dan melihat penampilanku yang nggak seperti biasanya hari ini, mereka juga sedikit terkejut. Terutama Joshua. “Kamu kesambet ya?” tanya Joshua. “Kenapa?” tanyaku.… Read More »

Si Rambut Merah Bab 7

BAB VII Approaching Dalam kehidupan ini memang aneh. Anehnya adalah, kenapa juga ceweknya Joshua ada di kelasku. Sedangkan orang yang aku taksir ada di kelasnya. Duh…. Niken ini anaknya manis, rambutnya seleher. Kulitnya putih. Pantes si Joshua demen ama do’i. Tapi entah kenapa cewek yang aku ingini seperti Yunita itu. Orangnya kalem sih, wajahnya semi-semi… Read More »

SI Rambut Merah Bab 6

BAB VI The Prince Kembali ke masa sekarang. Itulah ceritaku dengan Suni. Cinta pertamaku. Setelah itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan lelaki seperti Suni. Sama sekali tidak pernah ada. Sekarang aku berada di Indonesia. Dan aku punya misi penting untuk mendapatkan S-Formula. Sayangnya jejak terakhir adalah benda itu berada di M-Tech Building. Besoknya setelah… Read More »

Si Rambut Merah Bab 5

BAB V DON’T BE SAD “Siapa kamu?” tanyaku sambil membidiknya. “Tentu saja kamu tak pernah mengenalku, jadi tak tahu siapa aku. Perkenalkan namaku Lucifer,” jawabnya. Lucifer? Orang yang ingin membeli dokumen rahasia negara dari Roger? “Kamu…., apa yang telah kamu lakukan kepada Suni?” tanyaku. “Ahh…iya, aku minta maaf. Karena dia tadi sedikit mengecewakanku

Si Rambut Merah Bab 4

BAB IV Ambushed Dentuman bom, desingan rail gun dan meriam vulcan dari empat jet tempur yang menyerang kami masih terdengar. Sedangkan di bawah ada lima tank, empat panser dan puluhan orang bersenjata berat menghujani kantor NIS dengan peluru dan bom. Seluruh agen bersiap memakai baju anti peluru dan membawa senjata-senjata mereka. Ini bukan saja bertahan,… Read More »

Si Rambut Merah Bab 3

BAB III Target Changed Hubunganku dengan Suni makin dekat. Dan juga makin panas. Tiap kali kami ada kesempatan bertemu, pasti bercinta. Entah di tempatku entah di tempatnya. Dan kami pun makin mesra dari misi ke misi. Hubunganku dengan Suni sudah bukan rahasia lagi. Seluruh kesatuan mengetahuinya. Mereka sedikit cemburu pastinya, si Rambut Merah pacaran dengan… Read More »