Birahi Binal Linda

BIARLAH SEMUA KENANGAN YANG KUALAMI BERSAMA MAS PRAS TERKUBUR, SEIRING DENGAN KETOK PALU HAKIM YANG MEMVONIS PERCERAIAN KAMI. >>Deru suara mesin mobil yang parkir mengangkut barang-barang masih terdengar dengan jelas, kulihat pak Kosim supir yang selalu setia kepadaku sibuk mondar-mandir mengangkat barang. Mas Pras yang berdiri dipojok garasi hanya memandangku dengan tatapan yang agak sinis. Sesekali asap rok

Tubuhku Yang Indah 8

di bagian 7 sepertinya ada kesalahan penulisan kemarin, dan sudah di perbaiki, silahkan dicek kembali, kali aja masih salah. POV orang ketiga “Astaga HPku ketinggalan” keluh Nindya panik. “Gimana aku ngambilnya ya? Nanti aku digodain lagi kalau ke sana” pikirnya dalam hati “Ya sudahlah nggak akan diapa2in ini. Cuma ada foto-foto narsis doang hehe” katanya santai Di kursi tamu, Ar

Mama Mertua dan Adik Iparku

Saya usia 25 tahun, pekerja swasta dan memiliki dua orang anak. Istri saya anak pertama dan memiliki seorang adik perempuan beda usia 1,8 tahun. Karena mertua yang tidak memiliki anak laki-laki menyebabkan saya sangat diperhatikan. Terutama mertua perempuan saya. Usianya saat itu 42 tahun. Tinggi, kulit putih, wajah oval dan masih cantik. Maklum hanya memiliki dua anak perempuan dan sehari-hari tidak bekerja di lua

Wild Love 76 (Tamat)

Penutup Seorang bocah SMP kelas 2 sedang makan disebuah warung yang ramai tampak dia sedang menunggu makanannya. Selang beberapa saat, seorang bocah memberikan pesanannya karena ibunya berteriak menyuruh anak lelakinya tersebut. “Wongsooo… bantu ibu” ucap ibu warung “ya bu…” ucap wongso, kemudian membawa piring berisi nasi “ini mas…” ucap wongso kepada bocah tersebut “terima kasih ma

Wild Love 75

Setiap hari pula mas selalu mengirimkan pesan agar aku hati-hati kalau berjalan. Kalau ada jam mengajar berdekatan tidak perlu kembali ke jurusan langsung menunggu di perpus yang berada di gedung kuliah. Siang sebelum jam 12, mas selalu sudah stand by di dalam ruanganku untuk mengajakku makan. Makanku pun diperhatikannya, harus inilah itulah, apalah. Aku sudah tidak lagi mempedulikan SANDIWARANYA itu. karena aku su

Wild Love 74

Aku diantar menuju kamar, pakaianku sedari tempat parkir hanya mengenakan jaket dan rok berumbai seperti yang aku pakai ketika berada di danau. Pintu langsung dibukakan oleh lelaki yang mengantarku katanya memang dimintai tolong oleh si empunya kamar. Kamar remang hanya sedikit cahaya, kulihat sesosok lelaki yang sudah tidak asing lagi bagiku. Koper sudah masuk, pintu tertutup, ku buka jaketku dan kulepas rokku. Ak

Wild Love 73

Satu persatu pakaianku di lepasnya hingga aku telanjang, setelah semua tubuhku diguyur air dingin. Kini kami berendam di air hangat dengan ketelanjangan kami. aku dipeluknya, di ambilnya air dan kemudian di tuangkan di kepalaku. “mas itu… aneh-aneh pengennya” ucapku, tubuhku menjadi segar kembali “aneh-aneh kan sama istrinya” ucapnya “pengen apa lagi mas?” godaku “pengen dikamar mandi” jawabny