Wild Love 40

Hari-H malam pergantian tahun dimulai dari pagi hari 08:00 Aku bangun pagi, ku telepon ibu. Ibu kemudian menyampaikan sesuatu dengan candanya. Kata ibu, ibu pura-pura jengkel kepada ayah yang jarang pulang dan jarang membelai ibu. kata ibu, ayah malah sedikit salah tingkah ketika ibu marah. Dan menurut penuturan ibu, ayah memperbolehkan Ibu menginap lagi sampai batas waktu tidak ditentukan. Plong rasanya, tapi aku

Wild Love 39

H-2 sebelum malam tahun baru Aku terbangung pada pagi hari, aktifitasku sekarang malas-malasan dan tak ada yang aku kerjakan. Dengan membawa sematpon kesayanganku, aku pergi ke dapur membuat teh hangat. Dengan gaya sok luar negeri, aku ambil koran kemarin dan kuselipkan di ketek kiriku. Tangan kiri membawa teh hangat dan tangan kanan dunhill yang menyala dan berkobar. Dengan gaya sok ye, aku berjalan ke arah ruang

WIld Love 38

Pagi menjelang, aku kemudian mandi bergegas menuju kampus. Mencari informasi tambahan mengenai kuliahku, mungkin saja ada mungkin saja tidak. Hitung-hitung sebagai mahasiswa aku tetap harus berangkat, walau sebenarnya kampus sedang dalam masa liburan akhir tahun. Tapi toh disana ada penjaga juga, bahkan dosen dan karyawannya masih berangkat. Alasan lain aku ke kampus adalah ibu menyuruhku mengantarnya ke tante ratn

ACYS Episode 4

ACYS Episode 4: My Last Night “Van… Ayolah…” “Nggak, Kak…” “Malem terakhir, Van… Pliis… Udah ga bisa lagi loh abis inii…” “Aku tau… Tapi kan waktu itu uda janji kita…” Hari ini adalah hari terakhirku di Jakarta. Esok hari, aku sudah harus pergi ke Singapura untuk melanjutkan pendidikanku. Aku diterima di salah satu universitas terkemuka di Negeri Singa

ACYS Episode 3

ACYS Episode 3: The First Time “Dit! Jaga belakang!” “DEFENSE! TAHAN ERIC!” Eric berlari ke arahku, menggiring bola dengan lincah. Samuel mencoba menahannya, tapi ia terus berlari dengan lincah. Sekarang tinggal satu lawan satu denganku. Semua terserah padaku sekarang. Aku bergerak maju, membentangkan tanganku, menutup ruang geraknya. Eric menganyunkan kakinya, menendang. Aku menerkam… BUAK! Gelap… “D

ACYS Episode 2

ACYS Episode 2: TOUCH “Yang ini aja…” “Nggak ah, Kak… Bagusan yang ini tau…” “Hmm… Masa sih?” Sore itu aku dan Vany sedang berada di dalam sebuah toko yang menjual berbagai kartu ucapan di sebuah mall di dekat rumah kami. Kami sedang memilih kartu ucapan untuk salah seorang teman Vany yang akan berulang tahun sebentar lagi. Sudah sekitar setengah jam kami berputar-putar di antara

ACYS Episode 1

ACYS Episode 1: FEEL “Eh yang itu cakep tuh..” “Nggak ah cakepan yang kanannya.. Lebi imut…” “Ah nggak nurut gue cakepan yang kiri..” Ini kebiasaan teman-temanku setiap jam istirahat ketiga pada hari Kamis. Kami, siswa-siswi SMA, pulang sekolah pukul 13.30 setiap harinya; sementara siswa-siswi SMP sudah mengakhiri pelajaran pada pukul 11.45, bertepatan dengan jam istirahat ketiga kami. Setiap saat