Anak Nakal Season 2 BAB XVII

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XVI BAB XVII Kembalilah Kepadaku NARASI ISKHA Mas Faiz, aku tak bisa melupakanmu mas. Sudah sebulan ini aku berada di kota Malang. Malang dan Jakarta. Jauh sekali. Walaupun aku ada rekomendasi pindah ke sekolah yang baru, tapi aku tak masuk ke sana. Aku masih shock. Aku lebih banyak mengurung diri di kamar. Keluar rumah pun jarang. Ibu dan ayah dengan sangat terpaksa menc

Anak Nakal Season 2 BAB XVI

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XV BAB XVI Pasrah Aku dalam perjalanan pulang. Hari sudah gelap. Perbuatan Kak Putri ini pasti memberikaku obat perangsang. Hingga aku tak bisa mengendalikan diriku. Keluarga yang sudah rusak. Aku pun tambah rusak. Seharusnya hal itu tak boleh aku lakukan. Terdengar panggilan ponselku saat itu aku menepi sebentar ke SPBU karena bensinku sudah mau habis. Kuangkat. “H

Anak Nakal Season 2 BAB XV

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XIV BAB XV When The Hatred Comes NARASI PUTRI Menang, aku menang. Puas sekali rasanya. Mengusir Iskha, dan kemarin aku memberikan obat perangsang ke Faiz. Gilaaaaa….aku sampai melayang. Faiz sampai lima kali orgasme non-stop. Gila…gila bener. Tapi dia melakukannya dengan membayangkan Iskha. Padahal aku nggak kepingin seperti itu. Ah, bodo amat. Yang penting se

Anak Nakal Season 2 BAB XIV

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XIII BAB XIV Pahit NARASI FAIZ Kemana Iskha? Aneh dan lucu. BBM tidak pernah dibalas, dibaca pun tidak. Nomornya tak bisa lagi dihubungi. SMS tak pernah sampai. Dan rumahnya tiba-tiba sepi, tak ada siapa-siapa. Apa yang sebenarnya terjadi? Beberapa kali ia curhat kepadaku tentang terror yang selalu menimpanya. Memang ini sangat tak bisa dimaafkan. Tapi kalau dia pergi jug

Anak Nakal Season 2 BAB XIII

Cerita Sebelumnya : Anak Nakal Season 2 BAB XII BAB XIII I Hate You NARASI ISKHA Tentunya kabar mengejutkan tentang Mas Pandu ini membuatku juga shock. Pasti Faiz juga bersedih. Aku dan Faiz sedang jalan-jalan di lapangan sepak bola sambil membicarakan hal ini. Sekolah elit ini emang gedhe. Punya lapangan basket, sepak bola dan lapangan baseball. Mas Faiz tampak bersedih. “Sebentar lagi kenaikan kelas,”