Bundaku 16

Cerita Sebelumnya : Bundaku 15 Part 16 Aku terbangun ditengah malam, kulihat disampingku Kak Nurul tampak sibuk memainkan hpnya, sesekali ia terseyum, lalu detik berikutnya ia tampak begitu gemas. Sepertinya Kak Nurul sedang sibuk bermain game di hpnya. Memang secara bergantian mereka datang menjagaku, ada yang jaga siang ada juga yang jaga malam, kalau pagi itu bagian Bunda yang menjagaku. Dan malam ini giliran Ka

Bundaku 15

Cerita Sebelumnya : Bundaku 14 Part 15 **** Perlahan kubuka mataku, samar-samar kulihat beberapa orang berpakaian putih-putih tanpa mengelilingiku, apakah mereka semua malaikat ? Apakah aku sudah mati ? tidak aku masih hidup, aku merasakannya walaupun tubuhku tak meresponnya. Oh iya aku ingat, malam itu aku sedang bercumbu dengan Bunda, lalu tiba-tiba aku mendengar teriakan salah satu penghuni kos, lalu aku keluar

Bundaku 14

Cerita Sebelumnya : Bundaku 13 Part 14 Aku terus berlari, sesekali aku melompat melewati akar-akar pohon yang memang berukuran besar, kulihat mereka berdua berlari mencoba menyeberangi sungai, aku tidak mau kalah, aku mencoba ikut menyebrangi sungai. Sial… gara-gara mereka aku terpaksa menunda kesenanganku dengan Bunda, kali ini mereka tak akan kubiarkan lolos. Mereka berdua telah berhasil menyebrangi sungai,

Bundaku 13

Cerita Sebelumnya : Bundaku 12 Part 13 Alarm jam diatas meja belajarku berbunyi nyaring, itu artinya saat ini sudah jam 7 pagi. Biasanya kalau bukan hari libur jam alarmku akan berbunyi di jam 5 pagi, tapi karena ini hari jum’ad, maka jam alarmku akan berbunyi tepat pada jam 7 pagi. Catatan, hari libur disekolahku berbeda dengan hari libur pada umumnya, biasanya hari libur sekolah tepat di hari minggu, tapi d

Bundaku 12

Cerita Sebelumnya : Bundaku 11 Part 12 Tiga hari telah berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda kalau Bunda akan memaafkanku, sementara aku sendiri tetap tak berani menegurnya, aku takut teguranku membuatnya semakin marah. Selain Bunda, hubunganku dengan Putri juga semakin memburuk, dia tak lagi mau bermain denganku lagi. Kuambil sebatang rokok, lalu kuhidupkan rokokku dengan zipo. Fuuh… saat ini hanya rokok yang

Bundaku 11

Cerita Sebelumnya : Bundaku 10 Pov Bunda. Aku benar-benar terkejut dengan apa yang sedang terjadi anatara aku dan anakku, semuanya seperti mimpi, tapi aku sadar ini bukan mimpi. Kembali kupandangi tubuhnya, ada satu bagian yang menarik bagiku, yaitu burungnya, ukurannya memang tidak begitu besar, tapi terlihat sangat kokoh dan keras. Duh ada apa dengan diriku, vaginaku kembali terasa gatal, apa aku menginginkan per

Bundaku 10

Cerita Sebelumnya : Bundaku 9 “Maling… maling… ” Aku terbangun saat mendengar teriakan Bunda, buru-buru aku melompat dari tempat tidurku. Dan benar saja kulihat dua orang pria yang sedang berusaha melarikan diri. Tanpa memperdulikan Bunda, aku mencoba mengejar dua pencuri tersebut, lalu di susul beberapa warga yang mendengarkan teriakan Bunda. Kulihat mereka semakin menjauh, menerobos masuk